JavaScript is required to view this page. Gerbang Informasi Kota Rantau Tapin

Jumat, 06 Mei 2011

Dana BOK 2011 Sudah Cair Ke Beberapa Puskesmas

RANTAU, Pada Kamis (5/5) kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, drg.Kusudiarto, MAP didampingi Khairudin, S,Km Bidang Yankes di Dinas Kesehatan Tapin mengklarifikasi pemberitaan dana bantuan operasional kesehatan 2011 yang belum cair. “Itu bukan dana BOK yang belum cair, melainkan Jampersal (Jaminan Persalinan) masuk dalam Jamkesmas ke Kabupaten Tapin yang belum cair, dan masih menunggu, “tandas Pak Kus.

Menurutnya, “Dana BOK 2011 itu sudah cair akhir Maret 2011 kemarin, dan tahun ini dana BOK yang diterima sebesar Rp.1.174.200.000, dan meningkat dibanding tahun 2010 lalu, “ujar Pak Kus.

Ditambahkan Khairudin, S,KM, Dana BOK itu berasal dari bantuan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI dalam rangka membantu pemerintah kabupaten kota untuk melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan minimal menuju milineum Development Goals (MDGS). Tujuannya adalah untuk operasional di puskesmas, yang dana tersebut akan digunakan untuk operasional puskesmas seperti penyuluhan. Seluruh puskesmas di Tapin mendapatkan bantuan operasional mereka untuk menunjang akses pelayanan kesehatan preventif dan promotif.

Dijelaskan, Khairudin, S,KM bahwa dana BOK itu baru berjalan, dimana mekanisme penyalurannya itu perlu ketelitian. Sementara di Kabupaten Tapin itu sudah cair. Bahkan sebagian sudah disalurkan ke beberapa puskesmas.

Di Kabupaten Tapin ada 13 puskesmas yang ada, dan diantaranya telah mendapatkan dana bantuan BOK yang jumlah dana yang mereka terima beragam. “Juga dalam mekanisme penyalurannya itu sebagai persyaratan mutlak setiap puskesmas harus lebih dahulu membuat kerangka acuan dan kegiatan puskesmas seperti perencanaan bulanan. Kalau tidak, dana BOK kita tidak salurkan, “katanya.

Tahun 2011 ini telah disalurkan dana BOK tersebut ke 7 Puskesmas yang ada di Tapin, salah satunya puskesmas di Tambrangan. Sementara sisanya masih belum. Alasanya karena mereka belum membuat kerangka acuan tadi. Terdapat perbedaan dalam mekanisme penyaluran dana BOK tahun 2011 ini dengan tahun lalu. Dimana dana BOK yang disalurkan tahun ini itu memang disalurkan ke puskesmas namun dikelola Dinas Kesehatan Tapin. “Pengelola BOK Kabupaten Tapin akan mengikuti sosialisasi pada tanggal 13 sampai 16 April 2011 di luar daerah, dalam sosialisasi yang diikuti, pengelola BOK Tapin akan diberikan materi seperti kebijakan program BOK 2011, dan Tata Cara Pengelolaan Administrasinya. Demikian Khairudin. (Rull)

Gerakan Masyarakat Akan Pentingnya Membaca

RANTAU, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Pemkab Tapin melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tapin, membuat gerakan melek huruf dan gemar membaca dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat dengan menggelar kegiatan sosialisasi minat baca, yang diselenggarakan di Aula Diklat Lantai II gedung Hammy AM Rantau, Kamis (5/5) kemarin.

Acara di hadiri Camat Se Tapin, Kepala Desa/Lurah se Tapin dan tokoh tokoh masyarakat, serta pengelola perpustakaan di Desa. Juga dihadiri Kepala Bidang Deposit Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Seelatan Drs Syamsudin MSi, sebagai nara sumber diacara tersebut. Dan hadir pula Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin SSos.

Menurut Syamsudin, “Bagaimana upaya kita terhadap masyarakat agar menarik minat baca mereka dan menggerakan niat mereka akan pentingnya membaca. Adapun manfaat membaca tentunya sangat banyak bagi kita, salah satunya yakni akan bertambahnya pengetahuan dengan membaca. Saat ini minat baca di masyarakat kita dinilai masih rendah dan sangat memprihatinkan. Bahkan jauh dari apa yang diharapkan. Begitupun dalam indek pembangunan manusia (IPM di daerah kita pada tingkat pendidikan, ekonomi, dan kesehatan juga masih rendah dan belum menggembirakan, “bebernya.

Kurangnya minat baca akan mempengaruhi kualitas Sumber daya Manusia (SDM), lantas kenapa sesorang tidak memiliki minat baca ? Menurut Symasudin, hal ini bisa dikarenakan jika dipandang dari faktor kondisi warisan orang tua. Kedua tidak ada keteladanan orang tua, dan ketiga faktor lingkungan. Adanya minat baca ini timbul pertama adanya minat, keinginan dan perasaan. Diharapkapkan dengan diselenggarakan kegiatan ini semoga dapat tumbuh minat masyarakat sekitar kita untuk gemar membaca, katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin, menambahkan, “Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kegemaran minat membaca, karena akan menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Dengan adanya minat baca ini tentunya akan bertambahnya ilmu pengetahuan dan kehidupan sesorang menjadi lebih baik. Semoga sosialisasi ini nantinya bisa meningkatkan minat baca, baik terhadap diri sendiri, masyarakat, Desa/ Kelurahan serta lingkungan lainnya, “harapnya (Rull)

3 Desa Di Kec.Bungur Bangun Desa Dengan Dana PNPM

RANTAU, 3 Desa yang berada di wilayah Kecamatan Bungur telah mendapatkan bantuan dana Program Nasional Pedesaan Mandiri Masyarakat Pedesaan (PNPM-MP), dan pembangunan yang dilaksanakan itu semuanya di bidang peningkatan sarana dan prasarana pada 3 desa tersebut.

Camat Bungur, Rahmadi, mengatakan, “3 Desa yang melaksanakan kegiatan PNPM-MP tahun 2011 tersebut yakni Desa Bungur, Desa Banua Padang, dan Desa Purut. Hal itu sesuai dengan proposal dan verifikasi yang diajukan dari 12 Desa di Kecamatan Bungur, “katanya.

