RANTAU, Sebanyak 65 persen lebih guru-guru di Kabupaten Tapin yang mendapatkan tunjangan profesi dinilai belum professional bahkan sampai sekarang tidak ada peningkatan profesinya. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai dengan profesionalitas pendidik yang dibuktikan dengan sertifikasi.
Hal tersebut diungkapkan Salman, S,Pd, Ketua PGRI Tapin Rabu (6/10) kemarin, saat memberi sambutan halal bihalal PGRI Tapin, di Masjid Raya Nurul falah Rantau.
“Oleh karena itu, dikatakan Salman, sudah menjadi tugas dan kewajiban PGRI untuk mendorong para pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan pola mengajar kita, guna membantu pemerintah Kabupaten Tapin secara pelan namun pasti, “katanya.
“Peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai dengan profesionalitas pendidik yang dibuktikan dengan sertifikasi. Sementara sertifikasi pendidik itu diprioritaskan kepada pendidik yang sudah professional, bahkan sudah menguasai empat kualifikasi yakni pedagogik, kepribadian, professional, dan sosial, “katanya.
Oleh karena itu, halal bihalal PGRI yang dilaksanakan kemarin bertemakan dengan silahturahim kita tingkatkan solideritas seluruh anggota PGRI di Kabupaten Tapin. Dengan solideritas kita dapat sharring atau berbagi ilmu kesesama guru, dengan solideritas itu juga kita bersatu membangun dunia pendidikan di Kabupaten Tapin, ajak Salman kepada ribuan guru yang hadir di Masjid raya Nurul Falah Rantau, kemarin.
Salman juga menginformasikan kepada guru-guru tersebut, bahwa di tahun 2011 di Kalimantan Selatan akan didirikan Bank Pengkeriditan Rakyat PGRI sebagai wadah para guru yang ingin mengelola keuangan di bank tersebut. Dan ini merupakan hasil rapat di tingkat Nasional beberapa waktu lalu.
Selain itu juga, Menteri Pendidikan Nasional juga akan memperketat para guru yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik di tahun 2011. Barangkali ini merupakan tantangan kita bersama. Jadi kawan-kawan guru yang sebelum mengajukan sertifikasi sebelumnya dicek terlebih dahulu komptensi yang tepat, jadi setelah lulus kompetensi seperti pedagogic, kepribadian, professional, dan social barulah mengajukan. (Rull)
Jumat, 08 Oktober 2010
Pustaka Online Gratis di Perpustakaan Rantau
RANTAU, Ternyata perputakaan milik Pemerintah Kabupaten Tapin yang berada di jalan Pelita Rantau selain menyediakan berbagai buku bacaan, Perpustakaan ini juga menyediakan akses pustaka online gratis melalui jalur Internet. Pusataka Online tersebut sengaja dipasang guna melengkapi fasilitas yang ada di perpustakaan, yang tentunya berguna bagi pengunjung yang ingin mencari atau menelusuri informasi dan koleksi bahan bacaan dalam bentuk visual di dunia maya.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin Syaiful Anwar SH membenarkan adanya fasilitas pustaka online gratis di Perpustakaan tempat mereka bekerja. "Adanya Pustaka Online gratis, menurut Syaiful, sangat berguna bagi para pengunjung. Selain itu juga untuk melengkapi fasilitas yang ada di perpusatakaan ini yang merupakan pelayanan terbaru di perpusatakaan kita, ”katanya.
Pustaka Online Gratis ini diperuntukan bagi siapa saja pengunjung perpustakaan baik itu kalangan umum maupun pelajar dan warga Tapin yang ingin menikmati bacaan dalam bentuk visualisasi digital modern yang banyak tersimpan di database Internet. Jadi dipersilahkan menikmati pustaka online Internet di perpusatakaan Rantau, dengan waktu mulai pukul 08.30 wita hingga 13.30 wita bisa menggunakan komputer yang ada di kantor.
“Selama ini yang menggunakan layanan pustaka online di Perpustakaan tergolong banyak, terkadang mereka harus bergiliran menggunakan fasilitas tersebut. Sehingga petugas kita terpaksa membatasi penggunaan bagi pengunjung yang menggunakan pustaka online tersebut. Mereka mendapatkan giliran maksimal selama 1 jam, agar yang lainnya turut menikmati pelayanan pustaka online kita, “katanya. (Rull)
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin Syaiful Anwar SH membenarkan adanya fasilitas pustaka online gratis di Perpustakaan tempat mereka bekerja. "Adanya Pustaka Online gratis, menurut Syaiful, sangat berguna bagi para pengunjung. Selain itu juga untuk melengkapi fasilitas yang ada di perpusatakaan ini yang merupakan pelayanan terbaru di perpusatakaan kita, ”katanya.
Pustaka Online Gratis ini diperuntukan bagi siapa saja pengunjung perpustakaan baik itu kalangan umum maupun pelajar dan warga Tapin yang ingin menikmati bacaan dalam bentuk visualisasi digital modern yang banyak tersimpan di database Internet. Jadi dipersilahkan menikmati pustaka online Internet di perpusatakaan Rantau, dengan waktu mulai pukul 08.30 wita hingga 13.30 wita bisa menggunakan komputer yang ada di kantor.
“Selama ini yang menggunakan layanan pustaka online di Perpustakaan tergolong banyak, terkadang mereka harus bergiliran menggunakan fasilitas tersebut. Sehingga petugas kita terpaksa membatasi penggunaan bagi pengunjung yang menggunakan pustaka online tersebut. Mereka mendapatkan giliran maksimal selama 1 jam, agar yang lainnya turut menikmati pelayanan pustaka online kita, “katanya. (Rull)
Rabu, 06 Oktober 2010
Senyum Perawat Manis Buat Pelayanan RSUD.Datu Sanggul Terkesan Ramah
RANTAU, Dibandingkan instansi lain yang ada di Kabupaten Tapin, nampaknya kantor pelayanan RSUD.Datu Sanggul Rantau menempati posisi paling pertama bagi staf dan pekerja rumah sakit yang murah senyum dan menyapa. Bahkan setiap pengunjung dari mulai pasien hingga tamu yang sengaja mendatangi rumah sakit di Datu Sanggul selalu disajikan senyum atau paling tidak dilempar senyum oleh wanita tak dikenal berupa cantik, yang nampaknya mereka perawat yang sedang bertugas di rumah sakit itu.
Diantaranya Hj.Asni Kepala Bagian Tata Usaha di RSUD.Datu Sanggul Rantau, dengan ramah menyambut setiap tamu yang datang keruangannya, dan dengan cepat langsung memberikan pelayanan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Begitu pun Iskandar, Kasi Perawatan di Rumah Sakit ini juga melontarkan senyum kepada wartawan, ketika mengkonfirmasi perihal ruang pasien yang penuh dan jumlah pasien yang terserang diare.
Menurut Iskandar, “senyum ini sudah bagian dari tugas kami didalam melayani warga masyarakat yang berobat di RSUD.Datu Sanggul Rantau. Kita memberikan pelayanan dengan berusaha selalu ramah dan murah senyum kepada pasien yang ingin berobat disini. Terkadang senyum yang kita lontarkan terhadap pasien yang sakit itu dapat menjadi obat ketenangan jiwa si pasien sehingga pasien itu cepat sembuh, “katanya.
Adapun terkait ruang pasien yang penuh, Ia membenarkan bahwa beberapa minggu terakhir ruang pasien di RSUD.Datu Sanggul Rantau penuh, dan kemarin Senin (4/10) dinyatakan sudah berangsur-angsur berkurang, karena sebagian pasien sudah banyak yang pulang. Adapun penyakit yang dominan dialami pasien di rumah sakit itu disebabkan karena terserang penyakit diaere dan Ispa (saluran pernafasan). Demikian Iskandar dan Hj.Asni. (Rull)
Diantaranya Hj.Asni Kepala Bagian Tata Usaha di RSUD.Datu Sanggul Rantau, dengan ramah menyambut setiap tamu yang datang keruangannya, dan dengan cepat langsung memberikan pelayanan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Begitu pun Iskandar, Kasi Perawatan di Rumah Sakit ini juga melontarkan senyum kepada wartawan, ketika mengkonfirmasi perihal ruang pasien yang penuh dan jumlah pasien yang terserang diare.
Menurut Iskandar, “senyum ini sudah bagian dari tugas kami didalam melayani warga masyarakat yang berobat di RSUD.Datu Sanggul Rantau. Kita memberikan pelayanan dengan berusaha selalu ramah dan murah senyum kepada pasien yang ingin berobat disini. Terkadang senyum yang kita lontarkan terhadap pasien yang sakit itu dapat menjadi obat ketenangan jiwa si pasien sehingga pasien itu cepat sembuh, “katanya.
Adapun terkait ruang pasien yang penuh, Ia membenarkan bahwa beberapa minggu terakhir ruang pasien di RSUD.Datu Sanggul Rantau penuh, dan kemarin Senin (4/10) dinyatakan sudah berangsur-angsur berkurang, karena sebagian pasien sudah banyak yang pulang. Adapun penyakit yang dominan dialami pasien di rumah sakit itu disebabkan karena terserang penyakit diaere dan Ispa (saluran pernafasan). Demikian Iskandar dan Hj.Asni. (Rull)
Pejabat di Tapin Hadiri Tausiah Awal Bulan
RANTAU, Awal bulan Oktober 2010, Bupati Tapin beserta seluruh jajaran PNS di lingkungan SKPD Pemkab Tapin menghadiri kegiatan tausiah di Masjid Raya Nurul Falah Rantau, Senin (4/10) kemarin. Tausiah ini merupakan agenda rutin pemkab Tapin yang diselenggarakan setiap senin awal bulan seusai apel peningkatan disiplin, bertempat di masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Tausiah bulanan dihadiri oleh Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP, Ketua DPRD Tapin, Drs.HM.Arifin Arpan, MM, dan sejumlah kepala dinas dan kepala badan di lingkungan SKPD Tapin, camat di 12 kecamatan, seluruh staf PNS, dan masyarakat.
