RANTAU, Warga yang bermukim di kawasan Candi Laras Utara meluapkan aspirasinya terhadap anggota DPRD Tapin terkait rusaknya ruas jalan dan mengkikisnya daratan oleh air Sungai Negara, atau abrasi cukup serius. “Akibat abrasi ini, kondisi jalan Margasari Ilir ke Pariok hampir terputus dan kondisinya memprihatinkan, “kata Abdul Rasyid, Anggota DPRD Tapin kemarin sebagaimana dikutip dari MataBanua.
Warga setempat meminta kepada Pemerintah Daerah Tapin khususnya Dinas Pekerjaan Umum untuk mengunjungi kawasan tersebut, dan memperbaikinya. Mengingat jalan itu merupakan akses jalan yang sangat penting bagi masyarakat setempat.
Katanya, rusaknya ruas jalan tersebut disebabkan karena air dari sungai negara mengkikis sedikit demi sedikit daratan. Disungai Negara tersebut juga dijadikan arus transportasi air, dan banyaknya kapal lewat hingga membuat gelombang ketepian sungai hingga akhirnya mengkikis sedikit demi sedikit daratan, dan ruas jalan Margasari Ilir ke Pariok hampir terputus dengan kondisi memprihatinkan. (rull)
Jumat, 12 November 2010
Senin, 08 November 2010
20 Seniman Asal Tapin Bakal Di Berangkatkan Ke Tanjung
RANTAU, Dalam rangka memeriahkan aruh sastra se-Kalsel yang dipusatkan di Tabalong pada tanggal 26-28 November 2010 nanti. Kabupaten Tapin bakal mengirim 20 orang seniman asal Tapin yang akan berlomba unjuk performa teaterikal taufik Ismail, Budaya Mandihin Tapin, Pembacaan Syair di akhir November ini.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Drs.Arifin Noor MAP melalui Kabid Seni dan Budaya, Ibnu Mas’ud, kepada Wartawan kemarin.
Menurutnya, kita akan mengirim seniman Tapin sebanyak 20 orang ke Tanjung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 26 hingga 28 November 2010 ini. Mereka akan mengikuti aruh sastra se-Kalsel yang tahun ini dipusatkan di Tanjung Kabupaten Tabalong Kalsel.
Kata Ibnu, “20 orang seniman asal Tapin itu terbagi, diantaranya 6 orang seniman yang mengisi teater toufik Ismail, 2 orang yang akan mengisi budaya Mandihin, 2 orang yang akan mengisi pembacaan syair. Dan 10 orang yang mengikuti aruh sastra, jadi seluruhnya itu ada 20 orang yang akan berangkat ke Tanjung nanti, “pungkasnya. (rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Drs.Arifin Noor MAP melalui Kabid Seni dan Budaya, Ibnu Mas’ud, kepada Wartawan kemarin.
Menurutnya, kita akan mengirim seniman Tapin sebanyak 20 orang ke Tanjung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 26 hingga 28 November 2010 ini. Mereka akan mengikuti aruh sastra se-Kalsel yang tahun ini dipusatkan di Tanjung Kabupaten Tabalong Kalsel.
Kata Ibnu, “20 orang seniman asal Tapin itu terbagi, diantaranya 6 orang seniman yang mengisi teater toufik Ismail, 2 orang yang akan mengisi budaya Mandihin, 2 orang yang akan mengisi pembacaan syair. Dan 10 orang yang mengikuti aruh sastra, jadi seluruhnya itu ada 20 orang yang akan berangkat ke Tanjung nanti, “pungkasnya. (rull)
Stock Hewan Korban Mencukupi
RANTAU, Pemerintah Kabupaten Tapin memastikan stok hewan kurban jenis sapi dan kambing untuk hari raya Idhul Adha mencukupi. Kebutuhan daging potong bagi masyarakat Tapin menjelang hari raya haji ini tentunya meningkat, untuk itu jangan kuatir karena Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin telah menyiapkan sebanyak 300 ekor sapi yang siap dijadikan hewan kurban bagi masyarakat yang membutuhkan daging potong ini.
Demikian diungkapkan Ir Bastian MAP, Plt.Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin, kepada sejumlah wartawan media cetak kemarin.
Disamping dinilai mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat, pihaknya juga menyanggupi kebutuhan hewan kurban bagi perusahaan di Tapin. Selain itu kita juga selalu fokus terhadap kualitas hewan kurban yang ada sebanyak 300 ekor itu. Menurutnya, guna memastikan hewan kurban bebas penyakit, kita juga dibantu oleh dokter hewan yang didampingi 7 orang petugas teknis yang selalu memantau kondisi kesehatan hewan kurban di Tapin.
“Untuk sapi yang siap dijadikan hewan kurban, usianya harus mencapai 1 hingga 2 tahun dan tidak cacat. Untuk hewan kurban di Tapin ada 2 jenis sapi, yakni sapi bali dan sapi putih atau jenis peranakan unggul. Jadi untuk kebutuhan hewan kurban kita tidak perlu mendatangkan sapi dari luar daerah, karena pasokan sapi kita masih cukup, ”kata Bastian.
Selain mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban untuk Pemkab Tapin, sambung Bastian, sapi yang tersedia di Tapin juga bisa untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi pihak perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Tapin, seperti perusahaan batubara dan kelapa sawit.
Sementara disisi lain, Pemerintah Daerah Tapin melalui Bagian Kesra juga mempersiapkan hal serupa dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha.Bagian Kesra menyediakan hewan kurban sebanyak 42 ekor sapi. Sapi tersebut rencananya akan didistribusikan kepada organisasi kemasyarakatan dan masjid yang mengajukan permohonan kepada kita, Kata Kabag Kesra Pemkab Tapin Syarkawi Amberi kemarin.
“Kami diminta membagi hewan kurban dari dewan masjid pada hari raya kurban di tahun ini. Tapi, syaratnya harus membuat proposal pengajuan terlebih dahulu kepada pihak kami. Seperti pihak BKPRMI, Majelis Dakwah Indonesia, KNPI Tapin, dan Alwasliah atau organisasi kemasyarakatan yang tersebar di Tapin, ” kata Syarkawi.
Untuk rinciannya, kata Syarkawi, sebanyak 42 ekor sapi kurban tersebut rencananya akan diserahkan untuk Sekretariat di Pemkab Tapin sebanyak 2 ekor, TP PKK Tapin 2 ekor, dan masing-masing kecamatan masing-masing ada 2 ekor, jadi totalnya untuk kecamatan ada 24 ekor. Sedangkan sisa sapi sebanyak 14 ekor, rencananya akan dibagikan kepada masjid dan organisasi kemasyarakatan yang mengajukan bantuan proposal kepada Bagian Kesra Tapin.(Rull)
Demikian diungkapkan Ir Bastian MAP, Plt.Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin, kepada sejumlah wartawan media cetak kemarin.
Disamping dinilai mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat, pihaknya juga menyanggupi kebutuhan hewan kurban bagi perusahaan di Tapin. Selain itu kita juga selalu fokus terhadap kualitas hewan kurban yang ada sebanyak 300 ekor itu. Menurutnya, guna memastikan hewan kurban bebas penyakit, kita juga dibantu oleh dokter hewan yang didampingi 7 orang petugas teknis yang selalu memantau kondisi kesehatan hewan kurban di Tapin.
“Untuk sapi yang siap dijadikan hewan kurban, usianya harus mencapai 1 hingga 2 tahun dan tidak cacat. Untuk hewan kurban di Tapin ada 2 jenis sapi, yakni sapi bali dan sapi putih atau jenis peranakan unggul. Jadi untuk kebutuhan hewan kurban kita tidak perlu mendatangkan sapi dari luar daerah, karena pasokan sapi kita masih cukup, ”kata Bastian.
Selain mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban untuk Pemkab Tapin, sambung Bastian, sapi yang tersedia di Tapin juga bisa untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi pihak perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Tapin, seperti perusahaan batubara dan kelapa sawit.
Sementara disisi lain, Pemerintah Daerah Tapin melalui Bagian Kesra juga mempersiapkan hal serupa dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha.Bagian Kesra menyediakan hewan kurban sebanyak 42 ekor sapi. Sapi tersebut rencananya akan didistribusikan kepada organisasi kemasyarakatan dan masjid yang mengajukan permohonan kepada kita, Kata Kabag Kesra Pemkab Tapin Syarkawi Amberi kemarin.
“Kami diminta membagi hewan kurban dari dewan masjid pada hari raya kurban di tahun ini. Tapi, syaratnya harus membuat proposal pengajuan terlebih dahulu kepada pihak kami. Seperti pihak BKPRMI, Majelis Dakwah Indonesia, KNPI Tapin, dan Alwasliah atau organisasi kemasyarakatan yang tersebar di Tapin, ” kata Syarkawi.
Untuk rinciannya, kata Syarkawi, sebanyak 42 ekor sapi kurban tersebut rencananya akan diserahkan untuk Sekretariat di Pemkab Tapin sebanyak 2 ekor, TP PKK Tapin 2 ekor, dan masing-masing kecamatan masing-masing ada 2 ekor, jadi totalnya untuk kecamatan ada 24 ekor. Sedangkan sisa sapi sebanyak 14 ekor, rencananya akan dibagikan kepada masjid dan organisasi kemasyarakatan yang mengajukan bantuan proposal kepada Bagian Kesra Tapin.(Rull)
CJH Asal Tapin Berangkat Ke Tanah Suci
RANTAU, Mengawali keberangkatan Calon Jamaah Haji ke tanah suci, CJH asal Tapin bersama pihak keluarga beserta jiran yang mengantar berkumpul sejak subuh hari guna melaksanakan sholat subuh berjamaah, sholat hajat dan membaca yasinan di Masjid Raya Nurul Falah Rantau pada Minggu (7/11) pagi kemarin. Selanjutnya mereka beranjak dan meninggalkan Kabupaten Tapin menuju asrama haji dengan diantar sanak keluarga dan jiran masing-masing.
Kepala Kemendag Tapin, Drs.HM.Yamani berpesan kepada seluruh CJH Tapin selama mengikuti perjalanan ke tanah suci berharap CJH agar mengikuti segala protap yang di berlakukan oleh panitia haji Provinsi Kalsel, di embarkasi Banjarmasin. Juga agar selalu menjaga nama baik daerah, menjaga kesehatan dan kebersamaan serta persatuan dan saling kerjasama untuk kemudahan ibadah haji, “harapnya.
Dikatakan Yamani, sesuai jadwal keberangkatan ibadah haji untuk CJH asal Tapin itu akan diberangkatan pada (red.hari ini Senin 8/11) pukul 9:00 Wita pada kloter 15.
Sementara 12 hari sebelumnya, Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 277 calon jamaah haji Tapin tahun 2010. Pelepasan CJH yang sekaligus juga penutupan manasik haji bertempat di masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Dalam kesempatan itu Bupati Tapin berpesan kepada CJH asal Tapin agar tidak melupakan banua, dan mohon doa agar daerah Kabupaten Tapin ini selalu aman, tenteram, damai dan selalu dalam bimbingan Allah.SWT selalu. Bupati juga meminta maaf kepada seluruh CJH, karena pada tanggal 7 November kemarin yang diketahui sebagai jadwal keberangkatan CJH ke asrama Banjarbaru, tak dapat menghadiri dan melepasnya. Karena Bupati Tapin memiliki agenda kerja ke luar daerah bertepatan dengan jadwal pelepasan CJH Tapin tahun 2010 ini. “Kalau tahun sebelumnya, Bupati Tapin ada melepas CJH Tapin ke asrama Banjarbaru. Namun tahun ini maaf, saya tak bisa karena ada urusan ke luar daerah, “katanya.