Setiap 1 desa dari 3 desa tadi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.450 juta dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Masyarakat Pedesaan. Dimana dengan dana tersebut akan digunakan untuk proyek yang di kerjakan di bidang peningkatan sarana dan prasarana. Macam-macam proyek pembangunan, seperti di Desa Bungur, yakni paket jalan tani terdiri dari, Dinding Penahan sepanjang 895 meter, dan Tabat Beton. Selanjutnya Desa Banua Padang, proyek pengerjaan peningkatan jalan tani yaitu Rabat Beton ukuran 802 x 2 M, Titian Ulin 10x2 M. Dan di Desa Purut yaitu Rabat Beton 395 x 1,5 M, Dinding penahan 841x2 M, Gorong-gorong 5 Unit dan Rehap Titian ukuran 9x2. "Sebelum melaksanakan proyek pembangunannya, Fasilitor PNPM-MP Kecamatan Bungur melatih Tim Pegelola Kegiatan dari tiga desa tersebut yang diikuti oleh 3 orang, diantaranya ketua, Sekretaris dan Bendahara yang dilaksankan selama dua hari, “katanya.

Adanya pelatihan ini bertujuan untuk pertama memberikan pemahaman tugas dan pokok Tim Pengelola Kegiatan, kedua merancang desain yang akan di kerjakan, selain itu juga mengetahui bagaimana melakukan pelelangan. Demikian Camat. (Rull)

Kamis, 05 Mei 2011

Dana BOK Belum Cair Dan Masih Menunggu Persetujuan Bupati

RANTAU, Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2011 untuk seluruh pelayanan kesehatan dan puskesmas yang tersebar di Kabupaten Tapin ternyata hingga Selasa (3/5) kemarin belum cair. “Pencairan dana BOK itu kita masih menunggu persetujuan bupati Tapin, dan saat ini mau diajukan ke bupati untuk meminta tanda tangannya. Sebelumnya kita juga telah mengadakan rapat bersama Sekda Tapin, pada Jum’at lalu atau akhir bulan April tadi, “kata Kepala Dinas Kesehatan Tapin, drg.H.Kusudiarto, MAP, saat dikonfirmasi MataBanua perihal pencairan dana bantuan operasional kesehatan.

Dikatakannya, Perihal BOK itu gembar-gembornya kan sejak bulan Febuari lalu, dimana pusat akan mencairkan dana BOK ke daerah dan baru sekarang di bulan April cairnya. Namun kalau saya sendiri di Dinas Kesehatan, “terus terang saat ini belum bisa berkomentar apa-apa sekarang, dan tunggu dulu lah. Uangnya kita belum menerima, karena masih menunggu persetujuan dari bupati untuk diproses lebih lanjut, “katanya.

“Sementara kalau untuk alokasinya itu sudah ada, “katanya. Namun jumlahnya kami belum bisa memastikan berapa, lanjut Pak Kus. Alasanya, kalau saya sebutkan nanti salah bagaimana. “Ya tunggulah sekitar 2 minggu lagi, “pintanya. Seraya berharap bahwa kita semua disini dalam waktu dekat segera dicairkan dan disalurkan ke seluruh pelayanan kesehatan di daerah ini, yang nantinya digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Tapin. (Rull)

Tahun 2011 Ada Perubahan Tarif dan Ruangan Di RSUD.Datu Sanggul Rantau

RANTAU, Kurangnya asupan daya listrik di RSUD.Datu Sanggul Rantau dari PLN tentunya mempengaruhi biaya rawat inap bagi pasien yang bermalam diruangan VIP. Pasalnya, fasilitas diruangan VIP seperti TV, Kulkas, dan AC dari pengadaan beberapa waktu lalu belum seluruhnya terpasang, sehingga pihak rumah sakit membuat kebijakan pemotongan harga permalam di ruangan VIP.

Demikian diungkapkan Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, Noor Ifansyah, S,KM kepada MataBanua kemarin.

Terdapat perubahan tarif sementara bermalam di RSUD.Datu Sanggul Rantau, bagi pasien yang sakit berobat dan rawat inap. Terutama di ruang VIP yang baru ditempatkan itu ditegaskan tidak diberlakukan pelayanan pengobatan gratis dari subsidi Pemerintah Daerah Tapin. Namun ada pemotongan harga penuh.

Direktur RSUD Datu sanggul Rantau, Noor Ifansyah, mengatakan, “Untuk ruangan VIP itu dikenakan harga Rp.80 ribu permalam, harga penuh. Namun karena fasilitas di rumah sakit tersebut belum lengkap dan tersedia seperti TV, AC, dan Kulkas. Jadi biaya diruangan itu dipotong menjadi Rp.50 ribu permalam, dan itu belum termasuk biaya cek dokter, “katanya.

“Untuk fasilitas seperti AC, kulkas, televisi sudah ada, namun masih disimpan dalam gudang. Karena kalau dipasang dan dilengkapi saat ini di ruangan VIP, otomatis listrik tak mampu menahan, “katanya.

Selain itu juga ada perubahan tahun ini, seperti di ruang mawar dan melati. “Kalau dulu dikelas I, kelas II, kelas III ditempatkan bagi pasien subsidi dari Pemerintah Daerah. Kini, pasien yang bermalam di kelas I, dan II dicabut subsidinya. Sementara pasien subsidi Pemerintah Daerah itu ditampung hanya di kelas III saja, “katanya.

Sekedar untuk diketahui Ruang kelas I dalam satu ruangan ada 2 orang pasien, kemudian kelas II dalam satu ruangan ada 3 sampai 4 pasien, dan kelas III terdiri dari 6 orang pasien dalam satu ruangan. Adapun tarif yang dikenai di kelas I ini permalam Rp.30 ribu, dan cek dokter Rp.20 ribu. “Adanya perubahan ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat bahwa kesehatan itu mahal, “katanya.

Ya, saat masuk ke rumah sakit ini pasien disuguhkan beberapa pilihan pelayanan. Antara umum, atau subsidi. Bagi mereka yang memilih subsidi itu diharuskan mengurus surat rujukan terlebih dahulu ke Puskesmas agar pengobatan gratis.
Direktur RSUD.Datu Sanggul menyatakan dari segi pelayanan, seluruh pasien semuanya sama. Baik itu yang gratis maupun yang berbayar. “Kita layani semuanya dengan sepenuh hati sampai mereka sembuh, “katanya.

