JavaScript is required to view this page. Gerbang Informasi Kota Rantau Tapin

Kamis, 19 Mei 2011

Papan Reklame OIL Petronas 2 Tahun Tak Bayar Pajak Iklan



RANTAU, Lumayan pasang iklan gratis selama 2 tahun dan pajak tak masuk PAD, lantaran petugas tak tegas dalam menertibkan reklame yang sudah habis massa waktunya. Petugas penertiban papan reklame di Kabupaten Tapin terkendala sarana dan prasarana. Sehingga petugas tak dapat menertibkan papan reklame bertuliskan oli Petronas yang hampir 2 tahun habis massa berlakunya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tapin, Drs.Abdul Hadi, melalui Kasi Perlindungan Konsumen, Tajuddin T, menyatakan, “papan reklame yang dipajang di kawasan Cangkering, Rantau, dan Kupang sudah habis massa izinnya, dan diminta biro reklame untuk memperpanjang lagi. Reklame Petronas Oli sudah hampir 2 tahun lebih massa izinnya habis, terakhir pada 23 Oktober 2009. Bahkan pihak kita sudah memberi surat pemanggilan dan pemberitahuan kepada pengusaha reklame yang keberadaannya di Jakarta. Namun katanya biro reklamenya sudah berganti, “katanya.

Petugas penertiban iklan berbahan besi tersebut merasa berat lantaran perlengkapan alat seperti gergaji besi tak punya. “Reklame tersebut besar, dan memerlukan gergaji besi dan alat lainnya untuk menertibkan itu. Sementara saat ini kita belum punya, “katanya.

Begitupun Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tapin, Rabinat, Sos, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa izin papan reklame oli petronas itu sudah 2 tahun habis. Dan diminta pihak pemasang reklame untuk memperpanjang izin dikantornya. “Cukup besar bagi PAD kita, sekitar 8 buah papan reklame, “pungkasnya. (Rull)

Rabu, 18 Mei 2011

Pengemis Tertidur Pulas Di Atas Jembatan


RANTAU,~ Diatas jembatan pasar Rantau, dua orang pengemis tua renta nampak tengah duduk beralaskan koran sambil menunggu belas kasih seseorang yang kerap melintasi jalan dan jembatan. Terkadang pengemis itu tertidur pulas. Terlelap terbungkus selimut kain yang terlihat sudah nampak usang, dan terpal sebagai tempat bernaung dari rintik hujan. Ia tertidur berteman debu jalanan, dan suara bising kendaraan.
Terkait hal ini, Dinas Sosial Kabupaten Tapin yang berkordinasi dengan petugas satpol PP pernah menertibkan orang tua renta itu beberapa waktu lalu. Bahkan Ia sudah dibawa ke panti sosial untuk di rehabilitasi. Namun siapa sangka, justru Ia kembali lagi dan menempatkan dirinya kembali di lapak rupiah yang selalu didapat dari uluran tangan mereka yang memiliki rasa iba di hati.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin, H.Mahyudin, mengatakan, “Pengemis yang berada di atas jembatan pasar Rantau itu, pernah kita tertibkan. Bahkan kita sudah mendata identitas dan alamatnya. Waktu itu kita berkordinasi dengan petugas satpol PP, dimana petugas satpol pp membawanya ke panti untuk direhabilitasi. Namun entah kenapa, Ia justru kembali lagi. Rupanya ia tidak kerasan (red.betah) di panti, sehingga kembali lagi, “katanya kepada MB Tapin, kemarin diruang kerjanya.

Sementara di lain sisi terdapat juga peminta sumbangan fiktif yang mengatasnamakan sebuah lembaga seperti yayasan panti asuhan dan pondok pesantren. Mereka mendatangi rumah penduduk dari satu pintu ke pintu rumah penduduk lainnya. Diduga mereka bekerja secara berkelompok, dan terkordinasi. (rull)

Sekda Lepas Peserta Sepeda Santai



RANTAU,~ Pemerintah Daerah Tapin menggelar kegiatan sepeda santai berhadiah bersama ribuan warga masyarakat Tapin. Titik kumpul acara dan start di halaman depan kantor Bappeda Tapin, di kawasan lapangan Dwidharma Rantau, Minggu (15/5) pagi kemarin.
Sekitar 1000 peserta sepeda santai yang di dominasi kalangan remaja itu, juga ada diantaranya ibu-ibu dan kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tapin yang turut memeriahkan acara sepeda santai berhadiah.

Sekda Tapin, dr.Rachmadi, M,Si, melepas peserta sepeda santai berhadiah, setelah peserta mendapatkan kupon undian. Peserta sepeda santai berhadiah ini diarahkan panitia pelaksana melintasi rute lintasan jalan protokol di kota Rantau. Tampak dalam rombongan peserta sepeda santai diantaranya Kepala Bappeda Tapin, Ir.HM.Yunus Aziz, Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gt Noorzaman, Kepala Badan Pemberdayaan Masayarakat dan Pemerintahan Desa, H.Abdul Hamid, S,Sos, Direktur RSUD.Datu Sanggul Rantau, Noorifansyah, SKM, yang didampingi istri. Tidak ketinggalan Kepala Dinas Kependudukan Tapin, H.Ardiansyah, dan Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin, Ir.Sufian Noor.

Beragam hadiah berasal dari donator di bagi-bagikan kepada yang beruntung mendapatkan undian kupon berhadiah pada kegiatan sepeda santai yang diikuti oleh anak-anak dan dewasa dari Kabupaten Tapin dan sekitarnya. Hadiah tersebut diantaranya 10 buah sepeda, ban sepeda, termos, dan lain sebagainya.
Acara juga turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Tapin, Drs.H.Arifin Noor,MAP, Kepala Dinas Perhubungan Tapin, H.Muzakir, Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani, Asisten Pemerintahan dan Kesra, H.Fathurrahman, SH. Acara ini juga dibantu relawan pemuda KNPI Tapin, dan Tim Emergensi 922 Tapin.

Sekda Tapin, dr.rachmadi, M,Si mengatakan, “Acara sepeda santai berhadiah yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Tapin merupakan wujud perhatian dan dukungan Pemda Tapin terhadap warga masyarakatnya yang berolahraga sepeda santai. Sebagaimana kita ketahui, setiap malam minggu di kota Rantau banyak sekali warga masyarakat yang berkumpulan dengan bersepeda santai, “katanya.

Diharapkan, aktifitas bersepeda malam minggu tersebut dapat bergeser ke hari minggu, dimana pada hari itu warga bisa sekaligus berolahraga.Dan sebagai tahapan awalnya dilaksanakan sepeda santai berhadiah pada Minggu (15/5) kemarin.
Tahap awal kegiatan sepeda santai ini, banyak hadiah dipersiapkan dari Pemerintah Daerah Tapin, yang bekerjasama dengan pihak donatur. “Pada kegiatan sepeda santai yang dilaksanakan kemarin, kita didukung oleh PT.Askes yang turut serta membantu hadiah. Seperti jumlah hadiah sepeda sebanyak 10 buah, 5 berasal dari Pemda Tapin, dan 5 dari donatur PT.Askes cabang Barabai, “katanya.

Rencananya dalam kegiatan bersepeda santai, Pemda akan melaksanakan minimal satu kali dalam sebulan, dimana untuk hadiahnya itu dananya kita selalu upayakan demi kepentingan masyarakat, “pungkasnya. (Rull)

Senin, 16 Mei 2011

SDN 5 Binuang Di Pindah

RANTAU, ~ Sekolah Dasar Negeri 5 Binuang rencananya akan pindah tempat. Hal itu setelah rencana Pemerintah Kabupaten Tapin akan membangun Balipat Sport Center (BSC) Stadion Mini di Kecamatan Binuang. Lokasi pembangunan BSC itu berada tepat diatas lahan bangunan SDN 5 Binuang. Dilokasi sekolah tersebut direncanakan Pemerintah daerah Tapin akan dijadikan pusat kegiatan olahraga.

Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani mengakui adanya bangunan sekolah yang masuk dalam rencana pembangunan fasilitas olahraga. Bahkan hal itu sudah ditindak lanjut oleh pihak Dinas Pendidikan Tapin. Informasi terakhir, saat ini masih dalam proses mencari lahan pengganti untuk sekolah tersebut. “Rencananya bangunan pada SDN 5 Binuang bakal digusur dan dipindah untuk areal parkir BSC, lantaran jarak keberadaan sekolah tersebut berdekatan dengan BSC. Di perkirakan dilokasi tersebut dibangun untuk lahan areal parkir, “katanya.

Pihak Dinas Pendidikan Tapin, lanjut Nabhani, sudah menindaklanjuti semua itu untuk SDN 5 Binuang, dan masih melakukan koordinasi dengan lurah setempat hingga Camat Binuang perihal mencari pengganti lokasi sekolah yang terkena pembangunan Balipat Sport Center.

Kita telah kordinasi dengan lurah dan camat setempat, “Ada beberapa alternatif untuk lahan pengganti pembangunan sekolah tersebut. Pertama, direncanakan lokasi pembangunan SDN 5 Binuang tidak terlalu jauh dari lokasi bangunan sekolah semula. Saat ini untuk lokasinya itu belum ditentukan lagi. Alasannya, karena lahan yang berada dekat dengan kawasan tersebut diketahui diantaranya milik warga masyarakat. Sehingga kalau Pemerintah daerah ingin melaksanakan pembangunan sekolah di lokasi itu, Pemda harus melaksanakan pembebasan lahan dari masyarakat lebih dahulu. Kedua, membangun dilokasi lahan kosong yang diketahui milik pemda, yang kebetulan dilokasi tersebut masih ada satu lahan yang kosong dan milik pemda setempat, “katanya.

“Dari hasil koordinasi dengan camat dan lurah, sejumlah lahan alternatif yang disebutkan tadi akan kita usulkan kembali. Selanjutnya kita serahkan kepada Bupati Tapin untuk memutuskan memilih, mana yang terbaik diantara keduanya, “katanya.
Adapun teknis perencanaan pembangunan sekolah itu, kita serahkan kepada konsultan yang merencanakan. Sementara Dinas Pendidikan Tapin masih melakukan pengkajian kapan pembongkaran dilaksanakan, sekaligus menunggu penetapan lokasi untuk SDN 5 Binuang. Selanjutnya, jika sudah ditetapkan, selanjutnya dijadikan pembangunan sekolah, “katanya.

Seraya berharap, Pembangunan SDN 5 Binuang secepatnya dapat terealisasi, dan semua keputusan ada di tangan bupati Tapin. Sementara untuk lahan alternatif tadi, telah kami proses, dan dalam bulan ini segera diusulkan kepada Bupati. (Rull)

Minggu, 15 Mei 2011

Rayakan Hardiknas 2011 Dinas Pendidikan Tapin Gelar Senam Sehat

RANTAU, Sekitar 2.000 orang terdiri dari guru, siswa, dan pejabat PNS di lingkungan Pemkab Tapin mengikuti senam sehat di lapangan Dwidharma Rantau, Jum’at (13/05) pagi kemarin. Senam sehat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2011 tersebut di prakarsai oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Tapin, dan PT.Askes Cabang Barabai.

Sebelumnya direncanakan akan diadakan kegiatan jalan santai sehat, namun karena hujan mengguyur jum’at pagi kemarin. Kegiatan di alihkan menjadi senam sehat.

Unsur kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tapin, termasuk camat Tapin Utara, Harliansyah, dan juga Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani berbaur bersama sejumlah pelajar. Tak terkecuali kepala sekolah dan guru-guru siswa dari sekolahnya masing-masing. Meski sempat di guyur hujan sekitar 1 jam, para peserta yang rata-rata siswa SLTP nampak terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan nampak aktif dan semangat mengikuti setiap gerakan instruktur senam. Usai senam
dilaksanakan, PT.Askes membagi-bagikan hadiah doorprize dengan mengundi kupon undian. Hadiah-hadiah tersebut diantaranya mesin cuci, kulkas, rice cookier, jam dinding, setrika, dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani mengatakan, “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional 2011, yang dirangkai dengan kegiatan senam sehat di lapangan dwidharma Rantau pada Jum’at pagi kemarin. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Tapin, dan juga PT.Askes cabang Barabai. Di ikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari siswa, guru-guru dan kepala sekolah di kecamatan Tapin Utara. Juga di ikuti oleh kepala dinas, PNS,
di lingkungan SKPD Pemkab Tapin, “katanya.

“Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan senam sehat ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2011. Diantaranya kepada Pemerintah Daerah Tapin, PT.Askes cabang Barabai, Guru-Guru, dan seluruh siswa yang menyemarakan kegiatan ini, terima kasih semua, “pungkasnya. (Rull)

Sabtu, 14 Mei 2011

Infrastruktur Jalan di Kabupaten Tapin Masih Banyak Yang Rusak

(Jalan rusak di Kabupaten Tapin dan perlu mendapatkan perhatian Pemda Tapin maupun Provinsi)


Infrastruktur Jalan di Kabupaten Tapin Masih Banyak Yang Rusak

RANTAU,~ Hancurnya infrastruktur jalan di Kabupaten Tapin masih terdapat di kawasan daerah seperti pada jalur akses antar kecamatan. Diantaranya di kecamatan Bungur, Piani, dan Tapin Utara. Melintasi jalan antar kecamatan sangatlah melelahkan, karena jalan seperti itu tentunya bukanlah jaminan keselamatan bagi pengendara kendaraan. Pasalnya, pengendara mesti ekstra hati-hati saat melintasi jalan yang banyak berlubang di badan jalan, aspal terkelupas merupakan suatu yang banyak ditemui.

Di kecamatan Piani jalur Bitahan, arah Ayunan Papan-Miawa yang merupakan akses antar kecamatan jalan kabupaten, pada musim hujan, jalan becek penuh lumpur dan juga licinnya jalan seakan menjadi musuh alami. Tak jarang banyak pengendara yang tergelincir jatuh terpeleset di jalan saat melintasi jalur tersebut. Begitu pun sebaliknya pada musim panas, debu menemani perjalanan, karena lintasan tersebut kerap di lintasi truk pengangkut hasil tambang golongan C seperti bahan material batu gunung dan pasir ilegal.

Sebagaimana di lontarkan Sugiannor, tokoh masyarakat desa Pipitak Jaya Kabupaten Tapin-Kalsel, jalan licin dan rusak sehabis hujan, akibatnya jalan tak bisa di lintasi. Bahkan selalu menjadi kendala pengajar maupun warga umum lainnya. “Kondisi rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan tersebut tentunya menghambat aktifitas warga, bahkan diantaranya para pengajar (guru) yang tidak bisa turun mengajar lantaran jalan menuju sekolah tersebut tidak bisa di lalui mereka. Hal ini mengakibatkan siswa hanya bisa memble karena guru tak hadir di sekolah, “katanya.

Begitupun masyarakat setempat menyatakan, rusaknya jalan juga menghambat aktifitas warga yang biasa membawa hasil perkebunan untuk di jual ke pasar.

Di kecamatan Bungur, Jalur Rantau, Bungur-Linuh juga memiliki hal serupa dengan Piani, yakni jalan sama-sama rusak. Seperti yang terjadi di Desa Bungur, sebuah jembatan di sungai Hata Laut Desa Bungur Lama Kecamatan Bungur rubuh tehantak yang mengakibatkan warga kesulitan. Begitu pun dengan kondisi jalan dengan aspal yang terkelupas. Kuat dugaan jalan dan jembatan rusak lantaran tak mampu menahan beban berat menyusul banyaknya kendaraan truk pengangkut bahan material melintasi jalan dan jembatan.

Amang Abul, warga desa Bungur mengatakan, “kalau tidak salah jalan menuju Linuh tahun lalu di perbaiki dan di aspal Pemerintah Daerah. Namun entah kenapa baru beberapa tahun berjalan kondisi jalan sudah rusak lagi, “katanya.

