RANTAU, Penggemar sepak bola di Kabupaten Tapin, pada minggu malam menggelar NoBar (nonton bareng) tim Nasional Indonesia melawan Fhilipina. Nonton bareng di tempat terbuka dengan menggunakan layar lebar dari proyektor tersebut berada di kedai minum taman Basimban alun-alun kota Rantau. Nobar berlangsung cukup meriah, kendati di babak kedua pertandingan itu hujan mengguyur kawasan kota Rantau.
Situasi saat hujan, penonton spontan langsung berhamburan dan mencari tempat berteduh dan terus menyaksikan hingga pertandingan selesai. Ufik, warga setempat mengatakan, “Baru saja babak pertama dengan skor 1-0 untuk Indonesia hujan mengguyur, dan kita terpaksa cari tempat bernaung, “katanya. Sementara Agus, pedagang ayam goreng mengatakan, “Ya kita sambil dagang bisa nonton bola bareng, tapi sayang hujan malam tadi, “katanya.
Sementara lain halnya di Gedung Pendopo Balahendang Rantau. Pejabat di Tapin juga menggelar nonton bareng tim nasional Indonesia melawan Fhilipina di tempat tersebut. Kegiatan nonton bareng ini dilaksanakan sebelum acara pelepasan pisah sambut Kepala Pengadilan Negeri Rantau. Diantara pejabat yang nonton bareng itu diantaranya adalah Bupati Tapin, Muspida, dan kepala SKPD di lingkungan pemkab Tapin, minggu malam kemarin. Acara nonton bareng pertandingan sepak bola tim nasional Indonesia melawan Fhiliphina berbarengan dengan agenda kegiatan acara pisah sambut pergantian kepala pengadilan negeri Rantau, yakni Nawaji, SH yang digantikan dengan Avia Uchriana, SH, MH.
Acara nonton bareng pertandingan sepak bola tim nasional tersebut merupakan selingan waktu sambil menunggu kepala dinas dan pejabat lainnya datang ke acara tersebut. Kegiatan nonton bareng ini berlangsung di babak pertama, jeda iklan babak pertama, barulah acara tersebut di mulai.
Menurut Asmuni, Pengawal Bupati Tapin mengatakan, “Kegiatan tersebut adalah kegiatan pisah sambut Kepala Pengadilan Negeri Rantau, “katanya singkat kepada MataBanua minggu malam kemarin. (rull)
Kamis, 23 Desember 2010
Jumat, 17 Desember 2010
Harga Sembako Terus Merangkak Naik
RANTAU, Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UKM Kabupaten Tapin mengungkapkan, harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, dan sayur mayur terus mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Tapin, Abdul Hadi, Rabu mengatakan, “harga kebutuhan pokok naik namun sifatnya sementara. Kenaikan harga disebabkan lantaran cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, “katanya didampingi Kabid Perdagangan dan Industri, H.Jayadi, kemarin.
Ditambahkan Jayadi, kenaikan harga Sembako dimulai awal Desember kemarin. Sesuai hasil pantauan tim kita ke Pasar Tradisional di Tapin pada Rabu kemarin membenarkan kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut. Harga beras jenis siam unus mutiara naik sekitar Rp.1.000 hingga Rp.2.000, per liter, dengan kisaran harga Rp.11.000 per liter. Dibandingkan bulan November kemarin yang kisaran harga Rp.9.000 perliter. Sementara untuk harga gula naik sekitar Rp.1.000 hingga Rp.2.000 perkilo, dengan harga dikisaran Rp.11.500 perkilo. Kalau bulan November kemarin harga Rp.10.500 perkilonya.
Sementara untuk harga sayur mayur juga turut mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. Harga bawang merah naik dikisaran harga Rp.28.000 dari sebelumnya Rp.25.000 perkilo. Juga harga cabe rawit lokal yang naik sekitar Rp.60.000 perkilo dari sebelumnya Rp.50.000 perkilo. Begitupun dengan tomat yang berkisar Rp.17.000 perkilo dari sebelumnya Rp.10.000 perkilo, katanya.
“Kenaikan harga diakibatkan lantaran cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Diantaranya untuk sayur mayur yang didatangkan dari luar pulau Kalimantan seperti pulau jawa. Menurutnya kenaikan harga lantaran diakibatkan sebagian lahan petani terkena letusan merapi, dan juga ombak yang tinggi, “katanya.
“Sedangkan untuk produk lokal seperti beras memang diakui ada kenaikan harga lantaran cuaca tak menentu akhir-akhir ini. Misalnya petani yang ingin menjemur benih tak leluasa karena kerap kali hujan.” Demikian Abdul Hadi didampingi Jayadi. (rull)
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Tapin, Abdul Hadi, Rabu mengatakan, “harga kebutuhan pokok naik namun sifatnya sementara. Kenaikan harga disebabkan lantaran cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, “katanya didampingi Kabid Perdagangan dan Industri, H.Jayadi, kemarin.
Ditambahkan Jayadi, kenaikan harga Sembako dimulai awal Desember kemarin. Sesuai hasil pantauan tim kita ke Pasar Tradisional di Tapin pada Rabu kemarin membenarkan kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut. Harga beras jenis siam unus mutiara naik sekitar Rp.1.000 hingga Rp.2.000, per liter, dengan kisaran harga Rp.11.000 per liter. Dibandingkan bulan November kemarin yang kisaran harga Rp.9.000 perliter. Sementara untuk harga gula naik sekitar Rp.1.000 hingga Rp.2.000 perkilo, dengan harga dikisaran Rp.11.500 perkilo. Kalau bulan November kemarin harga Rp.10.500 perkilonya.
Sementara untuk harga sayur mayur juga turut mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. Harga bawang merah naik dikisaran harga Rp.28.000 dari sebelumnya Rp.25.000 perkilo. Juga harga cabe rawit lokal yang naik sekitar Rp.60.000 perkilo dari sebelumnya Rp.50.000 perkilo. Begitupun dengan tomat yang berkisar Rp.17.000 perkilo dari sebelumnya Rp.10.000 perkilo, katanya.
“Kenaikan harga diakibatkan lantaran cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Diantaranya untuk sayur mayur yang didatangkan dari luar pulau Kalimantan seperti pulau jawa. Menurutnya kenaikan harga lantaran diakibatkan sebagian lahan petani terkena letusan merapi, dan juga ombak yang tinggi, “katanya.
“Sedangkan untuk produk lokal seperti beras memang diakui ada kenaikan harga lantaran cuaca tak menentu akhir-akhir ini. Misalnya petani yang ingin menjemur benih tak leluasa karena kerap kali hujan.” Demikian Abdul Hadi didampingi Jayadi. (rull)
Rantau Baru Kawasan Wisata Massa Depan
RANTAU, Pembangunan danau di kawasan Rantau Baru merupakan salah salah satu proyek pembangunan tiga kawasan cepat tumbuh di Kabupaten Tapin yang lokasinya berada di pusat kota Rantau. Pemkab Tapin akan melengkapi fasilitas kawasan Rantau Baru secara bertahap, sehingga akhirnya menjadi kawasan wisata kota Rantau Baru kedepannya.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP dalam sebuah acara belum lama tadi.
Pembangunan danau yang terletak disebuah kawasan Rantau Baru kedepannya akan menjadi kawasan menarik bagi pengunjung. Disamping terdapat danau, disitu juga ada taman pemancingan fishing park, kawasan hutan kota, dan rumah makan bertaraf nasional Wong Solo yang dalam waktu dekat ini segera di buka. Hal ini sebagai salah satu upaya Pemkab Tapin untuk meramaikan kawasan Rantau Baru.
Rantau Baru merupakan sebuah perencanaan kawasan di Kabupaten Tapin, dan tentunya dalam perencanaan tersebut telah melibatkan berbagai elemen masyarakat yang pada waktu itu dilaksanakan pertemuan dalam musyawarah besar masyarakat termasuk para tokoh alim ulama di Tapin. Dalam rapat tersebut beberapa hal yang disampaikan diantaranya fasilitas yang ada, apakah itu fasilitas bangunannya atau lainnya, harus sudah terencana dengan baik. Sementara dengan dibangunnya danau di kawasan itu, Bupati Tapin yakin bahwa pembangunan danau Rantau Baru tak sekedar danau. Dilokasi itu secara bertahap akan dilengkapi fasilitas yang ada seperti penghijauan hutan kota dan sentuhan-sentuhan seni. Kedepan kawasan ini akan menarik dan menjadi salah satu icon Kabupaten Tapin, bahkan menjadi kawasan wisata masa depan, kata Bupati belum lama tadi.
Sementara Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gusti Noorzaman mengatakan, “Dinas PU Tapin kembali melaksanakan pengerjaan jalan dikawasan Rantau Baru. Yakni jalan tembok baru dua yang sedang dilakukan pembangunan badan jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 24 meter. Tahun ini Dinas PU akan melaksanakan pengerasan badan jalan saja, dengan melakukan pengurukan tanah diatas lahan yang telah dibebaskan kepemilikannya dari warga masyarakat, “tandasnya. (rull)
Hal tersebut diungkapkan Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP dalam sebuah acara belum lama tadi.
Pembangunan danau yang terletak disebuah kawasan Rantau Baru kedepannya akan menjadi kawasan menarik bagi pengunjung. Disamping terdapat danau, disitu juga ada taman pemancingan fishing park, kawasan hutan kota, dan rumah makan bertaraf nasional Wong Solo yang dalam waktu dekat ini segera di buka. Hal ini sebagai salah satu upaya Pemkab Tapin untuk meramaikan kawasan Rantau Baru.
Rantau Baru merupakan sebuah perencanaan kawasan di Kabupaten Tapin, dan tentunya dalam perencanaan tersebut telah melibatkan berbagai elemen masyarakat yang pada waktu itu dilaksanakan pertemuan dalam musyawarah besar masyarakat termasuk para tokoh alim ulama di Tapin. Dalam rapat tersebut beberapa hal yang disampaikan diantaranya fasilitas yang ada, apakah itu fasilitas bangunannya atau lainnya, harus sudah terencana dengan baik. Sementara dengan dibangunnya danau di kawasan itu, Bupati Tapin yakin bahwa pembangunan danau Rantau Baru tak sekedar danau. Dilokasi itu secara bertahap akan dilengkapi fasilitas yang ada seperti penghijauan hutan kota dan sentuhan-sentuhan seni. Kedepan kawasan ini akan menarik dan menjadi salah satu icon Kabupaten Tapin, bahkan menjadi kawasan wisata masa depan, kata Bupati belum lama tadi.