Sementara Ummi salah seorang pengunjung pasien di rumah sakit tersebut yang di rawat dikelas I Melati mengatakan, “Bahwa tahun ini ada pengerempengan anggaran kesehatan dari Pemerintah Daerah. Sehingga ada perubahan bahwa diruangan kelas I dan II itu dicabut subsidinya. Tahun 2010 kemarin, Pemda telah mengeluarkan anggaran yang banyak untuk subsidi bagi warga masyarakatnya yang berjumlah 3.522 pasien dirumah sakit tersebut, “katanya.

Sementara terkait pengobatan gratis di RSUD.Datu Sanggul Rantau itu melalui jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dan Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). “Setiap daerah memiliki sebutannya masing-masing terhadap Jamkesda, kalau di Tapin itu disebut subsidi pelayanan kesehatan gratis bagi warga Tapin dengan syarat memiliki KTP Tapin dan Kartu Keluarga, “jelas Noorifansyah.

Program Jamkesmas ini merupakan program dari pemerintah pusat yang harus dijalankan sementara di daerah kita. Jamkesda untuk biaya di subsidi dari balai kesehatan bagi semua penduduk masyarakat Tapin baik untuk orang kaya maupun masyarakat miskin dalam perawatan di rumah sakit atau Puskesmas yang ada di Tapin.

Ditambahkan Kepala Dinas kesehatan Tapin drg.Kusudiarto, MAP mengatakan, “Untuk program Jamkesmas masih dirapatkan lagi bersama Sekretaris Daerah Tapin, “katanya singkat kemarin. “Jadi belum ada teknis untuk program jamkesmas yang akan dilaksanakan tahun ini, “katanya.

Peserta Jamkesda di Tapin untuk tahun 2010 itu berjumlah 3522 yang di subsidi oleh pemerintah daerah. Demikian Pak Kus. (Rull)

Rabu, 04 Mei 2011

Banjir Rendam Puluhan Rumah dan Bangunan Sekolah

RANTAU, Hujan deras yang mengguyur beberapa kawasan kecamatan di Kabupaten Tapin selama 16 jam sejak Minggu (1/5) malam hingga keesokan harinya Senin (2/5), membuat puluhan rumah warga dan sebuah sekolah negeri di Desa Parigi Simbar, Kecamatan Bakarangan terendam.
Sekitar 20 rumah serta satu sekolah dasar negeri di Desa Parigi Simbar terendam air setinggi pinggang dan perut orang dewasa.
Akibat banjir melanda, aktifitas warga desa Parigi Simbar, Kecamatan Bakarangan terganggu. Siswa pada sekolah yang terendam di Desa tersebut tak ada aktifitas di hari itu, karena Senin 2 Mei 2011 kemarin bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Genangan air tersebut juga mengganggu lalu lintas jalan, terutama pada badan jalan Tangkawang-Simbar-Serawi yang juga turut terendam. Akibatnya mesin kendaraan dari mulai roda dua dan roda empat tak dapat melintasi jalur tersebut.
“Sekitar 20 rumah yang terkena banjir, 1 diantaranya sekolah dasar negeri Parigi Simbar. Jalan menuju kearah Desa Serawi dari Tangkawang lumpuh total, karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Apalagi anak-anak berumur puluhan tahun seperti siswa SD yang biasa hari-harinya sekolah disana, ketinggian air bisa mencapai leher anak SD. Karena itu sekolah diliburkan, “kata Sahrani, Warga Simbar, Senin sore (2/5) kemarin.
“Nah sambil mencuci mesin knalpot kendaraan sehabis melintasi jalan itu, knalpot sepeda motor dan juga mesin kendaraan kemasukan air. Dan ini baru di jalan yang dinilai ketinggian airnya masih dangkal dan diperkirakan dapat di lintasi kendaraan. Tapi pada nyatanya tidak bisa dilalui juga, “katanya.
Banjir di Desa Parigi Simbar sudah sering terjadi, terutama pada musim seperti ini. “Hujan mengguyur selama seharian seperti minggu dan senin kemarin itu tentunya bakal terjadi banjir di desa kami. Karena kondisi anak sungai yang berada tak jauh dari permukiman penduduk meluap naik hingga menggenangi sebagian rumah penduduk, bahkan sekolah yang ada di desa kami, “katanya.
“Air biasanya surut dalam waktu satu hari, ya sambil berharap malam ini tak hujan lagi. Warga sini juga meminta perhatian kepada Pemerintah Daerah Tapin agar memberikan bantuan, karena daerah ini sering terjadi banjir jika hujan deras dan panjang. Sudah waktunya nah bantuan dapur umum datang, agar kita dapat be-masakan, “ungkap Sahrani.
Sementara anak-anak dilokasi banjir justru memanfaatkannya untuk bermain dan berenang di genangan air banjir yang dinilai tak terlalu dalam. Begitupun beberapa warga sekitar justru menjadikan banjir untuk mengais rejeki dengan memancing dan menjaring ikan di lokasi banjir.

Pasar Keraton Tergenang Banjir

Sementara warga Cangkering, Ijah menyatakan dibelakang rumahnya juga terendam banjir karena hujan seharian, minggu dan senin kemarin. “Tepat dibelakang rumahnya terendam air setinggi mata kaki dan betis orang dewasa, “pungkasnya.(Rull)

DPRD Tapin Kritik LKPJ Bupati Tapin

RANTAU, DPRD Kabupaten Tapin lontarkan 21 rekomendasi terhadap laporan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Tapin tahun anggaran 2010, dalam rapat paripurna dewan yang diselenggarakan Senin (2/5) kemarin. Rekomendasi yang dilontarkan umumnya berdasarkan hasil fokus kerja penilaian 3 tim pansus dengan jangka waktu 1 bulan sesuai bidang-nya masing-masing, terhitung mulai dibentuknya 3 tim pansus LKPJ pada 5 April 2011 kemarin, usai dilaksanakan pidato LKPJ Bupati Tapin tahun anggaran 2010.

