RANTAU, Di awal bulan April 2011 ini dokter spesialis di Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau bertambah lagi sehingga berjumlah 7 orang. Bertambahnya dokter spesialis didaerah ini tentunya akan meningkatkan segi pelayanan. Idealnya dalam sebuah rumah sakit tipe C seperti RSUD.Datu Sanggul Rantau jumlah dokter spesialis itu minimal 2 orang dalam satu bidang seperti Spesialis Patologi Klinik, Spesialis Anak, SPOG, Spesialis Mata, Spesialis Bedah, dan Spesialis Penyakit Dalam. Sementara di daerah ini masih dinilai kurang, namun setidaknya ada dokter spesialis yang bersedia bertugas didaerah ini.
Kasi Bidang Pelayanan di RSUD.Datu Sanggul Rantau, Hj.Yulian Higine, SKM mengatakan, “Kita baru saja kedatangan dokter spesialis mata di daerah ini yang mulai bertugas di rumah sakit pada senin 4 April 2011 kemarin. Kedatangannya tentunya sangat membantu pelayanan di rumah sakit ini sehingga lebih optimal, “katanya.
Dikatakannya, dokter spesialis yang bertugas di kabupaten Tapin kini berjumlah 7 orang terdiri diantaranya SPOG 2 orang, Spesialis Patologi Klinik 1 orang, Spesialis Anak 1 orang, Spesialis Bedah 1 orang, Spesialis Penyakit Dalam 1 orang, dan 1 orang dokter spesialis mata. “Dokter spesialis mata yang mulai bertugas sejak Senin 4 April 2011 ini dijadwalkan bertugas 3 kali dalam seminggu di rumah sakit ini, “katanya.
Adapun terkait peralatan medis sebagai sarana pendukung dokter spesialis mata di rumah sakit ini, dikatakan Higine, “Memang saat ini peralatan rumah sakit untuk mata belumlah memadai namun pihak rumah sakit setempat pada tahun anggaran 2012 mendatang akan mengusulkan kepada pemerintah daerah demi optimalnya pelayanan di rumah sakit ini, “katanya.
Di RSUD.Datu Sanggul Rantau juga memiliki 7 orang dokter umum yang bertugas di rumah sakit ini. Namun saat ini kita kekurangan dokter umum yang sebelumnya berjumlah 10 orang, dikatakanya, karena ada 3 orang dokter umum yang melanjutkan studi kembali untuk mengambil spesialis. Dalam menyingkapi kekurangan dokter umum itu kita meminta bantuan kepada Dinas Kesehatan kabupaten Tapin. Demikian Higinie. (rull)
Key
Rumah Sakit Datu Sanggul, Dinas Kesehatan Tapin, Jalan Rusak, Infrastruktur Jalan, Kondisi Jalan, Ruas Jalan, Badan Jalan, Jalan Kabupaten, Akses Antar Kecamatan, Bitahan, Piani, Bungur, Tapin Utara, Bina Marga, Ayunan Papan, Miawa, Guru, Murid, Cangkering, Pasar Keraton, Teknologi, Loker (Lowongan Kerja), Dapalalu, Blogger Tapin (Tapin Blogger), Blogger Indonesia, Gerbang Informasi Kota Rantau, Tapin Illusion, Ilumantion, Situs Berita, Daerah, Motivasi, Tip n Trik, Serba Serbi, Produk Indonesia, Pengobatan, Makanan (kuliner), Tradisional, Bisnis Online, Rubrik Hukum, Busana, Elektronik, Kerajinan, Games, Forum, Peta Rumah Makan, Daftar Alamat Nomor Telepon, Departemen, Kementerian, Dinas Pekerjaan Umum, Infrastruktur, Pertambangan, Kalsel, Banjarmasin, Rantau, Kabupaten Tapin, Tapin, Service HP, Developer, Website, Programer, Media, DPR, Pejabat Publik, Shopping, Bank, KPK, BIN, Dinas Pertambangan, Sekretariat Daerah, Masjid, Daerah Islami, Unik, Komputer, Pengetahuan, Dokumen, Instrument Pendidikan, Dunia, Wisata, Candi Laras Utara,Candi Laras Selatan, Margasari, Binuang, Hatungun, Salam Babaris, Piani, Lokpaikat, Dulang, Bypass, Bappeda, Facebook, Chatter, Online, Radio, Televisi,Media Cetak, Koran, Wartawan, Pers, Jurnalis, Bisnis, Ekonomi, Sport, Kriminal, Headline, Menarik, Pengadilan, Kejaksaan, iklan, Seni, Budaya, Pemuda, Olahraga, Pena, Jalan Khusus Pertambangan, Batu Bara, Kaolin, Minyak Gas Bumi, Bakarangan, Gadung, Makam Aulia, Makam Wali, Cangkering, Keraton, Rumah kita, Istana, Presiden, Video, Music, MP3.
Selasa, 10 Mei 2011
Senin, 09 Mei 2011
Kantor Kelurahan Rantau Kiwa Sudah Di Tempati
RANTAU,~ Kantor baru berkubah menandakan ciri khas Serambi Madinah. Bangunan baru berkubah telah berdiri di samping Kantor Sekretariat Golkar, Jalan Brigjen H.Hasan Baseri, Rantau. Kantor tersebut adalah kantor kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, yang sudah mulai di tempati dan difungsikan aparat kelurahan untuk melayani warga masyarakat.
Camat Tapin Utara, Harliansyah, mengatakan, “Kantor kelurahan Rantau Kiwa yang baru dibangun ini lokasinya tak jauh dari kantor kelurahan Rantau Kiwa yang lama. Kantor kelurahan yang baru dibangun ini dinilai lokasinya lebih refesentatif dan nyaman. Terutama dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang berurusan dengan aparat kelurahan. Misalnya, pembuatan KTP, Surat Nikah, dan lain sebagainya, “katanya.
Diharapkan, lanjut Harli, dengan difungsikan kantor kelurahan Rantau Kiwa yang baru saja dibangun ini, kinerja aparat kelurahan semakin optimal. Terutama dalam melayani warga masyarakat. Namun, meskipun sudah ditempati sejak seminggu yang lalu, kantor kelurahan yang baru dibangun ini masih ada sebagian yang belum selesai dikerjakan. Misalnya, seperti pada halaman kantor. Disitu masih dilakukan kegiatan pemasangan batako, yang diperkirakan dalam waktu beberapa hari terakhir kegiatan pemasangan batako sudah selesai, “katanya.
Sementara bangunan kantor kelurahan Rantau Kiwa yang lama, rencananya akan dimanfaatkan dan digunakan untuk kegiatan positif tentunya. Misalnya, PKK Kabupaten Tapin yang ingin melaksanakan kegiatan di kantor ini itu bisa diatur. “Kita lihat saja nanti kedepannya mau diapakan dan dimanfaatkan untuk apa saja, “katanya.
Ditambahkan PJS, Lurah Rantau Kiwa, Syahwan, “Kita sudah pindah dari kantor kelurahan yang lama ke kantor kelurahan yang baru sejak seminggu yang lewat. Bahkan seluruh peralatan kantor dan kelengkapan lainnya sudah diangkut ke kantor yang baru, bersama staf dan karyawan melaksanakan pengangkutan, “katanya.
Pengerjaan halaman kantor kelurahan itu diperkirakan bakal selesai dalam beberapa hari terakhir. Dimana dengan selesainya pemasangan batako, kendaraan roda dua maupun roda 4 dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman. Demikian Syahwan. (Rull)
Dishub Tapin Sosialisasi 5T
RANTAU,~ Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin gelar sosialisasi 5T di jalan Kabupaten lintasan antar kecamatan dan desa. “Larangan masuk bagi kendaraan dan muatan lebih dari 5 ton di jalan kecamatan yang kerap dilalui truk pengangkut hasil galian C dan batu gunung. Truk-truk tersebut dituding sebagai penyebab kerusakan farah bahkan sangat farah sejumlah ruas jalan kecamatan, karena jalan tidak sanggup menahan beban diluar ambang batas, “kata Drs.Muzakir, MAP, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin, jum’at (6/5) kemarin.
Zona larangan masuk truk tersebut, dikatakan Muzair, “berada diantaranya di Kecamatan Bungur pada Jalan Timbung, dan jalan Simpang 4 Bungur menuju Linuh. Di Kecamatan Tapin Utara, jalan Ayunan Papan ke atas menuju Sosial dan Beramban Kecamatan Piani. Dan di Kecamatan Lokpaikat pada Jalan Daeng Suganda Bitahan sebelah Mapolres Tapin menuju Sosial Ayunan Papan ke atas, Kecamatan Lokpaikat, “katanya.
Untuk itu kita laksanakan sosialisasi 5T kepada para supir, pemilik angkutan truk yang beroperasi di kabupaten Tapin dengan memberikan edaran-edaran maupun spanduk yang ditempel di jalan-jalan yang kerap dilalui angkutan galian C dan batu gunung. "Harus disosialisasikan kepada masyarakat terutama bagi pengusaha angkutan dan awaknya. Jangan hanya dilingkungan Dinas Perhubungan saja. Tapi juga harus menyeluruh, "tandasnya.
Muzakir menjelaskan, sosialisasi tersebut dilaksanakan berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 pasal 19 ayat 3 dan PP RI nomor 43 tahun 1993 ayat 1. Diantaranya berisikan jalan kabupaten (local) termasuk jalan kelas III C, yakni hanya dapat dilalui kendaraan dengan ukuran lebar maksimal 2,1 meter, panjang maksimal 9 meter dengan muatan terberat maksimal 5 ton, karena meningat daya dukung jalan. “Tonase angkutan tersebut dibatasi, agar jalan yang dibangun Pemda setempat dan kerap dilalui truk pengangkut pasir seperti di Timbung dan simpang 4 Bungur menuju Linuh bisa lebih awet, “katanya.
Saat ini kita hanya sebatas sosialisasi kepada supir-supir, dan belum masuk keranah penindakan. Alasanya, karena ini berkait dengan beberapa instansi seperti Dinas Pertambangan Kabupaten Tapin terkait penambangan galian C di Kecamatan Bungur, dan Dinas Pekerjaan Umum terkait jalan. Setelah mereka memberikan sinyal, baru kita bertindak melaksanakan penindakan, hal itu untuk menekan kerusakan jalan yang lebih farah lagi, maka tim kordinasi kepengawasan jalan khususnya jalan kabupaten, akan melaksanakan pengawasan dan penertiban terhadap angkutan truk yang melebihi muatan tonase. Disamping sosialisasi tim juga akan membina berupa teguran langsung dilapangan. Demikian Muzakir. (Rull)
Sabtu, 07 Mei 2011
Semoga Selalu Untung Buat Si Pembuat Layang-Layang
RANTAU,~ Sejumlah anak-anak berlari-lari sambil bersiul, bahkan sibuk menggulung benang layang-layang di tengah terik panasnya sinar matahari seraya menunggu angin segar berhembus kencang. Bertanda ini musim layang-layang. Ditengah musim itu ada diantaranya yang memanfaatkan kesempatan itu menjadikan peluang usaha untuk menghasilkan uang. Sebut saja Asit (45), warga Perintis Raya, Rantau, dengan tekun dirinya mencari sebuah paring (bambu) bekas dari tempat orang melaksanakan hajatan untuk dijadikan layangan produksi Asit.
Layang-layang buatan Asit justru dibuat dari bahan plastik dan kertas dengan aneka warna dan gaya, plus hiasan pada ekor maupun samping kanan, kiri kerangka layang-layangnya. Harga yang ditawarkan kepada pembeli yang rata-rata anak-anak dan remaja ini dijual dengan harga Rp.2.000, di taman Basimban Rantau, “Ada saja yang beli setiap harinya, “katanya.
Membuat layang-layang itu, kata dirinya, bermodal pisau, benang, dan lem. “Pisau digunakan untuk meraut paring (bambu), benang digunakan untuk dijadikan kerangka layangan, dan lem digunakan untuk menempelkan kertas pada paring (bambu) yang sudah rapi diraut, “katanya.
Asit mengaku bisa membuat layangan secara otodidak, dimana setelah diraut Ia menyeimbangkan antara kerangka terbuat dari paring dengan benang, selanjutnya jadilah layangan.
Dalam membuat layangan Ia bermodal Rp.10 ribu. Dengan uang itu, Ia dapat membuat 10 layang-layang. Layangan hasil produksinya dijual di Taman Basimban Rantau, namun tak jarang kadang laku 3 sampai 5 layang-layang di tempatnya ia menjajakan layangannya dengan mainan anak-anak. (Rull)
Soal UN SD/MI Di Mapolres Tapin
RANTAU,~ Pada Kamis (5/5) kemarin, soal Ujian Nasional (UN) untuk sekolah setingkat SD dan MI telah di distribusikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Ke Kabupaten Tapin, dan kertas soal tiba di Tapin pada pukul 11:00 Wita, yang langsung diamankan sekaligus dijaga aparat kepolisian di Mapolres Tapin, Bitahan.
“Pola pendistribusian kertas soal UN untuk sekolah setingkat SD dan MI kurang lebih sama dengan pendistribusian sebelumnya untuk sekolah setingkat SLTA, dan SLTP. Dimana setelah terima berita acara penerimaan soal UN di Mapolres Tapin, kita sebagai panitia UN SD/ MI melakukan pemilahan terlebih dahulu untuk dibagikan kepada sekolah peserta UN yang tersebar diseluruh kecamatan di Tapin, “kata Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), H Mahlan, kepada wartawan.
Kertas soal UN dijaga dan disimpan di Mapolres Tapin dari hari Kamis hingga Senin (red.sebelum pelaksanaan UN SD/MI). “Dalam waktu tersebut kita lakukan pemilahan terlebih dahulu di Mapolres Tapin sebelum didistribusikan kembali ke sekolah-sekolah. Semoga dalam waktu sehari dua hari pemilahan yang dilakukan pihaknya sudah selesai seluruhnya. Jadi tinggal di disribusikan lagi pada hari Senin besok, “katanya.
Sehari sebelum pelaksanaan UN SD/MI yang digelar secara serentak, kertas soal tersebut didistribusikan kembali ke Polsek-Polsek di Kecamatan di Kabupaten Tapin. Pelaksanaan UN tingkat SD / MI dijadwalkan pada Selasa (10/5) sampai dengan Kamis (12/5), dimulai dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul selanjutnya Matematika, dan IPA. “Insya Allah senin(11/5/2011) pagi soal tersebut akan didistribusikan ke polsek-polsek yang ada di Kecamatan wilayah Kabupaten Tapin, “ kata Mahlan.
Ditambahkan Kasi Kurikulum Disdik Tapin, Riyono, “Jumlah soal yang diterima kita, dari pendistribusian Dinas Pendidikan Provinsi ke Kabupaten Tapin itu berjumlah 139 buah kemasan berupa amplop besar. Kemudian kemasan amplop kecil itu berjumlah 89 buah, ditambah soal susulan ada 19 buah untuk setiap mata pelajaran yang di UN-kan, “tambahnya.
Peserta Ujian Nasional untuk sekolah setingkat SD/MI tahun 2011 berjumlah 2.889 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Tapin. Lokasi pelaksanaan UN terdiri dari 37 rayon, yang akan dilaksanakan secara serentak secara nasional pada hari Selasa (12/5). Ujian susulan bagi peserta UN yang berhalangan itu digelar pada tanggal 18 sampai 20 Mei 2011, mendatang. (Rull)
“Pola pendistribusian kertas soal UN untuk sekolah setingkat SD dan MI kurang lebih sama dengan pendistribusian sebelumnya untuk sekolah setingkat SLTA, dan SLTP. Dimana setelah terima berita acara penerimaan soal UN di Mapolres Tapin, kita sebagai panitia UN SD/ MI melakukan pemilahan terlebih dahulu untuk dibagikan kepada sekolah peserta UN yang tersebar diseluruh kecamatan di Tapin, “kata Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), H Mahlan, kepada wartawan.
Kertas soal UN dijaga dan disimpan di Mapolres Tapin dari hari Kamis hingga Senin (red.sebelum pelaksanaan UN SD/MI). “Dalam waktu tersebut kita lakukan pemilahan terlebih dahulu di Mapolres Tapin sebelum didistribusikan kembali ke sekolah-sekolah. Semoga dalam waktu sehari dua hari pemilahan yang dilakukan pihaknya sudah selesai seluruhnya. Jadi tinggal di disribusikan lagi pada hari Senin besok, “katanya.
Sehari sebelum pelaksanaan UN SD/MI yang digelar secara serentak, kertas soal tersebut didistribusikan kembali ke Polsek-Polsek di Kecamatan di Kabupaten Tapin. Pelaksanaan UN tingkat SD / MI dijadwalkan pada Selasa (10/5) sampai dengan Kamis (12/5), dimulai dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul selanjutnya Matematika, dan IPA. “Insya Allah senin(11/5/2011) pagi soal tersebut akan didistribusikan ke polsek-polsek yang ada di Kecamatan wilayah Kabupaten Tapin, “ kata Mahlan.
Ditambahkan Kasi Kurikulum Disdik Tapin, Riyono, “Jumlah soal yang diterima kita, dari pendistribusian Dinas Pendidikan Provinsi ke Kabupaten Tapin itu berjumlah 139 buah kemasan berupa amplop besar. Kemudian kemasan amplop kecil itu berjumlah 89 buah, ditambah soal susulan ada 19 buah untuk setiap mata pelajaran yang di UN-kan, “tambahnya.
Peserta Ujian Nasional untuk sekolah setingkat SD/MI tahun 2011 berjumlah 2.889 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Tapin. Lokasi pelaksanaan UN terdiri dari 37 rayon, yang akan dilaksanakan secara serentak secara nasional pada hari Selasa (12/5). Ujian susulan bagi peserta UN yang berhalangan itu digelar pada tanggal 18 sampai 20 Mei 2011, mendatang. (Rull)
TPK PNPM-MP Tapin Utara Di Latih Peningkatan Kapasitas
RANTAU, ~ Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kecamatan Tapin Utara yang terpilih melalui musyawarah desa sebelum melaksanakan kegiatan dilapangan, peserta TPK ini dilatih lebih dahulu akan peningkatan kapasitas di Aula Kantor Kecamatan Tapin Utara, pada Rabu (4/5) kemarin.
Sebelum pelatihan peningkatan kapasitas ini dimulai, Camat Tapin Utara, Harliansyah membuka secara resmi kegiatan tersebut, dan dihadiri peserta Tim Pengelola Kegiatan PNPM-MP Kecamatan Tapin Utara. Termasuk Fasilitator Kecamatan Tapin Utara, Serliansyah, yang juga menjadi narasumber di pelatihan itu.
Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut diikuti oleh 2 Desa seperti Desa Badaun, dan Desa Antasari. Selain itu juga ada 1 peserta dari kelurahan, yakni kelurahan Rantau Kanan. Setiap 1 Desa diwakili 3 peserta yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.
Proyek yang akan di kerjakan di wilayah Kecamatan Tapin Utara, Pertama, di Desa Antasari berupa pembangunan jalan rabat beton ukuran 2x682 meter dan jembatan 2x10 meter. Kedua, di Desa Badaun berupa pembangunan Siring ukuran 2x320 meter dan pengurukan sirtu 3x4 meter. Ketiga, Di Kelurahan Rantau Kanan berupa pembangunan siring panjang 481 meter, lebar 4 meter dengan tinggi 0,70 meter.
“Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tapin Utara itu berupa pembangunan desa seperti pembangunan jalan rabat beton, pembangunan siring, dan pembangunan jembatan yang ada di 2 Desa dan 1 kelurahan. Dana pembangunan desa bersumber dari dana PNPM-MP, untuk itu sebelum peserta TPK-PNPM-MP Kecamatan Tapin Utara terjun melaksanakan kegiatan dilapangan, mereka dilatih lebih dahulu. Karena peserta TPK PNPM-MP ini rata-rata berasal dari anggota masyarakat yang di pilih melalui musyawarah desa. Umumnya mereka memiliki fungsi dan peran serta untuk mengelola dan melaksankan PNPM-MP. Dengan adanya pelatihan ini mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan PNPM-MP dalam pembangunan dan kesejahteran masyarakat, “Ujar Camat Tapin Utara, Harliansyah, pada saat membuka kegiatan pelatihan.
Ditambahkan, Fasilitator kecamatan Serliansyah, Terkait pelatihan yang dilaksanakan itu untuk membahas tugas dan fungsi pokok dari tim pengelola kegiatan itu sendiri. “Pada akhirnya peserta di latih untuk membuat program jadwal pelaksanaan kegiatan pekerjaan, serta dapat membaca desain yang akan dilakukan di lapangan, “ katanya.
Disamping itu juga ada perubahan kegiatan yang dilaksanakan. Berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, kesimpulannya ada perbedaan antara tahun lalu dan tahun ini. Misalnya, untuk pembangunan rabat beton terdapat beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain seperti penentuan lokasi, pembentukan badan jalan, galian siring, penempatan batu siring, cor rabat beton, pembuatan titian serta pemeliharaannya. Kemudian untuk Siring Batu, yang perlu diperhatikan yakni, pembersian lokasi, galian pondasi siring, pengukuran tanah, pasangan tiang untuk batu, pengukuran siring dan pemeliharaan. (Rull)
Sebelum pelatihan peningkatan kapasitas ini dimulai, Camat Tapin Utara, Harliansyah membuka secara resmi kegiatan tersebut, dan dihadiri peserta Tim Pengelola Kegiatan PNPM-MP Kecamatan Tapin Utara. Termasuk Fasilitator Kecamatan Tapin Utara, Serliansyah, yang juga menjadi narasumber di pelatihan itu.
Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut diikuti oleh 2 Desa seperti Desa Badaun, dan Desa Antasari. Selain itu juga ada 1 peserta dari kelurahan, yakni kelurahan Rantau Kanan. Setiap 1 Desa diwakili 3 peserta yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.
Proyek yang akan di kerjakan di wilayah Kecamatan Tapin Utara, Pertama, di Desa Antasari berupa pembangunan jalan rabat beton ukuran 2x682 meter dan jembatan 2x10 meter. Kedua, di Desa Badaun berupa pembangunan Siring ukuran 2x320 meter dan pengurukan sirtu 3x4 meter. Ketiga, Di Kelurahan Rantau Kanan berupa pembangunan siring panjang 481 meter, lebar 4 meter dengan tinggi 0,70 meter.
“Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tapin Utara itu berupa pembangunan desa seperti pembangunan jalan rabat beton, pembangunan siring, dan pembangunan jembatan yang ada di 2 Desa dan 1 kelurahan. Dana pembangunan desa bersumber dari dana PNPM-MP, untuk itu sebelum peserta TPK-PNPM-MP Kecamatan Tapin Utara terjun melaksanakan kegiatan dilapangan, mereka dilatih lebih dahulu. Karena peserta TPK PNPM-MP ini rata-rata berasal dari anggota masyarakat yang di pilih melalui musyawarah desa. Umumnya mereka memiliki fungsi dan peran serta untuk mengelola dan melaksankan PNPM-MP. Dengan adanya pelatihan ini mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan PNPM-MP dalam pembangunan dan kesejahteran masyarakat, “Ujar Camat Tapin Utara, Harliansyah, pada saat membuka kegiatan pelatihan.
Ditambahkan, Fasilitator kecamatan Serliansyah, Terkait pelatihan yang dilaksanakan itu untuk membahas tugas dan fungsi pokok dari tim pengelola kegiatan itu sendiri. “Pada akhirnya peserta di latih untuk membuat program jadwal pelaksanaan kegiatan pekerjaan, serta dapat membaca desain yang akan dilakukan di lapangan, “ katanya.