Sementara Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gusti Noorzaman mengatakan, “Dinas PU Tapin kembali melaksanakan pengerjaan jalan dikawasan Rantau Baru. Yakni jalan tembok baru dua yang sedang dilakukan pembangunan badan jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 24 meter. Tahun ini Dinas PU akan melaksanakan pengerasan badan jalan saja, dengan melakukan pengurukan tanah diatas lahan yang telah dibebaskan kepemilikannya dari warga masyarakat, “tandasnya. (rull)
Penggunaan Pupuk Berimbang
RANTAU, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapin, Ir.Raumayanti, mengatakan, “Untuk menyuburkan lahan budidaya pertanian yang dikelola petani, petani hendaknya menggunakan pupuk secara berimbang. Disamping menggunakan pupuk non organik, petani juga menggunakan pupuk organik. Keuntungan menggunakan pupuk secara berimbang tentunya hasil pertanian mereka akan terlihat lebih menghasilkan, “katanya kepada wartawan kemarin.
Menggunakan pupuk organik disamping murah juga dapat mengurangi biaya pengolahan lahan. Bahan pupuk organik juga bisa dari limbah jerami padi dan kotoran ternak, yang dikelola oleh Alsintan (Alat Mesin Pertanian) khusus Pengolah Pupuk Organik (APPO) yang beberapa waktu lalu telah diserahkan Pemerintah Daerah kepada kelompok tani. Pembuatan kompos berbahan limbah jerami padi, dan kotoran ternak, selanjutnya limbah tadi di buat kompos setelah melalui proses fermentasi menggunakan starter mikroba, katanya.
Penggunaan ini sekaligus memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi, “Kan sayang kalau dibuang, alangkah bermanfaatnya dengan alat APPO yang diberikan kepada Gapoktan, jerami padi tadi di kelola menjadi kompos. Disamping itu penggunaan kompos dianggap mampu memperbaiki kualitas lahan pertanian mereka, dan menurunya pencemaran lingkungan. Empat kelompok tani mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) diantaranya Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO) didaerah yang masih banyak perternak sapi. Diantaranya, Rantau Kiwa Kecamatan Tapin Utara, Harapan Massa Kecamatan Tapin Selatan, Desa Pandulangan kecamatan Tapin Tengah, dan desa Salam Babaris kecamatan Salam Babaris. “Selama ini petani di Tapin sudah terbiasa menggunakan pupuk non organik, kendati memang hasilnya sama-sama bagus. Namun alangkah baiknya juga diimbangi dengan penggunaan pupuk berimbang antara non organik dan pupuk organik, “katanya. (Rull)
Menggunakan pupuk organik disamping murah juga dapat mengurangi biaya pengolahan lahan. Bahan pupuk organik juga bisa dari limbah jerami padi dan kotoran ternak, yang dikelola oleh Alsintan (Alat Mesin Pertanian) khusus Pengolah Pupuk Organik (APPO) yang beberapa waktu lalu telah diserahkan Pemerintah Daerah kepada kelompok tani. Pembuatan kompos berbahan limbah jerami padi, dan kotoran ternak, selanjutnya limbah tadi di buat kompos setelah melalui proses fermentasi menggunakan starter mikroba, katanya.
Penggunaan ini sekaligus memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi, “Kan sayang kalau dibuang, alangkah bermanfaatnya dengan alat APPO yang diberikan kepada Gapoktan, jerami padi tadi di kelola menjadi kompos. Disamping itu penggunaan kompos dianggap mampu memperbaiki kualitas lahan pertanian mereka, dan menurunya pencemaran lingkungan. Empat kelompok tani mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) diantaranya Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO) didaerah yang masih banyak perternak sapi. Diantaranya, Rantau Kiwa Kecamatan Tapin Utara, Harapan Massa Kecamatan Tapin Selatan, Desa Pandulangan kecamatan Tapin Tengah, dan desa Salam Babaris kecamatan Salam Babaris. “Selama ini petani di Tapin sudah terbiasa menggunakan pupuk non organik, kendati memang hasilnya sama-sama bagus. Namun alangkah baiknya juga diimbangi dengan penggunaan pupuk berimbang antara non organik dan pupuk organik, “katanya. (Rull)
Beras Mahal Tapi Stok Beras Masih Aman
RANTAU, Beras mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar-pasar tradisional di Tapin awal bulan Desember lalu. Kendati harga beras naik, justru ketersedian stok beras di Kabupaten Tapin masih di kategorikan cukup. Bahkan ketersedian dan konsumsi bahan pangan dari tanaman pangan di kabupaten Tapin itu sebagian besar surplus. Salah satu komoditas tanaman pangan yang selalu surplus adalah beras.
Dari data di Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Tapin, produksi pangan pada komoditas beras dari mulai bulan Januari hingga Desember 2009 surplus beras mencapai 108,925 ton pertahun. Dengan ketersediaan stok beras lokal mencapai 128,893 ton.
Ir.H.Rusnadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan PP didampingi Kabid Ketersediaan Distribusi Kerawanan Pangan, Aji Budiono kemarin mengatakan, secara makro ketersediaan bahan pangan strategis yang bersumber dari tanaman pangan di Kabupaten Tapin tahun 2009 sebagian besar surplus. Dan ketersediaan stokberas lokal masih mencukupi. Di Kabupaten ada beberapa kecamatan yang menjadi sentra padi, diantaranya kecamatan Tapin Tengah, Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Candi Laras Utara, dan Candi Laras Selatan, katanya kemarin.
Terkait adanya kenaikan harga beras akhir-akhir ini diakibatkan cuaca tak menentu, kata Rusnadi didampingi kabid-kabidnya. Namun stok pangan beras lokal di Tapin selalu surplus dan tersedia. Penjualan beras lokal di Tapin ini bahkan sudah ada yang tembus sampai ke Kalimantan Tengah, dan daerah-daerah lain.
“Kalau di Margasari banyak petani menjualnya ke Banjarmasin ketimbang ke Rantau sendiri. Sebab di samping ongkos yang murah, irit dan jarak ke Banjarmasin tidaklah terlalu jauh, harganya pun jauh berbeda. Dinilai harga beras bisa lebih mahal jika di jual ke Banjarmasin ketimbang di daerahnya sendiri. Sehingga petani di daerah itu lebih memilih menjual berasnya ke Banjarmasin, “katanya. (Rull)
Dari data di Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Tapin, produksi pangan pada komoditas beras dari mulai bulan Januari hingga Desember 2009 surplus beras mencapai 108,925 ton pertahun. Dengan ketersediaan stok beras lokal mencapai 128,893 ton.
Ir.H.Rusnadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan PP didampingi Kabid Ketersediaan Distribusi Kerawanan Pangan, Aji Budiono kemarin mengatakan, secara makro ketersediaan bahan pangan strategis yang bersumber dari tanaman pangan di Kabupaten Tapin tahun 2009 sebagian besar surplus. Dan ketersediaan stokberas lokal masih mencukupi. Di Kabupaten ada beberapa kecamatan yang menjadi sentra padi, diantaranya kecamatan Tapin Tengah, Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Candi Laras Utara, dan Candi Laras Selatan, katanya kemarin.
Terkait adanya kenaikan harga beras akhir-akhir ini diakibatkan cuaca tak menentu, kata Rusnadi didampingi kabid-kabidnya. Namun stok pangan beras lokal di Tapin selalu surplus dan tersedia. Penjualan beras lokal di Tapin ini bahkan sudah ada yang tembus sampai ke Kalimantan Tengah, dan daerah-daerah lain.
“Kalau di Margasari banyak petani menjualnya ke Banjarmasin ketimbang ke Rantau sendiri. Sebab di samping ongkos yang murah, irit dan jarak ke Banjarmasin tidaklah terlalu jauh, harganya pun jauh berbeda. Dinilai harga beras bisa lebih mahal jika di jual ke Banjarmasin ketimbang di daerahnya sendiri. Sehingga petani di daerah itu lebih memilih menjual berasnya ke Banjarmasin, “katanya. (Rull)
Minggu, 05 Desember 2010
Tapin Expo 2010
RANTAU, Momment Hari Jadi Kabupaten Tapin ke-45 pada Pameran Tapin Expo 2010 yang rencananya berlangsung selama 10 hari hendaknya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi setiap stand pameran yang dikelola oleh seluruh SKPD di Pemkab Tapin. Hal itu berguna untuk menambah cakrawala pengetahuan dan wawasan tentang pembangunan di Pemkab Tapin selama tahun berjalan di 2010 ini.
Hal itu diungkapkan Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP dalam sebuah acara peresmian di Datu Muning kemarin.
Pameran Tapin Expo 2010 yang diresmikan oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kalsel di puncak acara Selasa kemarin akan berlangsung selama 10 hari. Dan setiap SKPD mengelolanya sambil menonjolkan program kegiatan selama satu tahun berjalan. Untuk itu diminta kepada masyarakat Tapin untuk mengunjunginya dan melihat pembangunan-pembangunan didaerah ini selama tahun 2010.
Pameran Tapin Expo 2010 terbalut konsep yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, diantaranya terlihat pada stand-stand pameran Tapin Expo yang dikelola oleh setiap SKPD di Pemkab Tapin. Tapin Expo 2010 dikemas dengan mengedepankan hiburan yang tak terlepas dari unsur edukatif yang menarik untuk dikunjungi. Kata Bupati, “Di Pameran Tapin Expo 2010 hadir dengan konsep hiburan yang tak terlepas dari unsur mendidik. Disetiap stand menonjolkan program kerja dan pembangunan di daerah ini selama tahun 2010. Misalnya, seperti pembangunan kawasan cepat tumbuh di Rantau Baru, Binuang Baru, dan Margasari Baru. Juga ada disektor perkebunan yang mensosialisasikan kelapa sawit, dan lain sebagainya. Untuk itu mari manfaatkan pesta rakyat tahunan di Tapin Expo 2010 guna menambah pengetahuan, “katanya.
Pantauan MataBanua di Pameran Tapin Expo 2010, hampir seluruh SKPD menyuguhkan program acara sebagai ajang pamer, baik itu games, kuis tanya jawab berhadiah, dokumenter pembangunan di Pemkab Tapin, penjualan multiproduk. Diantaranya, Stand Pemeran Dinas Pekerjaan Umum Tapin yang mensosialisasikan pembangunan jalan desa, kabupaten dan Nasional. Bahkan pembangunan tiga kawasan cepat tumbuh. Selanjutnya, Dinas Perhutanan dan Perkebunan yang mensosialisasikan hasil kebun kelapa sawit kepada pengunjung Tapin Expo 2010 ini. TP-PKK Kabupaten Tapin yang mempamerkan kampoeng perempuan secara berjilid dan telah memasuki jilid ke 3, Dinas Kesehatan yang mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat, Dinas Perternakan dan perikanan yang mempamerkan potensi ikan didaerah ini, dan lain sebagainya. (Rull)
Hal itu diungkapkan Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP dalam sebuah acara peresmian di Datu Muning kemarin.