Begitu pun di kecamatan Tapin Utara tepatnya di lokasi terminal bypass Dulang, jalur Bypass-Binderang, dan jalan H.Istbat Pasar Keraton. “Aspal mengelupas karena kerap di lintasi angkutan truk melebihi muatan tonase. Begitu pun dengan jalan H.Itsbat yang rusak menjadi kubangan air setelah hujan, “kata Asir, warga Cangkering Rantau.

Menanggapi kondisi demikian, Pemerintah Daerah Tapin melalui Dinas Perhubungan, Dinas Pertambangan dan Energi, dan Dinas Pekerjaan Umum saling kordinasi untuk menyingkapi persoalan rusaknya infrastruktur jalan.

Terkait hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Tapin tidak akan memperbaiki jalan jika masih ada truk pembawa angkutan bahan material melintasi jalur tersebut. Padahal tahun anggaran 2011 ini, Dinas PU Tapin memiliki kegiatan pengerjaan proyek jalan yang diantaranya jalur Bitahan-Miawa, jalur Rantau-Linuh, jalur Bypass-Binderang. Menurut, Kepala Dinas PU Tapin, Ir.Gusti.Noorzaman , “Saat ini pekerjaan tersebut masih belum di lelang, dan Dinas PU belum berani melelang paket pekerjaan itu. Jika masih ada truk pengangkut bahan material melintasi jalur tersebut. Sebab jika diperbaiki dan tetap dilintasi truk pengangkut bahan material tentunya pekerjaan kita akan sia-sia, “katanya.

“Kita juga memiliki pengalaman tahun sebelumnya, saat mengatasi rusaknya jalan di salah satu lokasi yang di sebutkan tadi. Ketika jalan mau di aspal, jalan tersebut kita pasang portal. Namun entah kenapa portal tersebut rusak tertabrak yang nampaknya di sengaja oleh oknum yang tak bertanggung jawab, “katanya.

Sementara Dinas Perhubungan Tapin tengah menggelar sosialisasi 5 T, atau larangan masuk bagi kendaraan yang bermuatan melebihi dari 5 ton di jalan yang kerap di lalui truk pengangkut hasil galian C dan batu gunung.

H.Muzakir Astam, Kepala Dinas Perhubungan Tapin mengatakan, jalan kabupaten (lokal) termasuk jalan kelas III C, yakni hanya dapat dilalui kendaraan dengan ukuran lebar maksimal 2,1 meter, panjang maksimal 9 meter dengan muatan terberat maksimal 5 ton, karena mengingat daya dukung jalan. “Tonase angkutan tersebut dibatasi, agar jalan yang dibangun Pemda setempat dan kerap dilalui truk pengangkut pasir seperti di Timbung dan simpang 4 Bungur menuju Linuh bisa lebih awet, “katanya.

Kita masih menunggu sinyal dari Dinas PU Tapin terkait jalan, dan Dinas Pertambangan terkait pertambangan galian C. “Setelah mereka berikan sinyal, baru kita bertindak melaksanakan penindakan, hal itu untuk menekan kerusakan jalan yang lebih farah lagi, maka tim kordinasi kepengawasan jalan khususnya jalan kabupaten akan melaksanakan pengawasan dan penertiban terhadap angkutan truk yang melebihi muatan tonase, “katanya.

Sementara Dinas Pertambangan dan Energi Tapin menyatakan aktifitas pertambangan golongan C, berupa batu dan pasir di Kecamatan Bungur merupakan pertambangan ilegal karena tidak memiliki surat izin dari dinas terkait.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapin, Ir.Noordin mengatakan, “Posisi kita dilematis, satu sisi pertambangan itu masih ilegal dan tidak sesuai peraturan. Bahkan atasan kita meminta areal pertambangan itu ditutup saja. Satu sisi lagi dikawasan itu merupakan tambang rakyat, “katanya, kemarin.

Menurutnya dampak yang diakibatkan dari pertambangan ilegal tersebut salah satunya ialah hancurnya infrastruktur jalan pada akses kecamatan. Seperti badan jalan dari Bungur menuju Linuh rusak karena kerap dilalui angkutan truk melebih muatan tonase, dan juga seperti baru-baru tadi sebuah jembatan di Bungur ambruk. Adapun menyingkapi persoalan tersebut, kedepan kita akan menertibkan penambangan ilegal tersebut sehingga tidak sembarang orang yang akan melakukan aktifitas pertambangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penambangan yang melakukan aktifitas di suatu kawasan yang sebenarnya dilarang. Demikian Noordin. (Rull)

Key

Jalan Rusak, Infrastruktur Jalan, Kondisi Jalan, Ruas Jalan, Badan Jalan, Jalan Kabupaten, Akses Antar Kecamatan, Bitahan, Piani, Bungur, Tapin Utara, Bina Marga, Ayunan Papan, Miawa, Guru, Murid, Cangkering, Pasar Keraton, Teknologi, Loker (Lowongan Kerja), Dapalalu, Blogger Tapin (Tapin Blogger), Blogger Indonesia, Gerbang Informasi Kota Rantau, Tapin Illusion, Ilumantion, Situs Berita, Daerah, Motivasi, Tip n Trik, Serba Serbi, Produk Indonesia, Pengobatan, Makanan (kuliner), Tradisional, Bisnis Online, Rubrik Hukum, Busana, Elektronik, Kerajinan, Games, Forum, Peta Rumah Makan, Daftar Alamat Nomor Telepon, Departemen, Kementerian, Dinas Pekerjaan Umum, Infrastruktur, Pertambangan, Kalsel, Banjarmasin, Rantau, Kabupaten Tapin, Tapin, Service HP, Developer, Website, Programer, Media, DPR, Pejabat Publik, Shopping, Bank, KPK, BIN, Dinas Pertambangan, Sekretariat Daerah, Masjid, Daerah Islami, Unik, Komputer, Pengetahuan, Dokumen, Instrument Pendidikan, Dunia, Wisata, Candi Laras Utara,Candi Laras Selatan, Margasari, Binuang, Hatungun, Salam Babaris, Piani, Lokpaikat, Dulang, Bypass, Bappeda, Facebook, Chatter, Online, Radio, Televisi,Media Cetak, Koran, Wartawan, Pers, Jurnalis, Bisnis, Ekonomi, Sport, Kriminal, Headline, Menarik, Pengadilan, Kejaksaan, iklan, Seni, Budaya, Pemuda, Olahraga, Pena, Jalan Khusus Pertambangan, Batu Bara, Kaolin, Minyak Gas Bumi, Bakarangan, Gadung, Makam Aulia, Makam Wali, Cangkering, Keraton, Rumah kita, Istana, Presiden, Video, Music, MP3.

Tim Gabungan Bakal Tertibkan Reklame Ilegal




RANTAU, ~ Ada sekitar 8 banner rokok uno mild di sepanjang jalan Brigjen H.Hasan Baseri Rantau tak berizin (ilegal). “Banner iklan rokok uno mild di dekat kantor kelurahan Rantau Kiwa itu ilegal, dan hal itu sudah dikonfirmasi ke kantor badan pelayanan perizinan terpadu kabupaten Tapin, bahwa banner tersebut tak ada izinnya, “kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tapin, Drs.Abdul Hadi, melalui Kasi Perlindungan Konsumen, Tajuddin T, kepada MB Tapin, Kamis (12/5) kemarin di ruang kerjanya.

Rencananya, lanjut Tajudin, besok (red.hari ini) Jum’at 13 Mei 2011 banner ilegal tersebut kita tertibkan karena dinilai merugikan pemerintah daerah Tapin. Menurutnya, “jika tak ada upaya memperpanjang waktu izin reklame otomatis daerah dirugikan karena tidak ada pemasukan dana dari reklame ke kas daerah, dan ini patut ditindaklanjuti dengan dilakukan penertiban, “katanya.