Disamping itu juga ada perubahan kegiatan yang dilaksanakan. Berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, kesimpulannya ada perbedaan antara tahun lalu dan tahun ini. Misalnya, untuk pembangunan rabat beton terdapat beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain seperti penentuan lokasi, pembentukan badan jalan, galian siring, penempatan batu siring, cor rabat beton, pembuatan titian serta pemeliharaannya. Kemudian untuk Siring Batu, yang perlu diperhatikan yakni, pembersian lokasi, galian pondasi siring, pengukuran tanah, pasangan tiang untuk batu, pengukuran siring dan pemeliharaan. (Rull)
Jumat, 06 Mei 2011
Dana BOK 2011 Sudah Cair Ke Beberapa Puskesmas
RANTAU, Pada Kamis (5/5) kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, drg.Kusudiarto, MAP didampingi Khairudin, S,Km Bidang Yankes di Dinas Kesehatan Tapin mengklarifikasi pemberitaan dana bantuan operasional kesehatan 2011 yang belum cair. “Itu bukan dana BOK yang belum cair, melainkan Jampersal (Jaminan Persalinan) masuk dalam Jamkesmas ke Kabupaten Tapin yang belum cair, dan masih menunggu, “tandas Pak Kus.
Menurutnya, “Dana BOK 2011 itu sudah cair akhir Maret 2011 kemarin, dan tahun ini dana BOK yang diterima sebesar Rp.1.174.200.000, dan meningkat dibanding tahun 2010 lalu, “ujar Pak Kus.
Ditambahkan Khairudin, S,KM, Dana BOK itu berasal dari bantuan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI dalam rangka membantu pemerintah kabupaten kota untuk melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan minimal menuju milineum Development Goals (MDGS). Tujuannya adalah untuk operasional di puskesmas, yang dana tersebut akan digunakan untuk operasional puskesmas seperti penyuluhan. Seluruh puskesmas di Tapin mendapatkan bantuan operasional mereka untuk menunjang akses pelayanan kesehatan preventif dan promotif.
Dijelaskan, Khairudin, S,KM bahwa dana BOK itu baru berjalan, dimana mekanisme penyalurannya itu perlu ketelitian. Sementara di Kabupaten Tapin itu sudah cair. Bahkan sebagian sudah disalurkan ke beberapa puskesmas.
Di Kabupaten Tapin ada 13 puskesmas yang ada, dan diantaranya telah mendapatkan dana bantuan BOK yang jumlah dana yang mereka terima beragam. “Juga dalam mekanisme penyalurannya itu sebagai persyaratan mutlak setiap puskesmas harus lebih dahulu membuat kerangka acuan dan kegiatan puskesmas seperti perencanaan bulanan. Kalau tidak, dana BOK kita tidak salurkan, “katanya.
Tahun 2011 ini telah disalurkan dana BOK tersebut ke 7 Puskesmas yang ada di Tapin, salah satunya puskesmas di Tambrangan. Sementara sisanya masih belum. Alasanya karena mereka belum membuat kerangka acuan tadi. Terdapat perbedaan dalam mekanisme penyaluran dana BOK tahun 2011 ini dengan tahun lalu. Dimana dana BOK yang disalurkan tahun ini itu memang disalurkan ke puskesmas namun dikelola Dinas Kesehatan Tapin. “Pengelola BOK Kabupaten Tapin akan mengikuti sosialisasi pada tanggal 13 sampai 16 April 2011 di luar daerah, dalam sosialisasi yang diikuti, pengelola BOK Tapin akan diberikan materi seperti kebijakan program BOK 2011, dan Tata Cara Pengelolaan Administrasinya. Demikian Khairudin. (Rull)
Menurutnya, “Dana BOK 2011 itu sudah cair akhir Maret 2011 kemarin, dan tahun ini dana BOK yang diterima sebesar Rp.1.174.200.000, dan meningkat dibanding tahun 2010 lalu, “ujar Pak Kus.
Ditambahkan Khairudin, S,KM, Dana BOK itu berasal dari bantuan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI dalam rangka membantu pemerintah kabupaten kota untuk melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan minimal menuju milineum Development Goals (MDGS). Tujuannya adalah untuk operasional di puskesmas, yang dana tersebut akan digunakan untuk operasional puskesmas seperti penyuluhan. Seluruh puskesmas di Tapin mendapatkan bantuan operasional mereka untuk menunjang akses pelayanan kesehatan preventif dan promotif.
Dijelaskan, Khairudin, S,KM bahwa dana BOK itu baru berjalan, dimana mekanisme penyalurannya itu perlu ketelitian. Sementara di Kabupaten Tapin itu sudah cair. Bahkan sebagian sudah disalurkan ke beberapa puskesmas.
Di Kabupaten Tapin ada 13 puskesmas yang ada, dan diantaranya telah mendapatkan dana bantuan BOK yang jumlah dana yang mereka terima beragam. “Juga dalam mekanisme penyalurannya itu sebagai persyaratan mutlak setiap puskesmas harus lebih dahulu membuat kerangka acuan dan kegiatan puskesmas seperti perencanaan bulanan. Kalau tidak, dana BOK kita tidak salurkan, “katanya.
Tahun 2011 ini telah disalurkan dana BOK tersebut ke 7 Puskesmas yang ada di Tapin, salah satunya puskesmas di Tambrangan. Sementara sisanya masih belum. Alasanya karena mereka belum membuat kerangka acuan tadi. Terdapat perbedaan dalam mekanisme penyaluran dana BOK tahun 2011 ini dengan tahun lalu. Dimana dana BOK yang disalurkan tahun ini itu memang disalurkan ke puskesmas namun dikelola Dinas Kesehatan Tapin. “Pengelola BOK Kabupaten Tapin akan mengikuti sosialisasi pada tanggal 13 sampai 16 April 2011 di luar daerah, dalam sosialisasi yang diikuti, pengelola BOK Tapin akan diberikan materi seperti kebijakan program BOK 2011, dan Tata Cara Pengelolaan Administrasinya. Demikian Khairudin. (Rull)
Gerakan Masyarakat Akan Pentingnya Membaca
RANTAU, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Pemkab Tapin melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tapin, membuat gerakan melek huruf dan gemar membaca dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat dengan menggelar kegiatan sosialisasi minat baca, yang diselenggarakan di Aula Diklat Lantai II gedung Hammy AM Rantau, Kamis (5/5) kemarin.
Acara di hadiri Camat Se Tapin, Kepala Desa/Lurah se Tapin dan tokoh tokoh masyarakat, serta pengelola perpustakaan di Desa. Juga dihadiri Kepala Bidang Deposit Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Seelatan Drs Syamsudin MSi, sebagai nara sumber diacara tersebut. Dan hadir pula Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin SSos.
Menurut Syamsudin, “Bagaimana upaya kita terhadap masyarakat agar menarik minat baca mereka dan menggerakan niat mereka akan pentingnya membaca. Adapun manfaat membaca tentunya sangat banyak bagi kita, salah satunya yakni akan bertambahnya pengetahuan dengan membaca. Saat ini minat baca di masyarakat kita dinilai masih rendah dan sangat memprihatinkan. Bahkan jauh dari apa yang diharapkan. Begitupun dalam indek pembangunan manusia (IPM di daerah kita pada tingkat pendidikan, ekonomi, dan kesehatan juga masih rendah dan belum menggembirakan, “bebernya.
Kurangnya minat baca akan mempengaruhi kualitas Sumber daya Manusia (SDM), lantas kenapa sesorang tidak memiliki minat baca ? Menurut Symasudin, hal ini bisa dikarenakan jika dipandang dari faktor kondisi warisan orang tua. Kedua tidak ada keteladanan orang tua, dan ketiga faktor lingkungan. Adanya minat baca ini timbul pertama adanya minat, keinginan dan perasaan. Diharapkapkan dengan diselenggarakan kegiatan ini semoga dapat tumbuh minat masyarakat sekitar kita untuk gemar membaca, katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin, menambahkan, “Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kegemaran minat membaca, karena akan menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Dengan adanya minat baca ini tentunya akan bertambahnya ilmu pengetahuan dan kehidupan sesorang menjadi lebih baik. Semoga sosialisasi ini nantinya bisa meningkatkan minat baca, baik terhadap diri sendiri, masyarakat, Desa/ Kelurahan serta lingkungan lainnya, “harapnya (Rull)
Acara di hadiri Camat Se Tapin, Kepala Desa/Lurah se Tapin dan tokoh tokoh masyarakat, serta pengelola perpustakaan di Desa. Juga dihadiri Kepala Bidang Deposit Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Seelatan Drs Syamsudin MSi, sebagai nara sumber diacara tersebut. Dan hadir pula Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin SSos.
Menurut Syamsudin, “Bagaimana upaya kita terhadap masyarakat agar menarik minat baca mereka dan menggerakan niat mereka akan pentingnya membaca. Adapun manfaat membaca tentunya sangat banyak bagi kita, salah satunya yakni akan bertambahnya pengetahuan dengan membaca. Saat ini minat baca di masyarakat kita dinilai masih rendah dan sangat memprihatinkan. Bahkan jauh dari apa yang diharapkan. Begitupun dalam indek pembangunan manusia (IPM di daerah kita pada tingkat pendidikan, ekonomi, dan kesehatan juga masih rendah dan belum menggembirakan, “bebernya.
Kurangnya minat baca akan mempengaruhi kualitas Sumber daya Manusia (SDM), lantas kenapa sesorang tidak memiliki minat baca ? Menurut Symasudin, hal ini bisa dikarenakan jika dipandang dari faktor kondisi warisan orang tua. Kedua tidak ada keteladanan orang tua, dan ketiga faktor lingkungan. Adanya minat baca ini timbul pertama adanya minat, keinginan dan perasaan. Diharapkapkan dengan diselenggarakan kegiatan ini semoga dapat tumbuh minat masyarakat sekitar kita untuk gemar membaca, katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin, menambahkan, “Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kegemaran minat membaca, karena akan menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Dengan adanya minat baca ini tentunya akan bertambahnya ilmu pengetahuan dan kehidupan sesorang menjadi lebih baik. Semoga sosialisasi ini nantinya bisa meningkatkan minat baca, baik terhadap diri sendiri, masyarakat, Desa/ Kelurahan serta lingkungan lainnya, “harapnya (Rull)
3 Desa Di Kec.Bungur Bangun Desa Dengan Dana PNPM
RANTAU, 3 Desa yang berada di wilayah Kecamatan Bungur telah mendapatkan bantuan dana Program Nasional Pedesaan Mandiri Masyarakat Pedesaan (PNPM-MP), dan pembangunan yang dilaksanakan itu semuanya di bidang peningkatan sarana dan prasarana pada 3 desa tersebut.
Camat Bungur, Rahmadi, mengatakan, “3 Desa yang melaksanakan kegiatan PNPM-MP tahun 2011 tersebut yakni Desa Bungur, Desa Banua Padang, dan Desa Purut. Hal itu sesuai dengan proposal dan verifikasi yang diajukan dari 12 Desa di Kecamatan Bungur, “katanya.
Setiap 1 desa dari 3 desa tadi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.450 juta dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Masyarakat Pedesaan. Dimana dengan dana tersebut akan digunakan untuk proyek yang di kerjakan di bidang peningkatan sarana dan prasarana. Macam-macam proyek pembangunan, seperti di Desa Bungur, yakni paket jalan tani terdiri dari, Dinding Penahan sepanjang 895 meter, dan Tabat Beton. Selanjutnya Desa Banua Padang, proyek pengerjaan peningkatan jalan tani yaitu Rabat Beton ukuran 802 x 2 M, Titian Ulin 10x2 M. Dan di Desa Purut yaitu Rabat Beton 395 x 1,5 M, Dinding penahan 841x2 M, Gorong-gorong 5 Unit dan Rehap Titian ukuran 9x2. "Sebelum melaksanakan proyek pembangunannya, Fasilitor PNPM-MP Kecamatan Bungur melatih Tim Pegelola Kegiatan dari tiga desa tersebut yang diikuti oleh 3 orang, diantaranya ketua, Sekretaris dan Bendahara yang dilaksankan selama dua hari, “katanya.
Adanya pelatihan ini bertujuan untuk pertama memberikan pemahaman tugas dan pokok Tim Pengelola Kegiatan, kedua merancang desain yang akan di kerjakan, selain itu juga mengetahui bagaimana melakukan pelelangan. Demikian Camat. (Rull)
Camat Bungur, Rahmadi, mengatakan, “3 Desa yang melaksanakan kegiatan PNPM-MP tahun 2011 tersebut yakni Desa Bungur, Desa Banua Padang, dan Desa Purut. Hal itu sesuai dengan proposal dan verifikasi yang diajukan dari 12 Desa di Kecamatan Bungur, “katanya.
Setiap 1 desa dari 3 desa tadi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.450 juta dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Masyarakat Pedesaan. Dimana dengan dana tersebut akan digunakan untuk proyek yang di kerjakan di bidang peningkatan sarana dan prasarana. Macam-macam proyek pembangunan, seperti di Desa Bungur, yakni paket jalan tani terdiri dari, Dinding Penahan sepanjang 895 meter, dan Tabat Beton. Selanjutnya Desa Banua Padang, proyek pengerjaan peningkatan jalan tani yaitu Rabat Beton ukuran 802 x 2 M, Titian Ulin 10x2 M. Dan di Desa Purut yaitu Rabat Beton 395 x 1,5 M, Dinding penahan 841x2 M, Gorong-gorong 5 Unit dan Rehap Titian ukuran 9x2. "Sebelum melaksanakan proyek pembangunannya, Fasilitor PNPM-MP Kecamatan Bungur melatih Tim Pegelola Kegiatan dari tiga desa tersebut yang diikuti oleh 3 orang, diantaranya ketua, Sekretaris dan Bendahara yang dilaksankan selama dua hari, “katanya.
Adanya pelatihan ini bertujuan untuk pertama memberikan pemahaman tugas dan pokok Tim Pengelola Kegiatan, kedua merancang desain yang akan di kerjakan, selain itu juga mengetahui bagaimana melakukan pelelangan. Demikian Camat. (Rull)
Kamis, 05 Mei 2011
Dana BOK Belum Cair Dan Masih Menunggu Persetujuan Bupati
RANTAU, Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2011 untuk seluruh pelayanan kesehatan dan puskesmas yang tersebar di Kabupaten Tapin ternyata hingga Selasa (3/5) kemarin belum cair. “Pencairan dana BOK itu kita masih menunggu persetujuan bupati Tapin, dan saat ini mau diajukan ke bupati untuk meminta tanda tangannya. Sebelumnya kita juga telah mengadakan rapat bersama Sekda Tapin, pada Jum’at lalu atau akhir bulan April tadi, “kata Kepala Dinas Kesehatan Tapin, drg.H.Kusudiarto, MAP, saat dikonfirmasi MataBanua perihal pencairan dana bantuan operasional kesehatan.
Dikatakannya, Perihal BOK itu gembar-gembornya kan sejak bulan Febuari lalu, dimana pusat akan mencairkan dana BOK ke daerah dan baru sekarang di bulan April cairnya. Namun kalau saya sendiri di Dinas Kesehatan, “terus terang saat ini belum bisa berkomentar apa-apa sekarang, dan tunggu dulu lah. Uangnya kita belum menerima, karena masih menunggu persetujuan dari bupati untuk diproses lebih lanjut, “katanya.
“Sementara kalau untuk alokasinya itu sudah ada, “katanya. Namun jumlahnya kami belum bisa memastikan berapa, lanjut Pak Kus. Alasanya, kalau saya sebutkan nanti salah bagaimana. “Ya tunggulah sekitar 2 minggu lagi, “pintanya. Seraya berharap bahwa kita semua disini dalam waktu dekat segera dicairkan dan disalurkan ke seluruh pelayanan kesehatan di daerah ini, yang nantinya digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Tapin. (Rull)
Dikatakannya, Perihal BOK itu gembar-gembornya kan sejak bulan Febuari lalu, dimana pusat akan mencairkan dana BOK ke daerah dan baru sekarang di bulan April cairnya. Namun kalau saya sendiri di Dinas Kesehatan, “terus terang saat ini belum bisa berkomentar apa-apa sekarang, dan tunggu dulu lah. Uangnya kita belum menerima, karena masih menunggu persetujuan dari bupati untuk diproses lebih lanjut, “katanya.
“Sementara kalau untuk alokasinya itu sudah ada, “katanya. Namun jumlahnya kami belum bisa memastikan berapa, lanjut Pak Kus. Alasanya, kalau saya sebutkan nanti salah bagaimana. “Ya tunggulah sekitar 2 minggu lagi, “pintanya. Seraya berharap bahwa kita semua disini dalam waktu dekat segera dicairkan dan disalurkan ke seluruh pelayanan kesehatan di daerah ini, yang nantinya digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Tapin. (Rull)
Tahun 2011 Ada Perubahan Tarif dan Ruangan Di RSUD.Datu Sanggul Rantau
RANTAU, Kurangnya asupan daya listrik di RSUD.Datu Sanggul Rantau dari PLN tentunya mempengaruhi biaya rawat inap bagi pasien yang bermalam diruangan VIP. Pasalnya, fasilitas diruangan VIP seperti TV, Kulkas, dan AC dari pengadaan beberapa waktu lalu belum seluruhnya terpasang, sehingga pihak rumah sakit membuat kebijakan pemotongan harga permalam di ruangan VIP.
Demikian diungkapkan Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, Noor Ifansyah, S,KM kepada MataBanua kemarin.
Terdapat perubahan tarif sementara bermalam di RSUD.Datu Sanggul Rantau, bagi pasien yang sakit berobat dan rawat inap. Terutama di ruang VIP yang baru ditempatkan itu ditegaskan tidak diberlakukan pelayanan pengobatan gratis dari subsidi Pemerintah Daerah Tapin. Namun ada pemotongan harga penuh.
Direktur RSUD Datu sanggul Rantau, Noor Ifansyah, mengatakan, “Untuk ruangan VIP itu dikenakan harga Rp.80 ribu permalam, harga penuh. Namun karena fasilitas di rumah sakit tersebut belum lengkap dan tersedia seperti TV, AC, dan Kulkas. Jadi biaya diruangan itu dipotong menjadi Rp.50 ribu permalam, dan itu belum termasuk biaya cek dokter, “katanya.
“Untuk fasilitas seperti AC, kulkas, televisi sudah ada, namun masih disimpan dalam gudang. Karena kalau dipasang dan dilengkapi saat ini di ruangan VIP, otomatis listrik tak mampu menahan, “katanya.
Selain itu juga ada perubahan tahun ini, seperti di ruang mawar dan melati. “Kalau dulu dikelas I, kelas II, kelas III ditempatkan bagi pasien subsidi dari Pemerintah Daerah. Kini, pasien yang bermalam di kelas I, dan II dicabut subsidinya. Sementara pasien subsidi Pemerintah Daerah itu ditampung hanya di kelas III saja, “katanya.
Sekedar untuk diketahui Ruang kelas I dalam satu ruangan ada 2 orang pasien, kemudian kelas II dalam satu ruangan ada 3 sampai 4 pasien, dan kelas III terdiri dari 6 orang pasien dalam satu ruangan. Adapun tarif yang dikenai di kelas I ini permalam Rp.30 ribu, dan cek dokter Rp.20 ribu. “Adanya perubahan ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat bahwa kesehatan itu mahal, “katanya.
Ya, saat masuk ke rumah sakit ini pasien disuguhkan beberapa pilihan pelayanan. Antara umum, atau subsidi. Bagi mereka yang memilih subsidi itu diharuskan mengurus surat rujukan terlebih dahulu ke Puskesmas agar pengobatan gratis.
Direktur RSUD.Datu Sanggul menyatakan dari segi pelayanan, seluruh pasien semuanya sama. Baik itu yang gratis maupun yang berbayar. “Kita layani semuanya dengan sepenuh hati sampai mereka sembuh, “katanya.
Sementara Ummi salah seorang pengunjung pasien di rumah sakit tersebut yang di rawat dikelas I Melati mengatakan, “Bahwa tahun ini ada pengerempengan anggaran kesehatan dari Pemerintah Daerah. Sehingga ada perubahan bahwa diruangan kelas I dan II itu dicabut subsidinya. Tahun 2010 kemarin, Pemda telah mengeluarkan anggaran yang banyak untuk subsidi bagi warga masyarakatnya yang berjumlah 3.522 pasien dirumah sakit tersebut, “katanya.
Sementara terkait pengobatan gratis di RSUD.Datu Sanggul Rantau itu melalui jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dan Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). “Setiap daerah memiliki sebutannya masing-masing terhadap Jamkesda, kalau di Tapin itu disebut subsidi pelayanan kesehatan gratis bagi warga Tapin dengan syarat memiliki KTP Tapin dan Kartu Keluarga, “jelas Noorifansyah.
Program Jamkesmas ini merupakan program dari pemerintah pusat yang harus dijalankan sementara di daerah kita. Jamkesda untuk biaya di subsidi dari balai kesehatan bagi semua penduduk masyarakat Tapin baik untuk orang kaya maupun masyarakat miskin dalam perawatan di rumah sakit atau Puskesmas yang ada di Tapin.
Ditambahkan Kepala Dinas kesehatan Tapin drg.Kusudiarto, MAP mengatakan, “Untuk program Jamkesmas masih dirapatkan lagi bersama Sekretaris Daerah Tapin, “katanya singkat kemarin. “Jadi belum ada teknis untuk program jamkesmas yang akan dilaksanakan tahun ini, “katanya.
Peserta Jamkesda di Tapin untuk tahun 2010 itu berjumlah 3522 yang di subsidi oleh pemerintah daerah. Demikian Pak Kus. (Rull)
Demikian diungkapkan Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, Noor Ifansyah, S,KM kepada MataBanua kemarin.
Terdapat perubahan tarif sementara bermalam di RSUD.Datu Sanggul Rantau, bagi pasien yang sakit berobat dan rawat inap. Terutama di ruang VIP yang baru ditempatkan itu ditegaskan tidak diberlakukan pelayanan pengobatan gratis dari subsidi Pemerintah Daerah Tapin. Namun ada pemotongan harga penuh.
Direktur RSUD Datu sanggul Rantau, Noor Ifansyah, mengatakan, “Untuk ruangan VIP itu dikenakan harga Rp.80 ribu permalam, harga penuh. Namun karena fasilitas di rumah sakit tersebut belum lengkap dan tersedia seperti TV, AC, dan Kulkas. Jadi biaya diruangan itu dipotong menjadi Rp.50 ribu permalam, dan itu belum termasuk biaya cek dokter, “katanya.
“Untuk fasilitas seperti AC, kulkas, televisi sudah ada, namun masih disimpan dalam gudang. Karena kalau dipasang dan dilengkapi saat ini di ruangan VIP, otomatis listrik tak mampu menahan, “katanya.
Selain itu juga ada perubahan tahun ini, seperti di ruang mawar dan melati. “Kalau dulu dikelas I, kelas II, kelas III ditempatkan bagi pasien subsidi dari Pemerintah Daerah. Kini, pasien yang bermalam di kelas I, dan II dicabut subsidinya. Sementara pasien subsidi Pemerintah Daerah itu ditampung hanya di kelas III saja, “katanya.
Sekedar untuk diketahui Ruang kelas I dalam satu ruangan ada 2 orang pasien, kemudian kelas II dalam satu ruangan ada 3 sampai 4 pasien, dan kelas III terdiri dari 6 orang pasien dalam satu ruangan. Adapun tarif yang dikenai di kelas I ini permalam Rp.30 ribu, dan cek dokter Rp.20 ribu. “Adanya perubahan ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat bahwa kesehatan itu mahal, “katanya.
Ya, saat masuk ke rumah sakit ini pasien disuguhkan beberapa pilihan pelayanan. Antara umum, atau subsidi. Bagi mereka yang memilih subsidi itu diharuskan mengurus surat rujukan terlebih dahulu ke Puskesmas agar pengobatan gratis.
Direktur RSUD.Datu Sanggul menyatakan dari segi pelayanan, seluruh pasien semuanya sama. Baik itu yang gratis maupun yang berbayar. “Kita layani semuanya dengan sepenuh hati sampai mereka sembuh, “katanya.