Pameran Tapin Expo 2010 yang diresmikan oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kalsel di puncak acara Selasa kemarin akan berlangsung selama 10 hari. Dan setiap SKPD mengelolanya sambil menonjolkan program kegiatan selama satu tahun berjalan. Untuk itu diminta kepada masyarakat Tapin untuk mengunjunginya dan melihat pembangunan-pembangunan didaerah ini selama tahun 2010.
Pameran Tapin Expo 2010 terbalut konsep yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, diantaranya terlihat pada stand-stand pameran Tapin Expo yang dikelola oleh setiap SKPD di Pemkab Tapin. Tapin Expo 2010 dikemas dengan mengedepankan hiburan yang tak terlepas dari unsur edukatif yang menarik untuk dikunjungi. Kata Bupati, “Di Pameran Tapin Expo 2010 hadir dengan konsep hiburan yang tak terlepas dari unsur mendidik. Disetiap stand menonjolkan program kerja dan pembangunan di daerah ini selama tahun 2010. Misalnya, seperti pembangunan kawasan cepat tumbuh di Rantau Baru, Binuang Baru, dan Margasari Baru. Juga ada disektor perkebunan yang mensosialisasikan kelapa sawit, dan lain sebagainya. Untuk itu mari manfaatkan pesta rakyat tahunan di Tapin Expo 2010 guna menambah pengetahuan, “katanya.
Pantauan MataBanua di Pameran Tapin Expo 2010, hampir seluruh SKPD menyuguhkan program acara sebagai ajang pamer, baik itu games, kuis tanya jawab berhadiah, dokumenter pembangunan di Pemkab Tapin, penjualan multiproduk. Diantaranya, Stand Pemeran Dinas Pekerjaan Umum Tapin yang mensosialisasikan pembangunan jalan desa, kabupaten dan Nasional. Bahkan pembangunan tiga kawasan cepat tumbuh. Selanjutnya, Dinas Perhutanan dan Perkebunan yang mensosialisasikan hasil kebun kelapa sawit kepada pengunjung Tapin Expo 2010 ini. TP-PKK Kabupaten Tapin yang mempamerkan kampoeng perempuan secara berjilid dan telah memasuki jilid ke 3, Dinas Kesehatan yang mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat, Dinas Perternakan dan perikanan yang mempamerkan potensi ikan didaerah ini, dan lain sebagainya. (Rull)
45 Anak Raja Nikah Massal
RANTAU, “Ibarat anak raja di sebuah Istana Kerajaan Antah Brantah yang di sebut Kabupaten Tapin, dengan rajanya yang bergelar Datu Idis Nurdin Halidi, yang tinggal di Kampung Datu. Begitu juga permasurinya yang bergelar Diyang Elin Idis Nurdin Halidi. Pada suatu hari si Raja dan Ratu berniat mengawinkan anak-anaknya sebanyak 45 pasang. Ke 45 pasangan anak-anak Raja dan Ratu ini dinikahkan secara massal dengan diarak dari Istana menunggangi sebuah Buraq bernama Becak Kencana secara beriring-iringan. Rombongan ini dipimpin oleh sang Raja dan Ratu yang naik kereta kencana bernama andong kuda kencana menuju lokasi perkawinan bertempat di salah satu kampung perempuan atau di kenal sebagai kampungya sang ratu di kerajaan ini. Di kampung tersebut ke 45 pasangan anak raja dinikahkan secara massal”. Demikian Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP dalam sambutannya guna mengurangi ketegangan syaraf para pengantin yang telat nikah itu.
Ke 45 pasangan pengantin ini diarak dengan menggunakan becak yang telah di hias seperti buraq dan diiringi alunan musik rebana, begitu juga andong delman terhias bunga indah harum semerbak melapisi dinding kereta kencana yang ditunggangi Raja dan Ratu.
Lanjut Bupati, di tengah perjalanan menuju kampong perempuan. Masyarakat kerajaan menyambut suka cita, senang seraya tersenyum sumringah sambil melambaikan tangan melihat raja dan ratu kembali bersanding di iringi ke 45 pasangan anak mereka. Kendati berada didubur kuda kencana dan aroma kuda menyengat, sang Raja dan Ratu tetap menyambut gembira atas terlaksananya pernikahan massal ini.
Demikian gambaran prosesi Nikah Massal Di Hari Jadi Kabupaten Tapin ke 45, yang dilaksanakan di Tapin Kamis (2/12) kemarin.
Demi massa depan anak, ke 45 pasangan nikah massal ini ikut nikah massal. Sebab anak mereka harus memiliki akte kelahiran. Sementara untuk mengambil akte kelahiran sebagai persyaratan orang tua harus memiliki buku nikah.
Ke 45 pasangan nikah massal ini dinikahkan serta disaksikan Bupati dan pejabat di Pemkab Tapin. Acara nikah massal yang diselenggarakan TP-PKK Kabupaten Tapin dalam rangka hari jadi Kabupaten Tapin ke 45. Sebelum diarak keliling dengan menggunakan kereta kencana dan 90 armada becak, ke 45 pasangan telat nikah ini dirias di Gedung Pendopo Balahendang Rantau, selanjutnya mereka diarak beriringan menuju stand pemran Kampung Perempuan jilid 3 di Tapin Expo 2010.
Ketua TP-PKK Kabupaten Tapin, Ny.Hj.Elin Idis Nurdin Halidi, SH yang juga Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan, biaya penyelenggaraan nikah massal ini dibiayai oleh APBD Pemerintah Daerah. Namun lantaran minimnya dana, sehingga pihaknya meminta sumbangan kepada pihak ketiga atau perusahaan yang ada di Tapin.
Menurut Elin, tujuan dilaksanakan pernikahan massal ini agar setiap pasangan yang telah menikah sirih atau nikah dibawah tangan dan belum memiliki identitas perkawinan akan dinikahkan kembali. Nantinya para pengantin ini akan diberikan buku nikah setelah nikah massal. Selain itu, tujuan lain yakni meningkatnya pengetahuan dan kesadaran calon pengantin maupun masyarakat luas yang ingin melaksanakan pernikahan akan pentingnya memiliki buku nikah untuk pembuatan akte lahir anak, serta untuk keperluan-keperluan lainnya, katanya.
Peserta nikah massal ini diikuti oleh 12 kecamatan di Kabupaten Tapin, dengan jumlah sebanyak 45 pasangan pengantin sesuai HUT Tapin ke 45 kali ini. Dengan rincian Kecamatan Tapin Utara 4 pasang pengantin, Tapin Selatan 6 pasang, Tapin Tengah 4 pasang, Binuang dan Hatungun masing-masing 7 pasang, Candi Laras Selatan 4 pasang, Candi Laras Utara 4 pasang, Bakarangan 4 pasang, Bungur 4 pasang, Lokpaikat 4 pasang, dan Piani 4 pasang.
Tercatat sebagai pasangan nikah massal di usia tertua berasal dari Kecamatan hatungun dengan usia 74 tahun. Sementara di usia termuda berusia 17 tahun dari Desa Banua Halat Kiri Kecamatan Tapin Utara. Demikian Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan. (rull)
665 Kader BKB Dilatih dan Bupati Tapin Canangkan Gerakan PKK-KB-Kesehatan
RANTAU, Sekitar 665 orang kader BKB se-Kabupaten Tapin pada Rabu (1/12) kemarin dibekali pelatihan cara orang tua mengasuh anak dan komunikasi dalam pengasuhan balita oleh BKKBN Provinsi Kalsel. Pelatihan ini sekaligus dirangkai dengan pencanangan gerakan PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Tapin yang diresmikan Bupati Tapin sekaligus ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali, bertempat di GOR Datu Muning Rantau, Rabu (1/12) kemarin.
Ketua TP-PKK Kabupaten Tapin, Ny.Hj.Elin Idis Nurdin Halidi, SH mengatakan, “Dilaksanakannya pelatihan kader BKB se-Kabupaten Tapin ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para kader BKB di Kabupaten Tapin. Kegiatan ini sekaligus juga dirangkai dengan pencanangan gerakan PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Tapin tahun 2010 dengan tujuan meningkatkan pelayanan program KB dan Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dan kerjasama lintas sector dalam persatuan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, “katanya.
Pelatihan BKB Tahun 2010 ini dihadiri sebanyak 665 orang kader BKB se-Kabupaten Tapin. Terdiri dari Kecamatan Tapin Utara 85 orang, Tapin Selatan 45 orang, Kecamatan Bungur 50 orang, Kecamatan Bakarangan 50 orang, Kecamatan Lokpaikat 45 orang, Kecamatan Tapin Tengah 60 orang, Kecamatan Piani 35 orang, Kecamatan Candi Laras Utara 65 orang, Kecamatan Candi Laras Selatan 60 orang, Kecamatan Binuang 47 orang, Kecamatan Salam Babaris 60 orang, dan Kecamatan Hatungun 33 orang.
Sementara narasumber pelatihan yang memberikan materi diantaranya adalah Dra.Ernawati dari BKBN Provinsi Kalsel yang memberikan materi seputar ‘Peran Orang Tua Dalam Pengasuhan dan Pembinaan Balita’, dan ‘Media Interaksi Orang Tua dan Balita’ misalnya seperti mendongeng, bernyanyi, drama, bermain dan model. Sementara Ibu Ratna dari Sektor BKKBN Provinsi Kalsel memberian materi ‘Komunikai Dalam Pengasuhan Balita’ dan ‘Pertumbuhan dan Perkembangan Anak’.
Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP sekaligus juga sebagai Ketua Dewan Penyantun PKK mengajak seluruh kader BKB seluruh kecamatan di Tapin untuk mau dan berperan aktif dalam pembangunan di Kabupaten Tapin. Terutama sebagai pembimbing dan penyuluh untuk menggali potensi yang ada di wilayah kerjanya masing-masing. Diantaranya melalui 10 program pokok PKK yang telah ditetapkan Pemerintah sebagai modal kader bagi upaya peningkatkan keluarga sejahtera bahagia lahir dan batin.
Ajakan tersebut dilontarkan dalam sebuah kegiatan yang dimotori Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin di sebuah acara Pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pencanangan PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Tapin di GOR Datu Muning Rantau, Rabu (1/12) kemarin.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, gerakan PKK sebagai wadah aktifitas sosial kemasyarakatan ini memiliki sejarah perjalanan yang cukup panjang. Bupati ingin mengajak seluruh yang hadir untuk mengenang perjalanan sejarah gerakan PKK yang ikut aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah terutama dengan aktifitas-aktifitasnya. Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin dinilai selama ini telah banyak berusaha mensukseskan programnya yang telah dilaksanakan. Termasuk juga didalam memberikan informasi dan juga pencanangan program-program yang dilaksanakan. Upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, kualitas keluarga, dan kualitas sumber daya manusia merupakan satu bagian integral sinergitas pembinaan keluarga. Oleh karena itu BUpati berharap, 10 Program PKK dilaksanakan harus lebih luas lagi, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat, demikian Bupati Tapin.