Sementara penceramah dalam tausiah tersebut diisi oleh KH.Asnan atau yang akrab disapa sebagai Guru Cangkering, yang senin kemarin menyapa sekaligus memberikan nasehat terhadap ratusan PNS dan sejumlah masyarakat di masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Tapin, H.Syarkawi mengatakan, “kegiatan tausiah awal bulan yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran PNS dilingkungan SKPD Pemkab Tapin merupakan salah satu agenda rutin Pemkab Tapin, yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pegawai. Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan para pegawai dapat meningkatkan kedisiplinan bagi para pegawai negeri itu sendiri, “katanya.
Kegiatan keagamaan seperti ini cukup disambut antusias oleh masyarakat Tapin. Pasalnya, Respon masyarakat cukup bagus dan menerima kegiatan ini diselenggarakan, bahkan sudah berlangsung cukup lama dan akan terus dilaksanakan. Sesuai keinginan Pemkab Tapin sendiri untuk menuju kawasan Serambi Madinah di Tapin, kendati tidak sepenuhnya seperti Madinah, namun diharapkan mendekati Serambi Madinah. Dimana warganya dan lingkungannya selalu marak dengan kegiatan keagamaan di Kabupaten Tapin ini.
Untuk pengajian tausiah bulanan senin kemarin, cukup ramai dihadiri oleh ratusan PNS dilingkungan Pemkab Tapin, bahkan diantaranya warga masyarakat sekitar.
Disampaikan Syarkawi, tausiah bulanan di masjid Raya Nurul Falah Rantau itu terbuka untuk umum, dan masyarakat dipersilahkan saja untuk ikut mendengarkan bacaan dari guru yang diundang. Adapun alim ulama yang mengisi pengajian dan tausiah di Masjid Raya Nurul Falah Rantau, itu kita undang secara bergantian. Sambung Syarkawi, “Jadi dipersilahkan warga masyarakat yang ingin ikut menghadiri tausiah bulanan di persilahkan datang, “pungkasnya.
Halal Bihalal dan Arisan
Sementara di Kantor DPRD Tapin, Gatriwara (Gabungan Istri Wakil Rakyat) DPRD Tapin menggelar arisan bulanan yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal, pada Senin (4/10) kemarin. Kegiatan ini dihadiri oleh istri anggota DPRD Tapin yang setiap bulannya mengadakan arisan. (Rull)
Tausiah bulanan dihadiri oleh Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP, Ketua DPRD Tapin, Drs.HM.Arifin Arpan, MM, dan sejumlah kepala dinas dan kepala badan di lingkungan SKPD Tapin, camat di 12 kecamatan, seluruh staf PNS, dan masyarakat.
Sementara penceramah dalam tausiah tersebut diisi oleh KH.Asnan atau yang akrab disapa sebagai Guru Cangkering, yang senin kemarin menyapa sekaligus memberikan nasehat terhadap ratusan PNS dan sejumlah masyarakat di masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Tapin, H.Syarkawi mengatakan, “kegiatan tausiah awal bulan yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran PNS dilingkungan SKPD Pemkab Tapin merupakan salah satu agenda rutin Pemkab Tapin, yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pegawai. Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan para pegawai dapat meningkatkan kedisiplinan bagi para pegawai negeri itu sendiri, “katanya.
Kegiatan keagamaan seperti ini cukup disambut antusias oleh masyarakat Tapin. Pasalnya, Respon masyarakat cukup bagus dan menerima kegiatan ini diselenggarakan, bahkan sudah berlangsung cukup lama dan akan terus dilaksanakan. Sesuai keinginan Pemkab Tapin sendiri untuk menuju kawasan Serambi Madinah di Tapin, kendati tidak sepenuhnya seperti Madinah, namun diharapkan mendekati Serambi Madinah. Dimana warganya dan lingkungannya selalu marak dengan kegiatan keagamaan di Kabupaten Tapin ini.
Untuk pengajian tausiah bulanan senin kemarin, cukup ramai dihadiri oleh ratusan PNS dilingkungan Pemkab Tapin, bahkan diantaranya warga masyarakat sekitar.
Disampaikan Syarkawi, tausiah bulanan di masjid Raya Nurul Falah Rantau itu terbuka untuk umum, dan masyarakat dipersilahkan saja untuk ikut mendengarkan bacaan dari guru yang diundang. Adapun alim ulama yang mengisi pengajian dan tausiah di Masjid Raya Nurul Falah Rantau, itu kita undang secara bergantian. Sambung Syarkawi, “Jadi dipersilahkan warga masyarakat yang ingin ikut menghadiri tausiah bulanan di persilahkan datang, “pungkasnya.
Halal Bihalal dan Arisan
Sementara di Kantor DPRD Tapin, Gatriwara (Gabungan Istri Wakil Rakyat) DPRD Tapin menggelar arisan bulanan yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal, pada Senin (4/10) kemarin. Kegiatan ini dihadiri oleh istri anggota DPRD Tapin yang setiap bulannya mengadakan arisan. (Rull)
BTKL Banjarbaru Ambil Sampel Air Baku PDAM
RANTAU, Instalasi Pengelolaan Air (IPA) PDAM Bungur belum lama tadi di periksa Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Banjarbaru. Ada 3 orang petugas BTKL yang datang ke Instalasi Pengelolaan Air di Desa Bungur, diantaranya Lukman Nur Akli, Kepala Bidang Analis Dampak Kesehatan Lingkungan di BTKL Banjarbaru, didampingi dua orang rekan kerjanya. Juga ada diantaranya Plt.Kepala PDAM Kota Rantau, David Muzakkir, mendampingi tim BTKL dilokasi.
“Di lokasi IPA di Desa Bungur, ada tiga jenis air yang diambil sampelnya untuk diuji coba di laboratorium mereka di Banjarbaru, diantaranya hasil air yang dikelola di IPA Bungur, serta air yang didistribusikan ke pelanggan, dan air sungai yang menjadi bahan baku dari PDAM Tapin, “kata Lukman Nur Akli, kemarin.
“Sementara untuk memeriksa bahan baku air PDAM mengandung ecoli atau coliformnya yang terkandung dalam air sungai tersebut, kita akan memeriksa mikrobiologinya, melalui uji coba parameter air itu, dengan metode pengujian meliputi iodometri, modifikasi azida untuk uji sampel air yang kita bawa. Selanjutnya, unsur senyawa an organic seperti arsen, flotida, total chromium, cadmium, NO2, NO3. “Kalau ada berapa persen atau banyak jumlahnya dalam air yang diperiksa. Dan menguji secara fisika, dimana kami akan memeriksa apakah airnya berbau, berwarna, tingkat kekeruhannya, rasa, dan suhunya berapa, itu akan kami ukur. Dan yang terakhir adalah senyawa kimianya, seperti besi, Mn, dan Pn, ”kata Lukman.
Pengambilan sampel air sungai yang dilakukan ini serentak se-Kalsel, mereka berbagi tugas dengan menugaskan tim untuk memeriksa sungai yang ada di setiap Kabupaten di Kalsel. Dan secara kebetulan, tim ini sedang melaksanakan tugasnya ke Kabupaten Tapin, dengan memeriksa dan mengambil sampel air di IPA Bungur, di IPA Hiung, Tatakan, dan Batu Hapu. Demikian Lukman. (Rull)
“Di lokasi IPA di Desa Bungur, ada tiga jenis air yang diambil sampelnya untuk diuji coba di laboratorium mereka di Banjarbaru, diantaranya hasil air yang dikelola di IPA Bungur, serta air yang didistribusikan ke pelanggan, dan air sungai yang menjadi bahan baku dari PDAM Tapin, “kata Lukman Nur Akli, kemarin.
“Sementara untuk memeriksa bahan baku air PDAM mengandung ecoli atau coliformnya yang terkandung dalam air sungai tersebut, kita akan memeriksa mikrobiologinya, melalui uji coba parameter air itu, dengan metode pengujian meliputi iodometri, modifikasi azida untuk uji sampel air yang kita bawa. Selanjutnya, unsur senyawa an organic seperti arsen, flotida, total chromium, cadmium, NO2, NO3. “Kalau ada berapa persen atau banyak jumlahnya dalam air yang diperiksa. Dan menguji secara fisika, dimana kami akan memeriksa apakah airnya berbau, berwarna, tingkat kekeruhannya, rasa, dan suhunya berapa, itu akan kami ukur. Dan yang terakhir adalah senyawa kimianya, seperti besi, Mn, dan Pn, ”kata Lukman.
Pengambilan sampel air sungai yang dilakukan ini serentak se-Kalsel, mereka berbagi tugas dengan menugaskan tim untuk memeriksa sungai yang ada di setiap Kabupaten di Kalsel. Dan secara kebetulan, tim ini sedang melaksanakan tugasnya ke Kabupaten Tapin, dengan memeriksa dan mengambil sampel air di IPA Bungur, di IPA Hiung, Tatakan, dan Batu Hapu. Demikian Lukman. (Rull)
Minggu, 03 Oktober 2010
PETA KOTA RANTAU
Alun-Alun Kota Rantau dan Taman Basimban


Apabila anda melintasi jalan Brigjen H.Hasan Basri dari arah Pasar Rantau, di tengah jalan anda akan menemui sebuah
plang bertuliskan alun-Alun Kota Rantau dan selamat datang. Dilokasi tersebut anda sedang berada di titik pusat kota Rantau,
tepatnya berada di alun-alun kota depan Taman Basimban Rantau.
Kantor BUpati Tapin dan Gedung DPRD Tapin


Dilokasi ini dikatakan pusat perkantoran di kota Rantau, dimana kantor Bupati Tapin yang diberseberangan dengan Kantor
DPRD Tapin.
Masjid Raya Nurul Falah Rantau dan Bundaran Dulang


Menara yang sekaligus masjidnya berada tepat di tepi jalan lintas provinsi Kalsel-Kalteng-Kaltim, jalur di jalan ini
hari-hari selalu ramai dilintasi kendaraan luar kota dalam provinsi. Sehingga kedua bangunan tersebut menjadi ikon kota
Rantau massa kini yang sedang berhias menuju Serambi Madinah. Bahkan masjid ini kerap menjadi tempat persinggahan penumpang yang
datang dari luar daerah untuk melaksanakan sholat.