Kita berharap kepada perusahaan agar pihak terkait segera melakukan proses perpanjangan izin pemasangan iklan ke kantor Pelayanan Perizinan Terpadu. Begitupun sebaliknya jika tak ada upaya perpanjangan massa waktu izin atau tidak ada izinnya sama sekali, pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP akan melakukan penertiban.
“Untuk penertiban banner, kita kordinasikan dengan satpol PP yang masuk dalam satu tim gabungan penertiban. Tim gabungan beberapa instansi terkait seperti Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Satpol PP, Dinas Tata Kota dan Kebersihan, dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, “katanya.

Selain dilokasi itu, juga ada reklame yang dipajang di kawasan Cangkering, Rantau, dan Kupang sudah habis massa izinnya, dan diminta biro reklame untuk memperpanjang lagi. Dikatakan Tajuddin, “Reklame Petronas Oli sudah hampir 2 tahun lebih massa izinnya habis, terakhir pada 23 Oktober 2009. Bahkan pihak kita sudah memberi surat pemanggilan dan pemberitahuan kepada pengusaha reklame yang keberadaannya di Jakarta. Namun katanya biro reklamenya sudah berganti, “katanya.

Sementara kita memiliki kendala untuk menertibkan iklan tersebut, dimana petugas kita terkendala alat dan juga tak ada anggarannya tahun ini. “Reklame tersebut besar, dan memerlukan gergaji besi dan alat lainnya untuk menertibkan itu. Sementara saat ini kita belum punya. Selain itu, karena tahun ini tak ada anggarannya terpaksa untuk turun kelapangan menertibkan reklame membawa SPJ-nya masing-masing, “katanya.

Tahun 2011 ini target perolehan dari izin reklame itu sekitar Rp.65 juta. Namun terhitung setengah tahun berjalan perolehan pajak reklame baru berkisar 21 persen. “21 persen perolehan terhitung mulai Januari hingga April 2011, “pungkasnya. (Rull)

LJK Di Pindai Di Ruang Scanner Dikdas Dinas Pendidikan Tapin

RANTAU,~ Lembar jawaban komputer (LJK) hasil jerih payah peserta Ujian Nasional (UN) 2011 untuk sekolah setingkat SD/ MI se-Kabupaten Tapin itu langsung dibawa ke ruangan scanner pemindahaan SD/MI di bagian Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, H.Akhmad Nabhani, melalui Fahrin Riadi, SE, Staf pada Bidang Dikdas yang juga selaku operator diruangan scanner pemindahaan LJK, mengatakan, “Sebelum proses pemindahan dilakukan, LJK siswa SD/MI yang terkumpul dari setiap sekolah melalui panitia UN di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan yang diserahkan langsung dihari itu juga usai melaksanakan UN ke bagian Dikdas Dinas Pendidikan Tapin. Selanjutnya dimasukan pada entri data dan di scanner lalu dikirim ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) di Pusat. “Yang kita kirim itu diantaranya data PR6, Bio6 (biodata), dan gambar. Bio 6 merupakan semantik atau simbolis dari pusat yang berarti wilayah Kabupaten Tapin, “katanya, kepada MB Tapin di ruang kerjanya.

Peserta ujian nasional untuk SD / MI tahun 2011 berjumlah 2.891 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Tapin. Terdiri dari 2.672 siswa SD, dan 225 siswa MI. Adapun tempat pelaksanaan UN bagi siswa SD/ MI pada 37 rayon yang tersebar di 12 kecamatan di daerah ini.

Diperkirakan Fahrin, aktifitas pemindaan data LJK untuk SD/MI ini menghabiskan waktu 7 hari 7 malam, bahkan mungkin lebih. Dan itu melibatkan rekan-rekannya di bidang Dikdas untuk mengecek berkas, sementara kita tetap sebagai operatornya. Sebab sesuai peserta UN untuk siswa SD/MI di tahun 2011 mencapai 2.891 siswa, sehingga LJK yang kita koreksi ada 2.891 per matapelajaran. Jika dikalikan 3 mata pelajaran itu ada sekitar 8.000 an. “Mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, “katanya.

Juga dalam proses pemindahaannya, kita diberi tenggang waktu itu minimal seminggu setelah UN selesai dilaksanakan. Itu pasti selesai dikerjakan, juga alat yang digunakan untuk pemindahaan pun mendukung dan canggih seperti scanner yang harganya mencapai Rp.35 jutaan perunit, komputer laptop, dan hardisk eksternal berkapasitas 3.500 Gigabyte, yang dapat menampung banyak data. Demikian Fahrin. (Rull)

Dinas Pendidikan Tapin Imbau Seluruh Komponen Sekolah Jelang Kelulusan

(Menghadapi Kelulusan Siswa Dilarang konvoi dan coret-coretan)

RANTAU,~ Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin mengimbau kepada seluruh kepala sekolah, guru-guru kelas, orang tua murid, dan siswanya sendiri didalam menghadapi pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2011 tidak melampiaskan kegembiraan secara berlebihan dengan hal bersifat negatif seperti aksi konvoi di jalan-jalan maupun coret-coretan baju seragam.

Pengumuman hasil UN untuk sekolah setingkat SLTA itu direncanakan diumumkan pada Senin tanggal 16 Mei 2011, di sekolahnya masing-masing. Dimana saat itu kepala sekolah, guru diminta mengimbau seluruh siswanya yang telah melaksanakan UN untuk tidak melampiaskan kegembiraan kelulusan secara berlebihan dengan hal yang bersifat negatif.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani, mengatakan, Imbauan ini menyeluruh baik itu bagi kepala sekolah, guru, orang tua murid maupun para siswa yang telah melaksanakan UN. “Kepada kepala sekolah dan pihak guru sekolah setingkat SLTA se-Kabupaten Tapin hendaknya dapat memantau siswanya pada saat pengumuman kelulusan nanti, dan para siswa juga jangan melakukan konvoi dijalan dan melakukan aksi coret-coretan, “katanya.

“Menyambut kelulusan nanti sebaiknya itu diarahkan pada suatu kegiatan yang bersifat positif saja. Seperti doa bersama dengan melakukan selamatan, saling maaf memaafkan antara teman sekolah dan juga kepada guru-guru selama 3 tahun belajar. Atau melakukan ziarah ke maqam-maqam aulia, dimana kalau ada yang bernazar positif sebelum melaksanakan UN dan jika lulus nanti bernazar apa, hendaknya itu cepat dilaksanakan. Sementara kalau nazarnya kearah hal yang negatif, tidak dilaksanakan juga tidak apa-apa, “pungkasnya. (Rull)

Rabu, 11 Mei 2011

Pelaksanaan UN SD/MI Berlangsung Aman dan Lancar

RANTAU,~ Ribuan siswa sekolah dasar se-Kabupaten Tapin pada Selasa (10/5) kemarin ikuti ujian nasional (UN) 2011 pada hari pertama. Pelaksanaan UN SD/MI ini berlangsung mulai Selasa 10 Mei sampai dengan Kamis 12 Mei 2011. Diikuti sekitar 2.897 siswa SD/MI se-Tapin. Pada hari pertama pelaksanaan UN 2011 tingkat SD/MI berlangsung aman dan lancar.

Setiap satu rayon tempat pelaksanaan UN itu diawasi oleh pengawas yang berjumlah masing-masing 2 orang. Dimana mereka bertugas mengawasi pelaksanaan UN sampai selesai nanti.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, H.Akhmad Nabhani, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), H.Mahlan, di dinas tersebut menyatakan, “Pelaksanaan UN untuk siswa SD/ MI di Tapin akan berlangsung selama 3 hari. Pada hari pertama pelaksanaan ujian nasional, selasa kemarin, berlangsung aman, lancar dan suasana penuh kondusif. Pada UN yang dilaksanakan siswa mengawali menjawab soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Disusul keesokan harinya Matematika, dan IPA, “katanya.

Peserta ujian nasional untuk SD / MI tahun 2011 berjumlah 2.897 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Tapin. Terdiri dari 2.672 siswa SD, dan 225 siswa MI. Adapun tempat pelaksanaan UN bagi siswa SD/ MI pada 37 rayon yang tersebar di 12 kecamatan di daerah ini.