Diharapkan Bupati, selama berada di tanah suci segala permasalahan dan kesulitan yang di hadapi CJH Tapin saat berada di tanah suci atau saat melaksanakan ibadah haji pada umumnya dapat diselesaikan secara bersama-sama. Tingkatkan rasa persatuan, solideritas sesama jamaah haji saat berada di tanah suci. Juga gunakanlah kesempatan emas untuk menjadi haji yang mabrur selama berada di tanah suci. Demikian Bupati. (Rull)
Kepala Kemendag Tapin, Drs.HM.Yamani berpesan kepada seluruh CJH Tapin selama mengikuti perjalanan ke tanah suci berharap CJH agar mengikuti segala protap yang di berlakukan oleh panitia haji Provinsi Kalsel, di embarkasi Banjarmasin. Juga agar selalu menjaga nama baik daerah, menjaga kesehatan dan kebersamaan serta persatuan dan saling kerjasama untuk kemudahan ibadah haji, “harapnya.
Dikatakan Yamani, sesuai jadwal keberangkatan ibadah haji untuk CJH asal Tapin itu akan diberangkatan pada (red.hari ini Senin 8/11) pukul 9:00 Wita pada kloter 15.
Sementara 12 hari sebelumnya, Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 277 calon jamaah haji Tapin tahun 2010. Pelepasan CJH yang sekaligus juga penutupan manasik haji bertempat di masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Dalam kesempatan itu Bupati Tapin berpesan kepada CJH asal Tapin agar tidak melupakan banua, dan mohon doa agar daerah Kabupaten Tapin ini selalu aman, tenteram, damai dan selalu dalam bimbingan Allah.SWT selalu. Bupati juga meminta maaf kepada seluruh CJH, karena pada tanggal 7 November kemarin yang diketahui sebagai jadwal keberangkatan CJH ke asrama Banjarbaru, tak dapat menghadiri dan melepasnya. Karena Bupati Tapin memiliki agenda kerja ke luar daerah bertepatan dengan jadwal pelepasan CJH Tapin tahun 2010 ini. “Kalau tahun sebelumnya, Bupati Tapin ada melepas CJH Tapin ke asrama Banjarbaru. Namun tahun ini maaf, saya tak bisa karena ada urusan ke luar daerah, “katanya.
Diharapkan Bupati, selama berada di tanah suci segala permasalahan dan kesulitan yang di hadapi CJH Tapin saat berada di tanah suci atau saat melaksanakan ibadah haji pada umumnya dapat diselesaikan secara bersama-sama. Tingkatkan rasa persatuan, solideritas sesama jamaah haji saat berada di tanah suci. Juga gunakanlah kesempatan emas untuk menjadi haji yang mabrur selama berada di tanah suci. Demikian Bupati. (Rull)
Sabtu, 06 November 2010
Warga Rantau Sambut Gembira Lampu PJU Baru
RANTAU, Beberapa hari terakhir pada malam hari di dalam kota Rantau terdapat suasana yang berbeda di bandingkan sebelumnya. Pasalnya, lampu Penerang Jalan Umum (PJU) yang baru saja dipasang di sepanjang Jalan Brigjen H.Hasan Baseri kota Rantau di mulai pada malam hari kemarin menyala terang. Bahkan beberapa warga menyambut senang terutama pedagang, sebut saja Ibi Pedagang Ayam Goreng Kentucky mengatakan, “Pada Rabu malam PJU di sepanjang jalan ini menyala, di mulai dari muka rumah sakit hingga Alun-Alun kota Rantau, sementara di sisi kanan dari mulai alun-alun kota Rantau hingga muka kediaman Bupati masih belum menyala. Katanya travonya belum di pasang, dan keesokan harinya pada malam kamis kemarin, baru seluruhnya menyala sehingga suasana jadi terang benderang, “katanya.
Begitu juga Uma Bunga, pemilik usaha isi ulang ponsel mengatakan, “Wah terang benderang, dan suasana kota Rantau seperti hidup kembali, “katanya sebagaimana dikutip dari MataBanua, malam kemarin.
Sementara Kepala Dinas Tata Kota dan kebersihan Kabupaten Tapin, RajuddinNoor, S,Sos, S,Ap mengatakan, “Sejak malam kemarin kita jauh dari Binuang berjalan di malam hari untuk memantau, dan diakui memang di malam pertama dinyalakan itu baru sebagian di mulai dari Alun-alun kota Rantau sampai muka Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau yang baru menyala, sementara dari alun-alun kota Rantau hingga muka kediaman Bupati itu belum menyala karena saat itu belum di pasang travo, kemarin baru di pasang dan insya allah malam ini menyala, “katanya.
Anda lihat sendiri kan, tanya Rajudin kepada wartawan saat diwawancarai kemarin. Suasananya yang tadinya gelap menjadi terang. “Diharapkan saat hari jadi Kabupaten Tapin nanti, seluruh lampu PJU yang kita pasang sudah menyala seluruhnya, “pungkasnya. (Rull)
Begitu juga Uma Bunga, pemilik usaha isi ulang ponsel mengatakan, “Wah terang benderang, dan suasana kota Rantau seperti hidup kembali, “katanya sebagaimana dikutip dari MataBanua, malam kemarin.
Sementara Kepala Dinas Tata Kota dan kebersihan Kabupaten Tapin, RajuddinNoor, S,Sos, S,Ap mengatakan, “Sejak malam kemarin kita jauh dari Binuang berjalan di malam hari untuk memantau, dan diakui memang di malam pertama dinyalakan itu baru sebagian di mulai dari Alun-alun kota Rantau sampai muka Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau yang baru menyala, sementara dari alun-alun kota Rantau hingga muka kediaman Bupati itu belum menyala karena saat itu belum di pasang travo, kemarin baru di pasang dan insya allah malam ini menyala, “katanya.
Anda lihat sendiri kan, tanya Rajudin kepada wartawan saat diwawancarai kemarin. Suasananya yang tadinya gelap menjadi terang. “Diharapkan saat hari jadi Kabupaten Tapin nanti, seluruh lampu PJU yang kita pasang sudah menyala seluruhnya, “pungkasnya. (Rull)
Oktober Angka laka Meningkat diBandingkan Bulan Sebelumnya
RANTAU, Angka kecelakaan lalu lintas di Tapin semenjak bulan Oktober 2010 dipastikan naik dibandingkan bulan sebelumnya. Pasalnya, selama terhitung satu bulan Oktober ini sudah terjadi 4 kali laka (kecelakaan lalu lintas). Bahkan dalam 4 kali kecelakaan tersebut korbannya meninggal semua. Adapun penyebabnya adalah human errors disamping manusianya yang juga tidak berhati-hati didalam berlalu lintas.
Hal itu diungkapkan Kapolres Tapin, Selamet Setiono melalui Kasatlantas Polres Tapin, Eko Tjahyo, sebagaimana dikutip dari MataBanua kemarin.
Selain itu, lanjut Eko, juga disebabkan lantaran lampu penerang jalan (LPJ) yang tidak menyala dan dalam kondisi yang gelap ketika dimalam hari. Sebab diantara korban yang meninggal tadi ada disebabkan lantaran menbarak pohon karena LPJ tidak menyala. Untuk itu kita di bulan ini akan melaksanakan operasi citra polentas intermezzo, yang bertujuan untuk keselamatan para pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas didaerah ini, demikian Eko. (Rull)
Hal itu diungkapkan Kapolres Tapin, Selamet Setiono melalui Kasatlantas Polres Tapin, Eko Tjahyo, sebagaimana dikutip dari MataBanua kemarin.
Selain itu, lanjut Eko, juga disebabkan lantaran lampu penerang jalan (LPJ) yang tidak menyala dan dalam kondisi yang gelap ketika dimalam hari. Sebab diantara korban yang meninggal tadi ada disebabkan lantaran menbarak pohon karena LPJ tidak menyala. Untuk itu kita di bulan ini akan melaksanakan operasi citra polentas intermezzo, yang bertujuan untuk keselamatan para pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas didaerah ini, demikian Eko. (Rull)
Sampah Menumpuk Di TPS Belum Diangkut Petugas Kebersihan
RANTAU, Warga masyarakat Cangkering mengeluhkan kondisi tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di tepi jembatan pertama menuju Walang tak pernah diangkut petugas kebersihan. Sehingga sampah menumpuk hingga ke tepi jalan dan orang yang lalu lalang melintasi jalan Rantau-Margasari pastinya mencium bau menyengat juga tak sedap.
“Warga masyarakat membuang sampah ke situ, padahal lokasi itu bukannya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang ideal pada umumnya TPS dibuat khusus, melainkan di bawahnya adalah kawasan sawah orang yang tentunya kerap juga dilempari sampah yang terbuang. Belum lagi sampah yang menumpuk dan jarang diangkut petugas kebersihan untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang akibatnya mulai menumpuk sedikit di badan jalan di tepi jembatan pertama Cankering dan Walang, sehingga bau menyengat juga tak sedap tercium oleh pengendara yang lalu lalang dikawasan itu, “kata Tuti, warga Walang kemarin. (rull)
“Warga masyarakat membuang sampah ke situ, padahal lokasi itu bukannya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang ideal pada umumnya TPS dibuat khusus, melainkan di bawahnya adalah kawasan sawah orang yang tentunya kerap juga dilempari sampah yang terbuang. Belum lagi sampah yang menumpuk dan jarang diangkut petugas kebersihan untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang akibatnya mulai menumpuk sedikit di badan jalan di tepi jembatan pertama Cankering dan Walang, sehingga bau menyengat juga tak sedap tercium oleh pengendara yang lalu lalang dikawasan itu, “kata Tuti, warga Walang kemarin. (rull)
Dinsos Provinsi Kalsel Salurkan Bantuan Buffer Stock
RANTAU, Setelah berkurangnya buffer stock Sembako di gudang Taruna Siaga Bencana (Tagana) Tapin, pada Selasa (2/11) pekan kemarin Dinas Sosial Provinsi Kalsel langsung menyalurkan bantuan barang berupa sembako ke Kabupaten Tapin. Barang tersebut langsung diterima oleh kordinator Tagana Tapin, Sugiri di kantornya yang selanjutnya diletakan dalam gudang Tagana yang bertempat di kantor Dinas Sosial Kabupaten Tapin.
Menurut Sugiri, Kordinator Tagana Tapin menyatakan sehari sebelumnya bahwa buffer stock di Tagana Tapin menipis. Karena telah disalurkan kepada korban banjir yang melanda beberapa kawasan di Tapin. Namun pada Selasa kemarin Dinas Sosial Provinsi Kalsel menyalurkan bantuan sembako yang langsung kita terima. Bantuan berupa bahan makanan tersebut diantaranya mie instant sebanyak 10.000 bungkus, sarden 3.000 kaleng, minyak goreng 250 botol, bubur instant 3.600 bungkus, teh 100 kotak, kopi 100 bungkus, gula 100 Kg, dan air mineral 100 dus.