Danau Rantau Baru


Di kawasan ini terus dikerjakan pembangunan proyek wisata massa depan berupa Danau Rantau Baru dan hutan kota dan sebuah bukit. Bahkan dilokasi tersebut terdapat sebuah taman pemancingan yang rencananya Pemerintah daerah sedang mencari investor guna mengelola rumah makan berbintang dikawasan tersebut. Lokasi tersebut cukup strategis karena berada di titik pusat kota Rantau. (Rull)
Apabila anda melintasi jalan Brigjen H.Hasan Basri dari arah Pasar Rantau, di tengah jalan anda akan menemui sebuah
plang bertuliskan alun-Alun Kota Rantau dan selamat datang. Dilokasi tersebut anda sedang berada di titik pusat kota Rantau,
tepatnya berada di alun-alun kota depan Taman Basimban Rantau.
Kantor BUpati Tapin dan Gedung DPRD Tapin
Dilokasi ini dikatakan pusat perkantoran di kota Rantau, dimana kantor Bupati Tapin yang diberseberangan dengan Kantor
DPRD Tapin.
Masjid Raya Nurul Falah Rantau dan Bundaran Dulang
Menara yang sekaligus masjidnya berada tepat di tepi jalan lintas provinsi Kalsel-Kalteng-Kaltim, jalur di jalan ini
hari-hari selalu ramai dilintasi kendaraan luar kota dalam provinsi. Sehingga kedua bangunan tersebut menjadi ikon kota
Rantau massa kini yang sedang berhias menuju Serambi Madinah. Bahkan masjid ini kerap menjadi tempat persinggahan penumpang yang
datang dari luar daerah untuk melaksanakan sholat.
Danau Rantau Baru
Di kawasan ini terus dikerjakan pembangunan proyek wisata massa depan berupa Danau Rantau Baru dan hutan kota dan sebuah bukit. Bahkan dilokasi tersebut terdapat sebuah taman pemancingan yang rencananya Pemerintah daerah sedang mencari investor guna mengelola rumah makan berbintang dikawasan tersebut. Lokasi tersebut cukup strategis karena berada di titik pusat kota Rantau. (Rull)
Sabtu, 02 Oktober 2010
Pengobatan Gratis Di Kabupaten Tapin
RANTAU, Pemerintah Kabupaten Tapin semenjak tahun 2006 lalu telah merealisasikan program berobat gratis bagi warga masyarakatnya. Pertama, pemberian subsidi pengobatan gratis bagi masyarakat yang ditanggung Pemda Tapin melalui dana APBD. Kedua, program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). “Itu warga Tapin yang mau beranak, berobat sampai dengan operasi gratis berobat. Asalkan memiliki KTP Tapin, “kata Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Drg. Kusudiarto, Jum’at pekan kemarin, kepada wartawan.
Bahkan sejak 2 tahun terakhir anggaran untuk pengobatan gratis terus meningkat. Pada tahun 2007 lalu mencapai Rp1.139.569.000, dan tahun 2008 meningkat jadi Rp1.950.000.000, selanjutnya di tahun 2009 kembali naik menjadi Rp2,3 miliar, sementara di tahun 2010 ini mengalami penurunan menjadi Rp2.185.434.050. Penurunan anggaran di tahun 2010 ini, lanjut Pak Kus, lantaran terdapat dana yang dikucurkan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan estimasi penyakit.
Sedangkan untuk Jamkesmas, diberikan pada 4.780 orang yang kurang mampu. ”Jamkesmas ini sudah berjalan sejak 2 tahun yang lalu hingga sekarang. Dan ini merupakan lanjutan dari Askes, di mana nanti tim revisi dari RSUD Datu Sanggul yang akan melakukan pendataan terhadap pasien. Setelah itu, dananya baru diklaim ke pusat,” kata Kusudiarto.
Sementara, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau mengatakan, “Program kesehatan dan berobat gratis ini sasarannya adalah keluarga yang kurang mampu. Misalnya, “Warga Tapin yang kurang mampu sakit, dan berobat di salah satu Puskesmas dan Rumah Sakit setempat. Dengan menunjukan foto kopi KTP Tapin, warga Tapin tersebut tak lagi dipungut biaya saat berobat disalah satu pelayanan kesehatan di daerah ini. Hal ini karena Pemda Tapin telah mensubsidi pelayanan kesehatan masyarakatnya dengan biaya yang dianggarkan dari APBD Tapin, “kata Noor Ifansyah, Direktur RSUD.Datu Sanggul kemarin.
“Hal itu sesuai Peraturan Bupati Nomor 06/2007 tentang pemberian biaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tapin. Dan disitu juga ada persyaratanya. Yakni pasien yang berobat di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan di Tapin harus memiliki KTP Tapin, “katanya.
Tujuan pengobatan gratis ini adalah upaya Pemkab Tapin mengurangi beban masyarakatnya dengan pengobatan gratis yang disubsidikan dari dana APBD Tapin setiap tahunnya. Hal itu agar meningkatkanya derajat kesehatan warga Tapin, sehingga masyarakat Tapin tak terlalu dibebani akan biaya pengobatan yang terlalu mahal.
“Adapun pelayanan kesehatan yang ditanggung APBD Tapin ini melingkupi berobat, memeriksa kesehatan di Puskesmas atau dirumah sakit, rawat inap, rawat jalan di RSUD.Datu Sanggul Rantau, dan pelayanan unit gawat darurat hingga sampai operasi, “katanya. (rull)
Bahkan sejak 2 tahun terakhir anggaran untuk pengobatan gratis terus meningkat. Pada tahun 2007 lalu mencapai Rp1.139.569.000, dan tahun 2008 meningkat jadi Rp1.950.000.000, selanjutnya di tahun 2009 kembali naik menjadi Rp2,3 miliar, sementara di tahun 2010 ini mengalami penurunan menjadi Rp2.185.434.050. Penurunan anggaran di tahun 2010 ini, lanjut Pak Kus, lantaran terdapat dana yang dikucurkan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan estimasi penyakit.
Sedangkan untuk Jamkesmas, diberikan pada 4.780 orang yang kurang mampu. ”Jamkesmas ini sudah berjalan sejak 2 tahun yang lalu hingga sekarang. Dan ini merupakan lanjutan dari Askes, di mana nanti tim revisi dari RSUD Datu Sanggul yang akan melakukan pendataan terhadap pasien. Setelah itu, dananya baru diklaim ke pusat,” kata Kusudiarto.
Sementara, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau mengatakan, “Program kesehatan dan berobat gratis ini sasarannya adalah keluarga yang kurang mampu. Misalnya, “Warga Tapin yang kurang mampu sakit, dan berobat di salah satu Puskesmas dan Rumah Sakit setempat. Dengan menunjukan foto kopi KTP Tapin, warga Tapin tersebut tak lagi dipungut biaya saat berobat disalah satu pelayanan kesehatan di daerah ini. Hal ini karena Pemda Tapin telah mensubsidi pelayanan kesehatan masyarakatnya dengan biaya yang dianggarkan dari APBD Tapin, “kata Noor Ifansyah, Direktur RSUD.Datu Sanggul kemarin.
“Hal itu sesuai Peraturan Bupati Nomor 06/2007 tentang pemberian biaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tapin. Dan disitu juga ada persyaratanya. Yakni pasien yang berobat di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan di Tapin harus memiliki KTP Tapin, “katanya.
Tujuan pengobatan gratis ini adalah upaya Pemkab Tapin mengurangi beban masyarakatnya dengan pengobatan gratis yang disubsidikan dari dana APBD Tapin setiap tahunnya. Hal itu agar meningkatkanya derajat kesehatan warga Tapin, sehingga masyarakat Tapin tak terlalu dibebani akan biaya pengobatan yang terlalu mahal.
“Adapun pelayanan kesehatan yang ditanggung APBD Tapin ini melingkupi berobat, memeriksa kesehatan di Puskesmas atau dirumah sakit, rawat inap, rawat jalan di RSUD.Datu Sanggul Rantau, dan pelayanan unit gawat darurat hingga sampai operasi, “katanya. (rull)
Jumat, 01 Oktober 2010
Berikan Remaja Informasi Secara Dini Tentang Alat Reproduksinya
RANTAU, Terdapat hal menarik pada materi yang disampaikan oleh Drs.Agoeng Soedir Poetra pengajar di color modeling scholl Malang Jawa Timur, pada Selasa (28/9) kemarin kepada ibu-ibu PKK dalam rangka kegiatan seminar singkat personality development yang diselenggarakan oleh TP-PKK Kabupaten Tapin, yakni pembinaan anak remaja menjadi pribadi cemerlang.
Pembinaan anak remaja menjadi pribadi cemerlang tak lepas dari peran orang tua yang membimbing anaknya disaat memasuki masa remaja. Terutama dalam memberikan informasi dini terkait alat reproduksi bagi anak perempuan dan anak laki-laki, hal itu sangat penting agar mereka memiliki tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai alat reproduksinya sekaligus juga tak menjerumuskan mereka membentuk keluarga tak berkualitas nantinya.
Dikatakan Agoeng, “Kesehatan alat reproduksi wanita (Miss.V) tak lepas dari kondisi masa lalunya, seperti masa remaja. Sebagaimana diketahui masa remaja rentan dengan berbagai persoalan kesehatan reproduksi, sehingga masa tersebut merupakan masa yang tepat didalam memberikan informasi dini terkait alat reproduksi melalui cara penyampaian dengan strategi, “katanya.