Usai siswa menjawab soal mata pelajaran pertama Bahasa Indonesia berdurasi waktu sekitar 2 jam. Selanjutnya kita mengumpulkan lembar jawaban siswa dari seluruh rayon pelaksana UN di Kabupaten Tapin, seperti UPT pada Dinas Pendidikan Kecamatan di Tapin. Dimana hasil jawaban siswa tersebut diantar langsung oleh petugas UPT Kecamatan ke kantor Dinas Pendidikan Tapin pada bidang pendidikan dasar. Selanjutnya lembar jawaban tadi, kita kumpulkan untuk selanjutnya dimasukan ke dalam entri lembar jawaban komputer (LJK) yang ada di dinas tersebut. “Petugas entri data LJK di Dinas Pendidikan Tapin dihari yang sama mengirim langsung ke pusat melalui alat elektronik komputer sejenis scanner yang terhubung langsung ke pusat, “katanya.

Dijelaskan H.Mahlan, Petugas entri data di Dinas Pendidikan Tapin yang mengelola hasil UN untuk SD/MI itu ada 1 orang petugas. “Petugas tersebut yang mengelola hasil UN dan mengirimnya ke pusat. Bahkan hanya dirinya yang memiliki akses ke komputer tersebut, untuk meminimalisir kebocoran dan aman. Petugas tersebut memiliki pengalaman, bahkan Ia sudah dilatih di pusat bagaimana mengelola entri data soal ujian seperti LJK, “pungkasnya. (Rull)

Pemkab Tapin Bantu 40 Lansia di Tapin

RANTAU,~ Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Sosial Kabupaten Tapin bantu warga masyarakatnya yang telah memasuki usia senja (lansia) yang tidak potensial. Bentuk bantuan sosial dari APBD 2011 Pemkab Tapin berupa uang yang akan diserahkan kepada para lansia di Tapin.

H.Mahyudin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin mengatakan, “Ada 40 lansia yang mendapatkan bantuan sosial tahun ini dari APBD 2011 Pemkab Tapin. Setiap 1 orang lansia diberi bantuan dari pemerintah daerah berupa uang senilai Rp.250 ribu perbulannya. Terhitung 4 bulan terakhir, sehingga total yang diterima per-lansia masing-masing Rp.1 juta, perorang, “katanya Selasa (10/5) kemarin.

Dikatakan Mahyudin, Rencananya bantuan tersebut akan diserahkan 16 Mei 2011 mendatang, Insya Allah, usai apel peningkatan disiplin diserahkan bantuan tersebut secara simbolis. “Ingat, penyerahannya masih dalam bentuk rencana, “katanya.
Dana yang bersumber untuk bantuan terhadap 40 lansia tersebut berasal dari APBD Pemkab Tapin tahun anggaran 2011. “Dimana ada salah satu program di dinas sosial Tapin bernama program pelayanan dan jaminan sosial (JPJS). Dasar pelaksanaannya sendiri yakni pada undang-undang nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan sosial, yang isinya mengamanatkan bahwa pemerintah dan negara berkewajiban meringankan beban fakir miskin warganya, “katanya.

“Insya Allah, kita usulkan lagi di tahun anggaran berikutnya. Sebab program JPJS ini masih tahapan uji coba, dan baru tahun ini dilaksanakan dari APBD Pemkab Tapin, “katanya didampingi Hamdhani, Kasi Pembinaan dan Pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial Tapin.

Adapun sasaran penerima bantuan ini adalah warga Tapin yang telah memasuki usia senja, atau lanjut usia (Lansia) yang tergolong sudah tidak produktif lagi dan berumur 60 tahun ke atas. “Dimana ada 10 kriteria lansia yang mendapatkan bantuan sosial ini. Diantaranya, hidupnya sangat bergantung dengan orang lain. Berumur 60 tahun ke atas dan 70 tahun diutamakan. Warga Penduduk Kabupaten Tapin dan memiliki KTP Tapin seumur hidup. Tidak memiliki penghasilan tetap. Sering mengalami sakit-sakitan dan tidak produktif lagi. Bukan klien panti sosial. Memiliki kediaman tidak layak huni. Memiliki kartu jamsosda (Jaminan Sosial Daerah), “katanya.

Selain program itu, Dinas Sosial Kabupaten Tapin juga berikan bantuan kepada wanita rawan ekonomi sosial beberapa waktu lalu berupa pelatihan keterampilan dengan harapan mereka menjadi wanita yang mandiri. “Ada sekitar 40 orang wanita rawan sosial di Tapin yang diberikan pelatihan keterampilan selama 6 bulan di Banjarbaru tepatnya di Panti Sosial Bina Wanita, “kata Mahyudin.

Menurutnya, lanjut Mahyudin, “Kader-kader sosial di tingkat kecamatan hingga desa, karang taruna, dan Tagana meningkatkan keperduliannya terhadap wanita-wanita di Tapin yang kondisi sosial perekonomiannya dinilai rawan. Dimana setelah terdata wanita-wanita ini di Tapin, selanjutnya kita serahkan kepada panti sosial Bina Wanita di Banjarbaru untuk dilatih keterampilannya dengan harapan agar mereka dapat menjadi wanita yang mandiri, “katanya.

Wanita rawan sosial ini dilatih sesuai minat bakat mereka. Misalnya, minatnya dalam keterampilan tata rias salon, keterampilan menjahit, dan lain sebagainya. Mereka selama 6 bulan mengikuti pelatihan tersebut. Selanjutnya usai mengikuti pelatihan yang dijadwalkan selama 6 bulan itu, biasanya mereka akan dibantu lagi dengan peralatan untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus juga modal kerja sebagai langkah awal merintis usaha. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan dan bantuan peralatan ini, para wanita rawan sosial ini dapat menjadi wanita yang mandiri.
Program ini adalah program Dinas Sosial Kabupaten Tapin dalam menangani permasalahan sosial didaerah ini, dengan sentuhan modal kerja dan pemanfaatan potensi dan kemampuan yang dimiliki para wanita rawan ekonomi social ini. Demikian Mahyudin.(Rull)

Selasa, 10 Mei 2011

RSUD.Datu Sanggul Rantau Bertambah 1 Dokter Spesialis Mata

RANTAU, Di awal bulan April 2011 ini dokter spesialis di Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau bertambah lagi sehingga berjumlah 7 orang. Bertambahnya dokter spesialis didaerah ini tentunya akan meningkatkan segi pelayanan. Idealnya dalam sebuah rumah sakit tipe C seperti RSUD.Datu Sanggul Rantau jumlah dokter spesialis itu minimal 2 orang dalam satu bidang seperti Spesialis Patologi Klinik, Spesialis Anak, SPOG, Spesialis Mata, Spesialis Bedah, dan Spesialis Penyakit Dalam. Sementara di daerah ini masih dinilai kurang, namun setidaknya ada dokter spesialis yang bersedia bertugas didaerah ini.

Kasi Bidang Pelayanan di RSUD.Datu Sanggul Rantau, Hj.Yulian Higine, SKM mengatakan, “Kita baru saja kedatangan dokter spesialis mata di daerah ini yang mulai bertugas di rumah sakit pada senin 4 April 2011 kemarin. Kedatangannya tentunya sangat membantu pelayanan di rumah sakit ini sehingga lebih optimal, “katanya.

Dikatakannya, dokter spesialis yang bertugas di kabupaten Tapin kini berjumlah 7 orang terdiri diantaranya SPOG 2 orang, Spesialis Patologi Klinik 1 orang, Spesialis Anak 1 orang, Spesialis Bedah 1 orang, Spesialis Penyakit Dalam 1 orang, dan 1 orang dokter spesialis mata. “Dokter spesialis mata yang mulai bertugas sejak Senin 4 April 2011 ini dijadwalkan bertugas 3 kali dalam seminggu di rumah sakit ini, “katanya.

Adapun terkait peralatan medis sebagai sarana pendukung dokter spesialis mata di rumah sakit ini, dikatakan Higine, “Memang saat ini peralatan rumah sakit untuk mata belumlah memadai namun pihak rumah sakit setempat pada tahun anggaran 2012 mendatang akan mengusulkan kepada pemerintah daerah demi optimalnya pelayanan di rumah sakit ini, “katanya.