“Kita telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan terhadap korban banjir di beberapa kawasan seperti Sidodadi, Kupang, Trantang, Pelita, Rangda Malingkung, Dulang, Perintis Raya, Lumbu Raya, Miawa. Sementara di Binuang itu ada 260 KK yang rumahnya terendam banjir seperti di Serawi, Pantai Belanti, dan Cempaka. Dengan total keseluruhan di Tapin mencapai 1.240 KK yang terendam banjir kemarin, “katanya.
Informasi terakhir beberapa kawasan Rantau dan Binuang air masih dalam, kendati mulai surut sedikit demi sedikit. Sementara untuk jumlah areal persawahaan di Tapin itu hampir seluruhnya terendam, kata Sugiri, “lihat saja sendiri kondisi pehumaan yang ada. Namun untungnya saat ini petani belum ada yang menanam, dan hanya memeradak saja dan siap untuk massa tanam. Beberapa peradakan padi yang ditanam petani juga ada sebagian yang rusak lantaran terendam banjir, seperti di Margasari, “katanya.
Sementara Safrudin, Sekretaris Tagana Tapin menambahkan, Banjir yang melanda tahun ini tergolong besar. Katanya, “Selama 20 tahun tinggal di Dulang Rantau baru kali ini rumah saya terendam banjir. Kendati banjir ini sifatnya sebentar. Paling setelah dua tiga hari surut dan airnya mengalir lagi ke daerah hilir seperti Baruh, Masta dan Sungai Bahalang, “katanya. (rull)
Menurut Sugiri, Kordinator Tagana Tapin menyatakan sehari sebelumnya bahwa buffer stock di Tagana Tapin menipis. Karena telah disalurkan kepada korban banjir yang melanda beberapa kawasan di Tapin. Namun pada Selasa kemarin Dinas Sosial Provinsi Kalsel menyalurkan bantuan sembako yang langsung kita terima. Bantuan berupa bahan makanan tersebut diantaranya mie instant sebanyak 10.000 bungkus, sarden 3.000 kaleng, minyak goreng 250 botol, bubur instant 3.600 bungkus, teh 100 kotak, kopi 100 bungkus, gula 100 Kg, dan air mineral 100 dus.
“Kita telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan terhadap korban banjir di beberapa kawasan seperti Sidodadi, Kupang, Trantang, Pelita, Rangda Malingkung, Dulang, Perintis Raya, Lumbu Raya, Miawa. Sementara di Binuang itu ada 260 KK yang rumahnya terendam banjir seperti di Serawi, Pantai Belanti, dan Cempaka. Dengan total keseluruhan di Tapin mencapai 1.240 KK yang terendam banjir kemarin, “katanya.
Informasi terakhir beberapa kawasan Rantau dan Binuang air masih dalam, kendati mulai surut sedikit demi sedikit. Sementara untuk jumlah areal persawahaan di Tapin itu hampir seluruhnya terendam, kata Sugiri, “lihat saja sendiri kondisi pehumaan yang ada. Namun untungnya saat ini petani belum ada yang menanam, dan hanya memeradak saja dan siap untuk massa tanam. Beberapa peradakan padi yang ditanam petani juga ada sebagian yang rusak lantaran terendam banjir, seperti di Margasari, “katanya.
Sementara Safrudin, Sekretaris Tagana Tapin menambahkan, Banjir yang melanda tahun ini tergolong besar. Katanya, “Selama 20 tahun tinggal di Dulang Rantau baru kali ini rumah saya terendam banjir. Kendati banjir ini sifatnya sebentar. Paling setelah dua tiga hari surut dan airnya mengalir lagi ke daerah hilir seperti Baruh, Masta dan Sungai Bahalang, “katanya. (rull)
Gorong-Gorong Di Piani Sudah DiPerbaiki
RANTAU, Gorong-gorong dan jembatan yang ambruk beberapa waktu lalu akibat hujan yang terus menerus mengguyur kawasan Desa Kariaman Kecamatan Piani kini berangsur-angsur kondisinya membaik. Informasi terkahir jalan tersebut sudah dapat dilalui kembali, dimana sebelumnya hampir separuh badan jalan ambruk.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Ir.Gt.Noorzaman mengatakan bahwa gorong-gorong dan jalan yang ambruk di Desa Kariaman Kecamatan Piani kondisinya jauh sudah membaik dan bisa dilalui kendaraan kembali. Hal itu setelah petugas kita di PU memperbaikinya, “katanya.
Sebelumnya Dinas PU memantau kawasan jalan Trans Rantau-Miawa setelah musibah melanda kawasan itu beberapa waktu lalu. Setiap titik lokasi ditinjau pekerja Dinas PU Tapin, dimana kondisi jalan yang curam dan tajam menaik lantaran berada diatas perbukitan yang tinggi. Menyusul setelah memantau sejumlah infrastruktur dikawasan itu, Dinas PU terus membenahi sejumlah infrastruktur yang rusak dengan anggaran dana yang diperkirakan menelan dana sebesar Rp.150 juta.
Duh Jalan Licin dan Berlumpur
Sementara di sisi lain, warga Miawa juga mengeluhkan kondisi jalan Trans Rantau-Miawa yang rusak, diduga akibat di lintasi truk batu bara. Sebut saja Rahmad warga Miawa menuturkan pengalamannya yang setiap hari melintasi jalan itu, “Badan jalan kabupaten yang berada masuk dalam kawasan kecamatan Lokpaikat di Bitahan Baru, tepatnya di perlintasan jalan batu bara yang dikelola oleh salah satu perusahaan itu setiap habis hujan kondisinya becek berlumpur dan rusak. Akibatnya banyak pengguna jalan yang sering tergelincir disaat melintas jalan itu, lantaran jalan yang curam menanjak naik, terlebih banyak kubangan di badan jalan, sehingga sehabis hujan duh licin dan berlumpur, bahkan sampai menjadi kubangan air sehingga kendaraan tak dapat melintasi, “katanya.
Nampaknya perusahaan tersebut tak perduli, dimana jalan tersebut merupakan salah
satu akses warga masyarakat menuju Miawa dan Rantau. Diharapkan, melihat kondisi jalan ini, perusahaan setempat dapat membantu menyelesaikan keluhan warga yang biasa melintasi jalan tersebut dan juga Pemerintah Daerah dapat memperbaikinya. (Rull)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Ir.Gt.Noorzaman mengatakan bahwa gorong-gorong dan jalan yang ambruk di Desa Kariaman Kecamatan Piani kondisinya jauh sudah membaik dan bisa dilalui kendaraan kembali. Hal itu setelah petugas kita di PU memperbaikinya, “katanya.
Sebelumnya Dinas PU memantau kawasan jalan Trans Rantau-Miawa setelah musibah melanda kawasan itu beberapa waktu lalu. Setiap titik lokasi ditinjau pekerja Dinas PU Tapin, dimana kondisi jalan yang curam dan tajam menaik lantaran berada diatas perbukitan yang tinggi. Menyusul setelah memantau sejumlah infrastruktur dikawasan itu, Dinas PU terus membenahi sejumlah infrastruktur yang rusak dengan anggaran dana yang diperkirakan menelan dana sebesar Rp.150 juta.
Duh Jalan Licin dan Berlumpur
Sementara di sisi lain, warga Miawa juga mengeluhkan kondisi jalan Trans Rantau-Miawa yang rusak, diduga akibat di lintasi truk batu bara. Sebut saja Rahmad warga Miawa menuturkan pengalamannya yang setiap hari melintasi jalan itu, “Badan jalan kabupaten yang berada masuk dalam kawasan kecamatan Lokpaikat di Bitahan Baru, tepatnya di perlintasan jalan batu bara yang dikelola oleh salah satu perusahaan itu setiap habis hujan kondisinya becek berlumpur dan rusak. Akibatnya banyak pengguna jalan yang sering tergelincir disaat melintas jalan itu, lantaran jalan yang curam menanjak naik, terlebih banyak kubangan di badan jalan, sehingga sehabis hujan duh licin dan berlumpur, bahkan sampai menjadi kubangan air sehingga kendaraan tak dapat melintasi, “katanya.
Nampaknya perusahaan tersebut tak perduli, dimana jalan tersebut merupakan salah
satu akses warga masyarakat menuju Miawa dan Rantau. Diharapkan, melihat kondisi jalan ini, perusahaan setempat dapat membantu menyelesaikan keluhan warga yang biasa melintasi jalan tersebut dan juga Pemerintah Daerah dapat memperbaikinya. (Rull)
Jumat, 05 November 2010
Distakober Tapin Revitalisasi Lampu PJU
RANTAU, Beberapa hari terakhir petugas Dinas Tata Kota dan Kebersihan Kabupaten Tapin tengah bekerja melaksanakan revitalisasi lampu penerang jalan umum (PJU) di sejumlah titik kawasan kota Rantau dan Binuang.
Diantaranya di sepanjang jalan Brigjen Haji Hasan Baseri Rantau. Lampu Penerang Jalan Umum sepanjang jalan tersebut di revitalisasi total dari sebelumnya yang berumur tua di ganti seluruhnya menjadi baru.
Kepala Dinas Tata Kota dan Kebersihan Kabupaten Tapin, Rajuddin Noor, S,Sos, S,Ap membenarkan kepada wartawan bahwa pihaknya sedang melaksanakan revitalisasi total lampu penerangan jalan di sejumlah titik kawasan kota Rantau Baru dan Binuang. Diantaranya sebagaimana dikatakan Raju, PJU di Median Jalan H.Isbat ada 31 titik tiang PJU yang dikalikan dua kepala PJU kanan kirinya menjadi total 62 PJU dengan pagu anggaran senilai Rp.40 juta dari APBD Murni 2010 Pemkab Tapin. Kemudian di median jalan Haji Hasan Baseri ada 16 titik tiang di kali dua kanan kiri sebanyak 32 titik lampu PJU dengan revitalisasi pagu anggaran Rp.285 juta, katanya.
Untuk lampu PJU yang lama dan berkarat yang terletak di median jalan Brigjen H.Baseri kita simpan dalam gudang, dan jika sewaktu-waktu ada warga masyarakat Tapin yang memerlukan kita hibahkan dan pasangkan ke sana jika anggarannya tersedia, katanya.
Kemudian lampu ala Seambi Madinah yang akan dipasang pada titik kawasan Bundaran Dulang Rantau dan sekitar Masjid Raya Nurul Falah Rantau itu ada 30 biji buah lampu ala Madinah yang bakal menerangkan kawasan itu nantinya dengan pagu anggaran senilai Rp.548 juta dari APBD murni Pemkab Tapin 2010. Untuk lampu ala madinah yang akan dipasang di titik kawasan Bundaran Dulang dan Masjid Raya Nurul Falah Rantau itu di dukung dengan pengadaan travo satu buah dengan menelan anggaran sebesar 150 juta dengan kapasitas 200 kva, katanya.
Diharapkan dengan adanya tambahan travo ini dapat menerangkan lampu ala Madinah di kawasan Bundaran Dulang dan Masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Kemudian di kawasan Binuang Kota dan Pasar Keraton yang dana anggarannya berasal dari APBD perubahan pemkab Tapin sebesar Rp.98 juta.