Diceritakan Agoeng, Terdapat sebuah kasus yang pernah di jumpainya, karena pernah pengalaman sebagai dokter praktek waktu itu di Sulawesi, disana terdapat anak gadis berumur 9 tahun yang sudah menikah muda, dan mengeluhkan alat reproduksinya merasa sakit dan perih saat berhubungan layaknya suami istri. “Coba bayangkan anak berumur 9 tahun, dimana alat reproduksinya belumlah sama dengan wanita dewasa. Saat itu ditanya, kenapa melakukan yang sebenarnya kamu belum boleh melakukannya di umur 9 tahun. Terus kata anak itu, saya sudah menikah diumur 9 tahun. Rata-rata persoalan tersebut dialami oleh keluarga yang kurang mampu, lantaran terhimpit ekonomi sehingga mereka banyak yang menikah dini, “katanya. (Rull)
Pembinaan anak remaja menjadi pribadi cemerlang tak lepas dari peran orang tua yang membimbing anaknya disaat memasuki masa remaja. Terutama dalam memberikan informasi dini terkait alat reproduksi bagi anak perempuan dan anak laki-laki, hal itu sangat penting agar mereka memiliki tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai alat reproduksinya sekaligus juga tak menjerumuskan mereka membentuk keluarga tak berkualitas nantinya.
Dikatakan Agoeng, “Kesehatan alat reproduksi wanita (Miss.V) tak lepas dari kondisi masa lalunya, seperti masa remaja. Sebagaimana diketahui masa remaja rentan dengan berbagai persoalan kesehatan reproduksi, sehingga masa tersebut merupakan masa yang tepat didalam memberikan informasi dini terkait alat reproduksi melalui cara penyampaian dengan strategi, “katanya.
Diceritakan Agoeng, Terdapat sebuah kasus yang pernah di jumpainya, karena pernah pengalaman sebagai dokter praktek waktu itu di Sulawesi, disana terdapat anak gadis berumur 9 tahun yang sudah menikah muda, dan mengeluhkan alat reproduksinya merasa sakit dan perih saat berhubungan layaknya suami istri. “Coba bayangkan anak berumur 9 tahun, dimana alat reproduksinya belumlah sama dengan wanita dewasa. Saat itu ditanya, kenapa melakukan yang sebenarnya kamu belum boleh melakukannya di umur 9 tahun. Terus kata anak itu, saya sudah menikah diumur 9 tahun. Rata-rata persoalan tersebut dialami oleh keluarga yang kurang mampu, lantaran terhimpit ekonomi sehingga mereka banyak yang menikah dini, “katanya. (Rull)
BLH Tapin dapat 18 Item Alat Uji Parameter Lingkungan Dari MenLH
RANTAU, Kementerian Lingkungan Hidup RI memberikan bantuan alat uji laboratorium lingkungan hidup sebanyak 18 item kepada Badan Lingkungan Hidup Tapin.Diantaranya 2 unit gas sampler buatan USA, air flow felocity temperature and humadity hibermany sebanyak 2 unit, portable environmental air monitor buatan USA sebanyak 1 unit, dan sound level meter buatan German sebanyak 2 unit. Jika dihitung uang, total dana keseluruhan dari KemenLH RI senilai Rp.780 juta untuk ke-18 item tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin Ir M Yunus didampingi Pengawas Lingkungan Hidup Daerah H Zain Arifin, kemarin kepada wartawan.
Dengan bertambahnya ke-18 item tersebut untuk laboratorium BLH Tapin diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus juga mengantisipasi dampak lingkungan yang akhir-akhir ini sudah terjadi seperti adanya pencemaran lingkungan di Kabupaten Tapin.
Ke 18 item tersebut berguna untuk menganalisa uji parameter akan pencemaran air, udara, bahkan kebisingan. “Dengan adanya alat tersebut di laboratorium BLH, diharapkan nantinya bisa memudahkan pengujian terhadap pencemaran lingkungan di wilayah Tapin, terutama untuk tes pencemaran udara dan air maupun tingkat kebisingan, ”harapnya.
Hingga saat ini baru ada sekitar 20 persen perusahaan yang sudah melakukan uji sample ke BLH Tapin, kendati masih banyak lagi perusahaan lainnya yang belum memeriksa di BLH. Namun tetap diharapkan bagi perusahaan yang belum memeriksakan kualitas lingkungannya ke laboratorium BLH Tapin, agar dapat memeriksanya. Pasalnya, setiap perusahaan yang beroperasi di Tapin dan memiliki Amdal diwajibkan memeriksakan kualitas air, udara, dan kebisingan kepada instansi seperti BLH. Hal tersebut sudah ada diatur dalam undang-undang lingkungan.
Hal itu tentunya untuk perusahaan itu sendiri, bukan untuk kepentingan kami. Soalnya bila terjadi masalah lingkungan di masyarakat, perusahaan bisa membeberkan data tersebut ke masyarakat, sesuai dengan hasil tes dari laboratorium di BLH. Demikian Zain. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin Ir M Yunus didampingi Pengawas Lingkungan Hidup Daerah H Zain Arifin, kemarin kepada wartawan.
Dengan bertambahnya ke-18 item tersebut untuk laboratorium BLH Tapin diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus juga mengantisipasi dampak lingkungan yang akhir-akhir ini sudah terjadi seperti adanya pencemaran lingkungan di Kabupaten Tapin.
Ke 18 item tersebut berguna untuk menganalisa uji parameter akan pencemaran air, udara, bahkan kebisingan. “Dengan adanya alat tersebut di laboratorium BLH, diharapkan nantinya bisa memudahkan pengujian terhadap pencemaran lingkungan di wilayah Tapin, terutama untuk tes pencemaran udara dan air maupun tingkat kebisingan, ”harapnya.
Hingga saat ini baru ada sekitar 20 persen perusahaan yang sudah melakukan uji sample ke BLH Tapin, kendati masih banyak lagi perusahaan lainnya yang belum memeriksa di BLH. Namun tetap diharapkan bagi perusahaan yang belum memeriksakan kualitas lingkungannya ke laboratorium BLH Tapin, agar dapat memeriksanya. Pasalnya, setiap perusahaan yang beroperasi di Tapin dan memiliki Amdal diwajibkan memeriksakan kualitas air, udara, dan kebisingan kepada instansi seperti BLH. Hal tersebut sudah ada diatur dalam undang-undang lingkungan.
Hal itu tentunya untuk perusahaan itu sendiri, bukan untuk kepentingan kami. Soalnya bila terjadi masalah lingkungan di masyarakat, perusahaan bisa membeberkan data tersebut ke masyarakat, sesuai dengan hasil tes dari laboratorium di BLH. Demikian Zain. (Rull)
Kamis, 30 September 2010
Wifi Hotspot Pemkab Tapin Tersambar Petir
RANTAU, Pada Selasa (28/9) siang kemarin petir menyambar line telepon jalur speedy milik kantor Bupati Tapin yang menggunakan perangkat wifi Hotspot. Akibatnya untuk sementara fasilitas Internet Hotspot Pemkab Tapin total tak dapat digunakan.
Kepala Bagian Perlengkapan Pemkab Tapin, Arifin Noor Atma membenarkan tersambarnya perangkat wifi Hotspot di Pemkab Tapin ketika dikonfirmasi wartawan.
“Hujan yang disertai petir yang menggelegar selasa kemarin mengakibatkan beberapa perangkat seperti modem, router, hubline, dan komputer rusak total. Sehingga untuk sementara wifi hotspot Internet Pemkab Tapin tak bisa digunakan sebagaimana biasanya, “kata Arifin didampingi Rendra Setiawan staf pemeliharaan bagian perlengkapan Pemkab Tapin, kepada wartawan kemarin.
Saat ini kita dalam perbaikan teknis untuk menganalisa kerusakan yang terjadi. Sementara yang tersambar petir itu adalah line telepon jalur speedi yang selanjutnya merembet keberbagai perangkat seperti modem, router, hubline, dan sebuah komputer dibagian perlengkapan. Akibatnya total Internet saat ini tak bisa digunakan.
“Sementara anehnya untuk sikring UPS tak ikut disambar, dan petir lewat begitu saja dan langsung mengenai line card dan modem, router, dan perangkat komputer. Sementara justru UPS tidak kena, semestinya kan UPS dulu, namun seperti itulah kondisinya. Itulah alam, kita tak dapat memprediksi, “katanya.
“Untuk perlengkapan yang rusak itu sesegeranya akan kita perbaiki, mengingat kita di bagian perlengkapan sudah merasakan manfaatnya untuk mencari informasi yang ada di Internet. Seperti perbandingan harga barang, peraturan-peraturan Pemerintah RI yang baru, dan info perlengkapan lainnya, “katanya kepada MataBanua diruang kerjanya.
Selanjutnya kita akan mengganti perangkat-perangkat yang rusak tadi dengan sesegeranya. Sementara menunggu alat-alat tersebut apakah tersedia barangnya kita akan tanyakan hal itu kepada penyedia. Pasalnya untuk memperoleh alat pendukung wifi Hotspot Internet yang rusak tersebut tidaklah semudah membalik telapak tangan. “jika ada di Banjarmasin itu segera kita ganti, jika tidak ada barangnya terpaksa
kita memesan lebih dahulu, “katanya.
Sebagaimana diketahui, sarana wifi Hotspot Internet di kawasan kantor Bupati Tapin kerap digunakan oleh staf PNS saat jam kerja. Juga kerap digunakan oleh masyarakat setiap sore dan malam harinya seusai jam kerja untuk menikmati fasilitas Internet Hotspot. Lantaran baru saja tersambar petir, sehingga untuk sementara wifi Hotspot Internet tak bisa digunakan kembali. Selain itu, petir yang menyambar selasa kemarin juga mengakibatkan rusaknya komputer di kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tapin, dan Juga sebuah komputer milik Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Tapin. (Rull)
Kepala Bagian Perlengkapan Pemkab Tapin, Arifin Noor Atma membenarkan tersambarnya perangkat wifi Hotspot di Pemkab Tapin ketika dikonfirmasi wartawan.
“Hujan yang disertai petir yang menggelegar selasa kemarin mengakibatkan beberapa perangkat seperti modem, router, hubline, dan komputer rusak total. Sehingga untuk sementara wifi hotspot Internet Pemkab Tapin tak bisa digunakan sebagaimana biasanya, “kata Arifin didampingi Rendra Setiawan staf pemeliharaan bagian perlengkapan Pemkab Tapin, kepada wartawan kemarin.
Saat ini kita dalam perbaikan teknis untuk menganalisa kerusakan yang terjadi. Sementara yang tersambar petir itu adalah line telepon jalur speedi yang selanjutnya merembet keberbagai perangkat seperti modem, router, hubline, dan sebuah komputer dibagian perlengkapan. Akibatnya total Internet saat ini tak bisa digunakan.