Ketua DPRD Tapin, Drs.H.M.Arifin Arpan, MM mengatakan, anggota DPRD Tapin langsung membentuk 3 tim pansus pada 5 April 2011 kemarin, usai LKPJ yang disampaikan bupati berupa Exsekutif Summary di DPRD Tapin. Pada hari yang sama di siang harinya tim pansus dibentuk dengan surat keputusan DPRD Tapin nomor 05/DPRD-TPN/2011 tentang pembentukan panitia khusus laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tapin tahun 2010.

Ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapatkan sorotan cukup pedas, salah satunya, dikatakan Ketua DPRD Tapin, dalam rangka peningkatan kinerja dan pelayanan masyarakat seperti PPKAD, Disporabudpar, dan Kesra. Menurutnya, SKPD yang disebutkan masih banyak beberapa pejabat esselon IV yang belum terisi. Tentunya kondisi demikian berimbas pada pelaksanaan program dan pelayanan masyarakat.

Selain itu juga pada kinerja SKPD Dinas PU, dan Dinas Pengelolaan Pasar. “Untuk menciptakan kota Rantau yang bersih dan teratur terutama di pasar Rantau itu diperlukan pengaturan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta sarana dan prasarana yang baik. DPRD berharap tahun ini pemindahan pasar raya rantau benar-benar terealisasi, “harapnya.

Juga pada fokus penyelesaian masalah yang terindikasi merugikan keuangan daerah oleh Perusda Ruhui Rahayu Rantau. Pada tahun 2010, Pemda Tapin belum berhasil menyelesaikan permasalahan itu. Di tahun 2011, DPRD merekomendasikan masalah tersebut bisa dijadikan prioritas penyelesaian.

Pada bidang pembangunan, pertambangan, lingkungan hidup, sumber daya energi dan mineral. Tim pansus yang dibentuk menemukan bahwa masih banyaknya ruas-ruas jalan kecamatan dan desa yang mengalami kondisi parah bahkan sangat parah. DPRD merekomendasikan adanya perhatian yang serius untuk percepatan pembangunan infrastruktur guna pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga masih banyaknya kasus-kasus linkungan hidup di tahun 2010, maka direkomendasikan agar adanya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi mengganggu lingkungan dari percemaran, baik udara, air dan tanah.

Adanya perhatian Pemda dan DPRD Tapin terhadap PDAM Kabupaten Tapin, maka kualitas air dinyatakan mutlak adanya. Hasil kajian dan pantauan tim pansus di tahun 2010 dari segi kualitas air bersih yang disalurkan dari PDAM dinilai masih terasa kurang.

Dan sesuai pemeriksaan BPK nomor 01/KT/BPK-BJM/04/2011 tanggal 26 April 2011, yakni dana belanja tak terduga dari Pemerintah Kabupaten Tapin tahun 2010 harus memberitahukan kepada DPRD dalam penggunaan dana berupa surat, terkait realisasi belanja tersebut.(Rull)

Selasa, 03 Mei 2011

Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Di Batalkan

RANTAU, Apel peningkatan disiplin jajaran yang dirangkai dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Mei, dibatalkan lantaran hujan lebat mengguyur kota Rantau.

“Pelaksanaan upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang rencananya dijadwalkan pada apel peningkatan disiplin, Senin (2/5) kemarin, terpaksa dibatalkan mengingat kendala iklim cuaca berupa hujan lebat, “kata H.Akhmad Nabhani, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, kemarin.

Panitia pelaksana acara tersebut termasuk peserta upacara sudah siap sejak Minggu (1/5) sore kemarin, dan tinggal melaksanakannya. Namun karena iklim cuaca tidak mendukung, acara terpaksa dibatalkan. Sebab, dikatakan Nabhani, halaman lapangan untuk upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dijadwalkan pada saat apel peningkatan disiplin itu terendam karena hujan.

Informasi terakhir, kemarin, kita di Dinas Pendidikan Tapin masih melakukan kordinasi terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional di Tapin. Apakah ditunda sambil menunggu hujan lebat reda dan berhenti, atau ditunda ke lain waktu. Sementara untuk peringatan apel upacara yang dijadwalkan saat apel peningkatan disiplin PNS itu memang dibatalkan.

Pantauan wartawan MataBanua sejak minggu sore kemarin (red.sehari sebelum acara) memang terlihat persiapan panitia pelaksana dilokasi tempat akan dilaksanakannya upacara. Dimana panlak terlihat ada diantaranya memasang spanduk peringatan Hari Pendidikan Nasional. Juga ada petugas pembawa bendera dari Paskibraka melakukan simulasi upacara Hari Pendidikan Nasional yang akan dilaksanakan. Selain itu juga ada tenda-tenda yang disewa panitia pelaksana telah terpasang rapi lengkap dengan kursi yang didekorasi.

Hujan mengguyur kawasan kota Rantau sejak Minggu (1/5) malam kemarin, dan sempat berhenti pada dini hari menjelang subuh. Namun sekitar pukul 5:30 Wita usai sholat subuh hujan kembali mengguyur kota Rantau sampai siang hari Senin (2/5) pukul 13:00 Wita, dan hujan baru reda pada pukul 13:42 Wita.

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan hari bersejarah di Indonesia. Peringatan demi peringatan dilaksanakan oleh bangsa dan negara ini semenjak meninggalnya Ki Hajar Dewantara, sebagaimana ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959. Perjuangan bapak guru dan tokoh pendidikan bernama Ki Hajar Dewantara bersama rekan-rekannya dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia patut dikenang, dihargai serta dilestarikan sepanjang waktu. Terima kasih guru. (Rull)

Seluruh Desa Berpotensi Di Tapin Dicacah Petugas BPS Tapin

RANTAU, Dalam jangka waktu 2 bulan, terhitung mulai April dan Mei 2011, Badan Pusat Statistik (BPS) Tapin melaksanakan pendataan potensi desa di Kabupaten Tapin dengan sistem sensus.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik, Drs.Haderan Al Kifli, kepada sejumlah pewarta di Rantau, kemarin.

Sensus pendataan potensi desa di Tapin bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi wilayah perdesaan. Tolak ukurnya dari segi perekonomian masyarakat juga dari segi kesehatan. Selain itu juga sebagai evaluasi hasil pencacahan desa, apa saja yang diperlukan untuk pembangunan desa.