Sementara Ummi salah seorang pengunjung pasien di rumah sakit tersebut yang di rawat dikelas I Melati mengatakan, “Bahwa tahun ini ada pengerempengan anggaran kesehatan dari Pemerintah Daerah. Sehingga ada perubahan bahwa diruangan kelas I dan II itu dicabut subsidinya. Tahun 2010 kemarin, Pemda telah mengeluarkan anggaran yang banyak untuk subsidi bagi warga masyarakatnya yang berjumlah 3.522 pasien dirumah sakit tersebut, “katanya.
Sementara terkait pengobatan gratis di RSUD.Datu Sanggul Rantau itu melalui jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dan Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). “Setiap daerah memiliki sebutannya masing-masing terhadap Jamkesda, kalau di Tapin itu disebut subsidi pelayanan kesehatan gratis bagi warga Tapin dengan syarat memiliki KTP Tapin dan Kartu Keluarga, “jelas Noorifansyah.
Program Jamkesmas ini merupakan program dari pemerintah pusat yang harus dijalankan sementara di daerah kita. Jamkesda untuk biaya di subsidi dari balai kesehatan bagi semua penduduk masyarakat Tapin baik untuk orang kaya maupun masyarakat miskin dalam perawatan di rumah sakit atau Puskesmas yang ada di Tapin.
Ditambahkan Kepala Dinas kesehatan Tapin drg.Kusudiarto, MAP mengatakan, “Untuk program Jamkesmas masih dirapatkan lagi bersama Sekretaris Daerah Tapin, “katanya singkat kemarin. “Jadi belum ada teknis untuk program jamkesmas yang akan dilaksanakan tahun ini, “katanya.
Peserta Jamkesda di Tapin untuk tahun 2010 itu berjumlah 3522 yang di subsidi oleh pemerintah daerah. Demikian Pak Kus. (Rull)
Rabu, 04 Mei 2011
Banjir Rendam Puluhan Rumah dan Bangunan Sekolah
RANTAU, Hujan deras yang mengguyur beberapa kawasan kecamatan di Kabupaten Tapin selama 16 jam sejak Minggu (1/5) malam hingga keesokan harinya Senin (2/5), membuat puluhan rumah warga dan sebuah sekolah negeri di Desa Parigi Simbar, Kecamatan Bakarangan terendam.
Sekitar 20 rumah serta satu sekolah dasar negeri di Desa Parigi Simbar terendam air setinggi pinggang dan perut orang dewasa.
Akibat banjir melanda, aktifitas warga desa Parigi Simbar, Kecamatan Bakarangan terganggu. Siswa pada sekolah yang terendam di Desa tersebut tak ada aktifitas di hari itu, karena Senin 2 Mei 2011 kemarin bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Genangan air tersebut juga mengganggu lalu lintas jalan, terutama pada badan jalan Tangkawang-Simbar-Serawi yang juga turut terendam. Akibatnya mesin kendaraan dari mulai roda dua dan roda empat tak dapat melintasi jalur tersebut.
“Sekitar 20 rumah yang terkena banjir, 1 diantaranya sekolah dasar negeri Parigi Simbar. Jalan menuju kearah Desa Serawi dari Tangkawang lumpuh total, karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Apalagi anak-anak berumur puluhan tahun seperti siswa SD yang biasa hari-harinya sekolah disana, ketinggian air bisa mencapai leher anak SD. Karena itu sekolah diliburkan, “kata Sahrani, Warga Simbar, Senin sore (2/5) kemarin.
“Nah sambil mencuci mesin knalpot kendaraan sehabis melintasi jalan itu, knalpot sepeda motor dan juga mesin kendaraan kemasukan air. Dan ini baru di jalan yang dinilai ketinggian airnya masih dangkal dan diperkirakan dapat di lintasi kendaraan. Tapi pada nyatanya tidak bisa dilalui juga, “katanya.
Banjir di Desa Parigi Simbar sudah sering terjadi, terutama pada musim seperti ini. “Hujan mengguyur selama seharian seperti minggu dan senin kemarin itu tentunya bakal terjadi banjir di desa kami. Karena kondisi anak sungai yang berada tak jauh dari permukiman penduduk meluap naik hingga menggenangi sebagian rumah penduduk, bahkan sekolah yang ada di desa kami, “katanya.
“Air biasanya surut dalam waktu satu hari, ya sambil berharap malam ini tak hujan lagi. Warga sini juga meminta perhatian kepada Pemerintah Daerah Tapin agar memberikan bantuan, karena daerah ini sering terjadi banjir jika hujan deras dan panjang. Sudah waktunya nah bantuan dapur umum datang, agar kita dapat be-masakan, “ungkap Sahrani.
Sementara anak-anak dilokasi banjir justru memanfaatkannya untuk bermain dan berenang di genangan air banjir yang dinilai tak terlalu dalam. Begitupun beberapa warga sekitar justru menjadikan banjir untuk mengais rejeki dengan memancing dan menjaring ikan di lokasi banjir.
Pasar Keraton Tergenang Banjir
Sementara warga Cangkering, Ijah menyatakan dibelakang rumahnya juga terendam banjir karena hujan seharian, minggu dan senin kemarin. “Tepat dibelakang rumahnya terendam air setinggi mata kaki dan betis orang dewasa, “pungkasnya.(Rull)
Sekitar 20 rumah serta satu sekolah dasar negeri di Desa Parigi Simbar terendam air setinggi pinggang dan perut orang dewasa.
Akibat banjir melanda, aktifitas warga desa Parigi Simbar, Kecamatan Bakarangan terganggu. Siswa pada sekolah yang terendam di Desa tersebut tak ada aktifitas di hari itu, karena Senin 2 Mei 2011 kemarin bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Genangan air tersebut juga mengganggu lalu lintas jalan, terutama pada badan jalan Tangkawang-Simbar-Serawi yang juga turut terendam. Akibatnya mesin kendaraan dari mulai roda dua dan roda empat tak dapat melintasi jalur tersebut.
“Sekitar 20 rumah yang terkena banjir, 1 diantaranya sekolah dasar negeri Parigi Simbar. Jalan menuju kearah Desa Serawi dari Tangkawang lumpuh total, karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Apalagi anak-anak berumur puluhan tahun seperti siswa SD yang biasa hari-harinya sekolah disana, ketinggian air bisa mencapai leher anak SD. Karena itu sekolah diliburkan, “kata Sahrani, Warga Simbar, Senin sore (2/5) kemarin.
“Nah sambil mencuci mesin knalpot kendaraan sehabis melintasi jalan itu, knalpot sepeda motor dan juga mesin kendaraan kemasukan air. Dan ini baru di jalan yang dinilai ketinggian airnya masih dangkal dan diperkirakan dapat di lintasi kendaraan. Tapi pada nyatanya tidak bisa dilalui juga, “katanya.
Banjir di Desa Parigi Simbar sudah sering terjadi, terutama pada musim seperti ini. “Hujan mengguyur selama seharian seperti minggu dan senin kemarin itu tentunya bakal terjadi banjir di desa kami. Karena kondisi anak sungai yang berada tak jauh dari permukiman penduduk meluap naik hingga menggenangi sebagian rumah penduduk, bahkan sekolah yang ada di desa kami, “katanya.
“Air biasanya surut dalam waktu satu hari, ya sambil berharap malam ini tak hujan lagi. Warga sini juga meminta perhatian kepada Pemerintah Daerah Tapin agar memberikan bantuan, karena daerah ini sering terjadi banjir jika hujan deras dan panjang. Sudah waktunya nah bantuan dapur umum datang, agar kita dapat be-masakan, “ungkap Sahrani.
Sementara anak-anak dilokasi banjir justru memanfaatkannya untuk bermain dan berenang di genangan air banjir yang dinilai tak terlalu dalam. Begitupun beberapa warga sekitar justru menjadikan banjir untuk mengais rejeki dengan memancing dan menjaring ikan di lokasi banjir.
Pasar Keraton Tergenang Banjir
Sementara warga Cangkering, Ijah menyatakan dibelakang rumahnya juga terendam banjir karena hujan seharian, minggu dan senin kemarin. “Tepat dibelakang rumahnya terendam air setinggi mata kaki dan betis orang dewasa, “pungkasnya.(Rull)
DPRD Tapin Kritik LKPJ Bupati Tapin
RANTAU, DPRD Kabupaten Tapin lontarkan 21 rekomendasi terhadap laporan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Tapin tahun anggaran 2010, dalam rapat paripurna dewan yang diselenggarakan Senin (2/5) kemarin. Rekomendasi yang dilontarkan umumnya berdasarkan hasil fokus kerja penilaian 3 tim pansus dengan jangka waktu 1 bulan sesuai bidang-nya masing-masing, terhitung mulai dibentuknya 3 tim pansus LKPJ pada 5 April 2011 kemarin, usai dilaksanakan pidato LKPJ Bupati Tapin tahun anggaran 2010.
Ketua DPRD Tapin, Drs.H.M.Arifin Arpan, MM mengatakan, anggota DPRD Tapin langsung membentuk 3 tim pansus pada 5 April 2011 kemarin, usai LKPJ yang disampaikan bupati berupa Exsekutif Summary di DPRD Tapin. Pada hari yang sama di siang harinya tim pansus dibentuk dengan surat keputusan DPRD Tapin nomor 05/DPRD-TPN/2011 tentang pembentukan panitia khusus laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tapin tahun 2010.
Ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapatkan sorotan cukup pedas, salah satunya, dikatakan Ketua DPRD Tapin, dalam rangka peningkatan kinerja dan pelayanan masyarakat seperti PPKAD, Disporabudpar, dan Kesra. Menurutnya, SKPD yang disebutkan masih banyak beberapa pejabat esselon IV yang belum terisi. Tentunya kondisi demikian berimbas pada pelaksanaan program dan pelayanan masyarakat.
Selain itu juga pada kinerja SKPD Dinas PU, dan Dinas Pengelolaan Pasar. “Untuk menciptakan kota Rantau yang bersih dan teratur terutama di pasar Rantau itu diperlukan pengaturan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta sarana dan prasarana yang baik. DPRD berharap tahun ini pemindahan pasar raya rantau benar-benar terealisasi, “harapnya.
Juga pada fokus penyelesaian masalah yang terindikasi merugikan keuangan daerah oleh Perusda Ruhui Rahayu Rantau. Pada tahun 2010, Pemda Tapin belum berhasil menyelesaikan permasalahan itu. Di tahun 2011, DPRD merekomendasikan masalah tersebut bisa dijadikan prioritas penyelesaian.
Pada bidang pembangunan, pertambangan, lingkungan hidup, sumber daya energi dan mineral. Tim pansus yang dibentuk menemukan bahwa masih banyaknya ruas-ruas jalan kecamatan dan desa yang mengalami kondisi parah bahkan sangat parah. DPRD merekomendasikan adanya perhatian yang serius untuk percepatan pembangunan infrastruktur guna pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga masih banyaknya kasus-kasus linkungan hidup di tahun 2010, maka direkomendasikan agar adanya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi mengganggu lingkungan dari percemaran, baik udara, air dan tanah.
Adanya perhatian Pemda dan DPRD Tapin terhadap PDAM Kabupaten Tapin, maka kualitas air dinyatakan mutlak adanya. Hasil kajian dan pantauan tim pansus di tahun 2010 dari segi kualitas air bersih yang disalurkan dari PDAM dinilai masih terasa kurang.
Dan sesuai pemeriksaan BPK nomor 01/KT/BPK-BJM/04/2011 tanggal 26 April 2011, yakni dana belanja tak terduga dari Pemerintah Kabupaten Tapin tahun 2010 harus memberitahukan kepada DPRD dalam penggunaan dana berupa surat, terkait realisasi belanja tersebut.(Rull)
Ketua DPRD Tapin, Drs.H.M.Arifin Arpan, MM mengatakan, anggota DPRD Tapin langsung membentuk 3 tim pansus pada 5 April 2011 kemarin, usai LKPJ yang disampaikan bupati berupa Exsekutif Summary di DPRD Tapin. Pada hari yang sama di siang harinya tim pansus dibentuk dengan surat keputusan DPRD Tapin nomor 05/DPRD-TPN/2011 tentang pembentukan panitia khusus laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tapin tahun 2010.
Ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapatkan sorotan cukup pedas, salah satunya, dikatakan Ketua DPRD Tapin, dalam rangka peningkatan kinerja dan pelayanan masyarakat seperti PPKAD, Disporabudpar, dan Kesra. Menurutnya, SKPD yang disebutkan masih banyak beberapa pejabat esselon IV yang belum terisi. Tentunya kondisi demikian berimbas pada pelaksanaan program dan pelayanan masyarakat.
Selain itu juga pada kinerja SKPD Dinas PU, dan Dinas Pengelolaan Pasar. “Untuk menciptakan kota Rantau yang bersih dan teratur terutama di pasar Rantau itu diperlukan pengaturan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta sarana dan prasarana yang baik. DPRD berharap tahun ini pemindahan pasar raya rantau benar-benar terealisasi, “harapnya.
Juga pada fokus penyelesaian masalah yang terindikasi merugikan keuangan daerah oleh Perusda Ruhui Rahayu Rantau. Pada tahun 2010, Pemda Tapin belum berhasil menyelesaikan permasalahan itu. Di tahun 2011, DPRD merekomendasikan masalah tersebut bisa dijadikan prioritas penyelesaian.
Pada bidang pembangunan, pertambangan, lingkungan hidup, sumber daya energi dan mineral. Tim pansus yang dibentuk menemukan bahwa masih banyaknya ruas-ruas jalan kecamatan dan desa yang mengalami kondisi parah bahkan sangat parah. DPRD merekomendasikan adanya perhatian yang serius untuk percepatan pembangunan infrastruktur guna pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga masih banyaknya kasus-kasus linkungan hidup di tahun 2010, maka direkomendasikan agar adanya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi mengganggu lingkungan dari percemaran, baik udara, air dan tanah.
Adanya perhatian Pemda dan DPRD Tapin terhadap PDAM Kabupaten Tapin, maka kualitas air dinyatakan mutlak adanya. Hasil kajian dan pantauan tim pansus di tahun 2010 dari segi kualitas air bersih yang disalurkan dari PDAM dinilai masih terasa kurang.
Dan sesuai pemeriksaan BPK nomor 01/KT/BPK-BJM/04/2011 tanggal 26 April 2011, yakni dana belanja tak terduga dari Pemerintah Kabupaten Tapin tahun 2010 harus memberitahukan kepada DPRD dalam penggunaan dana berupa surat, terkait realisasi belanja tersebut.(Rull)
Selasa, 03 Mei 2011
Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Di Batalkan
RANTAU, Apel peningkatan disiplin jajaran yang dirangkai dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Mei, dibatalkan lantaran hujan lebat mengguyur kota Rantau.
“Pelaksanaan upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang rencananya dijadwalkan pada apel peningkatan disiplin, Senin (2/5) kemarin, terpaksa dibatalkan mengingat kendala iklim cuaca berupa hujan lebat, “kata H.Akhmad Nabhani, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, kemarin.
Panitia pelaksana acara tersebut termasuk peserta upacara sudah siap sejak Minggu (1/5) sore kemarin, dan tinggal melaksanakannya. Namun karena iklim cuaca tidak mendukung, acara terpaksa dibatalkan. Sebab, dikatakan Nabhani, halaman lapangan untuk upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dijadwalkan pada saat apel peningkatan disiplin itu terendam karena hujan.
Informasi terakhir, kemarin, kita di Dinas Pendidikan Tapin masih melakukan kordinasi terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional di Tapin. Apakah ditunda sambil menunggu hujan lebat reda dan berhenti, atau ditunda ke lain waktu. Sementara untuk peringatan apel upacara yang dijadwalkan saat apel peningkatan disiplin PNS itu memang dibatalkan.
Pantauan wartawan MataBanua sejak minggu sore kemarin (red.sehari sebelum acara) memang terlihat persiapan panitia pelaksana dilokasi tempat akan dilaksanakannya upacara. Dimana panlak terlihat ada diantaranya memasang spanduk peringatan Hari Pendidikan Nasional. Juga ada petugas pembawa bendera dari Paskibraka melakukan simulasi upacara Hari Pendidikan Nasional yang akan dilaksanakan. Selain itu juga ada tenda-tenda yang disewa panitia pelaksana telah terpasang rapi lengkap dengan kursi yang didekorasi.
Hujan mengguyur kawasan kota Rantau sejak Minggu (1/5) malam kemarin, dan sempat berhenti pada dini hari menjelang subuh. Namun sekitar pukul 5:30 Wita usai sholat subuh hujan kembali mengguyur kota Rantau sampai siang hari Senin (2/5) pukul 13:00 Wita, dan hujan baru reda pada pukul 13:42 Wita.
Selamat Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan hari bersejarah di Indonesia. Peringatan demi peringatan dilaksanakan oleh bangsa dan negara ini semenjak meninggalnya Ki Hajar Dewantara, sebagaimana ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959. Perjuangan bapak guru dan tokoh pendidikan bernama Ki Hajar Dewantara bersama rekan-rekannya dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia patut dikenang, dihargai serta dilestarikan sepanjang waktu. Terima kasih guru. (Rull)
“Pelaksanaan upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang rencananya dijadwalkan pada apel peningkatan disiplin, Senin (2/5) kemarin, terpaksa dibatalkan mengingat kendala iklim cuaca berupa hujan lebat, “kata H.Akhmad Nabhani, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, kemarin.
Panitia pelaksana acara tersebut termasuk peserta upacara sudah siap sejak Minggu (1/5) sore kemarin, dan tinggal melaksanakannya. Namun karena iklim cuaca tidak mendukung, acara terpaksa dibatalkan. Sebab, dikatakan Nabhani, halaman lapangan untuk upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dijadwalkan pada saat apel peningkatan disiplin itu terendam karena hujan.
Informasi terakhir, kemarin, kita di Dinas Pendidikan Tapin masih melakukan kordinasi terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional di Tapin. Apakah ditunda sambil menunggu hujan lebat reda dan berhenti, atau ditunda ke lain waktu. Sementara untuk peringatan apel upacara yang dijadwalkan saat apel peningkatan disiplin PNS itu memang dibatalkan.
Pantauan wartawan MataBanua sejak minggu sore kemarin (red.sehari sebelum acara) memang terlihat persiapan panitia pelaksana dilokasi tempat akan dilaksanakannya upacara. Dimana panlak terlihat ada diantaranya memasang spanduk peringatan Hari Pendidikan Nasional. Juga ada petugas pembawa bendera dari Paskibraka melakukan simulasi upacara Hari Pendidikan Nasional yang akan dilaksanakan. Selain itu juga ada tenda-tenda yang disewa panitia pelaksana telah terpasang rapi lengkap dengan kursi yang didekorasi.
Hujan mengguyur kawasan kota Rantau sejak Minggu (1/5) malam kemarin, dan sempat berhenti pada dini hari menjelang subuh. Namun sekitar pukul 5:30 Wita usai sholat subuh hujan kembali mengguyur kota Rantau sampai siang hari Senin (2/5) pukul 13:00 Wita, dan hujan baru reda pada pukul 13:42 Wita.
Selamat Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan hari bersejarah di Indonesia. Peringatan demi peringatan dilaksanakan oleh bangsa dan negara ini semenjak meninggalnya Ki Hajar Dewantara, sebagaimana ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959. Perjuangan bapak guru dan tokoh pendidikan bernama Ki Hajar Dewantara bersama rekan-rekannya dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia patut dikenang, dihargai serta dilestarikan sepanjang waktu. Terima kasih guru. (Rull)
Seluruh Desa Berpotensi Di Tapin Dicacah Petugas BPS Tapin
RANTAU, Dalam jangka waktu 2 bulan, terhitung mulai April dan Mei 2011, Badan Pusat Statistik (BPS) Tapin melaksanakan pendataan potensi desa di Kabupaten Tapin dengan sistem sensus.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik, Drs.Haderan Al Kifli, kepada sejumlah pewarta di Rantau, kemarin.
Sensus pendataan potensi desa di Tapin bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi wilayah perdesaan. Tolak ukurnya dari segi perekonomian masyarakat juga dari segi kesehatan. Selain itu juga sebagai evaluasi hasil pencacahan desa, apa saja yang diperlukan untuk pembangunan desa.
Desa-desa di Kabupaten Tapin kita sensus, dijelaskanya, dimana setiap satu wilayah kecamatan didaerah ini, ada 1 hingga 2 orang petugas pencacah yang sebelumnya telah dilatih BPS untuk melakukan pendataan di lapangan. Petugas-Petugas tersebut menggali informasi dengan pola seperti observasi dan survey terhadap kondisi wilayah perdesaan. Juga dengan pola wawancara dengan warga desa, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga aparatur kecamatan terkait seputar potensi yang ada di desanya masing-masing. Selain itu menganalisa karakteristik desa dan juga fasilitas dan infrastruktur apa saja yang ada di desa tersebut seperti sarana pendidikan dan pelayanan kesehatan di desa.
Setelah petugas berhasil melaksanakan pendataan terhadap seluruh desa yang ada di Kabupaten Tapin. Selanjutnya data pencacahan hasil sensus potensi desa dari 12 kecamatan di Tapin tadi kita jadikan sampel oleh Badan Pusat Statistik. “2 kecamatan diantaranya seperti kecamatan Binuang dan Kecamatan Piani dijadikan sampel untuk BPS Provinsi Kalsel. Sementara 10 kecamatan lainnya dijadikan sampel untuk BPS Tapin, “pungkasnya. (Rull)
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik, Drs.Haderan Al Kifli, kepada sejumlah pewarta di Rantau, kemarin.
Sensus pendataan potensi desa di Tapin bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi wilayah perdesaan. Tolak ukurnya dari segi perekonomian masyarakat juga dari segi kesehatan. Selain itu juga sebagai evaluasi hasil pencacahan desa, apa saja yang diperlukan untuk pembangunan desa.
Desa-desa di Kabupaten Tapin kita sensus, dijelaskanya, dimana setiap satu wilayah kecamatan didaerah ini, ada 1 hingga 2 orang petugas pencacah yang sebelumnya telah dilatih BPS untuk melakukan pendataan di lapangan. Petugas-Petugas tersebut menggali informasi dengan pola seperti observasi dan survey terhadap kondisi wilayah perdesaan. Juga dengan pola wawancara dengan warga desa, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga aparatur kecamatan terkait seputar potensi yang ada di desanya masing-masing. Selain itu menganalisa karakteristik desa dan juga fasilitas dan infrastruktur apa saja yang ada di desa tersebut seperti sarana pendidikan dan pelayanan kesehatan di desa.
Setelah petugas berhasil melaksanakan pendataan terhadap seluruh desa yang ada di Kabupaten Tapin. Selanjutnya data pencacahan hasil sensus potensi desa dari 12 kecamatan di Tapin tadi kita jadikan sampel oleh Badan Pusat Statistik. “2 kecamatan diantaranya seperti kecamatan Binuang dan Kecamatan Piani dijadikan sampel untuk BPS Provinsi Kalsel. Sementara 10 kecamatan lainnya dijadikan sampel untuk BPS Tapin, “pungkasnya. (Rull)
Senin, 02 Mei 2011
Truk Angkutan Tambang Gol C Merusak Jalan dan Jembatan
(Jembatan Yang Ambruk di Desa Bungur Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin Kalsel. Ambruknya jembatan ini lantaran kerap dilalui angkutan tambang golongan C seperti pasir dan batu)
RANTAU, Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin menyatakan aktifitas pertambangan golongan C, berupa batu dan pasir di Kecamatan Bungur merupakan pertambangan ilegal karena tidak memiliki surat izin dari dinas terkait.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapin, Ir.Noordin mengatakan, “Posisi kita dilematis, satu sisi pertambangan itu masih ilegal dan tidak sesuai peraturan. Bahkan atasan kita meminta areal pertambangan itu ditutup. Satu sisi lagi dikawasan itu merupakan tambang rakyat yang dilakoni warga setempat, “katanya, kemarin.