Ia pun merencanakan pengusulan naiknya insentif bagi para kader yang telah berjuang dan berpartisipasi dalam pembangunan didaerah ini. Terlebih peran kader ini sangat aktif di tengah-tengah masyarakat Tapin untuk melaksanakan seklaigus mensosialisasikan program-program yang di motori TP-PKK Kabupaten Tapin. “Kita akan usulkan kenaikan insentif bagi para kader kepada DPRD Tapin, dan semoga langkah dan upaya ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar, “katanya diiringi sambutan Amin dari rausan kader diringi tepuk tangan. (Rull)
Ketua TP-PKK Kabupaten Tapin, Ny.Hj.Elin Idis Nurdin Halidi, SH mengatakan, “Dilaksanakannya pelatihan kader BKB se-Kabupaten Tapin ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para kader BKB di Kabupaten Tapin. Kegiatan ini sekaligus juga dirangkai dengan pencanangan gerakan PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Tapin tahun 2010 dengan tujuan meningkatkan pelayanan program KB dan Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dan kerjasama lintas sector dalam persatuan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, “katanya.
Pelatihan BKB Tahun 2010 ini dihadiri sebanyak 665 orang kader BKB se-Kabupaten Tapin. Terdiri dari Kecamatan Tapin Utara 85 orang, Tapin Selatan 45 orang, Kecamatan Bungur 50 orang, Kecamatan Bakarangan 50 orang, Kecamatan Lokpaikat 45 orang, Kecamatan Tapin Tengah 60 orang, Kecamatan Piani 35 orang, Kecamatan Candi Laras Utara 65 orang, Kecamatan Candi Laras Selatan 60 orang, Kecamatan Binuang 47 orang, Kecamatan Salam Babaris 60 orang, dan Kecamatan Hatungun 33 orang.
Sementara narasumber pelatihan yang memberikan materi diantaranya adalah Dra.Ernawati dari BKBN Provinsi Kalsel yang memberikan materi seputar ‘Peran Orang Tua Dalam Pengasuhan dan Pembinaan Balita’, dan ‘Media Interaksi Orang Tua dan Balita’ misalnya seperti mendongeng, bernyanyi, drama, bermain dan model. Sementara Ibu Ratna dari Sektor BKKBN Provinsi Kalsel memberian materi ‘Komunikai Dalam Pengasuhan Balita’ dan ‘Pertumbuhan dan Perkembangan Anak’.
Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP sekaligus juga sebagai Ketua Dewan Penyantun PKK mengajak seluruh kader BKB seluruh kecamatan di Tapin untuk mau dan berperan aktif dalam pembangunan di Kabupaten Tapin. Terutama sebagai pembimbing dan penyuluh untuk menggali potensi yang ada di wilayah kerjanya masing-masing. Diantaranya melalui 10 program pokok PKK yang telah ditetapkan Pemerintah sebagai modal kader bagi upaya peningkatkan keluarga sejahtera bahagia lahir dan batin.
Ajakan tersebut dilontarkan dalam sebuah kegiatan yang dimotori Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin di sebuah acara Pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pencanangan PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Tapin di GOR Datu Muning Rantau, Rabu (1/12) kemarin.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, gerakan PKK sebagai wadah aktifitas sosial kemasyarakatan ini memiliki sejarah perjalanan yang cukup panjang. Bupati ingin mengajak seluruh yang hadir untuk mengenang perjalanan sejarah gerakan PKK yang ikut aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah terutama dengan aktifitas-aktifitasnya. Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin dinilai selama ini telah banyak berusaha mensukseskan programnya yang telah dilaksanakan. Termasuk juga didalam memberikan informasi dan juga pencanangan program-program yang dilaksanakan. Upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, kualitas keluarga, dan kualitas sumber daya manusia merupakan satu bagian integral sinergitas pembinaan keluarga. Oleh karena itu BUpati berharap, 10 Program PKK dilaksanakan harus lebih luas lagi, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat, demikian Bupati Tapin.
Ia pun merencanakan pengusulan naiknya insentif bagi para kader yang telah berjuang dan berpartisipasi dalam pembangunan didaerah ini. Terlebih peran kader ini sangat aktif di tengah-tengah masyarakat Tapin untuk melaksanakan seklaigus mensosialisasikan program-program yang di motori TP-PKK Kabupaten Tapin. “Kita akan usulkan kenaikan insentif bagi para kader kepada DPRD Tapin, dan semoga langkah dan upaya ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar, “katanya diiringi sambutan Amin dari rausan kader diringi tepuk tangan. (Rull)
34 orang terkena dbd
RANTAU, Terhitung dari mulai bulan Januari hingga November 2010, di Kabupaten Tapin tercatat sudah ada sekitar 34 orang yang positif terkena penyakit demam berdarah (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, sejenis nyamuk yang banyak terdapat di daerah tropis termasuk Kabupaten Tapin.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Drg.Kusudiarto, didampingi Humam Arifin, Kabid Pencegahan Penyakit Menular (P2PL) di Dinas Kesehatan Tapin, kemarin kepada wartawan.
Dari mulai bulan Januari sampai November 2010 ini sudah ada laporan sekitar 34 orang terkena penyakit DBD, 2 orang diantaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Menurut Humam, kondisi pasien lantaran terlambat di bawa ke rumah sakit sehingga kondisinya semakin farah, dikira demam biasa ternyata setelah didiagnosa positif DBD.
“Dari mulai bulan Januari hingga Maret 2010, hampir di seluruh kecamatan di Tapin dinyatakan rawan, dan rata-rata daerah atas seperti Salam Babaris, Miawa, Hatungun. Adapun yang paling banyak terkena DBD ini berasal dari kawasan Tapin Utara dan Binuang, “katanya.
Atas kejadian itu kita masih tetap melaksanakan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Sebab jenis nyamuk pembawa virus mematikan ini dapat berkembang biak di air bersih dan jernih dan tidak kontak dengan tanah. Misalnya, di bak penampungan air, kaleng kosong yang tergenang air, potongan bamboo yang berisi air hujan, ban bekas yang berisi air hujan, dan lain sebagainya. Nyamuk ini tidak seperti nyamuk biasa, nyamuk ini menggigit manusia pada pagi hari sampai sore hari dan beberapa hari kemudian penderita akan jatuh sakit. Penderita mengalami demam tinggi selama 3-7 hari disertai gejala pendarahan, mulai dari bintik merah di kulit sampai muntah darah. Pada penderita yang peka akan mengalami syok dan akhirnya meninggal. Bila anggota keluarga ada yang mengalami gejala tersebut segera bawa dan laporkan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan segera, katanya.
“Saat ini tak ada obat efektif untuk membarantas virus, sehingga pencegahan merupakan cara yang efektif untuk menanggulangi kasus demam berdarah ini. Pada prinsipnya pencegahan dilakukan dengan cara memutus mata rantai penularan dengan melakukan pemberantasan nyamuk seperti melalui 3 M, yakni menutup, menguras, dan menimbun. Tindakan 3 M merupakan tindakan efisien, dan dapat dilakukan semua orang, “katanya.
Selain itu pemberian bubuk abete ke tempat penampungan air didaerah rawan terdapatnya kasus demam berdarah yang tidak mendapatkan pengasapan. Juga sesuai protap kami di Dinas kesehatan kalu sekiranya ada kejadian luar biasa disuatu daerah rawan DBD, itu baru kita lakukan pengasapan. Demikian Humam. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Drg.Kusudiarto, didampingi Humam Arifin, Kabid Pencegahan Penyakit Menular (P2PL) di Dinas Kesehatan Tapin, kemarin kepada wartawan.
Dari mulai bulan Januari sampai November 2010 ini sudah ada laporan sekitar 34 orang terkena penyakit DBD, 2 orang diantaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Menurut Humam, kondisi pasien lantaran terlambat di bawa ke rumah sakit sehingga kondisinya semakin farah, dikira demam biasa ternyata setelah didiagnosa positif DBD.
“Dari mulai bulan Januari hingga Maret 2010, hampir di seluruh kecamatan di Tapin dinyatakan rawan, dan rata-rata daerah atas seperti Salam Babaris, Miawa, Hatungun. Adapun yang paling banyak terkena DBD ini berasal dari kawasan Tapin Utara dan Binuang, “katanya.
Atas kejadian itu kita masih tetap melaksanakan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Sebab jenis nyamuk pembawa virus mematikan ini dapat berkembang biak di air bersih dan jernih dan tidak kontak dengan tanah. Misalnya, di bak penampungan air, kaleng kosong yang tergenang air, potongan bamboo yang berisi air hujan, ban bekas yang berisi air hujan, dan lain sebagainya. Nyamuk ini tidak seperti nyamuk biasa, nyamuk ini menggigit manusia pada pagi hari sampai sore hari dan beberapa hari kemudian penderita akan jatuh sakit. Penderita mengalami demam tinggi selama 3-7 hari disertai gejala pendarahan, mulai dari bintik merah di kulit sampai muntah darah. Pada penderita yang peka akan mengalami syok dan akhirnya meninggal. Bila anggota keluarga ada yang mengalami gejala tersebut segera bawa dan laporkan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan segera, katanya.
“Saat ini tak ada obat efektif untuk membarantas virus, sehingga pencegahan merupakan cara yang efektif untuk menanggulangi kasus demam berdarah ini. Pada prinsipnya pencegahan dilakukan dengan cara memutus mata rantai penularan dengan melakukan pemberantasan nyamuk seperti melalui 3 M, yakni menutup, menguras, dan menimbun. Tindakan 3 M merupakan tindakan efisien, dan dapat dilakukan semua orang, “katanya.
Selain itu pemberian bubuk abete ke tempat penampungan air didaerah rawan terdapatnya kasus demam berdarah yang tidak mendapatkan pengasapan. Juga sesuai protap kami di Dinas kesehatan kalu sekiranya ada kejadian luar biasa disuatu daerah rawan DBD, itu baru kita lakukan pengasapan. Demikian Humam. (Rull)
Sabtu, 04 Desember 2010
12 Pemuda Tapin Ikut Napak Tilas di Pelaihari
RANTAU, Pada bulan November 2010 banyak sekali momentum yang telah ditemui maupun sudah dilaksanakan bulan kemarin. Diantaranya Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 November. Guna menumbuhkan semangat patriotisme di kalangan Pemuda, Pemkab Tapin melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Tapin mengirim pemuda-pemudinya untuk mengikuti kegiatan napak tilas jejak pahlawan se-Kalsel yang di pusatkan di Pelaihari Kabupaten Tanah Bumbu.