“Sementara anehnya untuk sikring UPS tak ikut disambar, dan petir lewat begitu saja dan langsung mengenai line card dan modem, router, dan perangkat komputer. Sementara justru UPS tidak kena, semestinya kan UPS dulu, namun seperti itulah kondisinya. Itulah alam, kita tak dapat memprediksi, “katanya.
“Untuk perlengkapan yang rusak itu sesegeranya akan kita perbaiki, mengingat kita di bagian perlengkapan sudah merasakan manfaatnya untuk mencari informasi yang ada di Internet. Seperti perbandingan harga barang, peraturan-peraturan Pemerintah RI yang baru, dan info perlengkapan lainnya, “katanya kepada MataBanua diruang kerjanya.
Selanjutnya kita akan mengganti perangkat-perangkat yang rusak tadi dengan sesegeranya. Sementara menunggu alat-alat tersebut apakah tersedia barangnya kita akan tanyakan hal itu kepada penyedia. Pasalnya untuk memperoleh alat pendukung wifi Hotspot Internet yang rusak tersebut tidaklah semudah membalik telapak tangan. “jika ada di Banjarmasin itu segera kita ganti, jika tidak ada barangnya terpaksa
kita memesan lebih dahulu, “katanya.
Sebagaimana diketahui, sarana wifi Hotspot Internet di kawasan kantor Bupati Tapin kerap digunakan oleh staf PNS saat jam kerja. Juga kerap digunakan oleh masyarakat setiap sore dan malam harinya seusai jam kerja untuk menikmati fasilitas Internet Hotspot. Lantaran baru saja tersambar petir, sehingga untuk sementara wifi Hotspot Internet tak bisa digunakan kembali. Selain itu, petir yang menyambar selasa kemarin juga mengakibatkan rusaknya komputer di kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tapin, dan Juga sebuah komputer milik Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Tapin. (Rull)
Rabu, 29 September 2010
Pengurusan Izin Surat Kirim BatuBara Diperketat
RANTAU, Menyusul setelah adanya kasus pemalsuan tanda tangan dokumen SKAB, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapin, Pemkab Tapin melalui Dinas Pertambangan dan Energi Tapin bakal memperketat proses kepengurusan surat kirim batu bara ke luar daerah untuk perusahaan pemilik IUP (Izin Usaha Pertambangan).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapin Ir Nurdin kepada wartawan kemarin.
Menurut Nurdin, Sejak Januari sampai September 2010 Dinas Pertambangan dan Enegi Tapin sudah menerbitkan 1.500 surat rekomendasi. Sekarang mengenai pengurusan rekomendasi pengiriman bahan galian dan SKAB harus dilakukan langsung oleh pihak pemegang izin KP, jadi kita tidak akan melayani pengurusan oleh pihak lain di luar itu. Hal itu diberlakukan sejak pertengahan September lalu, selain pihak yang mengurus proses dukumen kirim langsung dari pemegang KP, syarat lain yang menyertai
proses penerbitan rekomendasi pengiriman batu bara haruslah ada dukumen SKAB mulai dari stokpile tambang hingga kepelabuhan Batu bara.
“Setiap rekomendasi yang terbit, dari data di kantornya paling sedikit memuat jumlah batu bara sebanyak 5000 Ton, jadi jumlah batu bara yang keluar di Tapin ada sekitar 7,5 Ton yang di keluarkan dari pelabuhan batu bara di Tapin, “ujarnya
“Perbandingan data lainnya, lanjut Nurdin, rata-rata jumlah produk batu bara di Tapin dalam sebulan yang di kirim keluar daerah sekitar 900 ton. Sebanyak 100 ton diantaranya dari produk izin dari PKP2B, sisanya dari tambang KP, jika dikalkulasikan, hingga September ini sedikitnya produksi mencapai lebih dari 8 juta ton, “katanya. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapin Ir Nurdin kepada wartawan kemarin.
Menurut Nurdin, Sejak Januari sampai September 2010 Dinas Pertambangan dan Enegi Tapin sudah menerbitkan 1.500 surat rekomendasi. Sekarang mengenai pengurusan rekomendasi pengiriman bahan galian dan SKAB harus dilakukan langsung oleh pihak pemegang izin KP, jadi kita tidak akan melayani pengurusan oleh pihak lain di luar itu. Hal itu diberlakukan sejak pertengahan September lalu, selain pihak yang mengurus proses dukumen kirim langsung dari pemegang KP, syarat lain yang menyertai
proses penerbitan rekomendasi pengiriman batu bara haruslah ada dukumen SKAB mulai dari stokpile tambang hingga kepelabuhan Batu bara.
“Setiap rekomendasi yang terbit, dari data di kantornya paling sedikit memuat jumlah batu bara sebanyak 5000 Ton, jadi jumlah batu bara yang keluar di Tapin ada sekitar 7,5 Ton yang di keluarkan dari pelabuhan batu bara di Tapin, “ujarnya
“Perbandingan data lainnya, lanjut Nurdin, rata-rata jumlah produk batu bara di Tapin dalam sebulan yang di kirim keluar daerah sekitar 900 ton. Sebanyak 100 ton diantaranya dari produk izin dari PKP2B, sisanya dari tambang KP, jika dikalkulasikan, hingga September ini sedikitnya produksi mencapai lebih dari 8 juta ton, “katanya. (Rull)
Selasa, 28 September 2010
Penangkar Karet Dibantu Dana Bansos
RANTAU, Kabupaten Tapin yang dikenal sebagai sentranya bibit karet di
Kalimantan Selatan akan terus meningkatkan kualitas bibit karet yang
ada di Kabupaten Tapin. Guna meningkatkan kualitas bibit karet di
Tapin, Pemkab Tapin melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin
memberikan bantuan sosial kepada kelompok tani khususnya penangkar
bibit karet di Tapin.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin
Ir Sufian Noor kemarin diruang kerjanya.
Bantuan sosial dalam bentuk buka rekening tabungan di BRI bersumber
dari Dirjen Pengelolaan Lahan Air Pusat dan akan diserahkan kepada
masing-masing ketua kelompok penangkar karet, dengan kisaran senilai
perhektarnya 4 juta, dari total dana senilai Rp.100 juta yang
disalurkan ke rekening kelompok penangkar karet. Sementara pencairan
dananya, haruslah di ketahui Kadishutbun Tapin dan ditandatangani oleh
ketua kelompok dan bendahara kelompok.
Dana yang disalurkan kepada kelompok petani sesuai peruntukan seperti
isi proposal yang diajukan kelompok tani, dan akan di pergunakan untuk
pembelian bibit dan pengelolaan tanah seluas 25 hektar bagi kelompok
tani di Tapin. Sebab, Sufian mengatakan, saat ini bibit karet yang
ditanam para petani haruslah bibit karet jenis unggul, sehingga
hasilnyapun nanti bagus dan tinggi.
Selain bantuan tersebut, juga ada bantuan lagi yang diserahkan untuk
kelompok penangkar bibit karet, bantuan tersebut di peruntukkan untuk
pembuatan sumur, membeli genset yang berguna untuk menyiram bibit
karet. Juga ada bantuan lahan seluas 2 hektar untuk 4 kelompok tani,
di mana masing-masing kelompok mendapatkan jatah setengah hektare
lahan untuk pembuatan kebun entris. Masing-masing kelompok dibantu
sebanyak 4000 klon unggul. Ini untuk mengembangkan klon bibit unggul
karet, sehingga di harapkan produksi karet petani hasilnya tinggi.
”Selama ini, kita menilai bahwa masih banyak petani atau masyarakat
yang menanam karet dengan bibit karet biasa. Diharapkan, dengan
bantuan yang diserahkan tadi, para petani bisa beralih dari menanam
jenis karet biasa ke jenis karet unggul, sehingga hasil produksi
karetnya pun bisa lebih meningkat dan baik,”saran Ufi.
Diharapkan tambah Ufi, dengan menanam bibit karet jenis unggul yang
berkualitas ini sektor perkebunan di Tapin bisa mencapai target
pendapatan yang sudah ditetapkan, yakni sebesar Rp.22 juta atau 120
ribu Dollar perhektar dalam setahun per kepala keluarga.
”Hal ini juga sesuai dengan visi Bupati Tapin untuk meningkatkan
kesejahteraan petani di sektor perkebunan tercapai, soalnya bila
petani tidak menanam karet dengan bibit jenis unggul, maka separuh
dari penghasilan petani akan hilang. Hal inilah yang tidak kita
harapkan, ”pungkas Ufi. (rull)
Kalimantan Selatan akan terus meningkatkan kualitas bibit karet yang
ada di Kabupaten Tapin. Guna meningkatkan kualitas bibit karet di
Tapin, Pemkab Tapin melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin
memberikan bantuan sosial kepada kelompok tani khususnya penangkar
bibit karet di Tapin.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin
Ir Sufian Noor kemarin diruang kerjanya.
Bantuan sosial dalam bentuk buka rekening tabungan di BRI bersumber
dari Dirjen Pengelolaan Lahan Air Pusat dan akan diserahkan kepada
masing-masing ketua kelompok penangkar karet, dengan kisaran senilai
perhektarnya 4 juta, dari total dana senilai Rp.100 juta yang
disalurkan ke rekening kelompok penangkar karet. Sementara pencairan
dananya, haruslah di ketahui Kadishutbun Tapin dan ditandatangani oleh
ketua kelompok dan bendahara kelompok.
Dana yang disalurkan kepada kelompok petani sesuai peruntukan seperti
isi proposal yang diajukan kelompok tani, dan akan di pergunakan untuk
pembelian bibit dan pengelolaan tanah seluas 25 hektar bagi kelompok
tani di Tapin. Sebab, Sufian mengatakan, saat ini bibit karet yang
ditanam para petani haruslah bibit karet jenis unggul, sehingga
hasilnyapun nanti bagus dan tinggi.