Menurutnya dampak yang diakibatkan dari pertambangan ilegal tersebut diantaranya air sungai keruh, badan jalan dari Bungur menuju Linuh rusak karena kerap dilalui angkutan truk melebih muatan tonase, dan juga seperti baru-baru tadi sebuah jembatan di Bungur ambruk. Adapun menyingkapi persoalan tersebut, kedepan kita akan menertibkan penambangan ilegal tersebut sehingga tidak sembarang orang yang akan melakukan aktifitas pertambangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penambangan yang melakukan aktifitas di suatu kawasan yang sebenarnya dilarang.
Pada tahun ini juga Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin telah membuat program kegiatan untuk menyediakan lokasi khusus di areal pertambangan itu untuk pertambangan rakyat, dimana diharapkan dengan kegiatan kita mulai tahun 2011 ini penambang rakyat di lokasi setempat dapat menerima ketentuan tersebut. Begitupun Dinas Perhubungan Tapin dan Dinas PU bidang bina marga yang saling kordinasi. Dinas Perhubungan akan segera mensosialisasikan dilokasi tersebut dengan memasang spanduk larangan angkutan truk melebihi muatan melintas jalan itu.
“Jadi kalau sekedar pickup masih ada pertimbangan, sementara kalau truk itu dilarang. Karena sudah beberapa kali jalan diperbaiki namun masih juga rusak karena kerap dilalui angkutan pertambangan pasir, “katanya.
Selain itu, untuk lintasan hasil tambang mereka nantinya akan segera dicari solusinya. Idealnya mereka bisa melalui alur sungai Tapin dengan transportasi kelotok atau rakit saat membawa hasil tambang. (Rull)
RANTAU, Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin menyatakan aktifitas pertambangan golongan C, berupa batu dan pasir di Kecamatan Bungur merupakan pertambangan ilegal karena tidak memiliki surat izin dari dinas terkait.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapin, Ir.Noordin mengatakan, “Posisi kita dilematis, satu sisi pertambangan itu masih ilegal dan tidak sesuai peraturan. Bahkan atasan kita meminta areal pertambangan itu ditutup. Satu sisi lagi dikawasan itu merupakan tambang rakyat yang dilakoni warga setempat, “katanya, kemarin.
Menurutnya dampak yang diakibatkan dari pertambangan ilegal tersebut diantaranya air sungai keruh, badan jalan dari Bungur menuju Linuh rusak karena kerap dilalui angkutan truk melebih muatan tonase, dan juga seperti baru-baru tadi sebuah jembatan di Bungur ambruk. Adapun menyingkapi persoalan tersebut, kedepan kita akan menertibkan penambangan ilegal tersebut sehingga tidak sembarang orang yang akan melakukan aktifitas pertambangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penambangan yang melakukan aktifitas di suatu kawasan yang sebenarnya dilarang.
Pada tahun ini juga Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin telah membuat program kegiatan untuk menyediakan lokasi khusus di areal pertambangan itu untuk pertambangan rakyat, dimana diharapkan dengan kegiatan kita mulai tahun 2011 ini penambang rakyat di lokasi setempat dapat menerima ketentuan tersebut. Begitupun Dinas Perhubungan Tapin dan Dinas PU bidang bina marga yang saling kordinasi. Dinas Perhubungan akan segera mensosialisasikan dilokasi tersebut dengan memasang spanduk larangan angkutan truk melebihi muatan melintas jalan itu.
“Jadi kalau sekedar pickup masih ada pertimbangan, sementara kalau truk itu dilarang. Karena sudah beberapa kali jalan diperbaiki namun masih juga rusak karena kerap dilalui angkutan pertambangan pasir, “katanya.
Selain itu, untuk lintasan hasil tambang mereka nantinya akan segera dicari solusinya. Idealnya mereka bisa melalui alur sungai Tapin dengan transportasi kelotok atau rakit saat membawa hasil tambang. (Rull)
Pers Bersama Masyarakat Bersepeda Santai Sehat
RANTAU, Wartawan bersama masyarakat, Minggu (1/5), bersepeda santai sehat di lapangan Dwi Dharma Rantau dalam rangka pelaksanaan Hari Pers Nasional Daerah (HPND) di Tapin, sekaligus perayaan HUT PWI ke 63.
Pelepasan ribuan peserta sepeda santai dilakukan oleh Ketua PWI Kalsel, Fathur Rahman bersama Sekretaris PWI Kalsel, Zainal Helmie, Drs.HM.Basri, Ketua Asosiasi Wartawan Tapin. Pelepasan sepeda santai turut dibantu oleh organisasi kepemudaan KNPI Tapin, yang dihadiri Ketua KNPI Tapin, Mahyudin noor, dan kader-kadernya.
Ribuan peserta sepeda santai sudah kumpul sejak pukul 06:00 Wita di lapangan Dwi Dharma Rantau. Mereka menggunakan pakaian lengkap dengan sepeda dan melintasi rute yang telah ditetapkan panitia pelaksana. Sepeda santai yang digelar selain tak dipungut biaya juga pemberian kupon kepada peserta sebanyak 3.500 lembar yang sudah disediakan panitia pelaksana. Acara ini juga menyediakan berbagai macam hadiah, seperti sepeda, kulkas, lemari, kompor gas, handphone, payung, setrika, termos, perlengkapan sholat, dan mesin cuci.
Rute yang dilalui ribuan peserta sepeda santai ini berawal dari lapangan Dwidharma Rantau melintas Jl.Brigjen Haji Hasan Basri menuju arah Pasar Rantau. Selanjutnya berbelok pada perempatan jalan kediaman Bupati-BRI-Bank Kalsel, Belok kiri menuju Jl.Pelita dan melalui Jembatan Kilat. Selanjutnya menuju Jl.H.Isbat Pasar Keraton (Pasar Hanyar) menuju CANGKERING (Jln.Darusallam) terus melalui Jl.Kesehatan kearah Jl.Perintis dilanjutkan Jl.Pembangunan menuju Pulau Kutil dan Bundaran Dulang belok kanan kembali ke kota Rantau dan Finish ke tempat awal. Acara dilanjutkan dengan pengundian kupon, dimana pelajar dan masyarakat sangat antusias menunggu pengumuman dari panitia pelaksana.
Drs.Fahtur Rahman mengatakan, kegiatan sepeda santai ini patut di contoh bagi wartawan-wartawan daerah lain yang ingin mengadakan event-event ini. Sebab nilai yang terkandung dalam bersepeda sangat banyak, seperti yang disebutkan disamping sehat juga dapat mengurangi polusi udara di daerah ini. “Kegiatan ini sangat positif bagi masyarakat melihat manfaatnya dari segi kesehatan, “katanya.
Peserta yang berhasil membawa hadiah sepeda diantaranya Rafi dari Rangda Malingkung dan Luthfi dari Desa Keramat. Disusul selanjutnya Rizal Al Kahfi yang berhasil membawa mesin cuci, dan Agus Setia Budi yang membawa lemari es (kulkas).
Rafi yang berhasil memboyong sepeda mengatakan, “Alhmadulilah, saya senang dan bahagia bisa berhasil membawa sepeda dengan mengikuti acara sepeda santai ini, “ujarnya.
Ketua KNPI Tapin, Mahyudin Noor, S, Ag mengatakan, “Kami mendukung kegiatan ini, dimana momment yang tepat dilaksanakan karena para pelajar setingkat SLTA dan SMP sudah selesai melaksanakan UN. Begitu juga dengan kami di KNPI Tapin akan menggelar kegiatan sepeda santai bertajuk kujak sepeda santai pada tanggal 22 Mei 2011 nanti, dimana seluruh siswa SD dan MI sesuai jadwal sudah selesai melaksanakan ujian, “katanya. (Rull)
Minggu, 01 Mei 2011
RSUD.Datu Sanggul Rantau Saat Operasi Besar Gunakan Mesin Genset
RANTAU, Pihak Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau yang megah tersebut kini mengeluarkan kebijakan bahwa setiap menjelang operasi besar, aliran listrik dari PLN akan dimatikan sementara dan berganti dengan menggunakan mesin genset yang telah tersedia. Mesin genset yang telah tersedia dari pengadaan tahun lalu memiliki daya sebesar 500 ribu watt. Mesin genset tersebut digunakan sebagai antisipasi kita jika listrik yang dialirkan PLN mati sewaktu-waktu.
Hal tersebut diungkapkan, Noor Ifansyah, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, sebagaimana dikutip dari MataBanua diruang kerjanya.
“Pada saat melakukan operasi besar, pihak rumah sakit sepakat akan menggunakan mesin genset yang telah tersedia di rumah sakit ini. Hal itu agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Misalnya saat operasi tiba-tiba listrik PLN mati, kan itu bisa fatal. Untuk itu kita sepakat dengan kebijakan rumah sakit ini bahwa setiap ingin melakukan operasi besar, kita akan menggunakan mesin genset, “katanya.
Jadi, lanjut Ifan, “ketika kita ingin melaksanakan operasi besar bagi pasien, listrik yang dialiri PLN ke rumah sakit ini kita matikan sementara, dan beralih dengan menjalankan mesin genset selagi operasi pasien itu berlangsung. Kendati cost yang besar karena memerlukan bahan bakar solar, namun seperti itulah, “pungkasnya. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan, Noor Ifansyah, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, sebagaimana dikutip dari MataBanua diruang kerjanya.
“Pada saat melakukan operasi besar, pihak rumah sakit sepakat akan menggunakan mesin genset yang telah tersedia di rumah sakit ini. Hal itu agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Misalnya saat operasi tiba-tiba listrik PLN mati, kan itu bisa fatal. Untuk itu kita sepakat dengan kebijakan rumah sakit ini bahwa setiap ingin melakukan operasi besar, kita akan menggunakan mesin genset, “katanya.
Jadi, lanjut Ifan, “ketika kita ingin melaksanakan operasi besar bagi pasien, listrik yang dialiri PLN ke rumah sakit ini kita matikan sementara, dan beralih dengan menjalankan mesin genset selagi operasi pasien itu berlangsung. Kendati cost yang besar karena memerlukan bahan bakar solar, namun seperti itulah, “pungkasnya. (Rull)
Sabtu, 30 April 2011
Miawa Kecamatan Piani Kawasan Daerah Rawan Pangan
RANTAU, Miawa Kecamatan Piani Kabupaten Tapin Kalsel ditetapkan sebagai kawasan daerah rawan pangan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Tapin. Desa Miawa kecamatan Piani yang berpenduduk sekitar 122 kepala keluarga tersebut di tahun 2010 ini menjadi sasaran program pengelolaan daerah rawan pangan (PDRP) oleh Badan Ketahanan Pangan dan PP Kabupaten Tapin.
Hal tersebut diungkapkan Ir.H.Rusnadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan PP didampingi Kabid Ketersediaan Distribusi Kerawanan Pangan, Aji Budiono, kepada wartawan kemarin.
Dari 122 KK penduduk Desa Miawa Kecamatan Piani, sekitar 50 KK penghasilan rendah menjadi sasaran mendapatkan bantuan senilai Rp.25 juta. Dana hibah yang bersumber dari APBN 2010 tersebut telah diserahkan kepada rekening perwakilan kelompok tani di daerah itu. Setiap 1 kelompok beranggotakan 20 sampai 21 orang. Secara selektif kita arahkan ke kawasan itu, karena sesuai mekanisme peraturan kita terdata di Desa Miawa yang berpenduduk sekitar 122 KK, 50 KK diantaranya adalah penghasilan rendah dan tidak tetap.
Program PDRP itu bertujuan untuk membantu para kelompok tani didaerah itu. Dengan bantuan hibah yang kita salurkan selanjutnya terserah mereka mau gunakan untuk modal usaha apa. Misalnya dimodalkan disektor pertanian, perternakan dan lain sebagainya. Demikian Aji. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Ir.H.Rusnadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan PP didampingi Kabid Ketersediaan Distribusi Kerawanan Pangan, Aji Budiono, kepada wartawan kemarin.
Dari 122 KK penduduk Desa Miawa Kecamatan Piani, sekitar 50 KK penghasilan rendah menjadi sasaran mendapatkan bantuan senilai Rp.25 juta. Dana hibah yang bersumber dari APBN 2010 tersebut telah diserahkan kepada rekening perwakilan kelompok tani di daerah itu. Setiap 1 kelompok beranggotakan 20 sampai 21 orang. Secara selektif kita arahkan ke kawasan itu, karena sesuai mekanisme peraturan kita terdata di Desa Miawa yang berpenduduk sekitar 122 KK, 50 KK diantaranya adalah penghasilan rendah dan tidak tetap.
Program PDRP itu bertujuan untuk membantu para kelompok tani didaerah itu. Dengan bantuan hibah yang kita salurkan selanjutnya terserah mereka mau gunakan untuk modal usaha apa. Misalnya dimodalkan disektor pertanian, perternakan dan lain sebagainya. Demikian Aji. (Rull)
UGD Datu Sanggul Rantau Di Pindah
RANTAU, Pelayanan Kesehatan pada Unit Gawat Darurat (UGD) di RSUD.Datu Sanggul Rantau, dipindah ke ruangan gedung rumah sakit yang baru saja selesai dibangun. “Sudah seminggu ini, UGD RSUD.Datu Sanggul Rantau menempatkan gedung baru dari sebelumnya bertempat di ruangan rumah sakit yang lama, “kata Noor Ifansyah, SKM, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau kepada wartawan MataBanua, Rabu (27/4) kemarin.
Pemindahan ruangan UGD dilakukan karena fisik bangunan UGD RSUD.Datu Sanggul yang baru ini sudah selesai dikerjakan. “Pada Kamis (27/4) pekan lalu, ruangan UGD sudah ditempati, dari sebelumnya bertempat di ruangan bangunan RSUD.Datu Sanggul Rantau yang lama, “katanya.
Kondisi ruangan UGD pada bangunan rumah sakit yang baru dibangun sudah berfungsi. Hanya saja kita masih terkendala aliran listrik dari PLN yang dinilai belum maksimal terpasang seluruhnya. Sehingga hanya lantai dasar di UGD saja yang masih dialirkan listrik, sementara lantai atas masih belum. Diharapkan tahun 2011 ini seluruh rumah sakit ini sudah dialiri listrik PLN, “pintanya.
Mengantisipasi hal itu, lanjut Ifan, kita telah memiliki mesin genset berkekuatan 5.000 KVA sebagai alternatif jika sewaktu-waktu listrik PLN mendadak mati.
Selain itu, diakui direktur rumah sakit ini, karena pemasangan listrik belum maksimal alat-alat elektronik seperti TV dan mesin AC dari pengadaan beberapa waktu lalu terpaksa kita simpan di dalam gudang. “Mengingat kalau dipasang saat ini, tentunya listrik tak tahan, dan otomatis turun. Karena itu pula ruang VIP kita beri label harga standar kelas utama dikarenakan fasilitas pendukung kelas VIP belum diletakan seluruhnya, “pungkasnya. (Rull)
Pemindahan ruangan UGD dilakukan karena fisik bangunan UGD RSUD.Datu Sanggul yang baru ini sudah selesai dikerjakan. “Pada Kamis (27/4) pekan lalu, ruangan UGD sudah ditempati, dari sebelumnya bertempat di ruangan bangunan RSUD.Datu Sanggul Rantau yang lama, “katanya.
Kondisi ruangan UGD pada bangunan rumah sakit yang baru dibangun sudah berfungsi. Hanya saja kita masih terkendala aliran listrik dari PLN yang dinilai belum maksimal terpasang seluruhnya. Sehingga hanya lantai dasar di UGD saja yang masih dialirkan listrik, sementara lantai atas masih belum. Diharapkan tahun 2011 ini seluruh rumah sakit ini sudah dialiri listrik PLN, “pintanya.
Mengantisipasi hal itu, lanjut Ifan, kita telah memiliki mesin genset berkekuatan 5.000 KVA sebagai alternatif jika sewaktu-waktu listrik PLN mendadak mati.
Selain itu, diakui direktur rumah sakit ini, karena pemasangan listrik belum maksimal alat-alat elektronik seperti TV dan mesin AC dari pengadaan beberapa waktu lalu terpaksa kita simpan di dalam gudang. “Mengingat kalau dipasang saat ini, tentunya listrik tak tahan, dan otomatis turun. Karena itu pula ruang VIP kita beri label harga standar kelas utama dikarenakan fasilitas pendukung kelas VIP belum diletakan seluruhnya, “pungkasnya. (Rull)
Pasar Keraton Gunakan Sistem Listrik Prabayar
RANTAU, Pasar Keraton yang dibangun Pemerintah Daerah Tapin akan dipasang sistem listrik prabayar bagi pelanggan dalam hal ini para pedagang di pasar Keraton. “Kita sudah menghubungi pihak PLN ranting Barabai, terkait rencana akan menggunakan terobosan baru PLN pada sistem listrik prabayar seperti pulsa HP di pasar Keraton, “kata Saiful Bahrin, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Tapin, Rabu (27/4) kemarin kepada wartawan MataBanua, usai acara kegiatan undian penempatan blok toko pedagang di pasar Keraton. Bertempat di Aula Kabinet Kantor Bupati Tapin lantai dua.
Jadi seluruh pedagang di pasar Keraton harus memasang baru listrik PLN. Alasannya, karena pihak PLN tak bersedia memindahkan listrik dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton. Sistem listrik yang digunakan di pasar Keraton itu menggunakan listrik prabayar PLN, dimana pedagang di pasar Keraton membeli listrik seperti voucher pulsa dan terserah menggunakannya.
“Nanti pihak PLN ranting Barabai bersedia menghadiri sosialisasi kepada pedagang terkait memberikan petunjuk teknis penggunaan applikasi sistem listrik ini, “katanya.
Adapun ketika dikonfirmasi kapan pindahnya pedagang ke pasar Keraton, dikatakan Saiful, “Para pedagang ini menunggu pembangunan fisik pasar Keraton selesai semuanya. Saat ini kita masih dalam tahapan sosialisasi penempatan pedagang di pasar Keraton. Seperti yang dilakukan sejak beberapa hari terakhir di Aula Kabinet kantor Bupati Tapin bersama para pedagang, “katanya.
Dalam kegiatan itu, kita menggelar undian penempatan nomor blok para pedagang pasar keraton. Hal itu dilaksanakan agar tidak saling tubrukan antar pedagang. “Yang sudah dilakukan pengundian para pedagang diantaranya pedagang di Blok A, B, C, D, dan G. Sementara selain blok itu masih belum, dan akan dilaksanakan secara bertahap, “pungkasnya. (Rull)
Jadi seluruh pedagang di pasar Keraton harus memasang baru listrik PLN. Alasannya, karena pihak PLN tak bersedia memindahkan listrik dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton. Sistem listrik yang digunakan di pasar Keraton itu menggunakan listrik prabayar PLN, dimana pedagang di pasar Keraton membeli listrik seperti voucher pulsa dan terserah menggunakannya.
“Nanti pihak PLN ranting Barabai bersedia menghadiri sosialisasi kepada pedagang terkait memberikan petunjuk teknis penggunaan applikasi sistem listrik ini, “katanya.
Adapun ketika dikonfirmasi kapan pindahnya pedagang ke pasar Keraton, dikatakan Saiful, “Para pedagang ini menunggu pembangunan fisik pasar Keraton selesai semuanya. Saat ini kita masih dalam tahapan sosialisasi penempatan pedagang di pasar Keraton. Seperti yang dilakukan sejak beberapa hari terakhir di Aula Kabinet kantor Bupati Tapin bersama para pedagang, “katanya.
Dalam kegiatan itu, kita menggelar undian penempatan nomor blok para pedagang pasar keraton. Hal itu dilaksanakan agar tidak saling tubrukan antar pedagang. “Yang sudah dilakukan pengundian para pedagang diantaranya pedagang di Blok A, B, C, D, dan G. Sementara selain blok itu masih belum, dan akan dilaksanakan secara bertahap, “pungkasnya. (Rull)
Jatah 2 Orang Untuk Seleksi Petugas PPIH 1432 H
RANTAU, Saat ini kita tengah merekrut Calon Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1432 hijriah. Sesuai surat dari Kemenag Provinsi Kalsel yang meminta untuk menyiapkan calon petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) dari Kabupaten kota se-Kalsel. “Di Kabupaten Tapin kita ada jatah dua orang yang bekerja di Kantor kementerian Agama, dan Kantor Urusan Agama (KUA) teladan, “kata Drs.HM.Yamani, Kepala Kantor Kementerian Agama Tapin, Rabu (27/4) kemarin kepada wartawan MataBanua.
Perekrutan calon petugas PPIH dari unsur PNS kemenag, unsur pondok pesantren, ormas Islam, dan Perguruan Islam Negeri.
Dua orang tadi, dikatakan Yamani, akan ikut seleksi tes calon petugas PPIH di Banjarmasin nanti pada Selasa 3 Mei 2011. Dengan harapan dapat bertugas dengan baik dan benar. Kebutuhan alokasi petugas PPIH Provinsi Kalsel sebanyak 5 orang terdiri dari pelayanan umum 2 orang, pelayanan bimbingan ibadah 1 orang, pelayanan administrasi dan SISKOHAT 1 orang, dan supir 1 orang. Demikian Yamani. (Rull)
Perekrutan calon petugas PPIH dari unsur PNS kemenag, unsur pondok pesantren, ormas Islam, dan Perguruan Islam Negeri.
Dua orang tadi, dikatakan Yamani, akan ikut seleksi tes calon petugas PPIH di Banjarmasin nanti pada Selasa 3 Mei 2011. Dengan harapan dapat bertugas dengan baik dan benar. Kebutuhan alokasi petugas PPIH Provinsi Kalsel sebanyak 5 orang terdiri dari pelayanan umum 2 orang, pelayanan bimbingan ibadah 1 orang, pelayanan administrasi dan SISKOHAT 1 orang, dan supir 1 orang. Demikian Yamani. (Rull)
Jumat, 29 April 2011
5 Penyakit Urutan Pertama Dari 10 Besar di RSUD.Datu Sanggul Rantau
RANTAU, 5 penyakit menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit yang di derita pasien di RSUD.Datu Sanggul Rantau sepanjang tahun 2010 kemarin. Ke-5 penyakit tersebut yakni ISPA, Maag Akut (sakit percernaan), Hipertensi, Diare, dan Demam.
Hal tersebut diungkapkan Noor Ifansyah, SKM, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau kepada sejumlah wartawan kemarin diruang kerjanya.
Di tahun 2010 kemarin itu rata-rata pasien di rumah sakit ini mengidap ke 5 penyakit tersebut dengan jumlah pasien rawat inap sekitar 3.522 yang ditempatkan di 100 ruang perawatan rumah sakit ini. “Dan angka itu belum termasuk pasien rawat jalan yang terdata berjumlah 474, dan diantaranya meninggal dunia, “katanya.
3.522 pasien rawat inap tersebut sebagiaan diantaranya masuk dalam daftar subsidi pelayanan kesehatan daerah. “Sejak tahun 2007 lalu, RSUD.Datu Sanggul Rantau telah membebaskan biaya berobat gratis bagi warga Tapin yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seluruh biaya pasien di rumah sakit ini telah disubsidi Pemerintah Daerah Tapin sampai saat ini, “pungkasnya. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Noor Ifansyah, SKM, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau kepada sejumlah wartawan kemarin diruang kerjanya.
Di tahun 2010 kemarin itu rata-rata pasien di rumah sakit ini mengidap ke 5 penyakit tersebut dengan jumlah pasien rawat inap sekitar 3.522 yang ditempatkan di 100 ruang perawatan rumah sakit ini. “Dan angka itu belum termasuk pasien rawat jalan yang terdata berjumlah 474, dan diantaranya meninggal dunia, “katanya.