Pada jum’at (19/11) pagi pekan kemarin, 12 pemuda mewakili Kabupaten Tapin berangkat ke Pelaihari untuk mengikuti kegiatan napak tilas jejak pahlawan se-Kalsel yang tahun ini dipusatkan di Pelaihari. Setiap Kabupaten se-Kalsel mengirim pemuda-pemudinya untuk mengikutinya.
Rizal Pahlapi, Kasi Kepemudaan di Disporabudpar menyatakan, “ 12 pemuda Tapin yang bakal mengikuti kegiatan napak tilas jejak pahlawan di Pelaihari Kabupaten Tanah Bumbu dari tanggal 19 s/d 22 November 2010, terdiri dari 6 orang putri dan 6 putra, ditambah 2 orang pembimbing, sehingga menjadi 14 orang, “katanya.
Kegiatan ini, kata Rizal, dalam rangka hari Pahlawan Nasional yang diselenggarakan setiap tahun sekali se-Kalsel. Tahun ini Pelaihari di percaya sebagai tuan rumah untuk kegiatan ini. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh Kabupaten kota se-Kalsel, dan untuk Kabupaten Tapin sendiri kita perwakilannya dan ada 12 orang yang dikirim kesana, “katanya disela ingin berangkat kesana.
Sementara Pembina damping ke-12 pemuda tersebut, Rani mengatakan, “Dalam kegiatan napak tilas ini diharapkan mampu memberikan dorongan kemajuan yang hakiki dan dapat meningkatkan kualitas pembangunan rasa patriotisme, rasa kebersamaan dan rasa nasionalisme bagi pemuda. Mereka ini akan menyusuri jejak pahlawan dengan berjalan di malam hari, siang harinya mereka akan melaksanakan aktifitas lain seperti olahraga, dan lain sebagainya, “pungkasnya. (rull)
Pada jum’at (19/11) pagi pekan kemarin, 12 pemuda mewakili Kabupaten Tapin berangkat ke Pelaihari untuk mengikuti kegiatan napak tilas jejak pahlawan se-Kalsel yang tahun ini dipusatkan di Pelaihari. Setiap Kabupaten se-Kalsel mengirim pemuda-pemudinya untuk mengikutinya.
Rizal Pahlapi, Kasi Kepemudaan di Disporabudpar menyatakan, “ 12 pemuda Tapin yang bakal mengikuti kegiatan napak tilas jejak pahlawan di Pelaihari Kabupaten Tanah Bumbu dari tanggal 19 s/d 22 November 2010, terdiri dari 6 orang putri dan 6 putra, ditambah 2 orang pembimbing, sehingga menjadi 14 orang, “katanya.
Kegiatan ini, kata Rizal, dalam rangka hari Pahlawan Nasional yang diselenggarakan setiap tahun sekali se-Kalsel. Tahun ini Pelaihari di percaya sebagai tuan rumah untuk kegiatan ini. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh Kabupaten kota se-Kalsel, dan untuk Kabupaten Tapin sendiri kita perwakilannya dan ada 12 orang yang dikirim kesana, “katanya disela ingin berangkat kesana.
Sementara Pembina damping ke-12 pemuda tersebut, Rani mengatakan, “Dalam kegiatan napak tilas ini diharapkan mampu memberikan dorongan kemajuan yang hakiki dan dapat meningkatkan kualitas pembangunan rasa patriotisme, rasa kebersamaan dan rasa nasionalisme bagi pemuda. Mereka ini akan menyusuri jejak pahlawan dengan berjalan di malam hari, siang harinya mereka akan melaksanakan aktifitas lain seperti olahraga, dan lain sebagainya, “pungkasnya. (rull)
Kamis, 18 November 2010
Pulau Kadap Atau Tempat Jin Buang Anak Jadi Areal Lahan Sawit
RANTAU, Tiga hari sebelum pelaksanaan penanaman plasma sawit perdana, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin, Ir.Sufian Noor bersama sejumlah staf dan Kabid-nya Senin (15/11) sore kemarin meninjau lokasi tempat dilaksanakan penanaman sawit perdana di kebun plasma yang bakal di kelola oleh masyarakat setempat.
Dilokasi tersebut Manager Plasma Sawit Binuang PT.KIU, Sanawi Mar’uf, bersama sejumlah karyawan terlihat tengah mempersiapkan kegiatan pelaksanaan penanaman plasma perdana PT.KIU di lokasi tempat yang dahulunya di kenal sebagai pulau kadap (red.gelap) atau tempat jin buang anak kini terhampar ladang sawit yang luas.
Sufian Noor, Kadis Hutbun Tapin mengatakan, “Hadirnya beberapa investor ke Kabupaten Tapin tentunya membawa berkah bagi Tapin dan telah merubah lokasi yang dahulunya sebagai pulau kadap atau tempat jin buang anak kini terhampar ribuan pohon sawit. Menurutnya, masuknya sawit ke daerah ini kita optimis kedepannya perekonomian masyarakat Tapin dapat terdongkrak naik. Kita menilai sektor sawit akan mempengaruhi perekonomian wilayah Tapin sebagaimana karet yang di lakoni petani di kawasan atas.
Lanjut Sufian, “Turunnya harga karet itu sangat berpengaruh terhadap Perekonomian wilayah. Buktinya, waktu itu dealer kendaraan di pasar Rantau turut pusing, lantaran petani tak bisa bayar kredit. Kembali naiknya harga karet, petani pun bergairah dan bersemangat lagi, “kata pria yang akrab di sapa Ufi ini terhadap wartawan.
Dari pengalaman kita waktu jadi camat, lanjut Ufi, “Kalau mau tahu banyaknya model kendaraan terbaru, itu lebih banyak di dataran atas tempat petani karet bermukim ketimbang di dalam kota Rantau sendiri. Kondisi demikian menandakan perekonomian mereka mencukupi dengan bertani karet, “katanya.
Kita ingin sawit kedepannya juga seperti karet. Dimana dapat mempengaruhi perekonomian wilayah. Contohnya, seperti baru-baru tadi kita mengunjungi kawasan daerah Riau di Pulau Andalas (Sumatera), dimana hampir seluruh lahan mereka dipenuhi perkebunan sawit yang di kelola pihak perusahaan maupun masyarakat setempat. “Karena telah begitu makmur dengan adanya sawit, sampai-sampai warganya bisa mensekolahkan anaknya dengan jenjang yang tinggi bahkan sampai ada yang berobat ke Singapore, “pungkasnya. (Rull)
Pengerjaan Proyek Gedung Serba Guna Mencapai 36 Persen
RANTAU, Proyek pembangunan Gedung Serba Guna di Desa Labung Kecamatan Tapin Tengah saat ini baru mencapai 36 persen pekerjaan. Dibangunnya Gedung Serba Guna oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin untuk masyarakat setempat yang ingin melaksanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti pertemuan, olahraga, musyawarah, kesenian, dan aktifitas sosial lainnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Ir.Gt.Noorzaman melalui Kabid Cipta Karya, Ir. Edy Prayitno menyatakan, “Pembangunan Gedung Serba Guna yang menelan anggaran senilai Rp.900 juta tersebut dimulai sejak bulan September 2010 kemarin. Dan kedepannya setelah pengerjaan rampung, pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintahan Desa dan Kecamatan setempat. Diharapkan dengan adanya Gedung Serba Guna di kawasan itu akan memiliki nilai plus bagi Desa Labung nantinya, “katanya.
Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi III DPRD Tapin, H.Sulaiman Noor. Menurutnya, “Dengan dibangunnya Gedung Serba Guna bagi masyarakat di Desa Labung Kecamatan Tapin Tengah ini tentunya akan memberikan kemudahan masyarakat untuk melaksanakan aktiiftas sosial seperti musyawarah desa, olahraga, rapat dengar pendapat, dan sebagainya. Pengerjaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum itu sudah mencapai 36 persen, “katanya sebagaimana dikutip dari MataBanua usai meninjau proyek pembangunan tersebut. (rull)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Ir.Gt.Noorzaman melalui Kabid Cipta Karya, Ir. Edy Prayitno menyatakan, “Pembangunan Gedung Serba Guna yang menelan anggaran senilai Rp.900 juta tersebut dimulai sejak bulan September 2010 kemarin. Dan kedepannya setelah pengerjaan rampung, pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintahan Desa dan Kecamatan setempat. Diharapkan dengan adanya Gedung Serba Guna di kawasan itu akan memiliki nilai plus bagi Desa Labung nantinya, “katanya.
Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi III DPRD Tapin, H.Sulaiman Noor. Menurutnya, “Dengan dibangunnya Gedung Serba Guna bagi masyarakat di Desa Labung Kecamatan Tapin Tengah ini tentunya akan memberikan kemudahan masyarakat untuk melaksanakan aktiiftas sosial seperti musyawarah desa, olahraga, rapat dengar pendapat, dan sebagainya. Pengerjaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum itu sudah mencapai 36 persen, “katanya sebagaimana dikutip dari MataBanua usai meninjau proyek pembangunan tersebut. (rull)
Senin, 15 November 2010
PT.KIU Bakal Tanam Plasma Perdana
RANTAU, Setelah PT.Kharisma Alam Persada (KAP) dan Hasnur melaksanakan tanam perdana plasma sawit beberapa waktu lalu, Menyusul PT.KIU (Kharisma Inti Usaha) juga melaksanakan tanam perdana plasma kelapa sawit bagi masyarakat Tapin. Tanam Perdana Plasma Sawit PT.KIU ini rencananya sehari setelah hari raya Idul Adha, atau tanggal 18 November 2010, bertempat di kawasan Pulau Pinang tepatnya Karangan Putih, Kecamatan Binuang. Dan Insya Allah akan di hadiri Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP.
Hal itu diungkapkan Ir.Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin sebagaimana dikutip dari MataBanua jum’at (12/11) kemarin di ruang kerjanya.
Adapun untuk luasan tanaman plasma yang bakal dilaksanakan penanaman perdana, kita belum dapat memastikan berapa luasan arealnya. Hal itu menurutnya masih dirapatkan dengan PT.KIU sebelum dilaksanakan penanaman perdana kebun plasma.
Lanjut Sufian, Jika sebelumnya perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan sawit menanam kebun inti, kini mereka setelah terus kita desak untuk mencontoh dua perusahaan sebelumnya akhirnya dapat menyetujui untuk melaksanakan kebun plasma bagi masyarakat. Dengan adanya tanam perdana PT.KIU ini diharapkan ke depannya perekonomian masyarakat dapat terdongkrak dengan masuknya sektor sawit di daerah ini. Juga keterlibatan masyarakat untuk ikut berkebun kelapa sawit sudah nyata dan tak sekedar omong kosong belaka. “Jadi Sekarang perusahaan sudah memiliki kebun inti, dan masyarakat juga memiliki kebun plasma, “katanya.