Selain bantuan tersebut, juga ada bantuan lagi yang diserahkan untuk
kelompok penangkar bibit karet, bantuan tersebut di peruntukkan untuk
pembuatan sumur, membeli genset yang berguna untuk menyiram bibit
karet. Juga ada bantuan lahan seluas 2 hektar untuk 4 kelompok tani,
di mana masing-masing kelompok mendapatkan jatah setengah hektare
lahan untuk pembuatan kebun entris. Masing-masing kelompok dibantu
sebanyak 4000 klon unggul. Ini untuk mengembangkan klon bibit unggul
karet, sehingga di harapkan produksi karet petani hasilnya tinggi.
”Selama ini, kita menilai bahwa masih banyak petani atau masyarakat
yang menanam karet dengan bibit karet biasa. Diharapkan, dengan
bantuan yang diserahkan tadi, para petani bisa beralih dari menanam
jenis karet biasa ke jenis karet unggul, sehingga hasil produksi
karetnya pun bisa lebih meningkat dan baik,”saran Ufi.
Diharapkan tambah Ufi, dengan menanam bibit karet jenis unggul yang
berkualitas ini sektor perkebunan di Tapin bisa mencapai target
pendapatan yang sudah ditetapkan, yakni sebesar Rp.22 juta atau 120
ribu Dollar perhektar dalam setahun per kepala keluarga.
”Hal ini juga sesuai dengan visi Bupati Tapin untuk meningkatkan
kesejahteraan petani di sektor perkebunan tercapai, soalnya bila
petani tidak menanam karet dengan bibit jenis unggul, maka separuh
dari penghasilan petani akan hilang. Hal inilah yang tidak kita
harapkan, ”pungkas Ufi. (rull)
Sabtu, 25 September 2010
DINAS PU TAPIN TERUS UPAYAKAN PENGASPALAN PASAR KERATON
RANTAU, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapin menunggu cuaca baik di dalam mengerjakan pengaspalan pasar Keraton. “Kita menunggu dukungan cuaca didalam mengerjakan pengaspalan di pasar Keraton, “kata Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gt.Noorzaman kemarin sebagaimana dikutip dari MataBanua.
Untuk melakukan pengaspalan di pasar Keraton itu di nilai secara teknis sangat berat. Apalagi kondisinya saat ini tak memungkinkan menggunakan alat berat, sehingga dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia sebanyak 60 orang. Saat ini pengaspalan pasar Keraton masih terus di kerjakan sesuai target penyelesaian di akhir tahun 2010 ini. Namun melihat kondisi cuaca yang terkadang hujan mengguyur kawasan itu, batu yang tadinya terletak di atas tanah merah lama kelamaan bisa terbenam menyusut kedalam tanah merah di kawasan itu. Sehingga kita selalu upayakan pengerjaan pengaspalan pasar keraton dapat selesai sesuai dengan waktu yang di tentukan. “Insya Allah, kalau cuaca mendukung pengaspalan akan dikerjakan dengan sisa waktu tiga bulan ini, “pungkas Noorzaman. (Rull)
Untuk melakukan pengaspalan di pasar Keraton itu di nilai secara teknis sangat berat. Apalagi kondisinya saat ini tak memungkinkan menggunakan alat berat, sehingga dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia sebanyak 60 orang. Saat ini pengaspalan pasar Keraton masih terus di kerjakan sesuai target penyelesaian di akhir tahun 2010 ini. Namun melihat kondisi cuaca yang terkadang hujan mengguyur kawasan itu, batu yang tadinya terletak di atas tanah merah lama kelamaan bisa terbenam menyusut kedalam tanah merah di kawasan itu. Sehingga kita selalu upayakan pengerjaan pengaspalan pasar keraton dapat selesai sesuai dengan waktu yang di tentukan. “Insya Allah, kalau cuaca mendukung pengaspalan akan dikerjakan dengan sisa waktu tiga bulan ini, “pungkas Noorzaman. (Rull)
Buat Akte Kelahiran Gratis
RANTAU, Praktik jasa pembuatan akte kelahiran ternyata masih terdengar informasinya diluar sana dengan imbalan per-akte senilai Rp.100 ribu melalui kurir jasa makelar calo. Padahal Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin sudah jauh hari bahkan tahun sebelumnya mengratiskan pembuatan akte kelahiran, namun ternyata masih saja ada orang yang ingin membuat dokumen akte kelahiran melalui jasa markelar.
Menanggapi informasi demikian, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, H.Sukarman, MAP, menyesalkan perilaku makelar calo yang membuatkan akte kelahiran dengan imbalan. Sebab, kata Sukarman, pembuatan akte kelahiran di kantornya tidaklah dipungut biaya alias gratis. Jadi warga Tapin yang ingun membuat akte kelahiran haruslah aktif dan silahkan urus sendiri pembuatan akte kelahiran di kantor Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja Tapin yang bertempat di muka Perumnas Dulang.
Proses pembuatan akte kelahiran juga cukup mudah dan cepat dengan waktu sehari jadi, pihak pemohon pembuat akte langsung datang kepetugas kita dengan membawa surat keterangan lahir dari rumah sakit dan minta agar dibuatkan akte kelahiran, dan petugas kita akan membantu membuatkannya.
Ia juga menyatakan bahwa informasi jasa pembuatan akte kelahiran tidak benar adanya. Itu hanya perbuatan oknum tertentu kepada pihak pembuat akte kelahiran. Sekali lagi saya sarankan kepada warga yang ingin membuat akte kelahiran langsung saja datang ke kantor Dinas Sosial kependudukan dan tenaga kerja Tapin. Demikian Sukarman. (rull)
Menanggapi informasi demikian, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, H.Sukarman, MAP, menyesalkan perilaku makelar calo yang membuatkan akte kelahiran dengan imbalan. Sebab, kata Sukarman, pembuatan akte kelahiran di kantornya tidaklah dipungut biaya alias gratis. Jadi warga Tapin yang ingun membuat akte kelahiran haruslah aktif dan silahkan urus sendiri pembuatan akte kelahiran di kantor Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja Tapin yang bertempat di muka Perumnas Dulang.
Proses pembuatan akte kelahiran juga cukup mudah dan cepat dengan waktu sehari jadi, pihak pemohon pembuat akte langsung datang kepetugas kita dengan membawa surat keterangan lahir dari rumah sakit dan minta agar dibuatkan akte kelahiran, dan petugas kita akan membantu membuatkannya.
Ia juga menyatakan bahwa informasi jasa pembuatan akte kelahiran tidak benar adanya. Itu hanya perbuatan oknum tertentu kepada pihak pembuat akte kelahiran. Sekali lagi saya sarankan kepada warga yang ingin membuat akte kelahiran langsung saja datang ke kantor Dinas Sosial kependudukan dan tenaga kerja Tapin. Demikian Sukarman. (rull)
Dinsosduknaker Dapat Bantuan 20 Unit PC Untuk SIAK
RANTAU, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja nampaknya sangat serius mendukung program SIAK yang akan difungsikan di kecamatan yang ada di Kabupaten Tapin. Saat ini Dinsosduknaker Tapin telah mendapatkan bantuan sebanyak 20 unit komputer yang telah dilengkapi dengan perangkat lunak SIAK. Selain itu juga, kita tengah melakukan pemuktahiran data penduduk Tapin melalui pembuatan kartu keluarga yang menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK), kedepan bagi warga Tapin yang ingin membuat kartu keluarga akan mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK).
Hal tersebut diungkapkan H.Sukarman, MAP kepada wartawan kemarin diruang kerjanya.
Tahun 2010 ini, pihaknya tengah mempersiapkan Online SIAK di kecamatan Binuang dengan menggunakan jalur provider VNVIP, Pemerintah sudah menyiapkan dana dekonsentrasi sebesar Rp.320 juta, sementara untuk di Kecamatan Binuang dianggarkan sebesar Rp.45 juta. Setelah Kecamatan Binuang akan menyusul kecamatan lainnya seperti kecamatan Tapin Selatan yang akan menggunakan SIAK, dikecamatan lainnya selain Binuang, pihaknya akan menggunakan jasa dari Provider Telkom. Alasanya, lebih aman dan resikonya lebih kecil.
“Diharapkan, demi kelancaran program SIAK di Kabupaten Tapin ini, pemerintah Kabupaten Tapin dapat sharring dana membantu guna menerapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Tapin pada tahun 2011 mendatang, “katanya.
Sebagaimana di ketahui, SIAK merupakan seluruh data administrasi kependudukan seperti kartu keluarga, kartu tanda penduduk , akte akan dimasukan dalam basis elektronik. Diantaranya adalah elektronik KTP. Dengan SIAK ini kata Sukarman, data kemiskinan dan kepemilikan KPT ganda bisa diminimalisir. ”Kalau ada masyarakat dari luar daerah yang ingin membuat KTP, disyaratkan harus ada surat keterangan pindah alamat dari daerah asalnya. Dan kalau mau membuat KTP, harus disertai dengan kepemilikan KK dulu, soalnya dengan KK ini nanti keluarlah NIK dari KTP yang bersangkutan, ”kata Sukarman.
Sementara untuk alat komputer bantuan tersebut, saat ini pihaknya belum bisa menggunakan ke-20 unit perangkat komputer tersebut. Alasanya ruangannya saat ini tidak cukup, apalagi ditambah 1 server besar. Kecuali kalau nanti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah terbentuk yang rencananya akan menempati bekas kantor Perusda di Jalan Perintis, Rantau. Barulah seluruh perangkat komputer dan 1 server cadangan bisa dipasang seluruhnya,” kata Sukarman.
Perangkat komputer yang di terima oleh Disosdukanaker Tapin ini berupa personal komputer yang sudah berisi program SIAKdan akan digunakan oleh petugas kita sebanyak 6 orang yang dinilai bisa mengoperasikan komputer bantuan tersebut, terdiri dari 2 CPNS, seorang PNS, dan seorang tenaga sukarela. Demikian Sukarman. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan H.Sukarman, MAP kepada wartawan kemarin diruang kerjanya.