3.522 pasien rawat inap tersebut sebagiaan diantaranya masuk dalam daftar subsidi pelayanan kesehatan daerah. “Sejak tahun 2007 lalu, RSUD.Datu Sanggul Rantau telah membebaskan biaya berobat gratis bagi warga Tapin yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seluruh biaya pasien di rumah sakit ini telah disubsidi Pemerintah Daerah Tapin sampai saat ini, “pungkasnya. (Rull)
Proyek RTH Di Tunda
RANTAU, Tahun 2011 ini yang rencananya akan dikerjakan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) oleh Pemda Tapin di lokasi eks pasar lama Rantau ditunda lantaran terjadinya defisit anggaran yang tinggi di tahun sebelumnya. Selain itu pengetatan efesiensi belanja anggaran juga dilakukan pada kegiatan seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Tapin termasuk di Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tapin yang mengusulkan pembangunan RTH tahun ini. “Alokasi dana yang ada saat ini hanya untuk dilakukan pembongkaran pasar lama saja tahun ini. Sementara pembangunannya dilakukan tahun berikutnya, “kata Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP kemarin di Rantau.
Ia menyatakan bahwa pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang direncanakan berlokasi di Eks. Pasar Lama Rantau ditunda, dari sebelumnya yang direncanakan akan dikerjakan pada tahun 2011 ini. Penundaan itu mengingat belum selesainya fisik pembangunan Pasar Keraton seperti pembangunan halaman pasar serta jalan yang akhirnya pemindahan pedagang belum dapat dilaksanakan. Selain itu pertimbangan lainnya karena dana proyek pembangunan RTH sebesar Rp.7 millar yang diusulkan pada APBD 2011 dinilai masih belum terlalu mendesak di aloksikan. “Pembangunan RTH eks pasar lama Rantau itu ditunda dan akan dikerjakan pada tahun 2012 mendatang, “katanya.
Saat ini, dikatakan Bupati, “kita tetap fokus bahwasanya di Pasar Lama Rantau itu dilakukan pembongkaran dan penutupan pasar lama Rantau, “katanya.
“Sekeliling Pasar Lama Rantau dekat dengan bantaran sungai Tapin yang di tempati pedagang ikan basah tahun ini akan di tutup dengan pagar seng. Dikawasan itu akan diberi label dilarang berdagang, karena telah ditetapkan sebagai kawasan Ruang terbuka Hijau (RTH) yang bebas dari pedagang, “katanya.
Pentupan pasar dengan pagar seng dilakukan setelah pedagang pasar lama Rantau pindah ke Pasar Keraton. Sementara untuk pembangunan proyek RTH akan di lakukan pada tahun berikutnya di 2012. Karena alokasi dananya hanya untuk pembongkaran dan penutupan pasar saja, “katanya.(Rull)
Ia menyatakan bahwa pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang direncanakan berlokasi di Eks. Pasar Lama Rantau ditunda, dari sebelumnya yang direncanakan akan dikerjakan pada tahun 2011 ini. Penundaan itu mengingat belum selesainya fisik pembangunan Pasar Keraton seperti pembangunan halaman pasar serta jalan yang akhirnya pemindahan pedagang belum dapat dilaksanakan. Selain itu pertimbangan lainnya karena dana proyek pembangunan RTH sebesar Rp.7 millar yang diusulkan pada APBD 2011 dinilai masih belum terlalu mendesak di aloksikan. “Pembangunan RTH eks pasar lama Rantau itu ditunda dan akan dikerjakan pada tahun 2012 mendatang, “katanya.
Saat ini, dikatakan Bupati, “kita tetap fokus bahwasanya di Pasar Lama Rantau itu dilakukan pembongkaran dan penutupan pasar lama Rantau, “katanya.
“Sekeliling Pasar Lama Rantau dekat dengan bantaran sungai Tapin yang di tempati pedagang ikan basah tahun ini akan di tutup dengan pagar seng. Dikawasan itu akan diberi label dilarang berdagang, karena telah ditetapkan sebagai kawasan Ruang terbuka Hijau (RTH) yang bebas dari pedagang, “katanya.
Pentupan pasar dengan pagar seng dilakukan setelah pedagang pasar lama Rantau pindah ke Pasar Keraton. Sementara untuk pembangunan proyek RTH akan di lakukan pada tahun berikutnya di 2012. Karena alokasi dananya hanya untuk pembongkaran dan penutupan pasar saja, “katanya.(Rull)
Kamis, 28 April 2011
Kepala SKPD Buat Komitmen Dengan Bupati Tapin
RANTAU, Peringatan hari OTDA ke-15 yang dilaksanakan dirangkai dengan penandatanganan komitmen atau janji dengan Bupati Tapin, dilakukan oleh seluruh kepala SKPD dilingkungan Pemkab Tapin. Disebut, “Penetapan kinerja kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tahun 2011.”
Sebagai salah satu wujud dari tekad dan semangat Pemerintah Daerah untuk membangun serta mengwujudkan tata pemerintahan yang baik dan good governance. Seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tapin melaksanakan Penandatanganan komitmen dan janji didepan orang nomor satu di Pemkab Tapin, yang turut disaksikan seluruh staf PNS di Tapin yang digelar pada apel peningkatan disiplin, kemarin.
Perjanjian kerja seluruh kepala SKPD tertuang dalam sebuah dokumen pernyataan kinerja kesepakatan dan perjanjian untuk mengwujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki SKPD. “Penetapan kinerja SKPD tahun 2011 berisi penjabaran atas program utama renstra, terdiri dari berbagai kegiatan yang lengkap dengan sasaran strategis, indikator kinerja, target program kegiatan dan pembiayaan yang bersumber dari APBD Tahun anggaran 2011, “kata Bupati Tapin.
Yang ditandatangani kepala SKPD tadi adalah sesuatu yang sudah terencana, terukur dan berkesinambungan. Pembiayaannya tersedia dan semuanya bermuara pada pembangunan di Kabupaten Tapin secara menyeluruh. Namun yang penting adalah janji untuk bekerja secara sungguh-sungguh.
Manfaat dokumen yang ditandatangani tadi bermanfaat untuk menilai keberhasilan sebuah organisasi, melaporkan dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi, dan melaporkan capaian realisasi kinerja dalam laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Lakip). “Untuk itu, saya menunggu realisasinya, dan apa yang sudah dijanjikan hari ini agar dilaporkan pertriwulan, dan juga pada akhir tahun nanti realisasi atas komitmen atau janji harus juga dilaporkan melalui LAKIP 2011, “kata Bupati. (Rull)
Sebagai salah satu wujud dari tekad dan semangat Pemerintah Daerah untuk membangun serta mengwujudkan tata pemerintahan yang baik dan good governance. Seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tapin melaksanakan Penandatanganan komitmen dan janji didepan orang nomor satu di Pemkab Tapin, yang turut disaksikan seluruh staf PNS di Tapin yang digelar pada apel peningkatan disiplin, kemarin.
Perjanjian kerja seluruh kepala SKPD tertuang dalam sebuah dokumen pernyataan kinerja kesepakatan dan perjanjian untuk mengwujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki SKPD. “Penetapan kinerja SKPD tahun 2011 berisi penjabaran atas program utama renstra, terdiri dari berbagai kegiatan yang lengkap dengan sasaran strategis, indikator kinerja, target program kegiatan dan pembiayaan yang bersumber dari APBD Tahun anggaran 2011, “kata Bupati Tapin.
Yang ditandatangani kepala SKPD tadi adalah sesuatu yang sudah terencana, terukur dan berkesinambungan. Pembiayaannya tersedia dan semuanya bermuara pada pembangunan di Kabupaten Tapin secara menyeluruh. Namun yang penting adalah janji untuk bekerja secara sungguh-sungguh.
Manfaat dokumen yang ditandatangani tadi bermanfaat untuk menilai keberhasilan sebuah organisasi, melaporkan dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi, dan melaporkan capaian realisasi kinerja dalam laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Lakip). “Untuk itu, saya menunggu realisasinya, dan apa yang sudah dijanjikan hari ini agar dilaporkan pertriwulan, dan juga pada akhir tahun nanti realisasi atas komitmen atau janji harus juga dilaporkan melalui LAKIP 2011, “kata Bupati. (Rull)
BUpati Pimpin Peringatan Hari OTDA ke 15
RANTAU, Jajaran PNS di lingkungan SKPD Pemkab Tapin pada Senin (25/4) kemarin memperingati Hari Otonomi Daerah ke 15 Tahun 2011 di halaman kantor Bupati Tapin yang sekaligus dirangkai dengan upacara rutin apel peningkatan disiplin PNS di Pemkab Tapin.
Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP pimpin upacara apel peningkatan disiplin yang sekaligus peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-15 tahun 2011 di Kabupaten Tapin.
Bupati Tapin dalam sambutannya menyatakan bahwa Hari Otonomi Daerah diperingati setiap 25 April 2011, dan tahun 2011 ini peringatan Hari OTDA ke 15, bertemakan “Dengan semangat otonomi daerah kita tingkatkan kinerja pemerintah daerah, dengan pelayanan publik dan inovasi daerah."
Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sampai sejauh ini telah berjalan dengan baik, dan mendorong penyelenggaraan pemerintah daerah yang lebih dinamis, serta mengembangkan partisipasi rakyat. Dalam peringatan Hari OTDA ke 15 ini, BUpati mengajak seluruh elemen pemerintah daerah menjadikan peringatannya sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai.
Selain itu, dikatakan Bupati, peningkatan jumlah daerah otonom menunjukan sebuah kemajuan dalam pelaksanaan politik desentralisasi. Namun, peningkatan tersebut haruslah diimbangi dengan peningkatan pelayanan publik. Pelaksanaan otonomi daerah dan menuntut adanya perbaikan dinilai membebani pelaksanaan otonomi daerah, sehingga pemerintah daerah juga wajib melakukan evaluasi secara objektif terhadap capaian kinerja pelayanan public secara lebih komprehensif, melalui penyusunan evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah yang tepat waktu, yang hasilnya dapat menjadi masukan guna memperbaiki berbagai kekurangan dan kelemahan yang ada. Dalam hal ini Pemkab Tapin tak boleh menutup mata, karena masih ada kelemahan yang harus diperbaiki dan dievaluasi. Otonomi daerah pada dasarnya adalah sebuah upaya lebih Pemerintah Daerah untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah ini. Selain itu jajaran Eksekutif dan Legislatif seirama di dalam memajukan daerah, terutama menciptakan peluang memajukan daerah dan manarik investor masuk ke daerah. (Rull)
Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP pimpin upacara apel peningkatan disiplin yang sekaligus peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-15 tahun 2011 di Kabupaten Tapin.
Bupati Tapin dalam sambutannya menyatakan bahwa Hari Otonomi Daerah diperingati setiap 25 April 2011, dan tahun 2011 ini peringatan Hari OTDA ke 15, bertemakan “Dengan semangat otonomi daerah kita tingkatkan kinerja pemerintah daerah, dengan pelayanan publik dan inovasi daerah."
Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sampai sejauh ini telah berjalan dengan baik, dan mendorong penyelenggaraan pemerintah daerah yang lebih dinamis, serta mengembangkan partisipasi rakyat. Dalam peringatan Hari OTDA ke 15 ini, BUpati mengajak seluruh elemen pemerintah daerah menjadikan peringatannya sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai.
Selain itu, dikatakan Bupati, peningkatan jumlah daerah otonom menunjukan sebuah kemajuan dalam pelaksanaan politik desentralisasi. Namun, peningkatan tersebut haruslah diimbangi dengan peningkatan pelayanan publik. Pelaksanaan otonomi daerah dan menuntut adanya perbaikan dinilai membebani pelaksanaan otonomi daerah, sehingga pemerintah daerah juga wajib melakukan evaluasi secara objektif terhadap capaian kinerja pelayanan public secara lebih komprehensif, melalui penyusunan evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah yang tepat waktu, yang hasilnya dapat menjadi masukan guna memperbaiki berbagai kekurangan dan kelemahan yang ada. Dalam hal ini Pemkab Tapin tak boleh menutup mata, karena masih ada kelemahan yang harus diperbaiki dan dievaluasi. Otonomi daerah pada dasarnya adalah sebuah upaya lebih Pemerintah Daerah untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah ini. Selain itu jajaran Eksekutif dan Legislatif seirama di dalam memajukan daerah, terutama menciptakan peluang memajukan daerah dan manarik investor masuk ke daerah. (Rull)
Rabu, 27 April 2011
Angsa Naik Kendaraan 'Ojek'
RANTAU, 53 ekor angsa yang ada di Danau Rantau Baru merupakan asset Pemerintah Daerah. Tujuannya ditaruh angsa di kawasan itu agar memperindah kawasan danau. Namun angsa-angsa yang ada di danau berangsur-angsur berkurang dan tertinggal 16 ekor. Diduga angsa-angsa yang menghias danau tersebut dicuri oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab, bahkan beredar informasi di tengah masyarakat istilah ‘Angsa Naik Kendaraan’.
Ir.H.Bastian, MAP, Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Tapin ketika dikonfirmasi perihal tersebut mengakui berkurangnya angsa yang ada di Danau Rantau Baru.
Dikatakanya, “Diawal tahun 2011 kemarin, Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin meletakan sekitar 53 ekor itik dan sekarang tinggal 16 ekor. Dan juga beredar informasi ditengah masyarakat yang menyatakan ‘Angsa Naik Kendaraan’, melihat situasi dikawasan itu pada waktu malam memang kurang pencahayaan ditambah 3 bulan yang lewat rumah makan didekat kawasan itu belum dibuka. Juga pada waktu itu dikawasan danau belum dibuatkan kandang, “katanya.
“Mengantisipasi hal itu pihaknya telah membuat semacam jaring kandang di dekat areal danau. Berbeda sebelumnya yang tidak dibuatkan, sehingga mungkin waktu itu angsa lepas atau keluar dari areal danau itu sendiri. Adapun tujuannya diletakan angsa di sekitar danau oleh Pemerintah Daerah untuk memperindah kawasan danau. Selain itu kita juga selalu memperhatikan pakannya, dimana ada petugas kita yang setiap harinya memberikan pakan terhadap angsa-angsa itu dan juga petugas yang rutin memeriksa angsa tersebut setiap malam harinya, “katanya. (Rull)
Ir.H.Bastian, MAP, Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Tapin ketika dikonfirmasi perihal tersebut mengakui berkurangnya angsa yang ada di Danau Rantau Baru.
Dikatakanya, “Diawal tahun 2011 kemarin, Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin meletakan sekitar 53 ekor itik dan sekarang tinggal 16 ekor. Dan juga beredar informasi ditengah masyarakat yang menyatakan ‘Angsa Naik Kendaraan’, melihat situasi dikawasan itu pada waktu malam memang kurang pencahayaan ditambah 3 bulan yang lewat rumah makan didekat kawasan itu belum dibuka. Juga pada waktu itu dikawasan danau belum dibuatkan kandang, “katanya.
“Mengantisipasi hal itu pihaknya telah membuat semacam jaring kandang di dekat areal danau. Berbeda sebelumnya yang tidak dibuatkan, sehingga mungkin waktu itu angsa lepas atau keluar dari areal danau itu sendiri. Adapun tujuannya diletakan angsa di sekitar danau oleh Pemerintah Daerah untuk memperindah kawasan danau. Selain itu kita juga selalu memperhatikan pakannya, dimana ada petugas kita yang setiap harinya memberikan pakan terhadap angsa-angsa itu dan juga petugas yang rutin memeriksa angsa tersebut setiap malam harinya, “katanya. (Rull)
Program Pengembangan Agri Bisnis Tahun 2010 Realisasi 100 persen
RANTAU, Program pengembangan agri bisnis di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin tahun anggaran 2010 terealisasi 10 persen dengan nilai sebesar Rp.366.437.000. “Dana tersebut diarahkan dalam bentuk bantuan terhadap kelompok tani di Kabupaten Tapin dengan nilai Rp.50 juta perkelompok, “kata Ir.Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin kemarin.
Dijelaskannya, arti dari pengembangan agri bisnis adalah upaya kita dalam rangka pembinaan terhadap kelompok tani dengan tujuan meningkatnya kesejahteraan petani, terutama petani karet di kabupaten Tapin. “Seperti memfasilitasi kelompok tani dengan bantuan berupa tempat jual beli karet dari petani langsung. Petani menjual karet pada kelompok tani binaan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin, selanjutnya kelompok tani tadi langsung berhubungan dengan pihak pabrik karet. Dari segi harga pola ini justru lebih menguntungkan warga khususnya petani karet, “katanya.
Sementara di tahun 2011 ini kita akan melobi pemerintah provinsi dan pusat terkait upaya kita melaksanakan pembinaan para petani karet di Tapin. Sebab di tahun 2011 ini ada bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan karet diatas lahan seluas 600 hektar di daerah ini. Rencananya kami lokasikan di daerah atas dan dekat kawasan pertambangan yang terdapat di kecamatan Piani, Bungur, Hatungun, Salam Babaris. “Diatas lahan seluas 600 hektar tersebut di tahun 2011 ini akan kita tanam pohon karet sekitar 300 ribu pohon, sehingga pohon tersebut akan membawa dampak manfaat seperti dapat menahan erosi, mencegah banjir, menghasilkan oksigen, dan menyerap karbon oksida, “pungkasnya. (Rull)
Dijelaskannya, arti dari pengembangan agri bisnis adalah upaya kita dalam rangka pembinaan terhadap kelompok tani dengan tujuan meningkatnya kesejahteraan petani, terutama petani karet di kabupaten Tapin. “Seperti memfasilitasi kelompok tani dengan bantuan berupa tempat jual beli karet dari petani langsung. Petani menjual karet pada kelompok tani binaan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin, selanjutnya kelompok tani tadi langsung berhubungan dengan pihak pabrik karet. Dari segi harga pola ini justru lebih menguntungkan warga khususnya petani karet, “katanya.
Sementara di tahun 2011 ini kita akan melobi pemerintah provinsi dan pusat terkait upaya kita melaksanakan pembinaan para petani karet di Tapin. Sebab di tahun 2011 ini ada bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan karet diatas lahan seluas 600 hektar di daerah ini. Rencananya kami lokasikan di daerah atas dan dekat kawasan pertambangan yang terdapat di kecamatan Piani, Bungur, Hatungun, Salam Babaris. “Diatas lahan seluas 600 hektar tersebut di tahun 2011 ini akan kita tanam pohon karet sekitar 300 ribu pohon, sehingga pohon tersebut akan membawa dampak manfaat seperti dapat menahan erosi, mencegah banjir, menghasilkan oksigen, dan menyerap karbon oksida, “pungkasnya. (Rull)
Tapin Memiliki Hutan Dengan Tujuan Khusus
RANTAU, Kabupaten Tapin memiliki Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus
(KHDTK) seluas 180 hektar. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus letaknya
di desa Baramban Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Dikawasan hutan
khusus ini akan dikembangkan berbagai fungsi hutan, diantaranya adalah
hutan sebagai fungsi pendidikan, penelitian, wisata, dan lingkungan.
“Ini patut disyukuri karena dari 13 kabupaten/kota di provinsi Kalsel
salah satunya kabupaten Tapin telah memiliki kawasan hutan dengan
tujuan khusus atau KHDTK, “tegas kepala dinas kehutanan dan perkebunan
kabupaten Tapin Ir Sufian Noor di Rantau.
Dikatakannya, KHDTK ditetapkan melalui SK Menhut
Nomor177/Menhut-11/2005 pada tanggal 29 Juni 2005 dengan luas areal
180 hektar yang berlokasi di wilayah desa Bramban kecamatan Piani.
“ Dikawasan ini selain berfungsi untuk mengatur suhu lingkungan
khususnya untuk penyerapan CO2 juga berfungsi sebagai hutan
pendidikan, sebagai penelitian tanaman kehutanan, tempat pengembangan
wisata dan mengatur lingkungan alam, “katanya.
Dijelaskannya pula bahwa di kawasan HKDTK ini juga kedepannya akan
dikembangkan berbagai bibit tanaman kehutannya seperti treumbesi,
jati, mahoni, sengon, meranti dan berbagai bibit pohon kehutanan
lainnya. Menurut Sufian Noor dikawasan ini tidak hanya pihak pemerintah daerah
semata yang melakukan pengembangan kawasan hutan ini tetapi juga
terbuka bagi pihak ketiga yaitu pihak swasta maupun
perusahaan-perusahaan besar seperti perusahaan pertambangan maupun
perkebunan yang mau mengembangkan kawasan ini.
“ Dengan banyak pihak yang mengembangkan tanaman kehutanan di kawasan
ini maka diharapkan dikawasan ini juga menjadi hutan arbiritum atau
hutan koleksi tanaman langka nasional,” terangnya.
Dikatakannya pula bahwa Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus ini
pengelolaannya langsung di bawah koordinator pihak Balai Penelitian
Kehutanan (BPK) Banjarbaru selaku pengelolanya dan bekerjasama dengan
pemkab Tapin khususnya Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Tapin.
Dengan adanya kawasan hutan dengan tujuan khusus ini maka akan banyak
koleksi tanaman langka nasional dan lokal yang ditanam di kawasan
tersebut, dan juga fungsi kawasan hutan ini benar dapat berfungsi
sesuai dengan tujuan di tetapkannya.
Kawasan ini juga tetap akan dijaga dan dipelihara sesuai fungsinya dan
juga sebagai kawasan hutan yang bertujuan untuk penyeimbang pemanasan
global sehingga kawasan ini tetap dijaga dan dipelihara secara
bersama-sama dan berkelanjutan. (Rull)
(KHDTK) seluas 180 hektar. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus letaknya
di desa Baramban Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Dikawasan hutan
khusus ini akan dikembangkan berbagai fungsi hutan, diantaranya adalah
hutan sebagai fungsi pendidikan, penelitian, wisata, dan lingkungan.
“Ini patut disyukuri karena dari 13 kabupaten/kota di provinsi Kalsel
salah satunya kabupaten Tapin telah memiliki kawasan hutan dengan
tujuan khusus atau KHDTK, “tegas kepala dinas kehutanan dan perkebunan
kabupaten Tapin Ir Sufian Noor di Rantau.
Dikatakannya, KHDTK ditetapkan melalui SK Menhut
Nomor177/Menhut-11/2005 pada tanggal 29 Juni 2005 dengan luas areal
180 hektar yang berlokasi di wilayah desa Bramban kecamatan Piani.
“ Dikawasan ini selain berfungsi untuk mengatur suhu lingkungan
khususnya untuk penyerapan CO2 juga berfungsi sebagai hutan
pendidikan, sebagai penelitian tanaman kehutanan, tempat pengembangan
wisata dan mengatur lingkungan alam, “katanya.
Dijelaskannya pula bahwa di kawasan HKDTK ini juga kedepannya akan
dikembangkan berbagai bibit tanaman kehutannya seperti treumbesi,
jati, mahoni, sengon, meranti dan berbagai bibit pohon kehutanan
lainnya. Menurut Sufian Noor dikawasan ini tidak hanya pihak pemerintah daerah
semata yang melakukan pengembangan kawasan hutan ini tetapi juga
terbuka bagi pihak ketiga yaitu pihak swasta maupun
perusahaan-perusahaan besar seperti perusahaan pertambangan maupun
perkebunan yang mau mengembangkan kawasan ini.
“ Dengan banyak pihak yang mengembangkan tanaman kehutanan di kawasan
ini maka diharapkan dikawasan ini juga menjadi hutan arbiritum atau
hutan koleksi tanaman langka nasional,” terangnya.
Dikatakannya pula bahwa Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus ini
pengelolaannya langsung di bawah koordinator pihak Balai Penelitian
Kehutanan (BPK) Banjarbaru selaku pengelolanya dan bekerjasama dengan
pemkab Tapin khususnya Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Tapin.