Desa-desa di Kabupaten Tapin kita sensus, dijelaskanya, dimana setiap satu wilayah kecamatan didaerah ini, ada 1 hingga 2 orang petugas pencacah yang sebelumnya telah dilatih BPS untuk melakukan pendataan di lapangan. Petugas-Petugas tersebut menggali informasi dengan pola seperti observasi dan survey terhadap kondisi wilayah perdesaan. Juga dengan pola wawancara dengan warga desa, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga aparatur kecamatan terkait seputar potensi yang ada di desanya masing-masing. Selain itu menganalisa karakteristik desa dan juga fasilitas dan infrastruktur apa saja yang ada di desa tersebut seperti sarana pendidikan dan pelayanan kesehatan di desa.

Setelah petugas berhasil melaksanakan pendataan terhadap seluruh desa yang ada di Kabupaten Tapin. Selanjutnya data pencacahan hasil sensus potensi desa dari 12 kecamatan di Tapin tadi kita jadikan sampel oleh Badan Pusat Statistik. “2 kecamatan diantaranya seperti kecamatan Binuang dan Kecamatan Piani dijadikan sampel untuk BPS Provinsi Kalsel. Sementara 10 kecamatan lainnya dijadikan sampel untuk BPS Tapin, “pungkasnya. (Rull)

Senin, 02 Mei 2011

Truk Angkutan Tambang Gol C Merusak Jalan dan Jembatan

(Jembatan Yang Ambruk di Desa Bungur Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin Kalsel. Ambruknya jembatan ini lantaran kerap dilalui angkutan tambang golongan C seperti pasir dan batu)

RANTAU, Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin menyatakan aktifitas pertambangan golongan C, berupa batu dan pasir di Kecamatan Bungur merupakan pertambangan ilegal karena tidak memiliki surat izin dari dinas terkait.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapin, Ir.Noordin mengatakan, “Posisi kita dilematis, satu sisi pertambangan itu masih ilegal dan tidak sesuai peraturan. Bahkan atasan kita meminta areal pertambangan itu ditutup. Satu sisi lagi dikawasan itu merupakan tambang rakyat yang dilakoni warga setempat, “katanya, kemarin.

Menurutnya dampak yang diakibatkan dari pertambangan ilegal tersebut diantaranya air sungai keruh, badan jalan dari Bungur menuju Linuh rusak karena kerap dilalui angkutan truk melebih muatan tonase, dan juga seperti baru-baru tadi sebuah jembatan di Bungur ambruk. Adapun menyingkapi persoalan tersebut, kedepan kita akan menertibkan penambangan ilegal tersebut sehingga tidak sembarang orang yang akan melakukan aktifitas pertambangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penambangan yang melakukan aktifitas di suatu kawasan yang sebenarnya dilarang.

Pada tahun ini juga Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin telah membuat program kegiatan untuk menyediakan lokasi khusus di areal pertambangan itu untuk pertambangan rakyat, dimana diharapkan dengan kegiatan kita mulai tahun 2011 ini penambang rakyat di lokasi setempat dapat menerima ketentuan tersebut. Begitupun Dinas Perhubungan Tapin dan Dinas PU bidang bina marga yang saling kordinasi. Dinas Perhubungan akan segera mensosialisasikan dilokasi tersebut dengan memasang spanduk larangan angkutan truk melebihi muatan melintas jalan itu.

“Jadi kalau sekedar pickup masih ada pertimbangan, sementara kalau truk itu dilarang. Karena sudah beberapa kali jalan diperbaiki namun masih juga rusak karena kerap dilalui angkutan pertambangan pasir, “katanya.

Selain itu, untuk lintasan hasil tambang mereka nantinya akan segera dicari solusinya. Idealnya mereka bisa melalui alur sungai Tapin dengan transportasi kelotok atau rakit saat membawa hasil tambang. (Rull)

Pers Bersama Masyarakat Bersepeda Santai Sehat



RANTAU, Wartawan bersama masyarakat, Minggu (1/5), bersepeda santai sehat di lapangan Dwi Dharma Rantau dalam rangka pelaksanaan Hari Pers Nasional Daerah (HPND) di Tapin, sekaligus perayaan HUT PWI ke 63.

Pelepasan ribuan peserta sepeda santai dilakukan oleh Ketua PWI Kalsel, Fathur Rahman bersama Sekretaris PWI Kalsel, Zainal Helmie, Drs.HM.Basri, Ketua Asosiasi Wartawan Tapin. Pelepasan sepeda santai turut dibantu oleh organisasi kepemudaan KNPI Tapin, yang dihadiri Ketua KNPI Tapin, Mahyudin noor, dan kader-kadernya.
Ribuan peserta sepeda santai sudah kumpul sejak pukul 06:00 Wita di lapangan Dwi Dharma Rantau. Mereka menggunakan pakaian lengkap dengan sepeda dan melintasi rute yang telah ditetapkan panitia pelaksana. Sepeda santai yang digelar selain tak dipungut biaya juga pemberian kupon kepada peserta sebanyak 3.500 lembar yang sudah disediakan panitia pelaksana. Acara ini juga menyediakan berbagai macam hadiah, seperti sepeda, kulkas, lemari, kompor gas, handphone, payung, setrika, termos, perlengkapan sholat, dan mesin cuci.

Rute yang dilalui ribuan peserta sepeda santai ini berawal dari lapangan Dwidharma Rantau melintas Jl.Brigjen Haji Hasan Basri menuju arah Pasar Rantau. Selanjutnya berbelok pada perempatan jalan kediaman Bupati-BRI-Bank Kalsel, Belok kiri menuju Jl.Pelita dan melalui Jembatan Kilat. Selanjutnya menuju Jl.H.Isbat Pasar Keraton (Pasar Hanyar) menuju CANGKERING (Jln.Darusallam) terus melalui Jl.Kesehatan kearah Jl.Perintis dilanjutkan Jl.Pembangunan menuju Pulau Kutil dan Bundaran Dulang belok kanan kembali ke kota Rantau dan Finish ke tempat awal. Acara dilanjutkan dengan pengundian kupon, dimana pelajar dan masyarakat sangat antusias menunggu pengumuman dari panitia pelaksana.