Penanaman perdana plasma sawit ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Tapin. Artinya sudah ada harapan bagi masyarakat kedepannya memiliki perekonomian yang lebih baik lagi dengan berkebun sawit.
Di informasikannya, bahwa satu perusahaan baru akan masuk berinsvestasi ke Kabupaten Tapin. Dan perusahaan tersebut saat ini telah mensurvei lahan di beberapa kawasan seperti Bakarangan, dan Lokpaikat. Insya Allah semoga harapan kita semua terwujud. Demikian Sufian Noor.(rull)
Hal itu diungkapkan Ir.Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin sebagaimana dikutip dari MataBanua jum’at (12/11) kemarin di ruang kerjanya.
Adapun untuk luasan tanaman plasma yang bakal dilaksanakan penanaman perdana, kita belum dapat memastikan berapa luasan arealnya. Hal itu menurutnya masih dirapatkan dengan PT.KIU sebelum dilaksanakan penanaman perdana kebun plasma.
Lanjut Sufian, Jika sebelumnya perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan sawit menanam kebun inti, kini mereka setelah terus kita desak untuk mencontoh dua perusahaan sebelumnya akhirnya dapat menyetujui untuk melaksanakan kebun plasma bagi masyarakat. Dengan adanya tanam perdana PT.KIU ini diharapkan ke depannya perekonomian masyarakat dapat terdongkrak dengan masuknya sektor sawit di daerah ini. Juga keterlibatan masyarakat untuk ikut berkebun kelapa sawit sudah nyata dan tak sekedar omong kosong belaka. “Jadi Sekarang perusahaan sudah memiliki kebun inti, dan masyarakat juga memiliki kebun plasma, “katanya.
Penanaman perdana plasma sawit ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Tapin. Artinya sudah ada harapan bagi masyarakat kedepannya memiliki perekonomian yang lebih baik lagi dengan berkebun sawit.
Di informasikannya, bahwa satu perusahaan baru akan masuk berinsvestasi ke Kabupaten Tapin. Dan perusahaan tersebut saat ini telah mensurvei lahan di beberapa kawasan seperti Bakarangan, dan Lokpaikat. Insya Allah semoga harapan kita semua terwujud. Demikian Sufian Noor.(rull)
Minggu, 14 November 2010
Bupati Minta Segeranya Lahan Warga Dibebaskan
RANTAU, Pada Proyek Jalan MTQ tembus Bypass Rantau, ada sebagian jalan masih belum di bebaskan kepemilikannya dari warga masyarakat. Posisi lahan tersebut tepatnya di Bypass dengan ditandai tertanamnya beberapa pohon jati milik warga masyarakat yang belum dibebaskan kepemilikannya. Proyek itu masih terkendala pada pembebasan lahan untuk jalan itu, selain seretnya dana yang disiapkan Pemerintah Daerah, sebagian warga menolak dengan patokan tarif pembebasan tanah yang ditetapkan Pemerintah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Ir.Gt.Noorzaman mengatakan, “jalan MTQ-BYPASS Rantau Baru yang memiliki lebar jalan 60 meter, diujung lokasi tepatnya di Bypass samping GOR Datu Muning sebagian lahan masih belum dibebaskan kepemilikannya dari masyarakat. Sehingga jalan tak lurus saat ini. Namun setelah kunjungan Bupati Tapin beberapa waktu lalu, Bupati memberikan sinyal agar jalan tersebut secepatnya di luruskan. Artinya, lahan tersebut secepatnya dibebaskan. Karena di lokasi itu masih ada lahan milik warga, sehingga kondisi jalan belum lurus, dan berbelok memintas sedikit sementara waktu guna menunggu urusan pembebasan lahan beres.
Bupati meminta sesegeranya di bebaskan lahan kepemilikan dari masyarakat untuk di bangun jalan lurus di kawasan itu. Tahun 2010 ini sesegeranya dibebaskan, bahkan dananya sudah ada di APBD perubahan Kabupaten Tapin. Selanjutnya, Bupati meminta ditahun 2011 agar dibuatkan pintu gerbang di bypass yang lengkap dengan slogan sebuah kawasan Rantau Baru.
Kata Bupati kutip Kadis PU, “tolong di tahun 2010 untuk sesegeranya membebaskan lahan, selanjutnya ditahun 2011 tolong dibuatkan pintu gerbang sebagai slogan keberadaan kawasan Rantau Baru, “katanya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PU, Zainal Aqli menambahkan, “Jalan MTQ-Bypass yang memiliki lebar 60 meter ini masih dalam tahap pengerasan jalan. Dan di tahun 2012 jalan di kawasan Rantau Baru dekat danau diaspal hotmik. Mengingat lapisan tanah tersebut sudah keras, “katanya.
Jalan yang dikerjakan di kawasan Rantau Baru merupakan prioritas program kerja tahun 2010, 2011, 2012. Di tahun ini kita juga akan membuka jalan tembus dari jalan yang dekat danau menuju Salak , dimana didekat danau akan dibangun bundaran dan perempatan, katanya. (Rull)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Ir.Gt.Noorzaman mengatakan, “jalan MTQ-BYPASS Rantau Baru yang memiliki lebar jalan 60 meter, diujung lokasi tepatnya di Bypass samping GOR Datu Muning sebagian lahan masih belum dibebaskan kepemilikannya dari masyarakat. Sehingga jalan tak lurus saat ini. Namun setelah kunjungan Bupati Tapin beberapa waktu lalu, Bupati memberikan sinyal agar jalan tersebut secepatnya di luruskan. Artinya, lahan tersebut secepatnya dibebaskan. Karena di lokasi itu masih ada lahan milik warga, sehingga kondisi jalan belum lurus, dan berbelok memintas sedikit sementara waktu guna menunggu urusan pembebasan lahan beres.
Bupati meminta sesegeranya di bebaskan lahan kepemilikan dari masyarakat untuk di bangun jalan lurus di kawasan itu. Tahun 2010 ini sesegeranya dibebaskan, bahkan dananya sudah ada di APBD perubahan Kabupaten Tapin. Selanjutnya, Bupati meminta ditahun 2011 agar dibuatkan pintu gerbang di bypass yang lengkap dengan slogan sebuah kawasan Rantau Baru.
Kata Bupati kutip Kadis PU, “tolong di tahun 2010 untuk sesegeranya membebaskan lahan, selanjutnya ditahun 2011 tolong dibuatkan pintu gerbang sebagai slogan keberadaan kawasan Rantau Baru, “katanya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PU, Zainal Aqli menambahkan, “Jalan MTQ-Bypass yang memiliki lebar 60 meter ini masih dalam tahap pengerasan jalan. Dan di tahun 2012 jalan di kawasan Rantau Baru dekat danau diaspal hotmik. Mengingat lapisan tanah tersebut sudah keras, “katanya.
Jalan yang dikerjakan di kawasan Rantau Baru merupakan prioritas program kerja tahun 2010, 2011, 2012. Di tahun ini kita juga akan membuka jalan tembus dari jalan yang dekat danau menuju Salak , dimana didekat danau akan dibangun bundaran dan perempatan, katanya. (Rull)
Harga Karet Tinggi Petani Gairah Lagi
RANTAU, Petani karet di Kabupaten Tapin kembali bergairah menyusul setelah anjloknya harga karet di pasaran beberapa waktu lalu. Kini harga karet berangsur-angsur naik, dan petani karet semangat lagi untuk menggarap lahan karet mereka.
Ir.Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin membenarkan kondisi anjloknya harga karet beberapa waktu lalu di Tapin.
Sebagaimana di kutip dari MataBanua Jum’at (12/11) kemarin Ia menyatakan, “Kondisi turunnya harga karet beberapa waktu lalu itu paling lama sekitar 3 bulan, dimana petani karet di Tapin terkena imbasnya saat itu. Harga karet petani saat itu dihargai Rp.5.000 perkilo, dan nilai itu dianggap petani hanya pas, untung tidak rugi pun tidak. Sehingga petani lebih banyak menganggurkan karetnya waktu itu. Juga dengan harga pas-pasan tersebut justru stok karet petani waktu itu terbeli dan tidak mandek, “katanya.
Lanjut Sufian, “Dampaknya kalau karet petani sampai mandek, jelas perekonomian wilayah itu akan terganggu. Contohnya, putaran ekonomi di kota Rantau itu sangat dipengaruhi oleh kelompok tani dari kawasan atas. Seiring harga karet anjlok salah satu indikatornya seperti dealer sepeda motor macet, alias petani tak bisa bayar kredit, “katanya.
Hasil survei yang dilakukan pihaknya menyatakan bahwa petani karet di kawasan atas Kabupaten Tapin rata-rata sudah sejahtera dengan hasil perkebunan karet ini. Artinya, komoditi karet sudah sangat berpengaruh terhadap perekonomian wilayah dan pendapatan petani cukup lumayan.
Saat ini harga karet di Tapin sudah normal kembali dengan kisaran harga Rp.12.000. perkilo, dibandingkan sebelumnya Rp.5.000 perkilo. Harga Rp.12.000 perkilo tersebut tentunya telah didukung dengan kualitas bokar bersih yang rata-rata sudah diterapkan oleh petani karet untuk meningkatkan kualitas.
Tingkatkan Kualitas Karet dengan Menggunakan Deorap
Sosialisasi bokar bersih yang dilaksanakan Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin nampaknya telah mengena di hati petani karet di Tapin. Kata Sufian, “Sampai-sampai kita kewalahan untuk memenuhi stok deorap bagi petani karet. Sebab untuk meningkatkan kualitas karet di Tapin, petani disarankan untuk menggunakan deorap dan meninggalkan penggunaan pembekuan karet yang digunakan sebelumnya, “katanya.
Rata-rata petani karet di Tapin seperti di kawasan Binuang kini di dalam mengelola mutu kualitas karet menggunakan deorap, atau asam semut sebagai bahan pembeku alternatif lain. Saking tingginya animo petani untuk beralih penggunaan pembekuan karet dengan Deorap, kita sempat kewalahan dan kehabisan stok deorap waktu itu.
Namun sekarang sudah tidak lagi, stok sudah tersedia. Karena Pemerintah Provinsi Kalsel telah meminta jatah deorap lebih besar lagi bagi Kalsel. Bahan pembeku deorap itu di kirim dari Balai Penelitian Sembawa, Palembang.
Kita waktu itu juga pernah melakukan kunjungan kerja ke Palembang, disana kita bertemu dengan pengusaha-pengusaha karet, dan rakyat serta wilayahnya benar-benar sejahtera dengan hasil komoditi karet. (Rull)
Ir.Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin membenarkan kondisi anjloknya harga karet beberapa waktu lalu di Tapin.