Untuk lampu jalan di Binuang Kota, dikatakan Raju, rencananya akan di pasang lampu hemat energi di sepanjang jalan Akhmad Yani sebanyak 36 titik, yang menelan anggaran dana sebesar Rp.92.640 juta, dan di Pasar Keraton juga bakal dipasang lampu untuk para pedagang kaki lima (PKL) dikawasan masuk pasar guna mendukung peran PKL. Disamping itu juga bakal dibangun Depo landasan kontainer truk sampah nantinya.
Diharapkan setelah dipasangnya lampu penerang jalan umum di sejumlah titik kawasan kota Rantau, PLN dapat mendukung program ini. Artinya, lampu yang dipasang ini dapat menyala sesuai dengan jadwal yang diperlukan oleh masyarakat Tapin. Misalnya, jam malam setelah magrib itu idealnya lampu PJU sudah menyala, karena jika pada waktu itu kondisi PJU tidak menyala, Hal itu kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan rawan kecelakaan. Dikatakan Raju, “Terkadang timer pengaturan PJU kita terubah-ubah, yang semestinya sesudah magrib lampu PJU menyala dan itu itu masih belum. Untuk itu diminta agar PLN dpaat mendukung program ini, “katanya.
Dengan dilaksanakan revitalisasi PJU ini di harapkan kota Rantau dapat terang benderang, dan berharap di tahun 2011 mendatang kami diberi dana lagi untuk keperluan lainnya seperti aspirasi masyarakat dan PJU. Demikian Rajuddin Noor. (Rull)
Diantaranya di sepanjang jalan Brigjen Haji Hasan Baseri Rantau. Lampu Penerang Jalan Umum sepanjang jalan tersebut di revitalisasi total dari sebelumnya yang berumur tua di ganti seluruhnya menjadi baru.
Kepala Dinas Tata Kota dan Kebersihan Kabupaten Tapin, Rajuddin Noor, S,Sos, S,Ap membenarkan kepada wartawan bahwa pihaknya sedang melaksanakan revitalisasi total lampu penerangan jalan di sejumlah titik kawasan kota Rantau Baru dan Binuang. Diantaranya sebagaimana dikatakan Raju, PJU di Median Jalan H.Isbat ada 31 titik tiang PJU yang dikalikan dua kepala PJU kanan kirinya menjadi total 62 PJU dengan pagu anggaran senilai Rp.40 juta dari APBD Murni 2010 Pemkab Tapin. Kemudian di median jalan Haji Hasan Baseri ada 16 titik tiang di kali dua kanan kiri sebanyak 32 titik lampu PJU dengan revitalisasi pagu anggaran Rp.285 juta, katanya.
Untuk lampu PJU yang lama dan berkarat yang terletak di median jalan Brigjen H.Baseri kita simpan dalam gudang, dan jika sewaktu-waktu ada warga masyarakat Tapin yang memerlukan kita hibahkan dan pasangkan ke sana jika anggarannya tersedia, katanya.
Kemudian lampu ala Seambi Madinah yang akan dipasang pada titik kawasan Bundaran Dulang Rantau dan sekitar Masjid Raya Nurul Falah Rantau itu ada 30 biji buah lampu ala Madinah yang bakal menerangkan kawasan itu nantinya dengan pagu anggaran senilai Rp.548 juta dari APBD murni Pemkab Tapin 2010. Untuk lampu ala madinah yang akan dipasang di titik kawasan Bundaran Dulang dan Masjid Raya Nurul Falah Rantau itu di dukung dengan pengadaan travo satu buah dengan menelan anggaran sebesar 150 juta dengan kapasitas 200 kva, katanya.
Diharapkan dengan adanya tambahan travo ini dapat menerangkan lampu ala Madinah di kawasan Bundaran Dulang dan Masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Kemudian di kawasan Binuang Kota dan Pasar Keraton yang dana anggarannya berasal dari APBD perubahan pemkab Tapin sebesar Rp.98 juta.
Untuk lampu jalan di Binuang Kota, dikatakan Raju, rencananya akan di pasang lampu hemat energi di sepanjang jalan Akhmad Yani sebanyak 36 titik, yang menelan anggaran dana sebesar Rp.92.640 juta, dan di Pasar Keraton juga bakal dipasang lampu untuk para pedagang kaki lima (PKL) dikawasan masuk pasar guna mendukung peran PKL. Disamping itu juga bakal dibangun Depo landasan kontainer truk sampah nantinya.
Diharapkan setelah dipasangnya lampu penerang jalan umum di sejumlah titik kawasan kota Rantau, PLN dapat mendukung program ini. Artinya, lampu yang dipasang ini dapat menyala sesuai dengan jadwal yang diperlukan oleh masyarakat Tapin. Misalnya, jam malam setelah magrib itu idealnya lampu PJU sudah menyala, karena jika pada waktu itu kondisi PJU tidak menyala, Hal itu kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan rawan kecelakaan. Dikatakan Raju, “Terkadang timer pengaturan PJU kita terubah-ubah, yang semestinya sesudah magrib lampu PJU menyala dan itu itu masih belum. Untuk itu diminta agar PLN dpaat mendukung program ini, “katanya.
Dengan dilaksanakan revitalisasi PJU ini di harapkan kota Rantau dapat terang benderang, dan berharap di tahun 2011 mendatang kami diberi dana lagi untuk keperluan lainnya seperti aspirasi masyarakat dan PJU. Demikian Rajuddin Noor. (Rull)
Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin Siapkan Program OBIT
RANTAU, Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin tengah mempersiapkan program tanam satu miliar pohon untuk dunia yang bakal dicanangkan pada bulan Desember 2010 nanti. Program tanam tersebut bertemakan 'One Billion Indonesia Tree (OBIT)' dari Pemerintah Pusat yang serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia, termasuk kita di Tapin. Adapun tujuan OBIT adalah dalam rangka menggugah semangat dan kesadaran warga masyarakat untuk menanam baik itu genarasi baru maupun generasi sebelumnya, yang fungsinya adanya pohon didaerah ini dapat serapan air yang tinggi juga mensejukan kabupaten Tapin nantinya.
Hal tersebut diungkapkan Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin kepada MataBanua diruang kerjanya kemarin.
Adapun puncak acaranya nanti di Tapin kita masih dalam pembahasan di tingkat satu bersama Gurbenur Kalsel. Karena itu sifatnya Nasional dan serentak se-Indonesia jadi diperlukan persiapan yang matang. Bahkan Kabupaten Tapin membuka dan siap menyediakan lokasi tanam yang luas bagi Provinsi kalsel yang menginginkan kegiatan tanam 1 miliar pohon yang dilaksanakan 28 Desember untuk tingkat Provinsi Kalsel nanti dilaksanakan di Tapin, harapnya semoga Gurbenur Kalsel menyetujui.
Guna mensukseskan program OBIT, persiapan demi persiapan tengah kita lakukan guna mensinergikan kinerja antara lain dengan pembentukan panitia OBIT. Nantinya panitia yang kita bentuk akan mengkordinir kegiatan, membuat laporan dan memonitoring kegiatan. Misalnya, kita membuat permintaan bibit pohon kepada Dinas Perhutanan dan Perkebunan, Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) atau juga kepada Dinas Pertanian Kalsel tingkat 1 Kalsel. Jika bibit pohon tersedia dan di kirim oleh mereka ke Kabupaten Tapin, selanjutnya bibit pohon tersebut kita simpan dalam posko yang kita bentuk sebagai penyalur bibit pohon di kantor kita nanti. “Posko yang dibentuk tersebut nantinya berfungsi sebagai penyalur bibit pohon kepada warga masyarakat Tapin maupun lembaga instansi, organisasi masyarakat, perusahaan dan sebagainya. Jadi siapapun yang ingin bibit pohon kita beri, dengan jatah perorang minimal 10 bibit pohon, sementara untuk lembaga itu minimal 100 pohon per lembaga, “katanya.
Agar kegiatan OBIT lebih mengena dan mantap lagi, lanjut Sufian, kita akan berkontribusikan program OBIT ini dengan pelaku stake holder di daerah ini. Misalnya, Instansi Pemerintah, Seluruh SKPD Pemkab Tapin, BUMN, BUMD, PKK, Organisasi Kepemudaan seperti KNPI, Organisasi Sosial Masyarakat, serta perusahaan, dan lain sebagainya. Program tanam ini telah dilaksanakan dari mulai 1 Januari 2010 kemarin hingga 1 Maret 2011. Dengan jangka waktu satu tahun tersebut itu minimal sudah tertanam pohon untuk dunia sebanyak 1 miliar pohon di seluruh Indonesia. Jenis tanaman pohon yang ditanam itu bukan hanya jenis tanaman hutan saja, melainkan untuk seluruh jenis tanaman pohon seperti karet atau yang lainnya. Sementara kita di Tapin sudah menanam bibit pohon sesuai target tanam Indonesia untuk dunia sebanyak 20 ribu pohon, seperti bantuan bibit karet yang kita tanam di atas lahan 400 hektar, dan itu terhitung untuk karet saja. Belum lagi yang dilaksanakan oleh TNI Manunggal beberapa waktu lalu sebanyak 5.000 pohon penghijauan, dan bantuan bibit pohon yang bakal disebar kepada masyarakat, katanya.
Sementara menyinggung perihal banjir yang melanda kawasan bawah di kabupaten Tapin apakah ada kaitannya dengan gundulnya hutan di kawasan atas seperti di kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Kadis Perhutanan dan Perkebunan, Ir.Sufian Noor menyatakan, “logikanya memang demikian yakni lantaran gundulnya hutan sehingga daerah serapan air berkurang. Akibatnya air tak tertahan dan langsung menggenangi kawasan bawah, “katanya.
Adapun pnyebabnya itu sangat banyak, dan diakui diantaranya sesuai bidang kami yakni adanya perambaan dan penebangan hutan. Selebihnya kami tak berani memberikan pernyataan kalau diluar kewenangan kami. Di Kabupaten Tapin terdapat lahan kritis seluas 17.557 hektar, dan itu informasi data tahun 2008 lalu kita melaksanakan pendataan lahan. Sebagaimana diketahui bahwa lahan kritis merupakan kawasan serapan airnya yang rendah dan tidaklah terlalu tinggi. Sekiranya lahan tersebut tertanam pohon yang besar tentunya daerah itu menjadi kawasan serapan air yang tinggi, untuk itulah dengan adanya program kami di OBIT, semoga saja inti tujuan dari program ini dapat terwujud dan mengena di hati masyarakat Tapin. Sebab dengan adanya pohon di daerah ini tentunya akan berfungsi menjadi serapan air yang tinggi, sekaligus juga dapat menyejukan Kabupaten Tapin nantinya. Demikian Sufian Noor. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin kepada MataBanua diruang kerjanya kemarin.
Adapun puncak acaranya nanti di Tapin kita masih dalam pembahasan di tingkat satu bersama Gurbenur Kalsel. Karena itu sifatnya Nasional dan serentak se-Indonesia jadi diperlukan persiapan yang matang. Bahkan Kabupaten Tapin membuka dan siap menyediakan lokasi tanam yang luas bagi Provinsi kalsel yang menginginkan kegiatan tanam 1 miliar pohon yang dilaksanakan 28 Desember untuk tingkat Provinsi Kalsel nanti dilaksanakan di Tapin, harapnya semoga Gurbenur Kalsel menyetujui.