Drs.Fahtur Rahman mengatakan, kegiatan sepeda santai ini patut di contoh bagi wartawan-wartawan daerah lain yang ingin mengadakan event-event ini. Sebab nilai yang terkandung dalam bersepeda sangat banyak, seperti yang disebutkan disamping sehat juga dapat mengurangi polusi udara di daerah ini. “Kegiatan ini sangat positif bagi masyarakat melihat manfaatnya dari segi kesehatan, “katanya.

Peserta yang berhasil membawa hadiah sepeda diantaranya Rafi dari Rangda Malingkung dan Luthfi dari Desa Keramat. Disusul selanjutnya Rizal Al Kahfi yang berhasil membawa mesin cuci, dan Agus Setia Budi yang membawa lemari es (kulkas).
Rafi yang berhasil memboyong sepeda mengatakan, “Alhmadulilah, saya senang dan bahagia bisa berhasil membawa sepeda dengan mengikuti acara sepeda santai ini, “ujarnya.

Ketua KNPI Tapin, Mahyudin Noor, S, Ag mengatakan, “Kami mendukung kegiatan ini, dimana momment yang tepat dilaksanakan karena para pelajar setingkat SLTA dan SMP sudah selesai melaksanakan UN. Begitu juga dengan kami di KNPI Tapin akan menggelar kegiatan sepeda santai bertajuk kujak sepeda santai pada tanggal 22 Mei 2011 nanti, dimana seluruh siswa SD dan MI sesuai jadwal sudah selesai melaksanakan ujian, “katanya. (Rull)

Minggu, 01 Mei 2011

RSUD.Datu Sanggul Rantau Saat Operasi Besar Gunakan Mesin Genset

RANTAU, Pihak Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau yang megah tersebut kini mengeluarkan kebijakan bahwa setiap menjelang operasi besar, aliran listrik dari PLN akan dimatikan sementara dan berganti dengan menggunakan mesin genset yang telah tersedia. Mesin genset yang telah tersedia dari pengadaan tahun lalu memiliki daya sebesar 500 ribu watt. Mesin genset tersebut digunakan sebagai antisipasi kita jika listrik yang dialirkan PLN mati sewaktu-waktu.

Hal tersebut diungkapkan, Noor Ifansyah, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, sebagaimana dikutip dari MataBanua diruang kerjanya.

“Pada saat melakukan operasi besar, pihak rumah sakit sepakat akan menggunakan mesin genset yang telah tersedia di rumah sakit ini. Hal itu agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Misalnya saat operasi tiba-tiba listrik PLN mati, kan itu bisa fatal. Untuk itu kita sepakat dengan kebijakan rumah sakit ini bahwa setiap ingin melakukan operasi besar, kita akan menggunakan mesin genset, “katanya.
Jadi, lanjut Ifan, “ketika kita ingin melaksanakan operasi besar bagi pasien, listrik yang dialiri PLN ke rumah sakit ini kita matikan sementara, dan beralih dengan menjalankan mesin genset selagi operasi pasien itu berlangsung. Kendati cost yang besar karena memerlukan bahan bakar solar, namun seperti itulah, “pungkasnya. (Rull)

Sabtu, 30 April 2011

Miawa Kecamatan Piani Kawasan Daerah Rawan Pangan

RANTAU, Miawa Kecamatan Piani Kabupaten Tapin Kalsel ditetapkan sebagai kawasan daerah rawan pangan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Tapin. Desa Miawa kecamatan Piani yang berpenduduk sekitar 122 kepala keluarga tersebut di tahun 2010 ini menjadi sasaran program pengelolaan daerah rawan pangan (PDRP) oleh Badan Ketahanan Pangan dan PP Kabupaten Tapin.

Hal tersebut diungkapkan Ir.H.Rusnadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan PP didampingi Kabid Ketersediaan Distribusi Kerawanan Pangan, Aji Budiono, kepada wartawan kemarin.

Dari 122 KK penduduk Desa Miawa Kecamatan Piani, sekitar 50 KK penghasilan rendah menjadi sasaran mendapatkan bantuan senilai Rp.25 juta. Dana hibah yang bersumber dari APBN 2010 tersebut telah diserahkan kepada rekening perwakilan kelompok tani di daerah itu. Setiap 1 kelompok beranggotakan 20 sampai 21 orang. Secara selektif kita arahkan ke kawasan itu, karena sesuai mekanisme peraturan kita terdata di Desa Miawa yang berpenduduk sekitar 122 KK, 50 KK diantaranya adalah penghasilan rendah dan tidak tetap.

Program PDRP itu bertujuan untuk membantu para kelompok tani didaerah itu. Dengan bantuan hibah yang kita salurkan selanjutnya terserah mereka mau gunakan untuk modal usaha apa. Misalnya dimodalkan disektor pertanian, perternakan dan lain sebagainya. Demikian Aji. (Rull)

UGD Datu Sanggul Rantau Di Pindah

RANTAU, Pelayanan Kesehatan pada Unit Gawat Darurat (UGD) di RSUD.Datu Sanggul Rantau, dipindah ke ruangan gedung rumah sakit yang baru saja selesai dibangun. “Sudah seminggu ini, UGD RSUD.Datu Sanggul Rantau menempatkan gedung baru dari sebelumnya bertempat di ruangan rumah sakit yang lama, “kata Noor Ifansyah, SKM, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau kepada wartawan MataBanua, Rabu (27/4) kemarin.
Pemindahan ruangan UGD dilakukan karena fisik bangunan UGD RSUD.Datu Sanggul yang baru ini sudah selesai dikerjakan. “Pada Kamis (27/4) pekan lalu, ruangan UGD sudah ditempati, dari sebelumnya bertempat di ruangan bangunan RSUD.Datu Sanggul Rantau yang lama, “katanya.

Kondisi ruangan UGD pada bangunan rumah sakit yang baru dibangun sudah berfungsi. Hanya saja kita masih terkendala aliran listrik dari PLN yang dinilai belum maksimal terpasang seluruhnya. Sehingga hanya lantai dasar di UGD saja yang masih dialirkan listrik, sementara lantai atas masih belum. Diharapkan tahun 2011 ini seluruh rumah sakit ini sudah dialiri listrik PLN, “pintanya.