Tahun 2010 ini, pihaknya tengah mempersiapkan Online SIAK di kecamatan Binuang dengan menggunakan jalur provider VNVIP, Pemerintah sudah menyiapkan dana dekonsentrasi sebesar Rp.320 juta, sementara untuk di Kecamatan Binuang dianggarkan sebesar Rp.45 juta. Setelah Kecamatan Binuang akan menyusul kecamatan lainnya seperti kecamatan Tapin Selatan yang akan menggunakan SIAK, dikecamatan lainnya selain Binuang, pihaknya akan menggunakan jasa dari Provider Telkom. Alasanya, lebih aman dan resikonya lebih kecil.
“Diharapkan, demi kelancaran program SIAK di Kabupaten Tapin ini, pemerintah Kabupaten Tapin dapat sharring dana membantu guna menerapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Tapin pada tahun 2011 mendatang, “katanya.
Sebagaimana di ketahui, SIAK merupakan seluruh data administrasi kependudukan seperti kartu keluarga, kartu tanda penduduk , akte akan dimasukan dalam basis elektronik. Diantaranya adalah elektronik KTP. Dengan SIAK ini kata Sukarman, data kemiskinan dan kepemilikan KPT ganda bisa diminimalisir. ”Kalau ada masyarakat dari luar daerah yang ingin membuat KTP, disyaratkan harus ada surat keterangan pindah alamat dari daerah asalnya. Dan kalau mau membuat KTP, harus disertai dengan kepemilikan KK dulu, soalnya dengan KK ini nanti keluarlah NIK dari KTP yang bersangkutan, ”kata Sukarman.
Sementara untuk alat komputer bantuan tersebut, saat ini pihaknya belum bisa menggunakan ke-20 unit perangkat komputer tersebut. Alasanya ruangannya saat ini tidak cukup, apalagi ditambah 1 server besar. Kecuali kalau nanti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah terbentuk yang rencananya akan menempati bekas kantor Perusda di Jalan Perintis, Rantau. Barulah seluruh perangkat komputer dan 1 server cadangan bisa dipasang seluruhnya,” kata Sukarman.
Perangkat komputer yang di terima oleh Disosdukanaker Tapin ini berupa personal komputer yang sudah berisi program SIAKdan akan digunakan oleh petugas kita sebanyak 6 orang yang dinilai bisa mengoperasikan komputer bantuan tersebut, terdiri dari 2 CPNS, seorang PNS, dan seorang tenaga sukarela. Demikian Sukarman. (Rull)
Kamis, 23 September 2010
Pemkab Tapin Bakal Normalisasi Sungai di Tapin
RANTAU, Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin memutuskan di tahun 2010 ini untuk melakukan normalisasi empat sungai yang ada di Kabupaten Tapin, salah satu diantaranya adalah sungai Danau Kelambu yang ada di kecamatan Binuang sepanjang kurang lebih 12 Km. Normalisasi ini dilakukan agar tidak lagi terjadi banjir saat musim hujan, sekaligus juga guna mendongkrak hasil pertanian.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gusti Noorzaman, didampingi Sekretaris PU Tapin H.Masyraniansyah, SP, kepada wartawan Selasa (21/9) kemarin diruang kerjanya.
Tiga sungai yang ada di Kabupaten Tapin dinilai sudah saatnya untuk di normalisasikan. Pasalnya, penyurutan dan pendangkalan sungai tersebut kerap menimbulkan banjir saat musim hujan. Menyingkapi hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pekerjaan Umum akan melaksanakan kegiatan normalisasi sungai di tahun 2010 ini dengan anggaran APBN senilai 4,850 miliar, dari bantuan dana penguatan infrastruktur dan prasarana daerah.
“Pengerjaan normalisasi sungai tersebut akan dikerjakan tahun 2010 ini juga, dan pengerjaan tersebut sudah pelelangan, “kata Noorzaman, Kadis PU Tapin. Begitu juga Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Tapin, H.Mardiansyah, mengungkapkan hal senada, “pengerjaan normalisasi ketiga sungai tersebut sudah proses tender, dan akan dikerjakan tahun ini. Normalisasi sungai ini dilakukan guna mendongkrak hasil pertanian di Tapin sekaligus juga pencegahan banjir saat musim penghujan,
“katanya. (rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gusti Noorzaman, didampingi Sekretaris PU Tapin H.Masyraniansyah, SP, kepada wartawan Selasa (21/9) kemarin diruang kerjanya.
Tiga sungai yang ada di Kabupaten Tapin dinilai sudah saatnya untuk di normalisasikan. Pasalnya, penyurutan dan pendangkalan sungai tersebut kerap menimbulkan banjir saat musim hujan. Menyingkapi hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pekerjaan Umum akan melaksanakan kegiatan normalisasi sungai di tahun 2010 ini dengan anggaran APBN senilai 4,850 miliar, dari bantuan dana penguatan infrastruktur dan prasarana daerah.
“Pengerjaan normalisasi sungai tersebut akan dikerjakan tahun 2010 ini juga, dan pengerjaan tersebut sudah pelelangan, “kata Noorzaman, Kadis PU Tapin. Begitu juga Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Tapin, H.Mardiansyah, mengungkapkan hal senada, “pengerjaan normalisasi ketiga sungai tersebut sudah proses tender, dan akan dikerjakan tahun ini. Normalisasi sungai ini dilakukan guna mendongkrak hasil pertanian di Tapin sekaligus juga pencegahan banjir saat musim penghujan,
“katanya. (rull)
Rabu, 22 September 2010
Pemindahan Pedagang Molor Lagi
RANTAU, Rencana pemindahan pedagang dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton akhirnya molor lagi, dari sebelumnya tim pemindahan pedagang di Pemkab Tapin merencanakan pemindahan pedagang setelah Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1431 Hijriah. Namun didapati informasi dalam rapat di DPRD kemarin, bahwasanya pemindahan pedagang ditunda kembali dengan alasan pengaspalan di pasar Keraton belum selesai sepenuhnya.
Hal tersebut diungkapkan Hamdi, BN anggota Komisi II DPRD Tapin, mengutip alasan yang dilontarkan Sekretaris Daerah Tapin, Dr,Rachmadi, M,Si, dalam rapat di DPRD Tapin beberapa waktu lalu.
Dalam rapat tersebut pihak eksekutif Pemkab Tapin dihujani beberapa pertanyaan oleh anggota DPRD Tapin terkait tertundanya pemindahan pedagang dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton dari rencana sebelumnya akan di laksanakan setelah Ramadhan dan lebaran. Bahkan anggota DPRD Tapin melontarkan masukan terkait hal itu, diantaranya
“Kenapa Pemerintah Daerah tidak menutup jalan di pasar lama Rantau saja sekalian, dan mengalihkan pengguna jalan yang biasa melintas di pasar lama Rantau keliling melalui jalan H.Itsbat dan tembus ke Kupang, “katanya.
“Iya kan, lanjut Hamdi, dari pada melalui jalan pasar kalau pagi berdesak-desakan dan macet, dan kalau sekiranya jalan tersebut di tutup dan biarkan saja pedagang menumpuk bedagang di kawasan itu, “katanya.
Lantas dijawablah oleh Sekretaris Daerah Tapin, kata Hamdi, ia membenarkan penundaan pemindahan pedagang dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton. Alasanya, sesuai permintaan pedagang yang mau pindah ke pasar Keraton jika pengaspalan jalan selesai. Tapi saat ini pengaspalan di pasar Keraton belum selesai dikerjakan, sehingga
pemindahan pedagang ke pasar Keraton di tunda kembali. Namun kata Sekda Tapin, pemindahan pedagang itu di tunda ke Hari Jadi Tapin atau akhir tahun 2010 sebagai batas akhir. Untuk itu, batas akhir pemindahan pedagang ke pasar Keraton itu akhir tahun 2010 ini. Pasalnya, 2011 itu sudah masuk anggaran baru lagi. Namun terkait saran anggota dewan terkait penutupan jalan, pihaknya belum berani menanggapinya. Karena belum ada kordinasi dan izin dari atasan.
Kata Hamdi, Pada dasarnya pedagang tidak keberatan pindah ke Pasar Keraton dari tempat biasa mereka berdagang di pasar lama Rantau. Asalkan pengaspalan di pasar Keraton selesai dikerjakan. Demikian Hamdi. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Hamdi, BN anggota Komisi II DPRD Tapin, mengutip alasan yang dilontarkan Sekretaris Daerah Tapin, Dr,Rachmadi, M,Si, dalam rapat di DPRD Tapin beberapa waktu lalu.
Dalam rapat tersebut pihak eksekutif Pemkab Tapin dihujani beberapa pertanyaan oleh anggota DPRD Tapin terkait tertundanya pemindahan pedagang dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton dari rencana sebelumnya akan di laksanakan setelah Ramadhan dan lebaran. Bahkan anggota DPRD Tapin melontarkan masukan terkait hal itu, diantaranya
“Kenapa Pemerintah Daerah tidak menutup jalan di pasar lama Rantau saja sekalian, dan mengalihkan pengguna jalan yang biasa melintas di pasar lama Rantau keliling melalui jalan H.Itsbat dan tembus ke Kupang, “katanya.
“Iya kan, lanjut Hamdi, dari pada melalui jalan pasar kalau pagi berdesak-desakan dan macet, dan kalau sekiranya jalan tersebut di tutup dan biarkan saja pedagang menumpuk bedagang di kawasan itu, “katanya.
Lantas dijawablah oleh Sekretaris Daerah Tapin, kata Hamdi, ia membenarkan penundaan pemindahan pedagang dari pasar lama Rantau ke pasar Keraton. Alasanya, sesuai permintaan pedagang yang mau pindah ke pasar Keraton jika pengaspalan jalan selesai. Tapi saat ini pengaspalan di pasar Keraton belum selesai dikerjakan, sehingga
pemindahan pedagang ke pasar Keraton di tunda kembali. Namun kata Sekda Tapin, pemindahan pedagang itu di tunda ke Hari Jadi Tapin atau akhir tahun 2010 sebagai batas akhir. Untuk itu, batas akhir pemindahan pedagang ke pasar Keraton itu akhir tahun 2010 ini. Pasalnya, 2011 itu sudah masuk anggaran baru lagi. Namun terkait saran anggota dewan terkait penutupan jalan, pihaknya belum berani menanggapinya. Karena belum ada kordinasi dan izin dari atasan.