Sebagaimana di kutip dari MataBanua Jum’at (12/11) kemarin Ia menyatakan, “Kondisi turunnya harga karet beberapa waktu lalu itu paling lama sekitar 3 bulan, dimana petani karet di Tapin terkena imbasnya saat itu. Harga karet petani saat itu dihargai Rp.5.000 perkilo, dan nilai itu dianggap petani hanya pas, untung tidak rugi pun tidak. Sehingga petani lebih banyak menganggurkan karetnya waktu itu. Juga dengan harga pas-pasan tersebut justru stok karet petani waktu itu terbeli dan tidak mandek, “katanya.
Lanjut Sufian, “Dampaknya kalau karet petani sampai mandek, jelas perekonomian wilayah itu akan terganggu. Contohnya, putaran ekonomi di kota Rantau itu sangat dipengaruhi oleh kelompok tani dari kawasan atas. Seiring harga karet anjlok salah satu indikatornya seperti dealer sepeda motor macet, alias petani tak bisa bayar kredit, “katanya.
Hasil survei yang dilakukan pihaknya menyatakan bahwa petani karet di kawasan atas Kabupaten Tapin rata-rata sudah sejahtera dengan hasil perkebunan karet ini. Artinya, komoditi karet sudah sangat berpengaruh terhadap perekonomian wilayah dan pendapatan petani cukup lumayan.
Saat ini harga karet di Tapin sudah normal kembali dengan kisaran harga Rp.12.000. perkilo, dibandingkan sebelumnya Rp.5.000 perkilo. Harga Rp.12.000 perkilo tersebut tentunya telah didukung dengan kualitas bokar bersih yang rata-rata sudah diterapkan oleh petani karet untuk meningkatkan kualitas.
Tingkatkan Kualitas Karet dengan Menggunakan Deorap
Sosialisasi bokar bersih yang dilaksanakan Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin nampaknya telah mengena di hati petani karet di Tapin. Kata Sufian, “Sampai-sampai kita kewalahan untuk memenuhi stok deorap bagi petani karet. Sebab untuk meningkatkan kualitas karet di Tapin, petani disarankan untuk menggunakan deorap dan meninggalkan penggunaan pembekuan karet yang digunakan sebelumnya, “katanya.
Rata-rata petani karet di Tapin seperti di kawasan Binuang kini di dalam mengelola mutu kualitas karet menggunakan deorap, atau asam semut sebagai bahan pembeku alternatif lain. Saking tingginya animo petani untuk beralih penggunaan pembekuan karet dengan Deorap, kita sempat kewalahan dan kehabisan stok deorap waktu itu.
Namun sekarang sudah tidak lagi, stok sudah tersedia. Karena Pemerintah Provinsi Kalsel telah meminta jatah deorap lebih besar lagi bagi Kalsel. Bahan pembeku deorap itu di kirim dari Balai Penelitian Sembawa, Palembang.
Kita waktu itu juga pernah melakukan kunjungan kerja ke Palembang, disana kita bertemu dengan pengusaha-pengusaha karet, dan rakyat serta wilayahnya benar-benar sejahtera dengan hasil komoditi karet. (Rull)
Jumat, 12 November 2010
Ruas Jalan Margasari Ilir Ke Pariok Rusak lantaran Abrasi
RANTAU, Warga yang bermukim di kawasan Candi Laras Utara meluapkan aspirasinya terhadap anggota DPRD Tapin terkait rusaknya ruas jalan dan mengkikisnya daratan oleh air Sungai Negara, atau abrasi cukup serius. “Akibat abrasi ini, kondisi jalan Margasari Ilir ke Pariok hampir terputus dan kondisinya memprihatinkan, “kata Abdul Rasyid, Anggota DPRD Tapin kemarin sebagaimana dikutip dari MataBanua.
Warga setempat meminta kepada Pemerintah Daerah Tapin khususnya Dinas Pekerjaan Umum untuk mengunjungi kawasan tersebut, dan memperbaikinya. Mengingat jalan itu merupakan akses jalan yang sangat penting bagi masyarakat setempat.
Katanya, rusaknya ruas jalan tersebut disebabkan karena air dari sungai negara mengkikis sedikit demi sedikit daratan. Disungai Negara tersebut juga dijadikan arus transportasi air, dan banyaknya kapal lewat hingga membuat gelombang ketepian sungai hingga akhirnya mengkikis sedikit demi sedikit daratan, dan ruas jalan Margasari Ilir ke Pariok hampir terputus dengan kondisi memprihatinkan. (rull)
Warga setempat meminta kepada Pemerintah Daerah Tapin khususnya Dinas Pekerjaan Umum untuk mengunjungi kawasan tersebut, dan memperbaikinya. Mengingat jalan itu merupakan akses jalan yang sangat penting bagi masyarakat setempat.
Katanya, rusaknya ruas jalan tersebut disebabkan karena air dari sungai negara mengkikis sedikit demi sedikit daratan. Disungai Negara tersebut juga dijadikan arus transportasi air, dan banyaknya kapal lewat hingga membuat gelombang ketepian sungai hingga akhirnya mengkikis sedikit demi sedikit daratan, dan ruas jalan Margasari Ilir ke Pariok hampir terputus dengan kondisi memprihatinkan. (rull)
Senin, 08 November 2010
20 Seniman Asal Tapin Bakal Di Berangkatkan Ke Tanjung
RANTAU, Dalam rangka memeriahkan aruh sastra se-Kalsel yang dipusatkan di Tabalong pada tanggal 26-28 November 2010 nanti. Kabupaten Tapin bakal mengirim 20 orang seniman asal Tapin yang akan berlomba unjuk performa teaterikal taufik Ismail, Budaya Mandihin Tapin, Pembacaan Syair di akhir November ini.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Drs.Arifin Noor MAP melalui Kabid Seni dan Budaya, Ibnu Mas’ud, kepada Wartawan kemarin.
Menurutnya, kita akan mengirim seniman Tapin sebanyak 20 orang ke Tanjung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 26 hingga 28 November 2010 ini. Mereka akan mengikuti aruh sastra se-Kalsel yang tahun ini dipusatkan di Tanjung Kabupaten Tabalong Kalsel.
Kata Ibnu, “20 orang seniman asal Tapin itu terbagi, diantaranya 6 orang seniman yang mengisi teater toufik Ismail, 2 orang yang akan mengisi budaya Mandihin, 2 orang yang akan mengisi pembacaan syair. Dan 10 orang yang mengikuti aruh sastra, jadi seluruhnya itu ada 20 orang yang akan berangkat ke Tanjung nanti, “pungkasnya. (rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Drs.Arifin Noor MAP melalui Kabid Seni dan Budaya, Ibnu Mas’ud, kepada Wartawan kemarin.
Menurutnya, kita akan mengirim seniman Tapin sebanyak 20 orang ke Tanjung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 26 hingga 28 November 2010 ini. Mereka akan mengikuti aruh sastra se-Kalsel yang tahun ini dipusatkan di Tanjung Kabupaten Tabalong Kalsel.
Kata Ibnu, “20 orang seniman asal Tapin itu terbagi, diantaranya 6 orang seniman yang mengisi teater toufik Ismail, 2 orang yang akan mengisi budaya Mandihin, 2 orang yang akan mengisi pembacaan syair. Dan 10 orang yang mengikuti aruh sastra, jadi seluruhnya itu ada 20 orang yang akan berangkat ke Tanjung nanti, “pungkasnya. (rull)
Stock Hewan Korban Mencukupi
RANTAU, Pemerintah Kabupaten Tapin memastikan stok hewan kurban jenis sapi dan kambing untuk hari raya Idhul Adha mencukupi. Kebutuhan daging potong bagi masyarakat Tapin menjelang hari raya haji ini tentunya meningkat, untuk itu jangan kuatir karena Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin telah menyiapkan sebanyak 300 ekor sapi yang siap dijadikan hewan kurban bagi masyarakat yang membutuhkan daging potong ini.
Demikian diungkapkan Ir Bastian MAP, Plt.Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin, kepada sejumlah wartawan media cetak kemarin.
Disamping dinilai mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat, pihaknya juga menyanggupi kebutuhan hewan kurban bagi perusahaan di Tapin. Selain itu kita juga selalu fokus terhadap kualitas hewan kurban yang ada sebanyak 300 ekor itu. Menurutnya, guna memastikan hewan kurban bebas penyakit, kita juga dibantu oleh dokter hewan yang didampingi 7 orang petugas teknis yang selalu memantau kondisi kesehatan hewan kurban di Tapin.
“Untuk sapi yang siap dijadikan hewan kurban, usianya harus mencapai 1 hingga 2 tahun dan tidak cacat. Untuk hewan kurban di Tapin ada 2 jenis sapi, yakni sapi bali dan sapi putih atau jenis peranakan unggul. Jadi untuk kebutuhan hewan kurban kita tidak perlu mendatangkan sapi dari luar daerah, karena pasokan sapi kita masih cukup, ”kata Bastian.
Selain mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban untuk Pemkab Tapin, sambung Bastian, sapi yang tersedia di Tapin juga bisa untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi pihak perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Tapin, seperti perusahaan batubara dan kelapa sawit.
Sementara disisi lain, Pemerintah Daerah Tapin melalui Bagian Kesra juga mempersiapkan hal serupa dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha.Bagian Kesra menyediakan hewan kurban sebanyak 42 ekor sapi. Sapi tersebut rencananya akan didistribusikan kepada organisasi kemasyarakatan dan masjid yang mengajukan permohonan kepada kita, Kata Kabag Kesra Pemkab Tapin Syarkawi Amberi kemarin.
“Kami diminta membagi hewan kurban dari dewan masjid pada hari raya kurban di tahun ini. Tapi, syaratnya harus membuat proposal pengajuan terlebih dahulu kepada pihak kami. Seperti pihak BKPRMI, Majelis Dakwah Indonesia, KNPI Tapin, dan Alwasliah atau organisasi kemasyarakatan yang tersebar di Tapin, ” kata Syarkawi.
Untuk rinciannya, kata Syarkawi, sebanyak 42 ekor sapi kurban tersebut rencananya akan diserahkan untuk Sekretariat di Pemkab Tapin sebanyak 2 ekor, TP PKK Tapin 2 ekor, dan masing-masing kecamatan masing-masing ada 2 ekor, jadi totalnya untuk kecamatan ada 24 ekor. Sedangkan sisa sapi sebanyak 14 ekor, rencananya akan dibagikan kepada masjid dan organisasi kemasyarakatan yang mengajukan bantuan proposal kepada Bagian Kesra Tapin.(Rull)
Demikian diungkapkan Ir Bastian MAP, Plt.Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin, kepada sejumlah wartawan media cetak kemarin.
Disamping dinilai mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat, pihaknya juga menyanggupi kebutuhan hewan kurban bagi perusahaan di Tapin. Selain itu kita juga selalu fokus terhadap kualitas hewan kurban yang ada sebanyak 300 ekor itu. Menurutnya, guna memastikan hewan kurban bebas penyakit, kita juga dibantu oleh dokter hewan yang didampingi 7 orang petugas teknis yang selalu memantau kondisi kesehatan hewan kurban di Tapin.