Mengantisipasi hal itu, lanjut Ifan, kita telah memiliki mesin genset berkekuatan 5.000 KVA sebagai alternatif jika sewaktu-waktu listrik PLN mendadak mati.
Selain itu, diakui direktur rumah sakit ini, karena pemasangan listrik belum maksimal alat-alat elektronik seperti TV dan mesin AC dari pengadaan beberapa waktu lalu terpaksa kita simpan di dalam gudang. “Mengingat kalau dipasang saat ini, tentunya listrik tak tahan, dan otomatis turun. Karena itu pula ruang VIP kita beri label harga standar kelas utama dikarenakan fasilitas pendukung kelas VIP belum diletakan seluruhnya, “pungkasnya. (Rull)

Pasar Keraton Gunakan Sistem Listrik Prabayar

RANTAU, Pasar Keraton yang dibangun Pemerintah Daerah Tapin akan dipasang sistem listrik prabayar bagi pelanggan dalam hal ini para pedagang di pasar Keraton. “Kita sudah menghubungi pihak PLN ranting Barabai, terkait rencana akan menggunakan terobosan baru PLN pada sistem listrik prabayar seperti pulsa HP di pasar Keraton, “kata Saiful Bahrin, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Tapin, Rabu (27/4) kemarin kepada wartawan MataBanua, usai acara kegiatan undian penempatan blok toko pedagang di pasar Keraton. Bertempat di Aula Kabinet Kantor Bupati Tapin lantai dua.

Jadi seluruh pedagang di pasar Keraton harus memasang baru listrik PLN. Alasannya, karena pihak PLN tak bersedia memindahkan listrik dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton. Sistem listrik yang digunakan di pasar Keraton itu menggunakan listrik prabayar PLN, dimana pedagang di pasar Keraton membeli listrik seperti voucher pulsa dan terserah menggunakannya.

“Nanti pihak PLN ranting Barabai bersedia menghadiri sosialisasi kepada pedagang terkait memberikan petunjuk teknis penggunaan applikasi sistem listrik ini, “katanya.

Adapun ketika dikonfirmasi kapan pindahnya pedagang ke pasar Keraton, dikatakan Saiful, “Para pedagang ini menunggu pembangunan fisik pasar Keraton selesai semuanya. Saat ini kita masih dalam tahapan sosialisasi penempatan pedagang di pasar Keraton. Seperti yang dilakukan sejak beberapa hari terakhir di Aula Kabinet kantor Bupati Tapin bersama para pedagang, “katanya.

Dalam kegiatan itu, kita menggelar undian penempatan nomor blok para pedagang pasar keraton. Hal itu dilaksanakan agar tidak saling tubrukan antar pedagang. “Yang sudah dilakukan pengundian para pedagang diantaranya pedagang di Blok A, B, C, D, dan G. Sementara selain blok itu masih belum, dan akan dilaksanakan secara bertahap, “pungkasnya. (Rull)

Jatah 2 Orang Untuk Seleksi Petugas PPIH 1432 H

RANTAU, Saat ini kita tengah merekrut Calon Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1432 hijriah. Sesuai surat dari Kemenag Provinsi Kalsel yang meminta untuk menyiapkan calon petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) dari Kabupaten kota se-Kalsel. “Di Kabupaten Tapin kita ada jatah dua orang yang bekerja di Kantor kementerian Agama, dan Kantor Urusan Agama (KUA) teladan, “kata Drs.HM.Yamani, Kepala Kantor Kementerian Agama Tapin, Rabu (27/4) kemarin kepada wartawan MataBanua.

Perekrutan calon petugas PPIH dari unsur PNS kemenag, unsur pondok pesantren, ormas Islam, dan Perguruan Islam Negeri.

Dua orang tadi, dikatakan Yamani, akan ikut seleksi tes calon petugas PPIH di Banjarmasin nanti pada Selasa 3 Mei 2011. Dengan harapan dapat bertugas dengan baik dan benar. Kebutuhan alokasi petugas PPIH Provinsi Kalsel sebanyak 5 orang terdiri dari pelayanan umum 2 orang, pelayanan bimbingan ibadah 1 orang, pelayanan administrasi dan SISKOHAT 1 orang, dan supir 1 orang. Demikian Yamani. (Rull)

Jumat, 29 April 2011

5 Penyakit Urutan Pertama Dari 10 Besar di RSUD.Datu Sanggul Rantau

RANTAU, 5 penyakit menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit yang di derita pasien di RSUD.Datu Sanggul Rantau sepanjang tahun 2010 kemarin. Ke-5 penyakit tersebut yakni ISPA, Maag Akut (sakit percernaan), Hipertensi, Diare, dan Demam.

Hal tersebut diungkapkan Noor Ifansyah, SKM, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau kepada sejumlah wartawan kemarin diruang kerjanya.

Di tahun 2010 kemarin itu rata-rata pasien di rumah sakit ini mengidap ke 5 penyakit tersebut dengan jumlah pasien rawat inap sekitar 3.522 yang ditempatkan di 100 ruang perawatan rumah sakit ini. “Dan angka itu belum termasuk pasien rawat jalan yang terdata berjumlah 474, dan diantaranya meninggal dunia, “katanya.

3.522 pasien rawat inap tersebut sebagiaan diantaranya masuk dalam daftar subsidi pelayanan kesehatan daerah. “Sejak tahun 2007 lalu, RSUD.Datu Sanggul Rantau telah membebaskan biaya berobat gratis bagi warga Tapin yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seluruh biaya pasien di rumah sakit ini telah disubsidi Pemerintah Daerah Tapin sampai saat ini, “pungkasnya. (Rull)

Proyek RTH Di Tunda

RANTAU, Tahun 2011 ini yang rencananya akan dikerjakan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) oleh Pemda Tapin di lokasi eks pasar lama Rantau ditunda lantaran terjadinya defisit anggaran yang tinggi di tahun sebelumnya. Selain itu pengetatan efesiensi belanja anggaran juga dilakukan pada kegiatan seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Tapin termasuk di Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tapin yang mengusulkan pembangunan RTH tahun ini. “Alokasi dana yang ada saat ini hanya untuk dilakukan pembongkaran pasar lama saja tahun ini. Sementara pembangunannya dilakukan tahun berikutnya, “kata Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP kemarin di Rantau.