Di RSUD.Datu Sanggul Rantau juga memiliki 7 orang dokter umum yang bertugas di rumah sakit ini. Namun saat ini kita kekurangan dokter umum yang sebelumnya berjumlah 10 orang, dikatakanya, karena ada 3 orang dokter umum yang melanjutkan studi kembali untuk mengambil spesialis. Dalam menyingkapi kekurangan dokter umum itu kita meminta bantuan kepada Dinas Kesehatan kabupaten Tapin. Demikian Higinie. (rull)

Key

Rumah Sakit Datu Sanggul, Dinas Kesehatan Tapin, Jalan Rusak, Infrastruktur Jalan, Kondisi Jalan, Ruas Jalan, Badan Jalan, Jalan Kabupaten, Akses Antar Kecamatan, Bitahan, Piani, Bungur, Tapin Utara, Bina Marga, Ayunan Papan, Miawa, Guru, Murid, Cangkering, Pasar Keraton, Teknologi, Loker (Lowongan Kerja), Dapalalu, Blogger Tapin (Tapin Blogger), Blogger Indonesia, Gerbang Informasi Kota Rantau, Tapin Illusion, Ilumantion, Situs Berita, Daerah, Motivasi, Tip n Trik, Serba Serbi, Produk Indonesia, Pengobatan, Makanan (kuliner), Tradisional, Bisnis Online, Rubrik Hukum, Busana, Elektronik, Kerajinan, Games, Forum, Peta Rumah Makan, Daftar Alamat Nomor Telepon, Departemen, Kementerian, Dinas Pekerjaan Umum, Infrastruktur, Pertambangan, Kalsel, Banjarmasin, Rantau, Kabupaten Tapin, Tapin, Service HP, Developer, Website, Programer, Media, DPR, Pejabat Publik, Shopping, Bank, KPK, BIN, Dinas Pertambangan, Sekretariat Daerah, Masjid, Daerah Islami, Unik, Komputer, Pengetahuan, Dokumen, Instrument Pendidikan, Dunia, Wisata, Candi Laras Utara,Candi Laras Selatan, Margasari, Binuang, Hatungun, Salam Babaris, Piani, Lokpaikat, Dulang, Bypass, Bappeda, Facebook, Chatter, Online, Radio, Televisi,Media Cetak, Koran, Wartawan, Pers, Jurnalis, Bisnis, Ekonomi, Sport, Kriminal, Headline, Menarik, Pengadilan, Kejaksaan, iklan, Seni, Budaya, Pemuda, Olahraga, Pena, Jalan Khusus Pertambangan, Batu Bara, Kaolin, Minyak Gas Bumi, Bakarangan, Gadung, Makam Aulia, Makam Wali, Cangkering, Keraton, Rumah kita, Istana, Presiden, Video, Music, MP3.

Senin, 09 Mei 2011

Kantor Kelurahan Rantau Kiwa Sudah Di Tempati




RANTAU,~ Kantor baru berkubah menandakan ciri khas Serambi Madinah. Bangunan baru berkubah telah berdiri di samping Kantor Sekretariat Golkar, Jalan Brigjen H.Hasan Baseri, Rantau. Kantor tersebut adalah kantor kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, yang sudah mulai di tempati dan difungsikan aparat kelurahan untuk melayani warga masyarakat.

Camat Tapin Utara, Harliansyah, mengatakan, “Kantor kelurahan Rantau Kiwa yang baru dibangun ini lokasinya tak jauh dari kantor kelurahan Rantau Kiwa yang lama. Kantor kelurahan yang baru dibangun ini dinilai lokasinya lebih refesentatif dan nyaman. Terutama dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang berurusan dengan aparat kelurahan. Misalnya, pembuatan KTP, Surat Nikah, dan lain sebagainya, “katanya.

Diharapkan, lanjut Harli, dengan difungsikan kantor kelurahan Rantau Kiwa yang baru saja dibangun ini, kinerja aparat kelurahan semakin optimal. Terutama dalam melayani warga masyarakat. Namun, meskipun sudah ditempati sejak seminggu yang lalu, kantor kelurahan yang baru dibangun ini masih ada sebagian yang belum selesai dikerjakan. Misalnya, seperti pada halaman kantor. Disitu masih dilakukan kegiatan pemasangan batako, yang diperkirakan dalam waktu beberapa hari terakhir kegiatan pemasangan batako sudah selesai, “katanya.

Sementara bangunan kantor kelurahan Rantau Kiwa yang lama, rencananya akan dimanfaatkan dan digunakan untuk kegiatan positif tentunya. Misalnya, PKK Kabupaten Tapin yang ingin melaksanakan kegiatan di kantor ini itu bisa diatur. “Kita lihat saja nanti kedepannya mau diapakan dan dimanfaatkan untuk apa saja, “katanya.

Ditambahkan PJS, Lurah Rantau Kiwa, Syahwan, “Kita sudah pindah dari kantor kelurahan yang lama ke kantor kelurahan yang baru sejak seminggu yang lewat. Bahkan seluruh peralatan kantor dan kelengkapan lainnya sudah diangkut ke kantor yang baru, bersama staf dan karyawan melaksanakan pengangkutan, “katanya.

Pengerjaan halaman kantor kelurahan itu diperkirakan bakal selesai dalam beberapa hari terakhir. Dimana dengan selesainya pemasangan batako, kendaraan roda dua maupun roda 4 dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman. Demikian Syahwan. (Rull)

Dishub Tapin Sosialisasi 5T




RANTAU,~ Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin gelar sosialisasi 5T di jalan Kabupaten lintasan antar kecamatan dan desa. “Larangan masuk bagi kendaraan dan muatan lebih dari 5 ton di jalan kecamatan yang kerap dilalui truk pengangkut hasil galian C dan batu gunung. Truk-truk tersebut dituding sebagai penyebab kerusakan farah bahkan sangat farah sejumlah ruas jalan kecamatan, karena jalan tidak sanggup menahan beban diluar ambang batas, “kata Drs.Muzakir, MAP, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin, jum’at (6/5) kemarin.

Zona larangan masuk truk tersebut, dikatakan Muzair, “berada diantaranya di Kecamatan Bungur pada Jalan Timbung, dan jalan Simpang 4 Bungur menuju Linuh. Di Kecamatan Tapin Utara, jalan Ayunan Papan ke atas menuju Sosial dan Beramban Kecamatan Piani. Dan di Kecamatan Lokpaikat pada Jalan Daeng Suganda Bitahan sebelah Mapolres Tapin menuju Sosial Ayunan Papan ke atas, Kecamatan Lokpaikat, “katanya.

Untuk itu kita laksanakan sosialisasi 5T kepada para supir, pemilik angkutan truk yang beroperasi di kabupaten Tapin dengan memberikan edaran-edaran maupun spanduk yang ditempel di jalan-jalan yang kerap dilalui angkutan galian C dan batu gunung. "Harus disosialisasikan kepada masyarakat terutama bagi pengusaha angkutan dan awaknya. Jangan hanya dilingkungan Dinas Perhubungan saja. Tapi juga harus menyeluruh, "tandasnya.

Muzakir menjelaskan, sosialisasi tersebut dilaksanakan berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 pasal 19 ayat 3 dan PP RI nomor 43 tahun 1993 ayat 1. Diantaranya berisikan jalan kabupaten (local) termasuk jalan kelas III C, yakni hanya dapat dilalui kendaraan dengan ukuran lebar maksimal 2,1 meter, panjang maksimal 9 meter dengan muatan terberat maksimal 5 ton, karena meningat daya dukung jalan. “Tonase angkutan tersebut dibatasi, agar jalan yang dibangun Pemda setempat dan kerap dilalui truk pengangkut pasir seperti di Timbung dan simpang 4 Bungur menuju Linuh bisa lebih awet, “katanya.