Guna mensukseskan program OBIT, persiapan demi persiapan tengah kita lakukan guna mensinergikan kinerja antara lain dengan pembentukan panitia OBIT. Nantinya panitia yang kita bentuk akan mengkordinir kegiatan, membuat laporan dan memonitoring kegiatan. Misalnya, kita membuat permintaan bibit pohon kepada Dinas Perhutanan dan Perkebunan, Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) atau juga kepada Dinas Pertanian Kalsel tingkat 1 Kalsel. Jika bibit pohon tersedia dan di kirim oleh mereka ke Kabupaten Tapin, selanjutnya bibit pohon tersebut kita simpan dalam posko yang kita bentuk sebagai penyalur bibit pohon di kantor kita nanti. “Posko yang dibentuk tersebut nantinya berfungsi sebagai penyalur bibit pohon kepada warga masyarakat Tapin maupun lembaga instansi, organisasi masyarakat, perusahaan dan sebagainya. Jadi siapapun yang ingin bibit pohon kita beri, dengan jatah perorang minimal 10 bibit pohon, sementara untuk lembaga itu minimal 100 pohon per lembaga, “katanya.
Agar kegiatan OBIT lebih mengena dan mantap lagi, lanjut Sufian, kita akan berkontribusikan program OBIT ini dengan pelaku stake holder di daerah ini. Misalnya, Instansi Pemerintah, Seluruh SKPD Pemkab Tapin, BUMN, BUMD, PKK, Organisasi Kepemudaan seperti KNPI, Organisasi Sosial Masyarakat, serta perusahaan, dan lain sebagainya. Program tanam ini telah dilaksanakan dari mulai 1 Januari 2010 kemarin hingga 1 Maret 2011. Dengan jangka waktu satu tahun tersebut itu minimal sudah tertanam pohon untuk dunia sebanyak 1 miliar pohon di seluruh Indonesia. Jenis tanaman pohon yang ditanam itu bukan hanya jenis tanaman hutan saja, melainkan untuk seluruh jenis tanaman pohon seperti karet atau yang lainnya. Sementara kita di Tapin sudah menanam bibit pohon sesuai target tanam Indonesia untuk dunia sebanyak 20 ribu pohon, seperti bantuan bibit karet yang kita tanam di atas lahan 400 hektar, dan itu terhitung untuk karet saja. Belum lagi yang dilaksanakan oleh TNI Manunggal beberapa waktu lalu sebanyak 5.000 pohon penghijauan, dan bantuan bibit pohon yang bakal disebar kepada masyarakat, katanya.
Sementara menyinggung perihal banjir yang melanda kawasan bawah di kabupaten Tapin apakah ada kaitannya dengan gundulnya hutan di kawasan atas seperti di kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Kadis Perhutanan dan Perkebunan, Ir.Sufian Noor menyatakan, “logikanya memang demikian yakni lantaran gundulnya hutan sehingga daerah serapan air berkurang. Akibatnya air tak tertahan dan langsung menggenangi kawasan bawah, “katanya.
Adapun pnyebabnya itu sangat banyak, dan diakui diantaranya sesuai bidang kami yakni adanya perambaan dan penebangan hutan. Selebihnya kami tak berani memberikan pernyataan kalau diluar kewenangan kami. Di Kabupaten Tapin terdapat lahan kritis seluas 17.557 hektar, dan itu informasi data tahun 2008 lalu kita melaksanakan pendataan lahan. Sebagaimana diketahui bahwa lahan kritis merupakan kawasan serapan airnya yang rendah dan tidaklah terlalu tinggi. Sekiranya lahan tersebut tertanam pohon yang besar tentunya daerah itu menjadi kawasan serapan air yang tinggi, untuk itulah dengan adanya program kami di OBIT, semoga saja inti tujuan dari program ini dapat terwujud dan mengena di hati masyarakat Tapin. Sebab dengan adanya pohon di daerah ini tentunya akan berfungsi menjadi serapan air yang tinggi, sekaligus juga dapat menyejukan Kabupaten Tapin nantinya. Demikian Sufian Noor. (Rull)
Rabu, 03 November 2010
Organisasi Sosial Masyarakat Tapin Galang Dana Mentawai Dan Merapi
RANTAU, Sebagai simbol keperdulian bagi para korban bencana yang melanda Indonesia seperti gempa bumi berkekuatan 7,2 SR, disusul hantaman tsunami di Mentawai Sumbar, dan juga letusan gunung merapi Yogyakarta. Karang Taruna Kabupaten Tapin bekerjasama dengan Organisasi Sosial yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) menggalang dana bencana bagi korban gempa dan tsunami di lapangan Dwidharma Rantau, Minggu (31/10) pagi kemarin.
Pantauan MataBanua, pekerja sosial tersebut melaksanakan aksi simpatik dengan mencari donatur dari masyarakat untuk turut membantu para korban bencana. Berbekal sebuah tas kresek mereka keliling lapangan Dwidharma Rantau ditengah momentum jalan santai yang diikuti sekitar 3000 orang lebih.
“Penggalangan dana pada minggu kemarin merupakan hari pertama dimulainya aksi simpatik bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana di Mentawai dan Merapi. Secara bersama-sama kita memungut donasi kepada masyarakat Tapin secara sukarela dimulai pada minggu kemarin hingga minggu depan dibeberapa titik lokasi seperti pasar Rantau, dan muka halaman kantor Bupati Tapin. Diharapkan warga Tapin dapat berpartisipasi dalam rangka membantu warga kita yang terkena musibah di Mentawai dan Merapi, dan rencananya hasil perolehan penggalangan dana tersebut kita salurkan melalui rekening perduli bencana alam Mentawai dan Merapi, “kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Tapin, Murtoyo didampingi Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat, Rusli. (Rull)
Pantauan MataBanua, pekerja sosial tersebut melaksanakan aksi simpatik dengan mencari donatur dari masyarakat untuk turut membantu para korban bencana. Berbekal sebuah tas kresek mereka keliling lapangan Dwidharma Rantau ditengah momentum jalan santai yang diikuti sekitar 3000 orang lebih.
“Penggalangan dana pada minggu kemarin merupakan hari pertama dimulainya aksi simpatik bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana di Mentawai dan Merapi. Secara bersama-sama kita memungut donasi kepada masyarakat Tapin secara sukarela dimulai pada minggu kemarin hingga minggu depan dibeberapa titik lokasi seperti pasar Rantau, dan muka halaman kantor Bupati Tapin. Diharapkan warga Tapin dapat berpartisipasi dalam rangka membantu warga kita yang terkena musibah di Mentawai dan Merapi, dan rencananya hasil perolehan penggalangan dana tersebut kita salurkan melalui rekening perduli bencana alam Mentawai dan Merapi, “kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Tapin, Murtoyo didampingi Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat, Rusli. (Rull)
Perpustakaan Rantau Tarik Minat Baca Anak Melalui Puisi
RANTAU, Guna menarik minat baca bagi kalangan remaja, pemuda di Kabupaten Tapin, sekaligus juga memperkenalkan lingkungan dan fasilitas yang dimiliki Perpustakaan Rantau. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar perlombaan puisi di kantornya, beberapa waktu lalu.
Hal itu diungkapkan Hasyim, Ketua Panitia Kegiatan lomba Puisi, kepada wartawan kemarin.
Lomba puisi yang diikuti 9 orang pelajar SLTA di Tapin ini berlangsung dengan semangat patriotisme. Pasalnya, puisi perjuangan yang dibacakan sejumlah pelajar mewarnai hari pahlawan Nasional di Bulan November ini. Dimana diantara peserta lomba bersemangat selayaknya patriot dengan tampil lengkap dengan attribute sepucuk pistol, seraya mengacungkan pistol sambil berteriak isi dibalik puisi perjuangan yang diucapkannya.
Menurut Hasyim, pemenang lomba puisi di tingkat Kabupaten ini bakal mewakili Kabupaten Tapin ke Provinsi Banjarmasin mendatang, katanya.
“Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di bulan November ini, sekaligus juga untuk menarik minat baca kalangan remaja di Tapin juga untuk menciptakan kondisi positif apresiasi pelajar terhadap kesastraan, terutama dalam hal keterampilan membaca puisi, ”kata Hasyim.
Para pemenang lomba baca puisi, tambah Hasyim akan mendapatkan hadiah tropi dan uang pembinaan. Untuk juara I akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp700 ribu, Rp600 ribu, dan Rp500 ribu untuk juara dua dan ketiga. Sedangkan harapan satu dan dua akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp400 ribu dan Rp300 ribu. (rull)
Hal itu diungkapkan Hasyim, Ketua Panitia Kegiatan lomba Puisi, kepada wartawan kemarin.
Lomba puisi yang diikuti 9 orang pelajar SLTA di Tapin ini berlangsung dengan semangat patriotisme. Pasalnya, puisi perjuangan yang dibacakan sejumlah pelajar mewarnai hari pahlawan Nasional di Bulan November ini. Dimana diantara peserta lomba bersemangat selayaknya patriot dengan tampil lengkap dengan attribute sepucuk pistol, seraya mengacungkan pistol sambil berteriak isi dibalik puisi perjuangan yang diucapkannya.
Menurut Hasyim, pemenang lomba puisi di tingkat Kabupaten ini bakal mewakili Kabupaten Tapin ke Provinsi Banjarmasin mendatang, katanya.
“Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di bulan November ini, sekaligus juga untuk menarik minat baca kalangan remaja di Tapin juga untuk menciptakan kondisi positif apresiasi pelajar terhadap kesastraan, terutama dalam hal keterampilan membaca puisi, ”kata Hasyim.
Para pemenang lomba baca puisi, tambah Hasyim akan mendapatkan hadiah tropi dan uang pembinaan. Untuk juara I akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp700 ribu, Rp600 ribu, dan Rp500 ribu untuk juara dua dan ketiga. Sedangkan harapan satu dan dua akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp400 ribu dan Rp300 ribu. (rull)
Sabtu, 30 Oktober 2010
Pemkab Tapin Sonsong Adipura Dengan Bersih-Bersih
RANTAU, Menindaklanjuti himbauan Bupati Tapin untuk menggalakan kembali jum’at bersih sekaligus menyambut Adipura 2010-2011. Seluruh SKPD dan masyarakat diminta untuk berpartisipasi melaksanakan kebersihan di lingkungannya masing-masing. Hal itu sekaligus juga untuk mendongkrak nilai adipura yang sempat terpuruk tahun lalu.
Hal tersebut diungkapkan Ir.HM.Yunus, Kamis (28/10) kemarin sebagaimana di kutip dari MataBanua diruang kerjanya.
Menurutnya, Tim Adipura Pemkab Tapin yang di kordinasi oleh Badan Lingkungan Hidup Tapin telah melaksanakan rapat dan saat itu sepakat untuk meningkatkan citra adipura bagi daerah ini ke depan dan seterusnya. Dalam rapat yang dilaksanakan di BLH Tapin, Tim Adipura Pemkab Tapin telah menyusun jadwal guna melaksanakan gerakan kebersihan bersama seluruh SKPD di Tapin dan masyarakat Tapin sebagai salah satu langkah upaya untuk mendongkrak nilai adipura di daerah ini.