Ia menyatakan bahwa pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang direncanakan berlokasi di Eks. Pasar Lama Rantau ditunda, dari sebelumnya yang direncanakan akan dikerjakan pada tahun 2011 ini. Penundaan itu mengingat belum selesainya fisik pembangunan Pasar Keraton seperti pembangunan halaman pasar serta jalan yang akhirnya pemindahan pedagang belum dapat dilaksanakan. Selain itu pertimbangan lainnya karena dana proyek pembangunan RTH sebesar Rp.7 millar yang diusulkan pada APBD 2011 dinilai masih belum terlalu mendesak di aloksikan. “Pembangunan RTH eks pasar lama Rantau itu ditunda dan akan dikerjakan pada tahun 2012 mendatang, “katanya.

Saat ini, dikatakan Bupati, “kita tetap fokus bahwasanya di Pasar Lama Rantau itu dilakukan pembongkaran dan penutupan pasar lama Rantau, “katanya.

“Sekeliling Pasar Lama Rantau dekat dengan bantaran sungai Tapin yang di tempati pedagang ikan basah tahun ini akan di tutup dengan pagar seng. Dikawasan itu akan diberi label dilarang berdagang, karena telah ditetapkan sebagai kawasan Ruang terbuka Hijau (RTH) yang bebas dari pedagang, “katanya.

Pentupan pasar dengan pagar seng dilakukan setelah pedagang pasar lama Rantau pindah ke Pasar Keraton. Sementara untuk pembangunan proyek RTH akan di lakukan pada tahun berikutnya di 2012. Karena alokasi dananya hanya untuk pembongkaran dan penutupan pasar saja, “katanya.(Rull)

Kamis, 28 April 2011

Kepala SKPD Buat Komitmen Dengan Bupati Tapin

RANTAU, Peringatan hari OTDA ke-15 yang dilaksanakan dirangkai dengan penandatanganan komitmen atau janji dengan Bupati Tapin, dilakukan oleh seluruh kepala SKPD dilingkungan Pemkab Tapin. Disebut, “Penetapan kinerja kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tahun 2011.”

Sebagai salah satu wujud dari tekad dan semangat Pemerintah Daerah untuk membangun serta mengwujudkan tata pemerintahan yang baik dan good governance. Seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tapin melaksanakan Penandatanganan komitmen dan janji didepan orang nomor satu di Pemkab Tapin, yang turut disaksikan seluruh staf PNS di Tapin yang digelar pada apel peningkatan disiplin, kemarin.

Perjanjian kerja seluruh kepala SKPD tertuang dalam sebuah dokumen pernyataan kinerja kesepakatan dan perjanjian untuk mengwujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki SKPD. “Penetapan kinerja SKPD tahun 2011 berisi penjabaran atas program utama renstra, terdiri dari berbagai kegiatan yang lengkap dengan sasaran strategis, indikator kinerja, target program kegiatan dan pembiayaan yang bersumber dari APBD Tahun anggaran 2011, “kata Bupati Tapin.
Yang ditandatangani kepala SKPD tadi adalah sesuatu yang sudah terencana, terukur dan berkesinambungan. Pembiayaannya tersedia dan semuanya bermuara pada pembangunan di Kabupaten Tapin secara menyeluruh. Namun yang penting adalah janji untuk bekerja secara sungguh-sungguh.

Manfaat dokumen yang ditandatangani tadi bermanfaat untuk menilai keberhasilan sebuah organisasi, melaporkan dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi, dan melaporkan capaian realisasi kinerja dalam laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Lakip). “Untuk itu, saya menunggu realisasinya, dan apa yang sudah dijanjikan hari ini agar dilaporkan pertriwulan, dan juga pada akhir tahun nanti realisasi atas komitmen atau janji harus juga dilaporkan melalui LAKIP 2011, “kata Bupati. (Rull)

BUpati Pimpin Peringatan Hari OTDA ke 15

RANTAU, Jajaran PNS di lingkungan SKPD Pemkab Tapin pada Senin (25/4) kemarin memperingati Hari Otonomi Daerah ke 15 Tahun 2011 di halaman kantor Bupati Tapin yang sekaligus dirangkai dengan upacara rutin apel peningkatan disiplin PNS di Pemkab Tapin.

Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP pimpin upacara apel peningkatan disiplin yang sekaligus peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-15 tahun 2011 di Kabupaten Tapin.

Bupati Tapin dalam sambutannya menyatakan bahwa Hari Otonomi Daerah diperingati setiap 25 April 2011, dan tahun 2011 ini peringatan Hari OTDA ke 15, bertemakan “Dengan semangat otonomi daerah kita tingkatkan kinerja pemerintah daerah, dengan pelayanan publik dan inovasi daerah."

Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sampai sejauh ini telah berjalan dengan baik, dan mendorong penyelenggaraan pemerintah daerah yang lebih dinamis, serta mengembangkan partisipasi rakyat. Dalam peringatan Hari OTDA ke 15 ini, BUpati mengajak seluruh elemen pemerintah daerah menjadikan peringatannya sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai.

Selain itu, dikatakan Bupati, peningkatan jumlah daerah otonom menunjukan sebuah kemajuan dalam pelaksanaan politik desentralisasi. Namun, peningkatan tersebut haruslah diimbangi dengan peningkatan pelayanan publik. Pelaksanaan otonomi daerah dan menuntut adanya perbaikan dinilai membebani pelaksanaan otonomi daerah, sehingga pemerintah daerah juga wajib melakukan evaluasi secara objektif terhadap capaian kinerja pelayanan public secara lebih komprehensif, melalui penyusunan evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah yang tepat waktu, yang hasilnya dapat menjadi masukan guna memperbaiki berbagai kekurangan dan kelemahan yang ada. Dalam hal ini Pemkab Tapin tak boleh menutup mata, karena masih ada kelemahan yang harus diperbaiki dan dievaluasi. Otonomi daerah pada dasarnya adalah sebuah upaya lebih Pemerintah Daerah untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah ini. Selain itu jajaran Eksekutif dan Legislatif seirama di dalam memajukan daerah, terutama menciptakan peluang memajukan daerah dan manarik investor masuk ke daerah. (Rull)