Saat ini kita hanya sebatas sosialisasi kepada supir-supir, dan belum masuk keranah penindakan. Alasanya, karena ini berkait dengan beberapa instansi seperti Dinas Pertambangan Kabupaten Tapin terkait penambangan galian C di Kecamatan Bungur, dan Dinas Pekerjaan Umum terkait jalan. Setelah mereka memberikan sinyal, baru kita bertindak melaksanakan penindakan, hal itu untuk menekan kerusakan jalan yang lebih farah lagi, maka tim kordinasi kepengawasan jalan khususnya jalan kabupaten, akan melaksanakan pengawasan dan penertiban terhadap angkutan truk yang melebihi muatan tonase. Disamping sosialisasi tim juga akan membina berupa teguran langsung dilapangan. Demikian Muzakir. (Rull)

Sabtu, 07 Mei 2011

Semoga Selalu Untung Buat Si Pembuat Layang-Layang



RANTAU,~ Sejumlah anak-anak berlari-lari sambil bersiul, bahkan sibuk menggulung benang layang-layang di tengah terik panasnya sinar matahari seraya menunggu angin segar berhembus kencang. Bertanda ini musim layang-layang. Ditengah musim itu ada diantaranya yang memanfaatkan kesempatan itu menjadikan peluang usaha untuk menghasilkan uang. Sebut saja Asit (45), warga Perintis Raya, Rantau, dengan tekun dirinya mencari sebuah paring (bambu) bekas dari tempat orang melaksanakan hajatan untuk dijadikan layangan produksi Asit.

Layang-layang buatan Asit justru dibuat dari bahan plastik dan kertas dengan aneka warna dan gaya, plus hiasan pada ekor maupun samping kanan, kiri kerangka layang-layangnya. Harga yang ditawarkan kepada pembeli yang rata-rata anak-anak dan remaja ini dijual dengan harga Rp.2.000, di taman Basimban Rantau, “Ada saja yang beli setiap harinya, “katanya.

Membuat layang-layang itu, kata dirinya, bermodal pisau, benang, dan lem. “Pisau digunakan untuk meraut paring (bambu), benang digunakan untuk dijadikan kerangka layangan, dan lem digunakan untuk menempelkan kertas pada paring (bambu) yang sudah rapi diraut, “katanya.

Asit mengaku bisa membuat layangan secara otodidak, dimana setelah diraut Ia menyeimbangkan antara kerangka terbuat dari paring dengan benang, selanjutnya jadilah layangan.

Dalam membuat layangan Ia bermodal Rp.10 ribu. Dengan uang itu, Ia dapat membuat 10 layang-layang. Layangan hasil produksinya dijual di Taman Basimban Rantau, namun tak jarang kadang laku 3 sampai 5 layang-layang di tempatnya ia menjajakan layangannya dengan mainan anak-anak. (Rull)

Soal UN SD/MI Di Mapolres Tapin

RANTAU,~ Pada Kamis (5/5) kemarin, soal Ujian Nasional (UN) untuk sekolah setingkat SD dan MI telah di distribusikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Ke Kabupaten Tapin, dan kertas soal tiba di Tapin pada pukul 11:00 Wita, yang langsung diamankan sekaligus dijaga aparat kepolisian di Mapolres Tapin, Bitahan.

“Pola pendistribusian kertas soal UN untuk sekolah setingkat SD dan MI kurang lebih sama dengan pendistribusian sebelumnya untuk sekolah setingkat SLTA, dan SLTP. Dimana setelah terima berita acara penerimaan soal UN di Mapolres Tapin, kita sebagai panitia UN SD/ MI melakukan pemilahan terlebih dahulu untuk dibagikan kepada sekolah peserta UN yang tersebar diseluruh kecamatan di Tapin, “kata Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H.Akhmad Nabhani, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), H Mahlan, kepada wartawan.

Kertas soal UN dijaga dan disimpan di Mapolres Tapin dari hari Kamis hingga Senin (red.sebelum pelaksanaan UN SD/MI). “Dalam waktu tersebut kita lakukan pemilahan terlebih dahulu di Mapolres Tapin sebelum didistribusikan kembali ke sekolah-sekolah. Semoga dalam waktu sehari dua hari pemilahan yang dilakukan pihaknya sudah selesai seluruhnya. Jadi tinggal di disribusikan lagi pada hari Senin besok, “katanya.

Sehari sebelum pelaksanaan UN SD/MI yang digelar secara serentak, kertas soal tersebut didistribusikan kembali ke Polsek-Polsek di Kecamatan di Kabupaten Tapin. Pelaksanaan UN tingkat SD / MI dijadwalkan pada Selasa (10/5) sampai dengan Kamis (12/5), dimulai dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul selanjutnya Matematika, dan IPA. “Insya Allah senin(11/5/2011) pagi soal tersebut akan didistribusikan ke polsek-polsek yang ada di Kecamatan wilayah Kabupaten Tapin, “ kata Mahlan.

Ditambahkan Kasi Kurikulum Disdik Tapin, Riyono, “Jumlah soal yang diterima kita, dari pendistribusian Dinas Pendidikan Provinsi ke Kabupaten Tapin itu berjumlah 139 buah kemasan berupa amplop besar. Kemudian kemasan amplop kecil itu berjumlah 89 buah, ditambah soal susulan ada 19 buah untuk setiap mata pelajaran yang di UN-kan, “tambahnya.

Peserta Ujian Nasional untuk sekolah setingkat SD/MI tahun 2011 berjumlah 2.889 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Tapin. Lokasi pelaksanaan UN terdiri dari 37 rayon, yang akan dilaksanakan secara serentak secara nasional pada hari Selasa (12/5). Ujian susulan bagi peserta UN yang berhalangan itu digelar pada tanggal 18 sampai 20 Mei 2011, mendatang. (Rull)

TPK PNPM-MP Tapin Utara Di Latih Peningkatan Kapasitas

RANTAU, ~ Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kecamatan Tapin Utara yang terpilih melalui musyawarah desa sebelum melaksanakan kegiatan dilapangan, peserta TPK ini dilatih lebih dahulu akan peningkatan kapasitas di Aula Kantor Kecamatan Tapin Utara, pada Rabu (4/5) kemarin.

Sebelum pelatihan peningkatan kapasitas ini dimulai, Camat Tapin Utara, Harliansyah membuka secara resmi kegiatan tersebut, dan dihadiri peserta Tim Pengelola Kegiatan PNPM-MP Kecamatan Tapin Utara. Termasuk Fasilitator Kecamatan Tapin Utara, Serliansyah, yang juga menjadi narasumber di pelatihan itu.

Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut diikuti oleh 2 Desa seperti Desa Badaun, dan Desa Antasari. Selain itu juga ada 1 peserta dari kelurahan, yakni kelurahan Rantau Kanan. Setiap 1 Desa diwakili 3 peserta yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.

Proyek yang akan di kerjakan di wilayah Kecamatan Tapin Utara, Pertama, di Desa Antasari berupa pembangunan jalan rabat beton ukuran 2x682 meter dan jembatan 2x10 meter. Kedua, di Desa Badaun berupa pembangunan Siring ukuran 2x320 meter dan pengurukan sirtu 3x4 meter. Ketiga, Di Kelurahan Rantau Kanan berupa pembangunan siring panjang 481 meter, lebar 4 meter dengan tinggi 0,70 meter.

“Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tapin Utara itu berupa pembangunan desa seperti pembangunan jalan rabat beton, pembangunan siring, dan pembangunan jembatan yang ada di 2 Desa dan 1 kelurahan. Dana pembangunan desa bersumber dari dana PNPM-MP, untuk itu sebelum peserta TPK-PNPM-MP Kecamatan Tapin Utara terjun melaksanakan kegiatan dilapangan, mereka dilatih lebih dahulu. Karena peserta TPK PNPM-MP ini rata-rata berasal dari anggota masyarakat yang di pilih melalui musyawarah desa. Umumnya mereka memiliki fungsi dan peran serta untuk mengelola dan melaksankan PNPM-MP. Dengan adanya pelatihan ini mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan PNPM-MP dalam pembangunan dan kesejahteran masyarakat, “Ujar Camat Tapin Utara, Harliansyah, pada saat membuka kegiatan pelatihan.