Dengan adanya kawasan hutan dengan tujuan khusus ini maka akan banyak
koleksi tanaman langka nasional dan lokal yang ditanam di kawasan
tersebut, dan juga fungsi kawasan hutan ini benar dapat berfungsi
sesuai dengan tujuan di tetapkannya.
Kawasan ini juga tetap akan dijaga dan dipelihara sesuai fungsinya dan
juga sebagai kawasan hutan yang bertujuan untuk penyeimbang pemanasan
global sehingga kawasan ini tetap dijaga dan dipelihara secara
bersama-sama dan berkelanjutan. (Rull)
Dinas Pertanian Tapin Buka Sekolah LPTT
RANTAU, Tahun 2011 ini dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan di Kabupaten Tapin, Pemerintah Daerah Tapin melalui Dinas Pertanian membuka sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) bagi 345 kelompok tani di Kabupaten Tapin. SLPTT ini diselenggarakan setiap memasuki musim tanam dengan tujuan agar para petani mendapatkan pengetahuan sistem budidaya di bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura secara baik dan benar. Program ini dilaksanakan melalui
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah I dan juga dari APBN, ada 400 unit Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Tapin, setiap unit beranggotakan 25 orang dan dikerjakan diatas lahan seluas 10.000 hektar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtukultura melalui Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman, Sugeng Tri Hudoyo, Senin (25/4) kemarin.
Lanjut Sugeng, 345 kelompok tani tadi diberikan sosialisasi dalam sekolah lapang yang diselenggarakan. “Mereka langsung dibina dan dibimbing oleh petugas kita seperti mantri tani, petugas pengelolaan hama terpadu, dan petugas PPL. Selain itu setiap kelompok tani mendapatkan bantuan senilai Rp.2.905.000,- per kelompok yang disalurkan langsung ke rekening kelompok tani. Dananya bersumber dari APBN dan APBD I, dan Insya Allah terealisasi di bulan April dan Oktober 2011, seiring dengan musim tanam, “katanya.
400 unit SLPTT di Kabupaten Tapin tersebar di beberapa kecamatan di daerah ini, dikatakan Sugeng, diantaranya, “Kecamatan Candi Laras Utara ada 126 unit SLPTT, 70 kelompok tani. Kecamatan CLS ada 11 Unit SLPTT, 11 kelompok tani, juga di Kecamatan Hatungun 15 unit SLPTT, 15 kelompok tani. Selanjutnya di Kecamatan Binuang ada 12 unit SLPTT, 32 kelompok tani. Tapin Utara ada 32 unit SLPTT, 32 kelompok tani.
Kecamatan Bungur ada 35 unit SLPTT, 35 kelompok tani. Kecamatan Lokpaikat 6 unit SLPTT, 7 kelompok tani. Kecamatan Tapin Selatan ada 40 unit SLPTT, 33 kelompok tani. Kecamatan Bakarangan ada 48 unit SLPTT, 56 kelompok tani, “katanya.
Sementara ditambahkan Masrani, Kordinator Petugas Pengelolaan Hama Terpadu (PHP) di Dinas Pertanian Tapin. “Beberapa waktu lalu di kecamatan Candi Laras Selatan itu telah dibuka Sekolah Lapang Penanggulangan Hama Terpadu (SL-PHT) di beberapa kecamatan di Tapin. Diantaranya Binuang 2 unit, Tapin Selatan 3 unit, Tapin Tengah 5 unit, Bungur 4 unit, Tapin Utara 1 unit, Lokpaikat 2 unit, Bakarangan 1 unit, Candi Laras Selatan 2 unit, dan Candi Laras Utara 1 unit, “katanya.
Ada 836 kelompok tani yang mengikuti SLPTT ini, lanjut Masrani, dan petani terlihat sangat antusias mengikutinya. “Mereka berupaya mengetahui bagaimana cara melindungi tanaman mereka dari serangan hama. Untuk melindungi tanaman tersebut tentunya harus memberikan pupuk secara berimbang, juga harus memperhatikan tanaman agar tidak
terserang hama penyakit tidak berkembang, “pungkasnya. (Rull)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah I dan juga dari APBN, ada 400 unit Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Tapin, setiap unit beranggotakan 25 orang dan dikerjakan diatas lahan seluas 10.000 hektar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtukultura melalui Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman, Sugeng Tri Hudoyo, Senin (25/4) kemarin.
Lanjut Sugeng, 345 kelompok tani tadi diberikan sosialisasi dalam sekolah lapang yang diselenggarakan. “Mereka langsung dibina dan dibimbing oleh petugas kita seperti mantri tani, petugas pengelolaan hama terpadu, dan petugas PPL. Selain itu setiap kelompok tani mendapatkan bantuan senilai Rp.2.905.000,- per kelompok yang disalurkan langsung ke rekening kelompok tani. Dananya bersumber dari APBN dan APBD I, dan Insya Allah terealisasi di bulan April dan Oktober 2011, seiring dengan musim tanam, “katanya.
400 unit SLPTT di Kabupaten Tapin tersebar di beberapa kecamatan di daerah ini, dikatakan Sugeng, diantaranya, “Kecamatan Candi Laras Utara ada 126 unit SLPTT, 70 kelompok tani. Kecamatan CLS ada 11 Unit SLPTT, 11 kelompok tani, juga di Kecamatan Hatungun 15 unit SLPTT, 15 kelompok tani. Selanjutnya di Kecamatan Binuang ada 12 unit SLPTT, 32 kelompok tani. Tapin Utara ada 32 unit SLPTT, 32 kelompok tani.
Kecamatan Bungur ada 35 unit SLPTT, 35 kelompok tani. Kecamatan Lokpaikat 6 unit SLPTT, 7 kelompok tani. Kecamatan Tapin Selatan ada 40 unit SLPTT, 33 kelompok tani. Kecamatan Bakarangan ada 48 unit SLPTT, 56 kelompok tani, “katanya.
Sementara ditambahkan Masrani, Kordinator Petugas Pengelolaan Hama Terpadu (PHP) di Dinas Pertanian Tapin. “Beberapa waktu lalu di kecamatan Candi Laras Selatan itu telah dibuka Sekolah Lapang Penanggulangan Hama Terpadu (SL-PHT) di beberapa kecamatan di Tapin. Diantaranya Binuang 2 unit, Tapin Selatan 3 unit, Tapin Tengah 5 unit, Bungur 4 unit, Tapin Utara 1 unit, Lokpaikat 2 unit, Bakarangan 1 unit, Candi Laras Selatan 2 unit, dan Candi Laras Utara 1 unit, “katanya.
Ada 836 kelompok tani yang mengikuti SLPTT ini, lanjut Masrani, dan petani terlihat sangat antusias mengikutinya. “Mereka berupaya mengetahui bagaimana cara melindungi tanaman mereka dari serangan hama. Untuk melindungi tanaman tersebut tentunya harus memberikan pupuk secara berimbang, juga harus memperhatikan tanaman agar tidak
terserang hama penyakit tidak berkembang, “pungkasnya. (Rull)
Sekdes dan Bendahara Desa Di Latih
RANTAU, Semenjak bulan Desember 2010 lalu hingga bulan April 2011 ini ada sekitar 250 aparatur desa seperti Sekdes, dan Bendahara Desa dilatih mengenai pengelolaan administrasi desa. Pelatihan ini digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tapin, bertempat di Gedung SKB Bypass Rantau dalam rangka menyongsong kewajiban Pemerintah Daerah menjadikan kawasan desa membentuk otonominya sendiri.
Hal tersebut diungkapkan H.Abdul Hamid, S,Sos M,AP, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kemarin kepada wartawan.
Aparatur desa ini dilatih agar dapat mengatur keuangan mereka dengan bijak, karena mulai tahun 2011 ini pemerintahan desa akan diberlakukan, dan desa menjadi kawasan otonom. Jadi kita persiapkan mulai sekarang, dan kita beri pelatihan kepada aparatur desa mengenai tata cara peraturan pemerintahan serta kebijakannya tentang desa. Nanti dana yang masuk ke desa dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten langsung ke rekening kelompok desa, sehingga mereka harus siap dalam rangka otonomi desa. Sementara tugas kita di Bapemdes hanya membina mereka.
Setiap satu desa di Kabupaten Tapin diwakilkan oleh dua orang aparatur desa, yakni Bendahara Desa dan Sekretaris Desa. 250 aparatur desa tersebut berasal dari 12 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Tapin Utara dan Kecamatan Piani sebanyak 40 orang, Kecamatan Bungur dan Hatungun sebanyak 40 orang, Kecamatan Tapin Tengah dan Salam Babaris sebanyak 46 orang, Kecamatan Candi Laras Selatan dan Binuang sebanyak 38 orang, Kecamatan Bakarangan dan tapin Selatan sebanyak 42 orang, dan Kecamatan Candi Laras Utara dan Lokpaikat sebanyak 44 orang. Dalam waktu tersebut 250 aparatur desa terbagi dengan beberapa angkatan didalam mengikuti pelatihan itu. Mereka diberi pelatihan seputar materi kegiatan dengan beberapa topik. Diantaranya kebijakan pemerintahan tentang desa. Juga topik lainnya yakni Administrasi Desa, APBD Desa, Simulasi Penyusunan APBD Desa dan Pengelolaan Keuangan Desa dengan narasumber Yumanto, Ap, M,Ap, Rini Yusnita, S,STP,M,M, Sapuani, S,Sos, dan H.Khairani Farzi,S,Ip, dan Drs.H.Abdul Hamid. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan H.Abdul Hamid, S,Sos M,AP, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kemarin kepada wartawan.
Aparatur desa ini dilatih agar dapat mengatur keuangan mereka dengan bijak, karena mulai tahun 2011 ini pemerintahan desa akan diberlakukan, dan desa menjadi kawasan otonom. Jadi kita persiapkan mulai sekarang, dan kita beri pelatihan kepada aparatur desa mengenai tata cara peraturan pemerintahan serta kebijakannya tentang desa. Nanti dana yang masuk ke desa dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten langsung ke rekening kelompok desa, sehingga mereka harus siap dalam rangka otonomi desa. Sementara tugas kita di Bapemdes hanya membina mereka.
Setiap satu desa di Kabupaten Tapin diwakilkan oleh dua orang aparatur desa, yakni Bendahara Desa dan Sekretaris Desa. 250 aparatur desa tersebut berasal dari 12 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Tapin Utara dan Kecamatan Piani sebanyak 40 orang, Kecamatan Bungur dan Hatungun sebanyak 40 orang, Kecamatan Tapin Tengah dan Salam Babaris sebanyak 46 orang, Kecamatan Candi Laras Selatan dan Binuang sebanyak 38 orang, Kecamatan Bakarangan dan tapin Selatan sebanyak 42 orang, dan Kecamatan Candi Laras Utara dan Lokpaikat sebanyak 44 orang. Dalam waktu tersebut 250 aparatur desa terbagi dengan beberapa angkatan didalam mengikuti pelatihan itu. Mereka diberi pelatihan seputar materi kegiatan dengan beberapa topik. Diantaranya kebijakan pemerintahan tentang desa. Juga topik lainnya yakni Administrasi Desa, APBD Desa, Simulasi Penyusunan APBD Desa dan Pengelolaan Keuangan Desa dengan narasumber Yumanto, Ap, M,Ap, Rini Yusnita, S,STP,M,M, Sapuani, S,Sos, dan H.Khairani Farzi,S,Ip, dan Drs.H.Abdul Hamid. (Rull)
Dinas Perternakan dan Perikanan Lirik Desa Banua Hanyar
RANTAU, Tahun 2011 ini, Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin memfokuskan pengembangan budidaya perikanan di Desa Masta kecamatan Bakarangan, dan juga melirik sebuah kawasan desa di kecamatan Tapin Utara tepatnya di Desa Banua Hanyar Dusun Taibah. Alasannya didusun Taibah memiliki potensi lahan dan pengairan yang sangat bagus dan cocok untuk pengembangan usaha perikanan.
Hal tersebut diungkapkan, Ir.H.Bastian, Kepala Dinas Pertern akan dan Perikanan Kabupaten Tapin kemarin.
“Sebagaimana keinginan Bupati Tapin, bahwa kawasan daerah Masta itu pada tahun ini difokuskan sebagai pengembangan budidaya perikanan untuk konsumsi. Ikan jenis Nila dan Mas dibudidayakan, dan dipelihara hingga dijual ke pasaran yang selanjutnya dikonsumsi. Bibit ikan diambil dari Balai Benih Ikan (BBI) Di Desa Linuh Kecamatan Bungur, sementara untuk pengembangan dan pembesaran di Desa Masta Kecamatan Bakarangan, “katanya.
Dikatakan Bastian, “Dalam rangka memenuhi target pemerintah mengenai budidaya ikan sejak tahun 2010 hingga 2014. Sebagai upaya kita untuk memenuhi target tersebut adalah dengan memperluas lahan perikanan dan menambah prasarana ikan. Pihaknya juga akan meningkatkan teknologi di sektor perikanan, khususnya pengadaan bibit unggul dan teknik budidaya, guna mencapai peningkatan produksi yang besar itu komoditas perikanan budidaya akan didorong dan di pacu peningkatanya melalui perluasan lahan pengadaan sarana dan prasarana budidaya perikanan. Di Desa Masta Kecamatan Bakarangan saat ini sebagaimana diketahui sudah banyak pelaku usaha pengembangan dan budidaya ikan. Dimana dahulu itu hanya 1 pelaku usaha budidaya ikan. Kini seiring dengan majunya waktu, pelaku usaha pengembangan ikan di sana sudah banyak bahkan terhitung jumlahnya ratusan. Pada tahun 2011 ini kita memfokuskan Desa Masta sebagai kawasan untuk pengembangan budidaya perikanan konsumsi. Di tahun yang sama kita juga melirik daerah Paku Dusun Taibah Desa Banua Hanyar Kecamatan Tapin Utara untuk dikembangkan usaha budidaya ikan. Alasanya, karena potensi air dikawasan tersebut sangat bagus dan sealiran dengan sungai yang mengaliri air ke Desa Masta, “katanya.
Di kabupaten Tapin terdapat dua lokasi yang menjadi sentral perikanan dan menjadi binaan Dinas Perternakan dan Perikanan Tapin yakni di Desa Pampain Kecamatan Bungur untuk pembibitan dan Desa Masta Kecamatan bakarangan untuk produksi ikan konsumsi.
“Pada tahun 2009 lalu didesa pampain telah menghasilkan 2 juta bibit ikan yang dibagikan ke beberapa tempat di Kabupaten Tapin, sedangkan di Desa Masta saat ini telah ada 400 keramba apung yang dikelola petani ikan setempat, adapun ikan yang dibudidayakan jenis ikan nila dan ikan mas serta patin, “katanya.
Bibit Ikan di Kabupaten Tapin nampaknya masih menjadi idola. Pasalnya, bibit ikan dari Tapin tahan penyakit sehingga banyak bibit ikan jenis nila dan mas tembus pasarannya sampai ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Lanjut, Bastianoor, “itulah satu point diantara dua point kenapa bibit ikan kita sampai tembus pasarannya keluar daerah. Pertama, dikatakan Bastian, faktor bibit ikannya yang tahan akan penyakit sehingga resiko kematian ikan sangat tipis. Kedua, sifat alamnya yang mendukung sehingga ikan cepat tumbuh dan besar.“(Rull)
Hal tersebut diungkapkan, Ir.H.Bastian, Kepala Dinas Pertern akan dan Perikanan Kabupaten Tapin kemarin.
“Sebagaimana keinginan Bupati Tapin, bahwa kawasan daerah Masta itu pada tahun ini difokuskan sebagai pengembangan budidaya perikanan untuk konsumsi. Ikan jenis Nila dan Mas dibudidayakan, dan dipelihara hingga dijual ke pasaran yang selanjutnya dikonsumsi. Bibit ikan diambil dari Balai Benih Ikan (BBI) Di Desa Linuh Kecamatan Bungur, sementara untuk pengembangan dan pembesaran di Desa Masta Kecamatan Bakarangan, “katanya.
Dikatakan Bastian, “Dalam rangka memenuhi target pemerintah mengenai budidaya ikan sejak tahun 2010 hingga 2014. Sebagai upaya kita untuk memenuhi target tersebut adalah dengan memperluas lahan perikanan dan menambah prasarana ikan. Pihaknya juga akan meningkatkan teknologi di sektor perikanan, khususnya pengadaan bibit unggul dan teknik budidaya, guna mencapai peningkatan produksi yang besar itu komoditas perikanan budidaya akan didorong dan di pacu peningkatanya melalui perluasan lahan pengadaan sarana dan prasarana budidaya perikanan. Di Desa Masta Kecamatan Bakarangan saat ini sebagaimana diketahui sudah banyak pelaku usaha pengembangan dan budidaya ikan. Dimana dahulu itu hanya 1 pelaku usaha budidaya ikan. Kini seiring dengan majunya waktu, pelaku usaha pengembangan ikan di sana sudah banyak bahkan terhitung jumlahnya ratusan. Pada tahun 2011 ini kita memfokuskan Desa Masta sebagai kawasan untuk pengembangan budidaya perikanan konsumsi. Di tahun yang sama kita juga melirik daerah Paku Dusun Taibah Desa Banua Hanyar Kecamatan Tapin Utara untuk dikembangkan usaha budidaya ikan. Alasanya, karena potensi air dikawasan tersebut sangat bagus dan sealiran dengan sungai yang mengaliri air ke Desa Masta, “katanya.
Di kabupaten Tapin terdapat dua lokasi yang menjadi sentral perikanan dan menjadi binaan Dinas Perternakan dan Perikanan Tapin yakni di Desa Pampain Kecamatan Bungur untuk pembibitan dan Desa Masta Kecamatan bakarangan untuk produksi ikan konsumsi.
“Pada tahun 2009 lalu didesa pampain telah menghasilkan 2 juta bibit ikan yang dibagikan ke beberapa tempat di Kabupaten Tapin, sedangkan di Desa Masta saat ini telah ada 400 keramba apung yang dikelola petani ikan setempat, adapun ikan yang dibudidayakan jenis ikan nila dan ikan mas serta patin, “katanya.
Bibit Ikan di Kabupaten Tapin nampaknya masih menjadi idola. Pasalnya, bibit ikan dari Tapin tahan penyakit sehingga banyak bibit ikan jenis nila dan mas tembus pasarannya sampai ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Lanjut, Bastianoor, “itulah satu point diantara dua point kenapa bibit ikan kita sampai tembus pasarannya keluar daerah. Pertama, dikatakan Bastian, faktor bibit ikannya yang tahan akan penyakit sehingga resiko kematian ikan sangat tipis. Kedua, sifat alamnya yang mendukung sehingga ikan cepat tumbuh dan besar.“(Rull)
HUT PERSIT KE-65 Di Warnai Musik Tradisional Panting
RANTAU, HUT PERSIT Ke-65 DIM 33 Rantau diwarnai sejumlah hiburan musik tradisional panting, juga berbagai perlombaan menarik dan unik. Pada Rabu (20/4) pekan kemarin, pucak HUT PERSIT (Persatuan Istri TNI AD) di gelar di Aula Kantor KODIM 1010 Rantau, dan dihadiri Komandan KODIM 1010 Rantau, Joko Suparyato selaku Pembina Istri-Istri TNI yang tergabung dalam organisasi PERSIT DIM 33 Rantau.
Ketua PERSIT Kartika Chandra KIRANA di KODIM 1010 Rantau, Ny.Veri Santi mengatakan dalam sambutannya, “Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT PERSIT ke-65, yang puncak acaranya dilaksanakan pada Rabu (20/4) pekan kemarin bertempat di Aula kantor KODIM 1010 Rantau yang dihadiri oleh seluruh istri TNI di KODIM 1010 Rantau. Selain itu, kegiatan berupa ziarah ke maqam pahlawan Puspa Raya dan berbagai event perlombaan seperti diantaranya pertandingan, sepak bola, volli, dan lomba senam cacat, “katanya.
Let.Inf.Joko Suparyoto, Komandan Kodim 1010 Rantau mengatakan, HUT PERSIT ke 65 tahun ini bertemakan dengan kebersamaan PERSIT KARTIKA Chandra Kirana senantiasa mengoptimalkan pengabdian sebagai wujud keperdulian terhadap keluarga besar TNI AD.
Dandim 1010 Rantau berharap kepada seluruh anggota PERSIT DIM 33 Rantau mampu berperan ditengah masyarakat dengan sebuah karya dan memiliki keperdulian sosial yang tinggi dilingkungannya masing-masing. Untuk itu setiap anggota PERSIT haruslah mempertajam kepekaannya terhadap sebuah permasalahan baik itu permasalahan keluarga, maupun masalah yang dihadapi oleh bangsa dan negara. Dengan mempercepat mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi. Sebagaimana diketahui bangsa ini telah menghadapi berbagai permasalahan baik itu berupa bencana alam dan lain sebagainya, sebagai istri prajurit sudah sepatutnya terpanggil untuk turut serta meringankan bangsa ini.
Perkembangan jaman saat ini tentunya menimbulkan dampak positif dan pengaruh negative bagi kehidupan keluarga, untuk itu seluruh anggota PERSIT diimbau agar semakin kritis dan waspada terhadap pengaruh negative tersebut sehingga mampu menangkis dan membentengi diri dan keluarga terhadap pengaruh yang menyesatkan. Disamping itu tingkatkan ketakwaan dan keimanan bagi keluarga PERSIT. Demikian Dandim 1010 Rantau.
Acara tersebut dirangkai dengan pemotongan kue oleh Dandim 1010 Rantau beserta istrinya dan juga anggota TNI AD lainnya. Selain itu juga dihibur dengan musik pantin group Kambang Melati pimpinan dalang Idrus dan juga group binaan KODIM 1010 Rantau yang beberapa waktu lalu di Banjarmasin mendapatkan prestasi juara harapan satu. (RULL)
Ketua PERSIT Kartika Chandra KIRANA di KODIM 1010 Rantau, Ny.Veri Santi mengatakan dalam sambutannya, “Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT PERSIT ke-65, yang puncak acaranya dilaksanakan pada Rabu (20/4) pekan kemarin bertempat di Aula kantor KODIM 1010 Rantau yang dihadiri oleh seluruh istri TNI di KODIM 1010 Rantau. Selain itu, kegiatan berupa ziarah ke maqam pahlawan Puspa Raya dan berbagai event perlombaan seperti diantaranya pertandingan, sepak bola, volli, dan lomba senam cacat, “katanya.
Let.Inf.Joko Suparyoto, Komandan Kodim 1010 Rantau mengatakan, HUT PERSIT ke 65 tahun ini bertemakan dengan kebersamaan PERSIT KARTIKA Chandra Kirana senantiasa mengoptimalkan pengabdian sebagai wujud keperdulian terhadap keluarga besar TNI AD.
Dandim 1010 Rantau berharap kepada seluruh anggota PERSIT DIM 33 Rantau mampu berperan ditengah masyarakat dengan sebuah karya dan memiliki keperdulian sosial yang tinggi dilingkungannya masing-masing. Untuk itu setiap anggota PERSIT haruslah mempertajam kepekaannya terhadap sebuah permasalahan baik itu permasalahan keluarga, maupun masalah yang dihadapi oleh bangsa dan negara. Dengan mempercepat mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi. Sebagaimana diketahui bangsa ini telah menghadapi berbagai permasalahan baik itu berupa bencana alam dan lain sebagainya, sebagai istri prajurit sudah sepatutnya terpanggil untuk turut serta meringankan bangsa ini.
Perkembangan jaman saat ini tentunya menimbulkan dampak positif dan pengaruh negative bagi kehidupan keluarga, untuk itu seluruh anggota PERSIT diimbau agar semakin kritis dan waspada terhadap pengaruh negative tersebut sehingga mampu menangkis dan membentengi diri dan keluarga terhadap pengaruh yang menyesatkan. Disamping itu tingkatkan ketakwaan dan keimanan bagi keluarga PERSIT. Demikian Dandim 1010 Rantau.