“Untuk sapi yang siap dijadikan hewan kurban, usianya harus mencapai 1 hingga 2 tahun dan tidak cacat. Untuk hewan kurban di Tapin ada 2 jenis sapi, yakni sapi bali dan sapi putih atau jenis peranakan unggul. Jadi untuk kebutuhan hewan kurban kita tidak perlu mendatangkan sapi dari luar daerah, karena pasokan sapi kita masih cukup, ”kata Bastian.
Selain mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban untuk Pemkab Tapin, sambung Bastian, sapi yang tersedia di Tapin juga bisa untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi pihak perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Tapin, seperti perusahaan batubara dan kelapa sawit.
Sementara disisi lain, Pemerintah Daerah Tapin melalui Bagian Kesra juga mempersiapkan hal serupa dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha.Bagian Kesra menyediakan hewan kurban sebanyak 42 ekor sapi. Sapi tersebut rencananya akan didistribusikan kepada organisasi kemasyarakatan dan masjid yang mengajukan permohonan kepada kita, Kata Kabag Kesra Pemkab Tapin Syarkawi Amberi kemarin.
“Kami diminta membagi hewan kurban dari dewan masjid pada hari raya kurban di tahun ini. Tapi, syaratnya harus membuat proposal pengajuan terlebih dahulu kepada pihak kami. Seperti pihak BKPRMI, Majelis Dakwah Indonesia, KNPI Tapin, dan Alwasliah atau organisasi kemasyarakatan yang tersebar di Tapin, ” kata Syarkawi.
Untuk rinciannya, kata Syarkawi, sebanyak 42 ekor sapi kurban tersebut rencananya akan diserahkan untuk Sekretariat di Pemkab Tapin sebanyak 2 ekor, TP PKK Tapin 2 ekor, dan masing-masing kecamatan masing-masing ada 2 ekor, jadi totalnya untuk kecamatan ada 24 ekor. Sedangkan sisa sapi sebanyak 14 ekor, rencananya akan dibagikan kepada masjid dan organisasi kemasyarakatan yang mengajukan bantuan proposal kepada Bagian Kesra Tapin.(Rull)
CJH Asal Tapin Berangkat Ke Tanah Suci
RANTAU, Mengawali keberangkatan Calon Jamaah Haji ke tanah suci, CJH asal Tapin bersama pihak keluarga beserta jiran yang mengantar berkumpul sejak subuh hari guna melaksanakan sholat subuh berjamaah, sholat hajat dan membaca yasinan di Masjid Raya Nurul Falah Rantau pada Minggu (7/11) pagi kemarin. Selanjutnya mereka beranjak dan meninggalkan Kabupaten Tapin menuju asrama haji dengan diantar sanak keluarga dan jiran masing-masing.
Kepala Kemendag Tapin, Drs.HM.Yamani berpesan kepada seluruh CJH Tapin selama mengikuti perjalanan ke tanah suci berharap CJH agar mengikuti segala protap yang di berlakukan oleh panitia haji Provinsi Kalsel, di embarkasi Banjarmasin. Juga agar selalu menjaga nama baik daerah, menjaga kesehatan dan kebersamaan serta persatuan dan saling kerjasama untuk kemudahan ibadah haji, “harapnya.
Dikatakan Yamani, sesuai jadwal keberangkatan ibadah haji untuk CJH asal Tapin itu akan diberangkatan pada (red.hari ini Senin 8/11) pukul 9:00 Wita pada kloter 15.
Sementara 12 hari sebelumnya, Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 277 calon jamaah haji Tapin tahun 2010. Pelepasan CJH yang sekaligus juga penutupan manasik haji bertempat di masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Dalam kesempatan itu Bupati Tapin berpesan kepada CJH asal Tapin agar tidak melupakan banua, dan mohon doa agar daerah Kabupaten Tapin ini selalu aman, tenteram, damai dan selalu dalam bimbingan Allah.SWT selalu. Bupati juga meminta maaf kepada seluruh CJH, karena pada tanggal 7 November kemarin yang diketahui sebagai jadwal keberangkatan CJH ke asrama Banjarbaru, tak dapat menghadiri dan melepasnya. Karena Bupati Tapin memiliki agenda kerja ke luar daerah bertepatan dengan jadwal pelepasan CJH Tapin tahun 2010 ini. “Kalau tahun sebelumnya, Bupati Tapin ada melepas CJH Tapin ke asrama Banjarbaru. Namun tahun ini maaf, saya tak bisa karena ada urusan ke luar daerah, “katanya.
Diharapkan Bupati, selama berada di tanah suci segala permasalahan dan kesulitan yang di hadapi CJH Tapin saat berada di tanah suci atau saat melaksanakan ibadah haji pada umumnya dapat diselesaikan secara bersama-sama. Tingkatkan rasa persatuan, solideritas sesama jamaah haji saat berada di tanah suci. Juga gunakanlah kesempatan emas untuk menjadi haji yang mabrur selama berada di tanah suci. Demikian Bupati. (Rull)
Kepala Kemendag Tapin, Drs.HM.Yamani berpesan kepada seluruh CJH Tapin selama mengikuti perjalanan ke tanah suci berharap CJH agar mengikuti segala protap yang di berlakukan oleh panitia haji Provinsi Kalsel, di embarkasi Banjarmasin. Juga agar selalu menjaga nama baik daerah, menjaga kesehatan dan kebersamaan serta persatuan dan saling kerjasama untuk kemudahan ibadah haji, “harapnya.
Dikatakan Yamani, sesuai jadwal keberangkatan ibadah haji untuk CJH asal Tapin itu akan diberangkatan pada (red.hari ini Senin 8/11) pukul 9:00 Wita pada kloter 15.
Sementara 12 hari sebelumnya, Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 277 calon jamaah haji Tapin tahun 2010. Pelepasan CJH yang sekaligus juga penutupan manasik haji bertempat di masjid Raya Nurul Falah Rantau.
Dalam kesempatan itu Bupati Tapin berpesan kepada CJH asal Tapin agar tidak melupakan banua, dan mohon doa agar daerah Kabupaten Tapin ini selalu aman, tenteram, damai dan selalu dalam bimbingan Allah.SWT selalu. Bupati juga meminta maaf kepada seluruh CJH, karena pada tanggal 7 November kemarin yang diketahui sebagai jadwal keberangkatan CJH ke asrama Banjarbaru, tak dapat menghadiri dan melepasnya. Karena Bupati Tapin memiliki agenda kerja ke luar daerah bertepatan dengan jadwal pelepasan CJH Tapin tahun 2010 ini. “Kalau tahun sebelumnya, Bupati Tapin ada melepas CJH Tapin ke asrama Banjarbaru. Namun tahun ini maaf, saya tak bisa karena ada urusan ke luar daerah, “katanya.
Diharapkan Bupati, selama berada di tanah suci segala permasalahan dan kesulitan yang di hadapi CJH Tapin saat berada di tanah suci atau saat melaksanakan ibadah haji pada umumnya dapat diselesaikan secara bersama-sama. Tingkatkan rasa persatuan, solideritas sesama jamaah haji saat berada di tanah suci. Juga gunakanlah kesempatan emas untuk menjadi haji yang mabrur selama berada di tanah suci. Demikian Bupati. (Rull)
Sabtu, 06 November 2010
Warga Rantau Sambut Gembira Lampu PJU Baru
RANTAU, Beberapa hari terakhir pada malam hari di dalam kota Rantau terdapat suasana yang berbeda di bandingkan sebelumnya. Pasalnya, lampu Penerang Jalan Umum (PJU) yang baru saja dipasang di sepanjang Jalan Brigjen H.Hasan Baseri kota Rantau di mulai pada malam hari kemarin menyala terang. Bahkan beberapa warga menyambut senang terutama pedagang, sebut saja Ibi Pedagang Ayam Goreng Kentucky mengatakan, “Pada Rabu malam PJU di sepanjang jalan ini menyala, di mulai dari muka rumah sakit hingga Alun-Alun kota Rantau, sementara di sisi kanan dari mulai alun-alun kota Rantau hingga muka kediaman Bupati masih belum menyala. Katanya travonya belum di pasang, dan keesokan harinya pada malam kamis kemarin, baru seluruhnya menyala sehingga suasana jadi terang benderang, “katanya.
Begitu juga Uma Bunga, pemilik usaha isi ulang ponsel mengatakan, “Wah terang benderang, dan suasana kota Rantau seperti hidup kembali, “katanya sebagaimana dikutip dari MataBanua, malam kemarin.
Sementara Kepala Dinas Tata Kota dan kebersihan Kabupaten Tapin, RajuddinNoor, S,Sos, S,Ap mengatakan, “Sejak malam kemarin kita jauh dari Binuang berjalan di malam hari untuk memantau, dan diakui memang di malam pertama dinyalakan itu baru sebagian di mulai dari Alun-alun kota Rantau sampai muka Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau yang baru menyala, sementara dari alun-alun kota Rantau hingga muka kediaman Bupati itu belum menyala karena saat itu belum di pasang travo, kemarin baru di pasang dan insya allah malam ini menyala, “katanya.
Anda lihat sendiri kan, tanya Rajudin kepada wartawan saat diwawancarai kemarin. Suasananya yang tadinya gelap menjadi terang. “Diharapkan saat hari jadi Kabupaten Tapin nanti, seluruh lampu PJU yang kita pasang sudah menyala seluruhnya, “pungkasnya. (Rull)
Begitu juga Uma Bunga, pemilik usaha isi ulang ponsel mengatakan, “Wah terang benderang, dan suasana kota Rantau seperti hidup kembali, “katanya sebagaimana dikutip dari MataBanua, malam kemarin.
Sementara Kepala Dinas Tata Kota dan kebersihan Kabupaten Tapin, RajuddinNoor, S,Sos, S,Ap mengatakan, “Sejak malam kemarin kita jauh dari Binuang berjalan di malam hari untuk memantau, dan diakui memang di malam pertama dinyalakan itu baru sebagian di mulai dari Alun-alun kota Rantau sampai muka Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau yang baru menyala, sementara dari alun-alun kota Rantau hingga muka kediaman Bupati itu belum menyala karena saat itu belum di pasang travo, kemarin baru di pasang dan insya allah malam ini menyala, “katanya.
Anda lihat sendiri kan, tanya Rajudin kepada wartawan saat diwawancarai kemarin. Suasananya yang tadinya gelap menjadi terang. “Diharapkan saat hari jadi Kabupaten Tapin nanti, seluruh lampu PJU yang kita pasang sudah menyala seluruhnya, “pungkasnya. (Rull)
Langganan:
Postingan (Atom)