“Sehari setelah melaksanakan rapat bersama seluruh elemen yang terlibat, di harapkan langsung bergerak membenahi sekaligus menata titik kawasan yang dianggap sebagai kawasan yang bakal dinilai oleh tim penilai adipura. Mereka gontong royong membersihkan lingkungan instansi mereka masing-masing hingga ke kawasan lainnya yang menjadi titik pantau tim penilai adipura, “kata HM.Yunus, Kepala BLH Tapin didampingi Anisa, Kasubid Pemulihan Kualitas Lingkungan di BLH Tapin.
Seluruh SKPD maupun seluruh elemen masyarakat telah mendapatkan himbauan dari Bupati Tapin untuk melaksanakan gerakan kebersihan dalam rangka guna mengwujudkan kota Rantau yang bersih, sehat, indah, dan sejuk sekaligus juga menyongsong penilaian Adipura yang sebentar lagi dilaksanakan. Selanjutnya, dikatakan Yunus, seluruh SKPD, masyarakat maupun pihak swasta diminta untuk melaksanakan tindakan konkrit berupa agar mereka menyediakan tempat sampah yang cukup di lingkungannya masing-masing berupa tempat sampah terpisah antara sampah organik dan sampah non organik.
Juga dihimbau kepada masyarakat agar di dalam pengelolaan sampah tidak boleh di bakar, tetapi harus di buang ke TPS, yang selanjutnya petugas kebersihan membuangnya ke TPA. Hal itu sesuai dengan undang-undang nomor 18 tentang pengelolaan sampah.
Selain itu seluruh pihak juga diminta untuk menggalakan kembali aksi jum’at bersih di lingkungannya masing-masing, katanya.
Tapin Optimis Raih Adipura
Pemerintah Kabupaten Tapin tengah berbenah dan mulai menata semua titik pantau tim penilai adipura tahap pertama 2010-2011 di kota Rantau. Hal ini mengingat daerah ini akan didatangi tim penilai adipura di awal bulan November ini. Pengelolaan Lingkungan Hidup datang ke Tapin. Mereka datang ke sini dalam rangka penilaian Adipura di Kabupaten Tapin. Program Adipura adalah program dari Kementerian Lingkungan Hidup yang tujuannya guna membantu pemerintah Kabupaten kota untuk berupaya meningkatkan kemampuan pengelolaan lingkungan di daerahnya masing-masing, kata Ir.HM.Yunus, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin, didampingi Anisa, Kasubid Pemulihan Kualitas Lingkungan di BLH Tapin.
Ditambahkan Anisa, akhir Oktober kemarin tim penilai berencana ingin datang ke kawasan ini guna melaksanakan penilaian. Namun justru diundur sesuai kata pak Yunus, jadinya di awal November. Karena itu tim adipura sehari setelah rapat bersama pada selasa pekan kemarin sepakat bahwa seluruh SKPD di Pemkab Tapin, pihak swasta, dan masyarakat diminta untuk langsung membenahi kawasan titik penilaian Adipura dikawasannya masing-masing. Dan sebagai langkah nyata pada kamis kemarin seperti anggota TNI, KNPI, dan BPK tengah membenahi TPA. Juga seluruh SKPD di Tapin melaksanakan bersih-bersih di lingkungan kantornya masing-masing, kata Anisa.
Lanjut Anisa, “Ada beberapa titik kawasan yang akan dinilai tim adipura di sekitar kota Rantau. Yakni Pasar Rantau, TPA, Terminal, Daerah Aliran Sungai, Jalan, Drainase, Sekolah, Rumah Sakit, Puskesmas, Permukiman Penduduk seperti di komplek Haur Kuning, Mustika Rangda, Perumnas Dulang, hingga Perumnas di jalan Pembangunan, bahkan sampai kediaman Bupati Tapin, “katanya.
Menurutnya dari beberapa kawasan yang disebutkan tadi, terdapat kawasan yang menurutnya penilainnya tahun lalu jatuh, terutama kawasan TPA, dan pasar Rantau.
“Tahun ini, Tim Adipura sepakat dan optimis untuk meningkatkan penilaian nominasi adipura dengan target point 7,2 lebih dari angka perolehan adipura tahun lalu yang hanya menerima point 5. Kendati berat namun tetap optimis, “katanya. (rull)
Hal tersebut diungkapkan Ir.HM.Yunus, Kamis (28/10) kemarin sebagaimana di kutip dari MataBanua diruang kerjanya.
Menurutnya, Tim Adipura Pemkab Tapin yang di kordinasi oleh Badan Lingkungan Hidup Tapin telah melaksanakan rapat dan saat itu sepakat untuk meningkatkan citra adipura bagi daerah ini ke depan dan seterusnya. Dalam rapat yang dilaksanakan di BLH Tapin, Tim Adipura Pemkab Tapin telah menyusun jadwal guna melaksanakan gerakan kebersihan bersama seluruh SKPD di Tapin dan masyarakat Tapin sebagai salah satu langkah upaya untuk mendongkrak nilai adipura di daerah ini.
“Sehari setelah melaksanakan rapat bersama seluruh elemen yang terlibat, di harapkan langsung bergerak membenahi sekaligus menata titik kawasan yang dianggap sebagai kawasan yang bakal dinilai oleh tim penilai adipura. Mereka gontong royong membersihkan lingkungan instansi mereka masing-masing hingga ke kawasan lainnya yang menjadi titik pantau tim penilai adipura, “kata HM.Yunus, Kepala BLH Tapin didampingi Anisa, Kasubid Pemulihan Kualitas Lingkungan di BLH Tapin.
Seluruh SKPD maupun seluruh elemen masyarakat telah mendapatkan himbauan dari Bupati Tapin untuk melaksanakan gerakan kebersihan dalam rangka guna mengwujudkan kota Rantau yang bersih, sehat, indah, dan sejuk sekaligus juga menyongsong penilaian Adipura yang sebentar lagi dilaksanakan. Selanjutnya, dikatakan Yunus, seluruh SKPD, masyarakat maupun pihak swasta diminta untuk melaksanakan tindakan konkrit berupa agar mereka menyediakan tempat sampah yang cukup di lingkungannya masing-masing berupa tempat sampah terpisah antara sampah organik dan sampah non organik.
Juga dihimbau kepada masyarakat agar di dalam pengelolaan sampah tidak boleh di bakar, tetapi harus di buang ke TPS, yang selanjutnya petugas kebersihan membuangnya ke TPA. Hal itu sesuai dengan undang-undang nomor 18 tentang pengelolaan sampah.
Selain itu seluruh pihak juga diminta untuk menggalakan kembali aksi jum’at bersih di lingkungannya masing-masing, katanya.
Tapin Optimis Raih Adipura
Pemerintah Kabupaten Tapin tengah berbenah dan mulai menata semua titik pantau tim penilai adipura tahap pertama 2010-2011 di kota Rantau. Hal ini mengingat daerah ini akan didatangi tim penilai adipura di awal bulan November ini. Pengelolaan Lingkungan Hidup datang ke Tapin. Mereka datang ke sini dalam rangka penilaian Adipura di Kabupaten Tapin. Program Adipura adalah program dari Kementerian Lingkungan Hidup yang tujuannya guna membantu pemerintah Kabupaten kota untuk berupaya meningkatkan kemampuan pengelolaan lingkungan di daerahnya masing-masing, kata Ir.HM.Yunus, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin, didampingi Anisa, Kasubid Pemulihan Kualitas Lingkungan di BLH Tapin.
Ditambahkan Anisa, akhir Oktober kemarin tim penilai berencana ingin datang ke kawasan ini guna melaksanakan penilaian. Namun justru diundur sesuai kata pak Yunus, jadinya di awal November. Karena itu tim adipura sehari setelah rapat bersama pada selasa pekan kemarin sepakat bahwa seluruh SKPD di Pemkab Tapin, pihak swasta, dan masyarakat diminta untuk langsung membenahi kawasan titik penilaian Adipura dikawasannya masing-masing. Dan sebagai langkah nyata pada kamis kemarin seperti anggota TNI, KNPI, dan BPK tengah membenahi TPA. Juga seluruh SKPD di Tapin melaksanakan bersih-bersih di lingkungan kantornya masing-masing, kata Anisa.
Lanjut Anisa, “Ada beberapa titik kawasan yang akan dinilai tim adipura di sekitar kota Rantau. Yakni Pasar Rantau, TPA, Terminal, Daerah Aliran Sungai, Jalan, Drainase, Sekolah, Rumah Sakit, Puskesmas, Permukiman Penduduk seperti di komplek Haur Kuning, Mustika Rangda, Perumnas Dulang, hingga Perumnas di jalan Pembangunan, bahkan sampai kediaman Bupati Tapin, “katanya.
Menurutnya dari beberapa kawasan yang disebutkan tadi, terdapat kawasan yang menurutnya penilainnya tahun lalu jatuh, terutama kawasan TPA, dan pasar Rantau.
“Tahun ini, Tim Adipura sepakat dan optimis untuk meningkatkan penilaian nominasi adipura dengan target point 7,2 lebih dari angka perolehan adipura tahun lalu yang hanya menerima point 5. Kendati berat namun tetap optimis, “katanya. (rull)
Kamis, 28 Oktober 2010
Bupati Tinjau Pengerjaan Ponpes Hafal Al-Qur’an
RANTAU, Usai menghadiri peresmian manasik haji di Masjid Raya Nurul Falah Rantau pada selasa kemarin, Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP singgah sejenak di kawasan tempat bakal berdirinya pondok pesantren hafal qur’an di Rantau Baru. Bupati Tapin didampingi kepala dinas pekerjaan umum Tapin langsung meninjau lokasi pembangunan ponpes penghafal al-qur’an Islamic Centre di Rantau Baru.
“Saat kunjungannya kemarin, Bupati Tapin menginginkan saat dipuncak hari jadi Kabupaten Tapin yang tinggal beberapa bulan lagi bapak Gurbenur Kalsel diminta ketersediaannya untuk meletakan batu pertama diatas bangunan pondok pesantren Islamic Centre di kawasan Rantau Baru, “kata Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gt.Noorzaman sebagaimana dikutip dari MataBanua, Rabu (27/10) kemarin.
Pondok pesantren penghafal al-qur’an di bangun secara bertahap diatas tanah seluas 1,5 hektar dengan anggaran dana senilai Rp.5 Miliar dari APBD II Kabupaten Tapin. Dari total dana 5 miliar tadi dipecah lagi, untuk tahun 2010 Rp.2 Miliar dan tahun 2011 Rp.3 miliar.
Tahun 2010 ini kita mulai melaksanakan pengerjaannya seperti pembangunan Pendopo dan Mushola sebagai tahap pertama. Sebagaimana terlihat pengerjaan konstruksi bangunan panggung yang dikerjakan kontraktor. Disusul selanjutnya ditahun 2011 pembangunan perpustakaan, rumah, pos jaga, dan tempat wudhu sebagai tahap selanjutnya. Proyek pengerjaan pembangunan pondok pesantren penghafal alqur’an Islamic Centre ini diyakini akan bisa rampung sesuai dengan jadwal, dan menurutnya ditargetkan di 2011 sudah selesai, katanya.
Selanjutnya, usai meninjau proyek pembangunan ponpes hafal al-qur’an. Bupati berserta rombongan dinas PU Tapin meninjau lokasi pengerjaan jalan di kawasan Rantau Baru. Diantaranya jalan MTQ-BYPASS Rantau yang lebar jalan 60 meter.