Acara tersebut dirangkai dengan pemotongan kue oleh Dandim 1010 Rantau beserta istrinya dan juga anggota TNI AD lainnya. Selain itu juga dihibur dengan musik pantin group Kambang Melati pimpinan dalang Idrus dan juga group binaan KODIM 1010 Rantau yang beberapa waktu lalu di Banjarmasin mendapatkan prestasi juara harapan satu. (RULL)
Pemerintah Daerah Bebaskan Lahan Hutan Kota
RANTAU, Hutan Kota di Kawasan Rantau Baru yang direncanakan Pemerintah Daerah Tapin bakal menjadi kawasan penghijauan yang nantinya dapat mensejukan daerah. Di tahun 2011 ini Pemerintah Daerah melanjutkan kembali pembangunan hutan kota dengan melaksanakan pembebasan lahan kepemilikan dari warga masyarakat. Berdasarkan platform anggaran dana di tahun 2011, Pemerintah kabupaten Tapin kembali membebaskan kepemilikan lahan dari masyarakat teruntuk pembangunan kawasan hutan kota di Rantau Baru yang direncanakan seluas 2 hektar lebih.
Hal tersebut diungkapkan Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin, belum lama tadi di Rantau Kabupaten Tapin Kalsel.
“Tahun ini ada dana dialokasikan untuk pembangunan hutan kota di Rantau Baru senilai Rp.3 Miliar. Dari dana tersebut kita membebaskan lahan seluas 24 borongan atau 2 hektar lebih, “katanya.
Sosialisasi pembebasan lahan bersama pemilik lahan dikawasan yang dilirik Pemerintah daerah Tapin untuk dibangunnya kawasan hutan kota, telah dilaksanakan. Pembebasan lahan teruntuk pembangunan kawasan hutan kota merupakan tindak lanjut dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2010 kemarin Pemerintah daerah telah melaksanakan pembebasan lahan untuk kawasan hutan kota yang sebagian sudah dibebaskan kepemilikannya dari masyarakat. Bahkan pohon yang sudah ada seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah, sehingga tinggal membenahi dan menambah tanamannya serta perluasannya lagi. Bahkan waktu itu sempat terkendala dengan minimnya anggaran dana untuk pembebasan lahan di tahun 2010 kemarin. Dan di tahun 2011 ini, Pemerintah Daerah melanjutkan kembali perluasannya dengan melaksanakan pembebasan lahan kawasan hutan kota dengan anggaran tersedia senilai Rp.3 miliar, “katanya.
Memang tahun ini kita membebaskan lahan teruntuk perluasan kawasan hutan kota, dimana di kawasan tersebut terus dikembangkan dan dikhususkan untuk pembangunan kawasan hutan kota di Rantau Baru. “Jadi seiring dengan melaksanakan pembebasan lahan, kita juga melaksanakan pembenahan dengan menanami kawasan hutan kota tersebut dengan berbagai tanaman pohon, “pungkasnya. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin, belum lama tadi di Rantau Kabupaten Tapin Kalsel.
“Tahun ini ada dana dialokasikan untuk pembangunan hutan kota di Rantau Baru senilai Rp.3 Miliar. Dari dana tersebut kita membebaskan lahan seluas 24 borongan atau 2 hektar lebih, “katanya.
Sosialisasi pembebasan lahan bersama pemilik lahan dikawasan yang dilirik Pemerintah daerah Tapin untuk dibangunnya kawasan hutan kota, telah dilaksanakan. Pembebasan lahan teruntuk pembangunan kawasan hutan kota merupakan tindak lanjut dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2010 kemarin Pemerintah daerah telah melaksanakan pembebasan lahan untuk kawasan hutan kota yang sebagian sudah dibebaskan kepemilikannya dari masyarakat. Bahkan pohon yang sudah ada seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah, sehingga tinggal membenahi dan menambah tanamannya serta perluasannya lagi. Bahkan waktu itu sempat terkendala dengan minimnya anggaran dana untuk pembebasan lahan di tahun 2010 kemarin. Dan di tahun 2011 ini, Pemerintah Daerah melanjutkan kembali perluasannya dengan melaksanakan pembebasan lahan kawasan hutan kota dengan anggaran tersedia senilai Rp.3 miliar, “katanya.
Memang tahun ini kita membebaskan lahan teruntuk perluasan kawasan hutan kota, dimana di kawasan tersebut terus dikembangkan dan dikhususkan untuk pembangunan kawasan hutan kota di Rantau Baru. “Jadi seiring dengan melaksanakan pembebasan lahan, kita juga melaksanakan pembenahan dengan menanami kawasan hutan kota tersebut dengan berbagai tanaman pohon, “pungkasnya. (Rull)
Ribuan Siswa SD MI Khataman Qur’an di Bitahan
RANTAU, Ribuan siswa SD dan MI se-Kabupaten Tapin pada Selasa (19/4) pekan kemarin hadiri khataman massal Al-Qur’an bertempat di Masjid Al Amanah Polres Tapin, Jln.Daeng Suganda Bitahan Kecamatan Lokpaikat. Sebanyak 2781 siswa yang mengikuti khataman qur’an ini seluruhnya adalah siswa yang masih duduk di Sekolah Dasar dan MI di Kabupaten Tapin. Acara khataman Al-Qur’an 2011 tingkat Kabupaten tersebut diresmikan Sekretaris Daerah Tapin, Dr.Rachmadi, M,Si. Selain itu juga dihadiri Kepala Kementerian Agama Tapin, HM.Yamani, Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani, Aparat Kecamatan, Guru SD dan MI di Tapin, Pengawas sekolah tingkat SD dan MI.
Khataman Qur’an 2011 se-Kabupaten Tapin bertemakan ‘dengan khataman al-qur’an kita ciptakan insan qur’ani siap menyongsong massa depan yang gemilang’ ini diikuti sekitar 2781 orang peserta khatam Al-qur’an di tingkat SD dan MI.
Kegiatan khataman al-qur’an merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah setempat, sesuai instruksi Gurbenur Kalsel tentang siswa SD dan MI harus menamatkan Al-Qur’an, dan kegiatan ini juga merupakan pogram Kementerian Agama.
Sekretaris Daerah Tapin, Dr.H.Rachmadi, M.Si mengatakan dalam sambutannya Diselenggarakan khataman qur’an tahun 2011 ini Pemkab Tapin merasa bangga dan bahagia karena khataman yang diselenggarakan dinilai sukses karena dihadiri oleh ribuan peserta khataman qur’an setingkat SD dan MI se-Kabupaten Tapin. “Dengan diselenggarakan acara ini semoga anak-anak kita dapat mengenal dan mencintai al-qur’an, setelah dewasa mereka akan lebih mengagumi dan mencintai qur’an sehingga menjadikannya sebagai pedoman dalam segala tindakan dan perilakunya. Jika hal ini tercipta, kita yakin masyarakat Tapin akan menjadi warga yang baik, dengan manajemen qalbu yang terpelihara pada akhirnya melahirkan akhlak mulia, cinta, damai dan kebersamaan. Juga saling menghargai dan menghormati satu sama lain. “Akhlak-akhlak yang disebutkan tadi merupakan salah satu ciri masyarakat serambi madinah, “katanya.
Dengan mengenal pengetahuan yang bersumber dari al-qur’an itu akan ada sifat iman dan ketakwaan kepada Allah sehingga mereka menjadi insan yang berkualitas di kemudian hari. “Saya ingin mereka tidak hanya dapat diandalkan dibidang IPTEK saja, melainkan kita ingin mereka juga tumbuh dan lahir sebagai cendikiawan-cendikiawan muslim.Keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua aspek ini dinilai yang membuat seseorang menjadi insan yang berkualitas dan berakhlakul karimah, “katanya.
Sementara H.Yamani, Kepala Kementerian Agama Tapin berpesan kepada ribuan peserta khataman qur’an agar mereka selalu membaca dan mengamalkan al-qur’an setiap harinya. Bahkan bila perlu tumbuhkan motto tiada hari tanpa membaca al-qur’an. “Bukan berarti setelah melaksanakan khataman qur’an mereka tak membaca lagi. Bukan itu !, “kata Yamani. Melainkan, lanjut Yamani, siswa terus membaca dan mengamalkan al-qur’an dalam kehidupannya sehari-hari, “katanya.
Acara dimulai pukul 09:00 Wita dengan diawali penyambutan Sekretaris Daerah Tapin memasuki masjid Al-Amanah Polres Tapin, disusul kemudian pembacaan qur’an missal sejumlah siswa SD dan MI di Tapin. (Rull)
Khataman Qur’an 2011 se-Kabupaten Tapin bertemakan ‘dengan khataman al-qur’an kita ciptakan insan qur’ani siap menyongsong massa depan yang gemilang’ ini diikuti sekitar 2781 orang peserta khatam Al-qur’an di tingkat SD dan MI.
Kegiatan khataman al-qur’an merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah setempat, sesuai instruksi Gurbenur Kalsel tentang siswa SD dan MI harus menamatkan Al-Qur’an, dan kegiatan ini juga merupakan pogram Kementerian Agama.
Sekretaris Daerah Tapin, Dr.H.Rachmadi, M.Si mengatakan dalam sambutannya Diselenggarakan khataman qur’an tahun 2011 ini Pemkab Tapin merasa bangga dan bahagia karena khataman yang diselenggarakan dinilai sukses karena dihadiri oleh ribuan peserta khataman qur’an setingkat SD dan MI se-Kabupaten Tapin. “Dengan diselenggarakan acara ini semoga anak-anak kita dapat mengenal dan mencintai al-qur’an, setelah dewasa mereka akan lebih mengagumi dan mencintai qur’an sehingga menjadikannya sebagai pedoman dalam segala tindakan dan perilakunya. Jika hal ini tercipta, kita yakin masyarakat Tapin akan menjadi warga yang baik, dengan manajemen qalbu yang terpelihara pada akhirnya melahirkan akhlak mulia, cinta, damai dan kebersamaan. Juga saling menghargai dan menghormati satu sama lain. “Akhlak-akhlak yang disebutkan tadi merupakan salah satu ciri masyarakat serambi madinah, “katanya.
Dengan mengenal pengetahuan yang bersumber dari al-qur’an itu akan ada sifat iman dan ketakwaan kepada Allah sehingga mereka menjadi insan yang berkualitas di kemudian hari. “Saya ingin mereka tidak hanya dapat diandalkan dibidang IPTEK saja, melainkan kita ingin mereka juga tumbuh dan lahir sebagai cendikiawan-cendikiawan muslim.Keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua aspek ini dinilai yang membuat seseorang menjadi insan yang berkualitas dan berakhlakul karimah, “katanya.
Sementara H.Yamani, Kepala Kementerian Agama Tapin berpesan kepada ribuan peserta khataman qur’an agar mereka selalu membaca dan mengamalkan al-qur’an setiap harinya. Bahkan bila perlu tumbuhkan motto tiada hari tanpa membaca al-qur’an. “Bukan berarti setelah melaksanakan khataman qur’an mereka tak membaca lagi. Bukan itu !, “kata Yamani. Melainkan, lanjut Yamani, siswa terus membaca dan mengamalkan al-qur’an dalam kehidupannya sehari-hari, “katanya.
Acara dimulai pukul 09:00 Wita dengan diawali penyambutan Sekretaris Daerah Tapin memasuki masjid Al-Amanah Polres Tapin, disusul kemudian pembacaan qur’an missal sejumlah siswa SD dan MI di Tapin. (Rull)
Petugas IB Paham Birahi Diam
RANTAU, Di Kabupaten Tapin ada 8 petugas inseminator yang khusus mengawinkan sapi dan paham tentang birahi diam sapi yang sedang minta kawin. Di Tapin ini terutama di daerah yang banyak perternakan sapi juga tebangun 8 buah Unit Layanan Inseminasi Buatan (ULIB) yang bertujuan untuk memberikan pelayanan inseminasi buatan (IB) ternak sapi di daerah ini yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Bungur, Binuang, Hatungun, Tapin Utara, Piani, dan Salam Babaris.
Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Tapin, Bastian Noor, menjelaskan, Inseminasi Buatan (IB) ini macam-macam, namun untuk saat ini kita hanya bisa melayani IB ternak besar atau ternak sapi kepada perternak di Tapin. Dikatakannya, ternak ada tiga golongan, pertama ternak besar, kedua ternak kecil, dan ketiga aneka perternakan.
Seperti di Hatungun salah satunya, di Hatungun ada 3 ULIB yang tersebar dikawasan itu, juga di Hatungun populasi ternak di nilai sangat tinggi. Selain itu juga luasan dan jangkauan lahan ternak sangat luas sehingga tak cukup kalau hanya ditempatkan hanya 1 ULIB saja. Alasanya karena bahan yang disuntikan dan dibawa oleh petugas IB berupa semen beku mampu bertahan dengan durasi waktu yang ditentukan, juga jangkauan jarak yang tidak terlalu jauh sehingga dibangunlah 3 ULIB di daerah Hatungun guna memudahkan petugas IB.
Setiap 1 ULIB ini dihuni oleh 1 orang petugas inseminator yang telah mendapatkan pendidikan khusus inseminator diluar daerah seperti pulau Jawa dan telah mengantongi sertifikasi bagus. Mereka bertugas mengawinkan sapi pada waktu-waktu yang ditentukan yakni disaat sapi dilanda birahi dan minta kawin. Misalnya, ketika perternak mengetahui gejala-gejala sapi minta kawin, langsung perternak itu menghubungi petugas Inseminator yang berkantor di ULIB terdekat dengan imbalan Rp.50 ribu perkali mengawinkan. Sapi-sapi tersebut dikeroyok dikawinkan agar berkembang biak sehingga populasi sapi meningkat.
Dalam mengawinkan sapi, pemilik sapi atau perternak lebih dahulu menghubungi dan minta dilayani petugas IB yang dihubungi melalui sistem telepon selular. “Setelah mengetahui tanda-tanda yang diberitahu oleh pemilik atau peternak sapi akan gejala-gejala sapi minta kawin, selanjutnya petugas IB langsung menuju lokasi perternakan yang lengkap dengan bawaan alat-alat medis selayaknya bidan sapi. Alat-alat tersebut seperti gunting, termos, straw, dan alat suntik, “katanya.
Straw ini dimasukan dalam termos yang berisi air atau disebut semen beku, selanjutnya dimasukan dalam suntikan, yang selanjutnya disuntikan ke didubur sapi yang sedang minta kawin. Adapun untuk mengetahui tanda-tanda gejala sapi minta kawin itu dari dahulu kita menerapkan pola A3 atau disebut Abu, Abeng, Anget. Disini perternak atau pemilik sapi diminta untuk waspada mengawasi sapinya, apakah sapi sedang dilanda birahi atau tidak. Kalau Sapi sedang dilanda birahi biasanya dubur sapi berwarna merah, dan hangat saat dipegang. Juga waktu demikian sayang kalau terlewatkan, sebab birahi sapi beda dengan manusia. Kalau sapi setelah dilanda birahi itu nanti dengan jangka waktu 21 hari kedepan baru minta kawin lagi. Dan hanya pada waktu birahi diam potensi sapi bisa berkembang biak. Demikian Bastian. (rull)
Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Tapin, Bastian Noor, menjelaskan, Inseminasi Buatan (IB) ini macam-macam, namun untuk saat ini kita hanya bisa melayani IB ternak besar atau ternak sapi kepada perternak di Tapin. Dikatakannya, ternak ada tiga golongan, pertama ternak besar, kedua ternak kecil, dan ketiga aneka perternakan.
Seperti di Hatungun salah satunya, di Hatungun ada 3 ULIB yang tersebar dikawasan itu, juga di Hatungun populasi ternak di nilai sangat tinggi. Selain itu juga luasan dan jangkauan lahan ternak sangat luas sehingga tak cukup kalau hanya ditempatkan hanya 1 ULIB saja. Alasanya karena bahan yang disuntikan dan dibawa oleh petugas IB berupa semen beku mampu bertahan dengan durasi waktu yang ditentukan, juga jangkauan jarak yang tidak terlalu jauh sehingga dibangunlah 3 ULIB di daerah Hatungun guna memudahkan petugas IB.
Setiap 1 ULIB ini dihuni oleh 1 orang petugas inseminator yang telah mendapatkan pendidikan khusus inseminator diluar daerah seperti pulau Jawa dan telah mengantongi sertifikasi bagus. Mereka bertugas mengawinkan sapi pada waktu-waktu yang ditentukan yakni disaat sapi dilanda birahi dan minta kawin. Misalnya, ketika perternak mengetahui gejala-gejala sapi minta kawin, langsung perternak itu menghubungi petugas Inseminator yang berkantor di ULIB terdekat dengan imbalan Rp.50 ribu perkali mengawinkan. Sapi-sapi tersebut dikeroyok dikawinkan agar berkembang biak sehingga populasi sapi meningkat.
Dalam mengawinkan sapi, pemilik sapi atau perternak lebih dahulu menghubungi dan minta dilayani petugas IB yang dihubungi melalui sistem telepon selular. “Setelah mengetahui tanda-tanda yang diberitahu oleh pemilik atau peternak sapi akan gejala-gejala sapi minta kawin, selanjutnya petugas IB langsung menuju lokasi perternakan yang lengkap dengan bawaan alat-alat medis selayaknya bidan sapi. Alat-alat tersebut seperti gunting, termos, straw, dan alat suntik, “katanya.
Straw ini dimasukan dalam termos yang berisi air atau disebut semen beku, selanjutnya dimasukan dalam suntikan, yang selanjutnya disuntikan ke didubur sapi yang sedang minta kawin. Adapun untuk mengetahui tanda-tanda gejala sapi minta kawin itu dari dahulu kita menerapkan pola A3 atau disebut Abu, Abeng, Anget. Disini perternak atau pemilik sapi diminta untuk waspada mengawasi sapinya, apakah sapi sedang dilanda birahi atau tidak. Kalau Sapi sedang dilanda birahi biasanya dubur sapi berwarna merah, dan hangat saat dipegang. Juga waktu demikian sayang kalau terlewatkan, sebab birahi sapi beda dengan manusia. Kalau sapi setelah dilanda birahi itu nanti dengan jangka waktu 21 hari kedepan baru minta kawin lagi. Dan hanya pada waktu birahi diam potensi sapi bisa berkembang biak. Demikian Bastian. (rull)
Senin, 25 April 2011
Wanita Rawan Sosial di Beri Keterampilan
RANTAU, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja Kabupaten Tapin pada tahun 2011 telah memprogramkan penanganan terhadap mantan narapidana, juga pemberian bantuan terhadap wanita rawan ekonomi sosial.
Wanita rawan ekonomi sosial dinilai Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, Drs.Mahyudin, mudah terjerumus. Alasannya faktor ekonomi. Dinas Sosial Kabupaten Tapin telah memberikan bantuan kepada wanita rawan ekonomi sosial berupa pelatihan keterampilan dengan harapan mereka menjadi wanita yang mandiri. “Ada sekitar 40 orang wanita rawan sosial di Tapin yang diberikan pelatihan keterampilan sejak awal bulan Maret kemarin, mereka dilatih selama 6 bulan di Panti Sosial Bina Wanita, Banjarbaru “katanya.
Kategori wanita rawan sosial diantaranya wanita yang catatannya masih produktif baik wanita yang menjadi tanggungan keluarga para suami maupun para janda. Mereka direkrut dan terlebih dahulu di data oleh kader-kader sosial di Tapin, baik di tingkat kecamatan hingga desa, karang taruna, dan Tagana sebagai wujud keperduliannya terhadap wanita-wanita di Tapin yang kondisi sosial perekonomiannya dinilai rawan. Selanjutnya kita serahkan wanita ini kepada panti sosial Bina Wanita di Banjarbaru untuk dilatih keterampilannya dengan harapan agar mereka dapat menjadi wanita yang mandiri nantinya, “katanya.
Wanita rawan sosial ini dilatih sesuai minat bakat mereka. Misalnya, minatnya dalam keterampilan tata rias salon, keterampilan menjahit, dan lain sebagainya. Mereka selama 6 bulan berjalan ini mengikuti pelatihan tersebut. Selanjutnya usai mengikuti pelatihan yang dijadwalkan selama 6 bulan itu, mereka akan dibantu lagi dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial berupa peralatan untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus juga modal kerja sebagai langkah awal merintis usaha. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan dan bantuan peralatan ini, para wanita rawan sosial di Tapin dapat menjadi wanita yang mandiri. (Rull)
Wanita rawan ekonomi sosial dinilai Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, Drs.Mahyudin, mudah terjerumus. Alasannya faktor ekonomi. Dinas Sosial Kabupaten Tapin telah memberikan bantuan kepada wanita rawan ekonomi sosial berupa pelatihan keterampilan dengan harapan mereka menjadi wanita yang mandiri. “Ada sekitar 40 orang wanita rawan sosial di Tapin yang diberikan pelatihan keterampilan sejak awal bulan Maret kemarin, mereka dilatih selama 6 bulan di Panti Sosial Bina Wanita, Banjarbaru “katanya.
Kategori wanita rawan sosial diantaranya wanita yang catatannya masih produktif baik wanita yang menjadi tanggungan keluarga para suami maupun para janda. Mereka direkrut dan terlebih dahulu di data oleh kader-kader sosial di Tapin, baik di tingkat kecamatan hingga desa, karang taruna, dan Tagana sebagai wujud keperduliannya terhadap wanita-wanita di Tapin yang kondisi sosial perekonomiannya dinilai rawan. Selanjutnya kita serahkan wanita ini kepada panti sosial Bina Wanita di Banjarbaru untuk dilatih keterampilannya dengan harapan agar mereka dapat menjadi wanita yang mandiri nantinya, “katanya.
Wanita rawan sosial ini dilatih sesuai minat bakat mereka. Misalnya, minatnya dalam keterampilan tata rias salon, keterampilan menjahit, dan lain sebagainya. Mereka selama 6 bulan berjalan ini mengikuti pelatihan tersebut. Selanjutnya usai mengikuti pelatihan yang dijadwalkan selama 6 bulan itu, mereka akan dibantu lagi dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial berupa peralatan untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus juga modal kerja sebagai langkah awal merintis usaha. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan dan bantuan peralatan ini, para wanita rawan sosial di Tapin dapat menjadi wanita yang mandiri. (Rull)
Setelah SLTA Giliran SLTP Melaksanakan UN
RANTAU, Ujian Nasional sekolah setingkat SLTA sudah terlaksana dan terakhir pada Kamis (21/4) kemarin. Dan kini panitia pelaksana UN memfokuskan kembali pada UN untuk siswa SLTP sederajat yang dilaksanakan Senin 25 April 2011 (red.hari ini) sampai dengan Kamis 28 April 2011 (red.lusa besok).
“Soal UN untuk siswa sekolah setingkat SLTP sederajat telah didistribusikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel kepada seluruh Kabupaten kota di Kalsel, termasuk diantaranya Kabupaten Tapin. Pada Kamis (21/4) kemarin soal UN sudah masuk ke Kabupaten Tapin, “Kata Hj.Pramitha, Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Tapin sebagaimana dikutip dari MataBanua.
“Pendistribusian soal dikawal dengan pengamanan dari pihak aparat kepolisian, soal UN sejak Kamis disimpan di Polres Tapin. Soal UN tersimpan kurang lebih 3 hari di Polres Tapin. Sebelum di distribusikan kembali ke Polsek, materi soal UN diseleksi lebih dahulu oleh panitia UN di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, yang tentunya turut diawasi pengawas bersama aparat kepolisian dalam hal ini Polres Tapin. Selanjutnya pada Minggu (24/4), soal UN beserta lembar jawaban komputer dan sampulnya di distribusikan kembali dari Polres Tapin menuju ke polsek di kecamatan dekat dengan sekolah penyelenggara UN setingkat SLTP sederajat di daerah ini.“
Dikatakanya, Di Kabupaten Tapin ada sekitar 44 sekolah setingkat SLTP sederajat. Ujian Nasional tingkat SLTP sederajat dilaksanakan mulai hari ini Senin (25/4) sampai dengan Kamis (28/4) lusa besok. Diawali dengan materi soal mata pelajaran utama Bahasa Indonesia berdurasi waktu sekitar 2 jam. Dalam sehari siswa SLTP ini diberi materi soal UN satu mata pelajaran, dimulai Bahasa Indonesia, dilanjutkan mata pelajaran lainnya diantaranya seperti Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Jumlah siswa SLTP di Kabupaten Tapin yang mengikuti UN itu berjumlah 2.086 orang, “katanya.