Kata Hamdi, Pada dasarnya pedagang tidak keberatan pindah ke Pasar Keraton dari tempat biasa mereka berdagang di pasar lama Rantau. Asalkan pengaspalan di pasar Keraton selesai dikerjakan. Demikian Hamdi. (Rull)
12 Perusahaan Saweran Bayar Ganti Rugi
RANTAU, Akhirnya petani karet yang tercemar limbah batu bara di Kabupaten Tapin dapat bernafas dengan lega. Pasalnya, tuntutan kelompok tani yang areal perkebunan dan kolam ikan mereka terkena limbah batu bara beberapa waktu lalu bakal segera dibayar oleh 12 perusahaan pemegang izin usaha pertambangan di kabupaten Tapin.
Ke-12 perusahaan tambang bakal mengganti rugi kepada pihak yang dirugikan dalam hal ini kelompok tani yang areal kebun dan kolam ikannya terkena limbah batu bara beberapa waktu lalu. Perusahaan-perusahaan tersebut sepakat saweran untuk memberikan
kompensasi kepada kelompok tani dengan nilai setiap satu perusahaan mengeluarkan dana senilai Rp.60 juta. “Pokoknya kurang lebih nilainya sebesar itu, sesuai dengan tuntutan petani. Setiap satu perusahaan mengeluarkan dana buat kompensasi, dan patungan 12 perusahaan tadi, “kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin, Ir.Nordin, sebagaimana dikutip dari MataBanua Senin (20/9) kemarin.
Sementara jumlah perusahaan tambang pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Tapin berjumlah 29 pemilik IUP, dan yang sepakat untuk mengganti itu ada 12 perusahaan. Dimana bahwa ke-12 perusahaan tersebut yang terindikasi telah mencemari lingkungan perkebunan dan kolam ikan warga.
“Adapun rencana pembayaran dan pergantian kompensasi dari perusahaan di laksanakan pada 27 September 2010 mendatang. Sementara untuk tempat dan lokasi pembayaran kita belum mengetahui dimana penyerahan itu dilaksanakan. Apakah itu, di kantor BGM dan KPP atau di tempat lain, “pungkasnya. (rull)
Ke-12 perusahaan tambang bakal mengganti rugi kepada pihak yang dirugikan dalam hal ini kelompok tani yang areal kebun dan kolam ikannya terkena limbah batu bara beberapa waktu lalu. Perusahaan-perusahaan tersebut sepakat saweran untuk memberikan
kompensasi kepada kelompok tani dengan nilai setiap satu perusahaan mengeluarkan dana senilai Rp.60 juta. “Pokoknya kurang lebih nilainya sebesar itu, sesuai dengan tuntutan petani. Setiap satu perusahaan mengeluarkan dana buat kompensasi, dan patungan 12 perusahaan tadi, “kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tapin, Ir.Nordin, sebagaimana dikutip dari MataBanua Senin (20/9) kemarin.
Sementara jumlah perusahaan tambang pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Tapin berjumlah 29 pemilik IUP, dan yang sepakat untuk mengganti itu ada 12 perusahaan. Dimana bahwa ke-12 perusahaan tersebut yang terindikasi telah mencemari lingkungan perkebunan dan kolam ikan warga.
“Adapun rencana pembayaran dan pergantian kompensasi dari perusahaan di laksanakan pada 27 September 2010 mendatang. Sementara untuk tempat dan lokasi pembayaran kita belum mengetahui dimana penyerahan itu dilaksanakan. Apakah itu, di kantor BGM dan KPP atau di tempat lain, “pungkasnya. (rull)
Raperda Perubahan APBD 2010 Disetujui Di Jadikan Perda
RANTAU, Setelah melaksanakan rapat demi rapat yang cukup alot dilaksanakan oleh jajaran eksekutif Pemerintah daerah dengan pihak legislatif DPRD Tapin, akhirnya rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD 2010 disetujui oleh DPRD Tapin untuk dijadikan Perda. Namun sebelum dijadikan Perda, rancangan peraturan daerah tersebut dilayangkan kepada Gurbenur Kalsel guna dievaluasi. Informasi tersebut didapatkan saat pelaksanaan rapat paripurna DPRD Tapin dalam agenda pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah APBD Perubahan 2010, yang di selenggarakan di ruang rapat gedung DPRD Tapin, Senin (20/9) kemarin.
Rapat kemarin merupakan proses akhir setelah pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Tapin tahun 2010, Pada Rabu 25 Agutus 2010 lalu yang disampaikan oleh wakil Bupati Tapin. Disusul selanjutnya dilaksanakan agenda pendapat akhir fraksi DPRD sebagai proses akhir yang dilaksanakan. Secara umum beberapa sorotan yang dilontarkan ke lima fraksi melalui juru bicaranya masing-masing, yakni perubahan APBD 2010 merupakan orientasi terhadap kepentingan umum yang lebih luas dan komplek dalam bentuk program dan kegiatan yang tepat, terarah dan bermanfaat dengan memperhatikan alokasi anggaran secara efiesien dan selektif mungkin
dengan memberikan perhatian khusus pada upaya pemberdayaan ekonomi rakyat, peningkatan peran desa dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang mampu menunjang perekonomian daerah khususnya sektor riil dengan mempertimbangkan skala prioritas. Diakhir pendapat akhir fraksi terhadap Raperda perubahan APBD 2010,
seluruh fraksi melalui juru bicaranya pun menyetujui rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Kabupaten Tapin tahun 2010 menjadi Peraturan daerah tentang perubahan APBD Kabupaten Tapin tahun 2010. Namun sebelum dijadikan Perda, Raperda tersebut diserahkan terlebih dahulu kepada Gurbenur Kalsel guna dievaluasi.
Usai mendengarkan pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD, selanjutnya Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, M,Ap didampingi wakil Bupati Tapin, Drs.Akhmad Fauzi, M,Ap menandatangani nota kesepakatan antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD Tapin tentang kebijakan umum perubahan APBD dan PPA tahun anggaran 2010.
Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, M,Ap mengatakan, “Kita baru saja merampungkan raperda perubahan APBD 2010 sesuai dengan mekanisme system pengelolaan anggaran, sebagaimana diatur dalam ketentuan Permendagri nomor 13 tahun 2006, tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah. Menurut Bupati Tapin, dasar dari penyusunan raperda ini adalah rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah yang disusun
oleh seluruh SKPD, yang kemudian disampaikan kepada DPRD Tapin dengan nota perubahan APBD yang menyajikan informasi secara konkrit tentang keterkaitan antara asumsi kebijakan ekonomi makro dengan kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan yang tercantum dalam perubahan APBD, “katanya.
“Pihaknya dalam rapat paripurna tersebut mendapatkan banyak masukan setelah membahas raperda tersebut secara mendalam. Dan beberapa catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh eksekutif, “pungkasnya. (Rull)
Senin, 20 September 2010
BAZ Tapin Salurkan Bantuan Dana Perolehan ZIS
RANTAU, Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Tapin terus berupaya mendongkrak potensi zakat infaq sedekah di wilayahnya. Pasalnya,
perolehan zakat di tahun 2010 ini terus membaik dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Terhitung di bulan Ramadhan 1431 hijriah saja, mulai tanggal 11 Agustus sampai dengan bulan September 2010, perolehan BAZ Tapin mencapai 123 juta rupiah.
Potensi zakat infaq sedekah di wilayah Kabupaten Tapin sangat potensial untuk terus
dikembangkan. Hal itu mengingat di Tapin banyak sekali muzakki atau orang kaya yang diwajibkan mengeluarkan zakat.
Hal tersebut diungkapkan Ketua BAZ Tapin Ruslan Abdul Ghani, Sabtu (18/09) kemarin, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapin, dalam rangka kegiatan halal bihalal pengurus BAZ dan UPZ se-Kabupaten Tapin.
Katanya, “Peningkatan peraihan dana zakat infaq sedekah tahun ini karena adanya penambahan pembayaran zakat dari muzakki yang berasal dari sejumlah SKPD, perusahaan dan masyarakat yang mempercayakan BAZ Kabupaten Tapin sebagai wadah pembayaran zakat. Seperti Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP yang membayar zakatnya ke BAZ Tapin lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.” Bantuan dana yang diperoleh dari sejumlah kalangan yang membayar zakat melalui BAZ Tapin, langkah selanjutnya pengurus BAZ dan UPZ Tapin menyalurkan dana yang telah dihimpun mereka dan menyalurkannya pada kegiatan di Bulan Ramadhan yang baru saja dilalui, dan Sabtu kemarin dalam kegiatan Halal Bihalal pengurus BAZ dan UPZ Tapin yang dirangkai
penyaluran dana BAZ, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Tapin.
Penyaluran dana BAZ turut disaksikan oleh Bupati Tapin yang diwakilkan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Mawardie, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tapin, H.Hamdhani, Kepala Kantor Kementerian Agama Tapin, HM.Yamani, dan 72 orang pengurus Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang tersebar di kecamatan di Tapin.
Perolehan Baz Tapin senilai 123 juta tersebut telah disalurkan kepada faqir miskin, diantaranya kepada 54 siswa sekolah SD, SMP, dan SMA, mereka dibantu beasiswa berupa uang. Kemudian kepada 60 faqir miskin yang diberikan bantuan beras, sarung, dan uang. Juga kepada anak yang mengikuti khitanan massal, juga kepada Persatuan penyandang cacat kabupaten Tapin bantuan uang sebesar Rp.2,5 juta, bantuan beasiswa
bagi Muhhamad Isyrofi yang kuliah di Hadramaut Yaman sebesar Rp.2,5 juta, Panti Asuhan Raudhatul Jannah Binuang sebesar Rp. 1 juta, Organisasi sosial Al-Hidayah Tapin Tengah sebesar Rp.1 juta, Madrasah Diniyah Al Mukhlisin Bungur sebesar Rp.2,5 juta, Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) yang bertugas memberikan siraman ruhani bagi Muamalaf di Kecamatan Piani sebesar Rp.1 juta. Demikian Ruslan. (Rull)
Langganan:
Postingan (Atom)