Saat itu, Bupati Tapin meminta untuk meluruskan sesegeranya jalan MTQ-BYPASS Rantau. Pasalnya, dilokasi itu masih ada lahan warga yang terdapat pohon jati dan belum terbebaskan dari kepemilikannya. Dan Bupati meminta untuk sesegeranya dibebaskan lahan kepemilikan dari masyarakat untuk dibangun jalan di kawasan Rantau Baru.
Tahun 2010 ini sesegeranya dibebaskan, bahkan dananya sudah ada di APBD perubahan Kabupaten Tapin. Selanjutnya, Bupati meminta ditahun 2011 agar dibuatkan pintu gerbang di bypass yang lengkap dengan slogan sebuah kawasan Rantau Baru.
Kata Bupati kutip Kadis PU, “tolong di tahun 2010 untuk sesegeranya membebaskan lahan, selanjutnya ditahun 2011 tolong dibuatkan pintu gerbang sebagai slogan keberadaan kawasan Rantau Baru, “katanya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PU, Zainal Aqli menambahkan, “Jalan MTQ-Bypass yang memiliki lebar 60 meter ini masih dalam tahap pengerasan jalan. Dan di tahun 2012 jalan di kawasan Rantau Baru dekat danau diaspal hotmik. Mengingat lapisan tanah tersebut sudah keras, “katanya.
Jalan yang dikerjakan di kawasan Rantau Baru merupakan prioritas program kerja tahun 2010, 2011, 2012. Di tahun ini kita juga akan membuka jalan tembus dari jalan yang dekat danau menuju Salak , dimana didekat danau akan dibangun bundaran dan perempatan, katanya. (Rull)
“Saat kunjungannya kemarin, Bupati Tapin menginginkan saat dipuncak hari jadi Kabupaten Tapin yang tinggal beberapa bulan lagi bapak Gurbenur Kalsel diminta ketersediaannya untuk meletakan batu pertama diatas bangunan pondok pesantren Islamic Centre di kawasan Rantau Baru, “kata Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gt.Noorzaman sebagaimana dikutip dari MataBanua, Rabu (27/10) kemarin.
Pondok pesantren penghafal al-qur’an di bangun secara bertahap diatas tanah seluas 1,5 hektar dengan anggaran dana senilai Rp.5 Miliar dari APBD II Kabupaten Tapin. Dari total dana 5 miliar tadi dipecah lagi, untuk tahun 2010 Rp.2 Miliar dan tahun 2011 Rp.3 miliar.
Tahun 2010 ini kita mulai melaksanakan pengerjaannya seperti pembangunan Pendopo dan Mushola sebagai tahap pertama. Sebagaimana terlihat pengerjaan konstruksi bangunan panggung yang dikerjakan kontraktor. Disusul selanjutnya ditahun 2011 pembangunan perpustakaan, rumah, pos jaga, dan tempat wudhu sebagai tahap selanjutnya. Proyek pengerjaan pembangunan pondok pesantren penghafal alqur’an Islamic Centre ini diyakini akan bisa rampung sesuai dengan jadwal, dan menurutnya ditargetkan di 2011 sudah selesai, katanya.
Selanjutnya, usai meninjau proyek pembangunan ponpes hafal al-qur’an. Bupati berserta rombongan dinas PU Tapin meninjau lokasi pengerjaan jalan di kawasan Rantau Baru. Diantaranya jalan MTQ-BYPASS Rantau yang lebar jalan 60 meter.
Saat itu, Bupati Tapin meminta untuk meluruskan sesegeranya jalan MTQ-BYPASS Rantau. Pasalnya, dilokasi itu masih ada lahan warga yang terdapat pohon jati dan belum terbebaskan dari kepemilikannya. Dan Bupati meminta untuk sesegeranya dibebaskan lahan kepemilikan dari masyarakat untuk dibangun jalan di kawasan Rantau Baru.
Tahun 2010 ini sesegeranya dibebaskan, bahkan dananya sudah ada di APBD perubahan Kabupaten Tapin. Selanjutnya, Bupati meminta ditahun 2011 agar dibuatkan pintu gerbang di bypass yang lengkap dengan slogan sebuah kawasan Rantau Baru.
Kata Bupati kutip Kadis PU, “tolong di tahun 2010 untuk sesegeranya membebaskan lahan, selanjutnya ditahun 2011 tolong dibuatkan pintu gerbang sebagai slogan keberadaan kawasan Rantau Baru, “katanya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PU, Zainal Aqli menambahkan, “Jalan MTQ-Bypass yang memiliki lebar 60 meter ini masih dalam tahap pengerasan jalan. Dan di tahun 2012 jalan di kawasan Rantau Baru dekat danau diaspal hotmik. Mengingat lapisan tanah tersebut sudah keras, “katanya.
Jalan yang dikerjakan di kawasan Rantau Baru merupakan prioritas program kerja tahun 2010, 2011, 2012. Di tahun ini kita juga akan membuka jalan tembus dari jalan yang dekat danau menuju Salak , dimana didekat danau akan dibangun bundaran dan perempatan, katanya. (Rull)
Ruang VIP RSUD.Datu Sanggul Sudah Ditempati
RANTAU, Ruang VIP di RSUD.Datu Sanggul Rantau semenjak seminggu yang lalu sudah ditempati pasien. Jumlah kamar VIP yang baru ditempati itu ada 16 kamar, dan seluruhnya sudah terpenuhi. Dengan ditempati ruang VIP ini, pastinya pasien lebih nyaman dibandingkan sebelumnya yang tadinya di ruang VIP ada panggilan tunggu, kini tak ada lagi panggilan tunggu seperti itu.
Hal itu diungkapkan Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, Noor Irfansyah, SKm, kemarin sebagaimana dikutip dari MataBanua.
Ruang VIP yang baru saja selesai dikerjakan bangunan fisiknya dan ditempati ternyata dari 16 kamar VIP tadi seluruhnya belum terpenuhi fasilitas seperti tv dan sebagainya. Hal ini karena fasilitas di kamar tersebut masih dalam pengadaan barang.
Sebelumnya, ruang gizi dapur juga sudah dipindah pada bangunan yang baru. Begitu juga yang sudah lama tadi seperti ruang OKI atau ruang operasi juga sudah dipindah. Dan saat ini ruang bersalin di pindah sementara keruang perawatan bedah, mengingat ruang bedah akan dibangun dan dibenahi lagi. Mendapatkan informasi dari dinas PU Tapin, pengerjaan ruang bedah itu ditargetkan 75 hari kerja, dalam 25 hari itu kita pindah sementara ruang bersalin tadi, demikian Noorifansyah. (Rull)
Hal itu diungkapkan Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, Noor Irfansyah, SKm, kemarin sebagaimana dikutip dari MataBanua.
Ruang VIP yang baru saja selesai dikerjakan bangunan fisiknya dan ditempati ternyata dari 16 kamar VIP tadi seluruhnya belum terpenuhi fasilitas seperti tv dan sebagainya. Hal ini karena fasilitas di kamar tersebut masih dalam pengadaan barang.
Sebelumnya, ruang gizi dapur juga sudah dipindah pada bangunan yang baru. Begitu juga yang sudah lama tadi seperti ruang OKI atau ruang operasi juga sudah dipindah. Dan saat ini ruang bersalin di pindah sementara keruang perawatan bedah, mengingat ruang bedah akan dibangun dan dibenahi lagi. Mendapatkan informasi dari dinas PU Tapin, pengerjaan ruang bedah itu ditargetkan 75 hari kerja, dalam 25 hari itu kita pindah sementara ruang bersalin tadi, demikian Noorifansyah. (Rull)
Dinas PU Tapin Buka Jalan Keraton Menuju Pasar Keraton
RANTAU, Pemerintah Daerah Melalui Dinas Pekerjaan Umum Tapin kembali membuka akses pembangunan jalan Keraton menuju Pasar Keraton. Setelah melaksanakan pembebasan lahan dikawasan itu, selanjutnya Dinas PU mulai menguruk badan jalan yang lebarnya 8 meter dan panjang 225 meter dari jalan Keraton Menuju Pasar Keraton.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gt.Noorzaman sebagaimana dikutip dari Matabanua, selasa (26/10) kemarin.
Adapun pelaksanaan pengerjaannya untuk Jalan Keraton-Pasar Keraton itu sudah mencapai sekitar 80 persen, selanjutnya Jalan Cangkering-Pasar Keraton itu sudah 20 persen. “Insya Allah jika pedagang jadi pindah di tahun 2010 ini, ada tiga jalur alternative menuju Pasar Keraton, Pertama jalan Cangkering-Pasar Keraton, Jalan Kupang-Pasar Keraton, Jalan Keraton-Pasar Keraton, dan Jalan utama di H.Isbat-Kupang-Cangkering. Dengan dibangunnya jalan ini, tentunya akses jalan alternative menuju Pasar Keraton semakin bertambah dan semakin mudah menuju kawasan Pasar Keraton, “katanya.
Sementara warga Keraton Rantau menyambut baik pembangunan jalan Keraton ke Pasar Keraton yang mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Tapin. Namun warga meminta sedikit perhatian Pemerintah Daerah untuk perngerjaan drainase yang sangat dibutuhkan warga Keraton di Kelurahan Kupang yang posisinya tepat di tepi jalan yang sedang mereka kerjakan.
Menurut keterangan, S.Parman, Ketua RT.1 Kelurahan Kupang menyatakan, “Dengan ditambahnya lagi pengerjaan drainase yang sangat dibutuhkan warga setempat itu dinilai dapat mengatasi genangan air di Keraton. Sebab semenjak diuruknya jalan dan di bukanya jalan Keraton ke Pasar Keraton, saluran drainase terdahulu tertutup oleh jalan tersebut sehingga drainase tak berfungsi lagi. Akibatnya kalau hujan, air akan menggenangi lingkungan rumah mereka lantaran tersumbat. Oleh karena itu, warga bergontong royong menggali saluran pembuangannya untuk mengatasi permasalahan itu, “katanya.
“Kami tidak keberatan pada pengerjaan pembangunan jalan Keraton menuju Pasar Keraton, justru kami malah senang dan menyambut baik. Kami hanya minta perhatian Pemerintah Daerah untuk dibuatkan saluran drainasenya sebagai tambahan. Dan juga dikerjakannya secara teknis haruslah hati-hati sesuai harapan warga dalam pengerjaannya tidak asal-asalan, namun mesti penuh perhitungan. Mungkin secara teknis Dinas PU yang mengerti. Contohnya, faktor tinggi dan rendahnya sebuah drainase ditentukan guna mengatur debit air. Hal itu agar air dapat mengalir dari hulu ke hilir dan tidak mampet nantinya sekiranya pasar Keraton sudah di tempati, “pungkasnya. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gt.Noorzaman sebagaimana dikutip dari Matabanua, selasa (26/10) kemarin.
Adapun pelaksanaan pengerjaannya untuk Jalan Keraton-Pasar Keraton itu sudah mencapai sekitar 80 persen, selanjutnya Jalan Cangkering-Pasar Keraton itu sudah 20 persen. “Insya Allah jika pedagang jadi pindah di tahun 2010 ini, ada tiga jalur alternative menuju Pasar Keraton, Pertama jalan Cangkering-Pasar Keraton, Jalan Kupang-Pasar Keraton, Jalan Keraton-Pasar Keraton, dan Jalan utama di H.Isbat-Kupang-Cangkering. Dengan dibangunnya jalan ini, tentunya akses jalan alternative menuju Pasar Keraton semakin bertambah dan semakin mudah menuju kawasan Pasar Keraton, “katanya.