Masih sama dengan pelaksanaan UN setingkat SLTA, ”Usai siswa menjawab lembar jawaban soal materi ujian nasional, pihak sekolah menghimpun dan mengantar langsung lembar jawaban siswa ke panitia UN di Dinas Pendidikan Tapin dalam hal ini dibagian Dikmen, dihari yang sama lembar jawaban siswa langsung didistribusikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, “pungkasnya. (Rull)
“Soal UN untuk siswa sekolah setingkat SLTP sederajat telah didistribusikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel kepada seluruh Kabupaten kota di Kalsel, termasuk diantaranya Kabupaten Tapin. Pada Kamis (21/4) kemarin soal UN sudah masuk ke Kabupaten Tapin, “Kata Hj.Pramitha, Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Tapin sebagaimana dikutip dari MataBanua.
“Pendistribusian soal dikawal dengan pengamanan dari pihak aparat kepolisian, soal UN sejak Kamis disimpan di Polres Tapin. Soal UN tersimpan kurang lebih 3 hari di Polres Tapin. Sebelum di distribusikan kembali ke Polsek, materi soal UN diseleksi lebih dahulu oleh panitia UN di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, yang tentunya turut diawasi pengawas bersama aparat kepolisian dalam hal ini Polres Tapin. Selanjutnya pada Minggu (24/4), soal UN beserta lembar jawaban komputer dan sampulnya di distribusikan kembali dari Polres Tapin menuju ke polsek di kecamatan dekat dengan sekolah penyelenggara UN setingkat SLTP sederajat di daerah ini.“
Dikatakanya, Di Kabupaten Tapin ada sekitar 44 sekolah setingkat SLTP sederajat. Ujian Nasional tingkat SLTP sederajat dilaksanakan mulai hari ini Senin (25/4) sampai dengan Kamis (28/4) lusa besok. Diawali dengan materi soal mata pelajaran utama Bahasa Indonesia berdurasi waktu sekitar 2 jam. Dalam sehari siswa SLTP ini diberi materi soal UN satu mata pelajaran, dimulai Bahasa Indonesia, dilanjutkan mata pelajaran lainnya diantaranya seperti Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Jumlah siswa SLTP di Kabupaten Tapin yang mengikuti UN itu berjumlah 2.086 orang, “katanya.
Masih sama dengan pelaksanaan UN setingkat SLTA, ”Usai siswa menjawab lembar jawaban soal materi ujian nasional, pihak sekolah menghimpun dan mengantar langsung lembar jawaban siswa ke panitia UN di Dinas Pendidikan Tapin dalam hal ini dibagian Dikmen, dihari yang sama lembar jawaban siswa langsung didistribusikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, “pungkasnya. (Rull)
Sabtu, 23 April 2011
Selamatkan Bakantan Di Tapin Dari Degradasi Hutan
RANTAU, Siapa sangka di Kabupaten Tapin masih ada Bakantan. Untuk jumlahnya masih belum diketahui berapa banyak. Namun dikatakan Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP masih ada didaerah Tatakan Kecamatan Tapin Selatan. “Waktu itu kami dan rombongan meninjau lokasi jalan khusus di daerah Tatakan dekat Underpas 101 Tatakan. Namun tidak disangka dan sedikit terkejut bahwa di Kabupaten Tapin masih ada satwa yang dinilai ilmuwan dalam jangka waktu 14 tahun kedepan bakal punah ada di Kabupaten Tapin, “katanya dalam rapat di DPRD Tapin beberapa waktu lalu.
Begitupun Rabu (13/04) kemarin, Bupati melontarkan kembali keberadaan satwa tersebut kepada sejumlah wartawan. “Di Kabupaten Tapin masih ada Bakantan yang dinilai sebagai satwa langka di Kalimantan, untuk itu diminta agar menjaga dan merawatnya dengan baik. Dan bila satwa itu memang banyak di lokasi tersebut, kita akan membuatkan lokasi khusus untuk menampung satwa tersebut dan meminta perusahaan pertambangan tidak merambah kawasan hutan dan pohonan yang menjadi tempat bernaung satwa Bakantan yang mulai langka itu, “katanya.
Tahukah apakah itu Bakantan ? Dari informasi yang dirangkum bahwa Bakantan adalah seekor monyet berhidung mancung atau dikenal dengan monyet belalai merah dengan bahasa latinnya (Narsalis Larvatus). Populasinya kini dinilai semakin hari semakin berkurang bahkan menjadi salah satu satwa langka di Kalsel. Tak heran, Bupati Tapin jika lebih memperhatikannya ketimbang berubah kawasan hutan tempat satwa itu bernaung menjadi kawasan pertambangan areal batu bara.
Sebagaimana dikutip dari media Nasional, “Satwa ini hanya di temukan di Kalimantan, Sarawak, Sabah dan Brunei Darusalam. Satwa ini lebih suka berdiam di hutan tepi sungai, padahal hutan jenis ini cepat terdegradasi. Karena daerah pesisir dan sungai menjadi tujuan utama untuk dihuni, “kata Stanislav Lhota, Ilmuan dari Departemen Zoologi Univeristas South Bohemia Republik Chechnya.
Satwa ini menjadi penelitiannya sejak tahun 2006, analisa populasi dan viabilitas habitat (Population and Habitat Viability Analysis/PHVA) dengan menggunakan program komputer VORTEX menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Jika tidak ada perlindungan yang dilakukan, maka jumlah bekantan di Kalimantan akan punah dalam waktu 14 tahun ke depan. (Rull)
Begitupun Rabu (13/04) kemarin, Bupati melontarkan kembali keberadaan satwa tersebut kepada sejumlah wartawan. “Di Kabupaten Tapin masih ada Bakantan yang dinilai sebagai satwa langka di Kalimantan, untuk itu diminta agar menjaga dan merawatnya dengan baik. Dan bila satwa itu memang banyak di lokasi tersebut, kita akan membuatkan lokasi khusus untuk menampung satwa tersebut dan meminta perusahaan pertambangan tidak merambah kawasan hutan dan pohonan yang menjadi tempat bernaung satwa Bakantan yang mulai langka itu, “katanya.
Tahukah apakah itu Bakantan ? Dari informasi yang dirangkum bahwa Bakantan adalah seekor monyet berhidung mancung atau dikenal dengan monyet belalai merah dengan bahasa latinnya (Narsalis Larvatus). Populasinya kini dinilai semakin hari semakin berkurang bahkan menjadi salah satu satwa langka di Kalsel. Tak heran, Bupati Tapin jika lebih memperhatikannya ketimbang berubah kawasan hutan tempat satwa itu bernaung menjadi kawasan pertambangan areal batu bara.
Sebagaimana dikutip dari media Nasional, “Satwa ini hanya di temukan di Kalimantan, Sarawak, Sabah dan Brunei Darusalam. Satwa ini lebih suka berdiam di hutan tepi sungai, padahal hutan jenis ini cepat terdegradasi. Karena daerah pesisir dan sungai menjadi tujuan utama untuk dihuni, “kata Stanislav Lhota, Ilmuan dari Departemen Zoologi Univeristas South Bohemia Republik Chechnya.
Satwa ini menjadi penelitiannya sejak tahun 2006, analisa populasi dan viabilitas habitat (Population and Habitat Viability Analysis/PHVA) dengan menggunakan program komputer VORTEX menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Jika tidak ada perlindungan yang dilakukan, maka jumlah bekantan di Kalimantan akan punah dalam waktu 14 tahun ke depan. (Rull)
Selasa, 19 April 2011
Duh Tiang Listrik PLN Di Rantau Berbahaya
RANTAU, Tiang listrik PLN di kota Rantau nampaknya bermasalah bahkan membahayakan bagi warga masyarakat sekitar. Pasalnya sudah banyak terjadi keluhan masyarakat karena ada warga yang kesetrum lantaran tiang listrik korslet. Juga ada sebagian warga yang melihat asap secara tiba-tiba keluar dari dalam tanah seperti yang terjadi di Jalan Pelita Kelurahan Rangda.
Acil Eri, Warga Perintis Raya “Sempat kesetrum saat sedang membasuh sepeda di halaman rumahnya. Secara tiba-tiba ia kesetrum seperti digigit semut dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak PLN setempat. Selanjutnya pihak PLN datang dan langsung memperbaiki kabel listrik yang rusak. Teknisi PLN mengakui bahwa ada kabel listrik yang rusak karena lama tak diperbaiki, “katanya.
Sementara di Pelita Kelurahan Rangda juga terjadi di halaman rumah H.Husni (46) dan Mertuanya Hj.Kurniah (55) pada minggu (3/4) kemarin mengeluarkan asap tebal dari bawah tanah. Kejadian ini sempat menghebohkan warga sekitar, bahkan pihak aparat kepolisian langsung turun dan menutup lokasi dengan garis polisi. Menurut informasi pemicu keluarnya asap dari bawah tanah terdapat korsleting kabel listrik bawah tanah karena asap keluar didekat tiang listrik PLN.
“Pada sabtu (2/4) usai sholat Ashar mertua saya Hj.Kurniah (55) melihat pertama kali asap keluar dari tepi drainase di halaman rumahnya. Ada 1 titik asap keluar dekat berada tiang listrik PLN. Kemudian asap tersebut disiram air namun tak kunjung hilang sehingga timbulah kekuatiran kalau terjadi apa-apa lantas dihubungilah pihak Tim Emergensi 922 Tapin, sontak langsung berdatangan warga untuk menyaksikan kejadian tersebut, “katanya.
Sementara pihak PLN ketika dikonfirmasi permasalahan tersebut didapati justru pimpinan PLN Ranting Rantau tak ada di tempat. Begitu pun dengan pihak Humas PLN, menurut petugas keamanan kantor PLN pada Senin (4/4) kemarin, “Wahid Junaedi, Manager PLN Ranting Rantau sedang berada diluar kota dan beliau sedang berada di Bandung Jawa Barat. Sementara Rifani, Humas PLN Rantau sedang menghadiri kegiatan sosialisasi di kecamatan Lokpaikat, “kata petugas tersebut kepada MataBanua. (Rull)
Acil Eri, Warga Perintis Raya “Sempat kesetrum saat sedang membasuh sepeda di halaman rumahnya. Secara tiba-tiba ia kesetrum seperti digigit semut dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak PLN setempat. Selanjutnya pihak PLN datang dan langsung memperbaiki kabel listrik yang rusak. Teknisi PLN mengakui bahwa ada kabel listrik yang rusak karena lama tak diperbaiki, “katanya.
Sementara di Pelita Kelurahan Rangda juga terjadi di halaman rumah H.Husni (46) dan Mertuanya Hj.Kurniah (55) pada minggu (3/4) kemarin mengeluarkan asap tebal dari bawah tanah. Kejadian ini sempat menghebohkan warga sekitar, bahkan pihak aparat kepolisian langsung turun dan menutup lokasi dengan garis polisi. Menurut informasi pemicu keluarnya asap dari bawah tanah terdapat korsleting kabel listrik bawah tanah karena asap keluar didekat tiang listrik PLN.
“Pada sabtu (2/4) usai sholat Ashar mertua saya Hj.Kurniah (55) melihat pertama kali asap keluar dari tepi drainase di halaman rumahnya. Ada 1 titik asap keluar dekat berada tiang listrik PLN. Kemudian asap tersebut disiram air namun tak kunjung hilang sehingga timbulah kekuatiran kalau terjadi apa-apa lantas dihubungilah pihak Tim Emergensi 922 Tapin, sontak langsung berdatangan warga untuk menyaksikan kejadian tersebut, “katanya.
Sementara pihak PLN ketika dikonfirmasi permasalahan tersebut didapati justru pimpinan PLN Ranting Rantau tak ada di tempat. Begitu pun dengan pihak Humas PLN, menurut petugas keamanan kantor PLN pada Senin (4/4) kemarin, “Wahid Junaedi, Manager PLN Ranting Rantau sedang berada diluar kota dan beliau sedang berada di Bandung Jawa Barat. Sementara Rifani, Humas PLN Rantau sedang menghadiri kegiatan sosialisasi di kecamatan Lokpaikat, “kata petugas tersebut kepada MataBanua. (Rull)
Jumat, 15 April 2011
Bupati Tapin dapat PIN Emas dari PWI
RANTAU, Puncak Hari Pers Nasional Daerah (HPND) Kabupaten Tapin 2011 dihadiri oleh Wakil Gurbenur Kalsel, H.Rudi Resnawan dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat pada Kamis (14/04) kemarin bertempat di Gedung Sultan Kuning Rantau. Selain itu juga dihadiri oleh Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP dan Ketua PWI Kalsel, Drs.Fathur Rahman dan sejumlah wartawan media cetak maupun elektronik se-Kalimantan Selatan. Puncak acara Hari Pers Nasional Daerah 2011 di Kabupaten Tapin juga dirangkai dengan pemberian beberapa penghargaan kepada Bupati Tapin berupa PIN Emas dari PWI yang diserahkan oleh sekjen PWI pusat secara simbolis kemarin.
Bupati Tapin, Drs.H.Idis Nurdin Halidi MAP menyampaikan beberapa kata dalam sambutannya terhadap para undangan disela Ia memberikan sambutan terhadap para tamu yang hadir di bumi Serambi Madinah. “Bakantan binatang langka yang menawan, Selamat datang Bapak Ibu dan rekan-rekan wartawan, “katanya mengawali sambutannya. Dilanjutkan kembali, “Datu Sanggul Datu Nuraya, Datu Suban guru Mereka, Bila kalian senang semua, Kami tuan rumah jadi gembira, “ujarnya kembali.
Menurutnya, ditahun 2011 ini Kabupaten Tapin dipercaya menjadi tuan rumah untuk perayaan Hari Pers Nasional Daerah (HPND) 2011 yang sekaligus dirangkai dengan HUT PWI Kalsel ke 65. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini tentunya sangat banyak manfaat yang diterima Pemerintah Daerah Tapin. Salah satunya Kabupaten Tapin dikunjungi oleh tokoh-tokoh Pers berkaliber Nasional. Dimana menurutnya, “kunjungan para jurnalis Nasional tersebut Kabupaten Tapin akan lebih terkenal. Selain itu manfaat lainnya adalah dengan diadakannya workshop atau pelatihan jurnalis bagi para pelajar dan seluruh SKPD tentunya akan membuka wawasan mereka di bidang jurnalis, “katanya.
Acara puncak kegiatan Hari Pers Nasional Daerah 2011 ini juga dihibur dengan atraksi kesenian daerah seperti kuda gepang, wayang orang, musik panting salawat, dan pameran foto hasil bidikan fotografer media cetak. Ditengah kegiatan tersebut, wakil gurbenur kalsel bersama sekjan PWI dan Ketua PWI Kalsel turut berperan dalam tokoh pewayangan dengan jingkrak-jingkrak kaku dan tak jelas. Kontan buat tamu undangan sedikit tertawa lepas. Namun lain halnya Janderi, ketua kelompok pewayangan asli Tapin yang bermukim di Lawahan Kecamatan Tapin Selatan ini berpantul dihadapan para pejabat terkait kondisi jalan di desanya yang tergolong rusak dan belum beraspal. “Kami minta tolong terhadap bapak ibu pejabat pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi daerah kami. Terutama pada jalan menuju desa kami itu belum diaspal, “katanya.
Acara puncak HPND 2011 yang berlangsung kemarin juga dirangkai dengan pemberian bantuan berupa buku dan mobil pintar bagi perpustakaan di kecamatan yang diserahkan oleh wakil gurbenur Kalsel, Rudy Resnawan didampingi Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP terhadap Kepala Desa, dan pelajar prestasi yang unggul dalam pelatihan jurnalis kemarin. (Rull)
Bupati Tapin, Drs.H.Idis Nurdin Halidi MAP menyampaikan beberapa kata dalam sambutannya terhadap para undangan disela Ia memberikan sambutan terhadap para tamu yang hadir di bumi Serambi Madinah. “Bakantan binatang langka yang menawan, Selamat datang Bapak Ibu dan rekan-rekan wartawan, “katanya mengawali sambutannya. Dilanjutkan kembali, “Datu Sanggul Datu Nuraya, Datu Suban guru Mereka, Bila kalian senang semua, Kami tuan rumah jadi gembira, “ujarnya kembali.
Menurutnya, ditahun 2011 ini Kabupaten Tapin dipercaya menjadi tuan rumah untuk perayaan Hari Pers Nasional Daerah (HPND) 2011 yang sekaligus dirangkai dengan HUT PWI Kalsel ke 65. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini tentunya sangat banyak manfaat yang diterima Pemerintah Daerah Tapin. Salah satunya Kabupaten Tapin dikunjungi oleh tokoh-tokoh Pers berkaliber Nasional. Dimana menurutnya, “kunjungan para jurnalis Nasional tersebut Kabupaten Tapin akan lebih terkenal. Selain itu manfaat lainnya adalah dengan diadakannya workshop atau pelatihan jurnalis bagi para pelajar dan seluruh SKPD tentunya akan membuka wawasan mereka di bidang jurnalis, “katanya.
Acara puncak kegiatan Hari Pers Nasional Daerah 2011 ini juga dihibur dengan atraksi kesenian daerah seperti kuda gepang, wayang orang, musik panting salawat, dan pameran foto hasil bidikan fotografer media cetak. Ditengah kegiatan tersebut, wakil gurbenur kalsel bersama sekjan PWI dan Ketua PWI Kalsel turut berperan dalam tokoh pewayangan dengan jingkrak-jingkrak kaku dan tak jelas. Kontan buat tamu undangan sedikit tertawa lepas. Namun lain halnya Janderi, ketua kelompok pewayangan asli Tapin yang bermukim di Lawahan Kecamatan Tapin Selatan ini berpantul dihadapan para pejabat terkait kondisi jalan di desanya yang tergolong rusak dan belum beraspal. “Kami minta tolong terhadap bapak ibu pejabat pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi daerah kami. Terutama pada jalan menuju desa kami itu belum diaspal, “katanya.
Acara puncak HPND 2011 yang berlangsung kemarin juga dirangkai dengan pemberian bantuan berupa buku dan mobil pintar bagi perpustakaan di kecamatan yang diserahkan oleh wakil gurbenur Kalsel, Rudy Resnawan didampingi Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP terhadap Kepala Desa, dan pelajar prestasi yang unggul dalam pelatihan jurnalis kemarin. (Rull)
Pemkab Tapin Terapkan LPSE
(Sosialisasi LPSE e-Proc)
RANTAU, Usai dilaksanakan peresmian LPSE oleh Bupati Tapin dan Ketua DPRD Tapin di Pendopo Balahendang Rantau, Selasa (12/04) kemarin. Acara peresmian LPSE ini juga dirangkai sosialisasi mengenai LPSE oleh Prof.Ir.Himawan Adinegero, M,Sc,DFT,APU , Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi.
Para peserta dapat berpartisipasi dalam forum diskusi mengenai pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui sistem e-Procurement dan LPSE.
Menurut Profesor, penerapan LPSE atau e-procurement menjadi kebutuhan penting dalam mengwujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, disamping itu banyak keuntungan lainnya baik dari sisi pengguna maupun dari sisi penyedia barang dan jasa. Dari sisi penyedia biaya dapat dihemat seperti biaya transportasi, akomodasi, konsolidasi dan biaya cetak dokumen. Sehingga penyedia dapat memiliki ruang untuk melakukan optimasi penurunan nilai jual barang dan jasa. Dari sisi pengguna, dapat diperoleh iklim persaingan antar penyedia yang lebih adil dan berkualitas. Pengguna memiliki lebih banyak pilihan serta mendapatkan penawaran yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.
Sebagaimana di ungkapkan, Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi, Prof.Ir.Himawan Adinegero, M,Sc, “Sistem E-Proc dan LPSE dapat menghapus kongkalikong oknum-oknum terkait, bersih dari KKN. Dan juga tercipta iklim persaingan yang sehat. Jika dibandingkan sebelum menggunakan LPSE, seorang pengguna untuk dapat tender lelang ada yang menerapkan sistem pemberian amplop lebih dahulu dengan imbalan menangkan tender lelang. Dengan e-Proc, semua itu dikatakan tidak akan ada lagi, yang ada justru hantu di dunia maya seperti kuntilanak dan para dedemit lainnya, “katanya.
Di Kalsel sudah ada 3 daerah yang telah menerapkan LPSE diantaranya Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tapin. “Sejauh ini setelah kedua daerah seperti Banjarmasin dan Kabupaten Banjar menerapkan program LPSE, alhamdulilah sampai saat ini belum ada masalah yang terjadi, “katanya.
LPSE ini ditampilkan online di Internet (International Network) melalui sebuah media berbasis website yang di kelola pemerintah setempat melalui Bappeda Tapin bekerjasama dengan developer IT terkemuka. Situs LPSE itu beralamatkan di http://lpse.tapinkab.go.id.(Rull)
RANTAU, Usai dilaksanakan peresmian LPSE oleh Bupati Tapin dan Ketua DPRD Tapin di Pendopo Balahendang Rantau, Selasa (12/04) kemarin. Acara peresmian LPSE ini juga dirangkai sosialisasi mengenai LPSE oleh Prof.Ir.Himawan Adinegero, M,Sc,DFT,APU , Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi.
Para peserta dapat berpartisipasi dalam forum diskusi mengenai pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui sistem e-Procurement dan LPSE.
Menurut Profesor, penerapan LPSE atau e-procurement menjadi kebutuhan penting dalam mengwujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, disamping itu banyak keuntungan lainnya baik dari sisi pengguna maupun dari sisi penyedia barang dan jasa. Dari sisi penyedia biaya dapat dihemat seperti biaya transportasi, akomodasi, konsolidasi dan biaya cetak dokumen. Sehingga penyedia dapat memiliki ruang untuk melakukan optimasi penurunan nilai jual barang dan jasa. Dari sisi pengguna, dapat diperoleh iklim persaingan antar penyedia yang lebih adil dan berkualitas. Pengguna memiliki lebih banyak pilihan serta mendapatkan penawaran yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.
Sebagaimana di ungkapkan, Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi, Prof.Ir.Himawan Adinegero, M,Sc, “Sistem E-Proc dan LPSE dapat menghapus kongkalikong oknum-oknum terkait, bersih dari KKN. Dan juga tercipta iklim persaingan yang sehat. Jika dibandingkan sebelum menggunakan LPSE, seorang pengguna untuk dapat tender lelang ada yang menerapkan sistem pemberian amplop lebih dahulu dengan imbalan menangkan tender lelang. Dengan e-Proc, semua itu dikatakan tidak akan ada lagi, yang ada justru hantu di dunia maya seperti kuntilanak dan para dedemit lainnya, “katanya.
Di Kalsel sudah ada 3 daerah yang telah menerapkan LPSE diantaranya Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tapin. “Sejauh ini setelah kedua daerah seperti Banjarmasin dan Kabupaten Banjar menerapkan program LPSE, alhamdulilah sampai saat ini belum ada masalah yang terjadi, “katanya.
LPSE ini ditampilkan online di Internet (International Network) melalui sebuah media berbasis website yang di kelola pemerintah setempat melalui Bappeda Tapin bekerjasama dengan developer IT terkemuka. Situs LPSE itu beralamatkan di http://lpse.tapinkab.go.id.(Rull)
Langganan:
Postingan (Atom)