Sementara warga Keraton Rantau menyambut baik pembangunan jalan Keraton ke Pasar Keraton yang mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Tapin. Namun warga meminta sedikit perhatian Pemerintah Daerah untuk perngerjaan drainase yang sangat dibutuhkan warga Keraton di Kelurahan Kupang yang posisinya tepat di tepi jalan yang sedang mereka kerjakan.
Menurut keterangan, S.Parman, Ketua RT.1 Kelurahan Kupang menyatakan, “Dengan ditambahnya lagi pengerjaan drainase yang sangat dibutuhkan warga setempat itu dinilai dapat mengatasi genangan air di Keraton. Sebab semenjak diuruknya jalan dan di bukanya jalan Keraton ke Pasar Keraton, saluran drainase terdahulu tertutup oleh jalan tersebut sehingga drainase tak berfungsi lagi. Akibatnya kalau hujan, air akan menggenangi lingkungan rumah mereka lantaran tersumbat. Oleh karena itu, warga bergontong royong menggali saluran pembuangannya untuk mengatasi permasalahan itu, “katanya.
“Kami tidak keberatan pada pengerjaan pembangunan jalan Keraton menuju Pasar Keraton, justru kami malah senang dan menyambut baik. Kami hanya minta perhatian Pemerintah Daerah untuk dibuatkan saluran drainasenya sebagai tambahan. Dan juga dikerjakannya secara teknis haruslah hati-hati sesuai harapan warga dalam pengerjaannya tidak asal-asalan, namun mesti penuh perhitungan. Mungkin secara teknis Dinas PU yang mengerti. Contohnya, faktor tinggi dan rendahnya sebuah drainase ditentukan guna mengatur debit air. Hal itu agar air dapat mengalir dari hulu ke hilir dan tidak mampet nantinya sekiranya pasar Keraton sudah di tempati, “pungkasnya. (Rull)
Dinsosduknaker Tapin Mulai Laksanakan Pemuktahiran Data
RANTAU, Dinas Sosial Kependudukan Kabupaten Tapin pada Rabu (20/10) kemarin mulai melaksanakan pemuktahiran data sekaligus pencocokan dan penelitian data penduduk ke 12 kecamatan di Tapin. Pada rabu kemarin petugas kita mulai melaksanakan pemuktahiran data penduduk ke Binuang sebagai kecamatan pertama yang didatangi petugas kita di Dinas Kependudukan Tapin. Selanjutnya keesokan harinya pada Kamis (21/10) kemarin, petugas kita mendatangi Kecamatan Bakarangan.
Hal tersebut diungkapkan H.Sukarman, Kepala Dinas Sosial Kependudukan Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, ketika memantau gedung Perusda Tapin, kemarin.
Menurutnya, ”kita mulai mencocokan sekaligus meneliti data kependudukan di 12 kecamatan di Tapin sejak Rabu kemarin, dan akan berlangsung sampai dengan 6 November 2010 nanti. Disitu petugas kita akan mengkroscek data kependudukan dengan menyerahkan format dokumen kartu keluarga jenis F101, ”katanya.
Pemuktahiran data ini dalam rangka mengwujudkan elektronik – KTP online yang bakal diselenggarakan di tahun 2011 mendatang. Petugas kita akan bekerja dengan mendatangi setiap kecamatan sampai dengan bulan November nanti, yang selanjutnya setelah pemuktahiran data penduduk lengkap di kita, lantas di siapkan NIK sesuai data yang ada.
Adapun terkait kantor untuk Badan Kependudukan yang bakal berdiri sendiri rencananya akan ditempatkan di bekas kantor Perusda Tapin. Dan saat ini tengah dibenahi dan dipersiapkan untuk ditempati sebagai pusat data kependudukan di kantor tersebut. Sementara untuk perlengkapan seperti komputer, itu semuanya sudah tersedia dan tinggal ditempatkan saja. Bahkan Dirjen RI sendiri yang akan memasang langsung perlengkapan kependudukan berbasis online tersebut nantinya. Demikian Sukarman. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan H.Sukarman, Kepala Dinas Sosial Kependudukan Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, ketika memantau gedung Perusda Tapin, kemarin.
Menurutnya, ”kita mulai mencocokan sekaligus meneliti data kependudukan di 12 kecamatan di Tapin sejak Rabu kemarin, dan akan berlangsung sampai dengan 6 November 2010 nanti. Disitu petugas kita akan mengkroscek data kependudukan dengan menyerahkan format dokumen kartu keluarga jenis F101, ”katanya.
Pemuktahiran data ini dalam rangka mengwujudkan elektronik – KTP online yang bakal diselenggarakan di tahun 2011 mendatang. Petugas kita akan bekerja dengan mendatangi setiap kecamatan sampai dengan bulan November nanti, yang selanjutnya setelah pemuktahiran data penduduk lengkap di kita, lantas di siapkan NIK sesuai data yang ada.
Adapun terkait kantor untuk Badan Kependudukan yang bakal berdiri sendiri rencananya akan ditempatkan di bekas kantor Perusda Tapin. Dan saat ini tengah dibenahi dan dipersiapkan untuk ditempati sebagai pusat data kependudukan di kantor tersebut. Sementara untuk perlengkapan seperti komputer, itu semuanya sudah tersedia dan tinggal ditempatkan saja. Bahkan Dirjen RI sendiri yang akan memasang langsung perlengkapan kependudukan berbasis online tersebut nantinya. Demikian Sukarman. (Rull)
Sabtu, 23 Oktober 2010
Pemasangan Baru PLN Kesempatan Para Calo Listrik
RANTAU, Duh ternyata ditengah menyediakan pemasangan baru sebanyak 1.000 unit listrik di Kabupaten Tapin oleh PLN dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional, ternyata masih banyak warga Tapin yang mengeluhkan akan adanya oknum yang sengaja memasang tarif pemasangan baru dengan harga yang membengkak berkali-kali lipat dari harga yang ditentukan oleh PLN. Dikeluhkan oleh salah satu warga Tapin, pemasangan tarif listrik berkisar 4 sampai 6 juta rupiah teruntuk fasilitas kantor KUA. Apalagi perumahaan. Belum lagi permasalahan byarpet yang katanya rutin di Binuang 2 sampai 3 kali di sore hari.
Ketika di konfirmasi, Pimpinan PLN Ranting Rantau Wakhid Junaidi menyatakan, “Bahwa untuk kawasan Binuang itu ada ratingya juga, sama seperti kita terdapat gardu listriknya. Untuk permasalahan di Binuang silahkan tanyakan langsung ke Binuang, “katanya, kemarin.
Lanjut Wakhid, “PLN tidak membebani masyarakat untuk pemasangan baru dengan biaya sebesar itu. Mungkin saja calon pendaftar baru menggunakan calo sehingga harganya membengkak sebesar itu. Apalagi sampai dengan jutaan rupiah, “katanya.
Adapun tarif pemasangan baru yang ditentukan PLN itu disediakan beberapa daya yang tersedia diantaranya daya 450 VA, 900 VA, dan 1.300 VA. Biaya ketiganyanya pun berbeda, yakni Rp.385.900 untuk daya 450 VA, 900 VA dengan biaya Rp.768.900, dan 1.300 VA dengan biaya Rp.1.937.600, itu baru uang pendaftaran di PLN Rantau. Sementara untuk biaya jaminan instalasi dengan pihak instaler, itu diluar lagi dan tergantung negosiasi kepada instaler.
Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin memasang baru listrik dihimbau untuk datang sendiri ke kantor PLN dan mendaftar di kantor PLN. Agar terhindar dari calo, saran Wakhid.(Rull)
Ketika di konfirmasi, Pimpinan PLN Ranting Rantau Wakhid Junaidi menyatakan, “Bahwa untuk kawasan Binuang itu ada ratingya juga, sama seperti kita terdapat gardu listriknya. Untuk permasalahan di Binuang silahkan tanyakan langsung ke Binuang, “katanya, kemarin.
Lanjut Wakhid, “PLN tidak membebani masyarakat untuk pemasangan baru dengan biaya sebesar itu. Mungkin saja calon pendaftar baru menggunakan calo sehingga harganya membengkak sebesar itu. Apalagi sampai dengan jutaan rupiah, “katanya.
Adapun tarif pemasangan baru yang ditentukan PLN itu disediakan beberapa daya yang tersedia diantaranya daya 450 VA, 900 VA, dan 1.300 VA. Biaya ketiganyanya pun berbeda, yakni Rp.385.900 untuk daya 450 VA, 900 VA dengan biaya Rp.768.900, dan 1.300 VA dengan biaya Rp.1.937.600, itu baru uang pendaftaran di PLN Rantau. Sementara untuk biaya jaminan instalasi dengan pihak instaler, itu diluar lagi dan tergantung negosiasi kepada instaler.
Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin memasang baru listrik dihimbau untuk datang sendiri ke kantor PLN dan mendaftar di kantor PLN. Agar terhindar dari calo, saran Wakhid.(Rull)
LPJ Jatuh Di Terpa Angin

RANTAU, Kembali Lampu Penerang Jalan (LPJ) terjatuh lantaran diterjang angin dan bongkahannya terjatuh ke jalan pada Kamis (21/10) pekan kemarin. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. LPJ yang kondisinya sudah sangat tua itu di nilai sangat berbahaya bagi pengguna jalan dan patut untuk dilakukan peremajaan.
Peristiwa tersebut bermula terjadi pada Kamis siang pukul 14:00 wita, sebelum hujan gerimis mengguyur kota Rantau. Ketika cuaca mendung disertai angin saat itulah LPJ dan bongkahannya jatuh diterpa angin ke jalan. LPJ yang berada di pusat kota Rantau tepatnya di jalan Brigjen Hasan Basri tempat lalu lalang kendaraan bermotor.
Imam, saksi mata yang bekerja dikawasan dekat jatuhnya LPJ mengatakan, “Lampu Jalan terjatuh setelah diterpa angin, dan bongkahannya sudah terjatuh ke jalan. Lantas kita amankan bongkahannya dari jalan. Sementara sisa LPJ yang masih tersangkut kita juluk pakai galah bamboo yang panjang. Hal itu kalau terjatuh tidak mengena pengguna jalan, kondisinya berbahaya mas, kalau dibiarkan tergantung seperti itu, “katanya.
Sementara Kepala Dinas Tata Kota dan Kebersihan (Distakober ) Tapin, Rajuddin Noor ketika ingin diwawancarai wartawan terkait hal itu. Nampaknya beliau tak ada di tempat, lalu di telepon juga nomor handphonenya selalu terdengar sibuk. Namun beberapa waktu lalu masih teringat, saat Ia memberikan statemen terkait LPJ disepanjang Jalan Brigjen H.Baseri. Diakui kondisi Lampu Penerang Jalan (LPJ) yang berumur tua, dan telah ada sebelum pak Idis Bupati Tapin sekarang. Bahkan pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk melaksanakan peremajaan LPJ. Demikian Rajudin.(Rull)
Langganan:
Postingan (Atom)