Ditambahkan, Fasilitator kecamatan Serliansyah, Terkait pelatihan yang dilaksanakan itu untuk membahas tugas dan fungsi pokok dari tim pengelola kegiatan itu sendiri. “Pada akhirnya peserta di latih untuk membuat program jadwal pelaksanaan kegiatan pekerjaan, serta dapat membaca desain yang akan dilakukan di lapangan, “ katanya.
Disamping itu juga ada perubahan kegiatan yang dilaksanakan. Berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, kesimpulannya ada perbedaan antara tahun lalu dan tahun ini. Misalnya, untuk pembangunan rabat beton terdapat beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain seperti penentuan lokasi, pembentukan badan jalan, galian siring, penempatan batu siring, cor rabat beton, pembuatan titian serta pemeliharaannya. Kemudian untuk Siring Batu, yang perlu diperhatikan yakni, pembersian lokasi, galian pondasi siring, pengukuran tanah, pasangan tiang untuk batu, pengukuran siring dan pemeliharaan. (Rull)

Jumat, 06 Mei 2011

Dana BOK 2011 Sudah Cair Ke Beberapa Puskesmas

RANTAU, Pada Kamis (5/5) kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, drg.Kusudiarto, MAP didampingi Khairudin, S,Km Bidang Yankes di Dinas Kesehatan Tapin mengklarifikasi pemberitaan dana bantuan operasional kesehatan 2011 yang belum cair. “Itu bukan dana BOK yang belum cair, melainkan Jampersal (Jaminan Persalinan) masuk dalam Jamkesmas ke Kabupaten Tapin yang belum cair, dan masih menunggu, “tandas Pak Kus.

Menurutnya, “Dana BOK 2011 itu sudah cair akhir Maret 2011 kemarin, dan tahun ini dana BOK yang diterima sebesar Rp.1.174.200.000, dan meningkat dibanding tahun 2010 lalu, “ujar Pak Kus.

Ditambahkan Khairudin, S,KM, Dana BOK itu berasal dari bantuan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI dalam rangka membantu pemerintah kabupaten kota untuk melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan minimal menuju milineum Development Goals (MDGS). Tujuannya adalah untuk operasional di puskesmas, yang dana tersebut akan digunakan untuk operasional puskesmas seperti penyuluhan. Seluruh puskesmas di Tapin mendapatkan bantuan operasional mereka untuk menunjang akses pelayanan kesehatan preventif dan promotif.

Dijelaskan, Khairudin, S,KM bahwa dana BOK itu baru berjalan, dimana mekanisme penyalurannya itu perlu ketelitian. Sementara di Kabupaten Tapin itu sudah cair. Bahkan sebagian sudah disalurkan ke beberapa puskesmas.

Di Kabupaten Tapin ada 13 puskesmas yang ada, dan diantaranya telah mendapatkan dana bantuan BOK yang jumlah dana yang mereka terima beragam. “Juga dalam mekanisme penyalurannya itu sebagai persyaratan mutlak setiap puskesmas harus lebih dahulu membuat kerangka acuan dan kegiatan puskesmas seperti perencanaan bulanan. Kalau tidak, dana BOK kita tidak salurkan, “katanya.

Tahun 2011 ini telah disalurkan dana BOK tersebut ke 7 Puskesmas yang ada di Tapin, salah satunya puskesmas di Tambrangan. Sementara sisanya masih belum. Alasanya karena mereka belum membuat kerangka acuan tadi. Terdapat perbedaan dalam mekanisme penyaluran dana BOK tahun 2011 ini dengan tahun lalu. Dimana dana BOK yang disalurkan tahun ini itu memang disalurkan ke puskesmas namun dikelola Dinas Kesehatan Tapin. “Pengelola BOK Kabupaten Tapin akan mengikuti sosialisasi pada tanggal 13 sampai 16 April 2011 di luar daerah, dalam sosialisasi yang diikuti, pengelola BOK Tapin akan diberikan materi seperti kebijakan program BOK 2011, dan Tata Cara Pengelolaan Administrasinya. Demikian Khairudin. (Rull)

Gerakan Masyarakat Akan Pentingnya Membaca

RANTAU, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Pemkab Tapin melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tapin, membuat gerakan melek huruf dan gemar membaca dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat dengan menggelar kegiatan sosialisasi minat baca, yang diselenggarakan di Aula Diklat Lantai II gedung Hammy AM Rantau, Kamis (5/5) kemarin.

Acara di hadiri Camat Se Tapin, Kepala Desa/Lurah se Tapin dan tokoh tokoh masyarakat, serta pengelola perpustakaan di Desa. Juga dihadiri Kepala Bidang Deposit Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Seelatan Drs Syamsudin MSi, sebagai nara sumber diacara tersebut. Dan hadir pula Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin SSos.

Menurut Syamsudin, “Bagaimana upaya kita terhadap masyarakat agar menarik minat baca mereka dan menggerakan niat mereka akan pentingnya membaca. Adapun manfaat membaca tentunya sangat banyak bagi kita, salah satunya yakni akan bertambahnya pengetahuan dengan membaca. Saat ini minat baca di masyarakat kita dinilai masih rendah dan sangat memprihatinkan. Bahkan jauh dari apa yang diharapkan. Begitupun dalam indek pembangunan manusia (IPM di daerah kita pada tingkat pendidikan, ekonomi, dan kesehatan juga masih rendah dan belum menggembirakan, “bebernya.

Kurangnya minat baca akan mempengaruhi kualitas Sumber daya Manusia (SDM), lantas kenapa sesorang tidak memiliki minat baca ? Menurut Symasudin, hal ini bisa dikarenakan jika dipandang dari faktor kondisi warisan orang tua. Kedua tidak ada keteladanan orang tua, dan ketiga faktor lingkungan. Adanya minat baca ini timbul pertama adanya minat, keinginan dan perasaan. Diharapkapkan dengan diselenggarakan kegiatan ini semoga dapat tumbuh minat masyarakat sekitar kita untuk gemar membaca, katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapin, Arifin, menambahkan, “Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kegemaran minat membaca, karena akan menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Dengan adanya minat baca ini tentunya akan bertambahnya ilmu pengetahuan dan kehidupan sesorang menjadi lebih baik. Semoga sosialisasi ini nantinya bisa meningkatkan minat baca, baik terhadap diri sendiri, masyarakat, Desa/ Kelurahan serta lingkungan lainnya, “harapnya (Rull)

3 Desa Di Kec.Bungur Bangun Desa Dengan Dana PNPM

RANTAU, 3 Desa yang berada di wilayah Kecamatan Bungur telah mendapatkan bantuan dana Program Nasional Pedesaan Mandiri Masyarakat Pedesaan (PNPM-MP), dan pembangunan yang dilaksanakan itu semuanya di bidang peningkatan sarana dan prasarana pada 3 desa tersebut.

Camat Bungur, Rahmadi, mengatakan, “3 Desa yang melaksanakan kegiatan PNPM-MP tahun 2011 tersebut yakni Desa Bungur, Desa Banua Padang, dan Desa Purut. Hal itu sesuai dengan proposal dan verifikasi yang diajukan dari 12 Desa di Kecamatan Bungur, “katanya.

Setiap 1 desa dari 3 desa tadi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.450 juta dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Masyarakat Pedesaan. Dimana dengan dana tersebut akan digunakan untuk proyek yang di kerjakan di bidang peningkatan sarana dan prasarana. Macam-macam proyek pembangunan, seperti di Desa Bungur, yakni paket jalan tani terdiri dari, Dinding Penahan sepanjang 895 meter, dan Tabat Beton. Selanjutnya Desa Banua Padang, proyek pengerjaan peningkatan jalan tani yaitu Rabat Beton ukuran 802 x 2 M, Titian Ulin 10x2 M. Dan di Desa Purut yaitu Rabat Beton 395 x 1,5 M, Dinding penahan 841x2 M, Gorong-gorong 5 Unit dan Rehap Titian ukuran 9x2. "Sebelum melaksanakan proyek pembangunannya, Fasilitor PNPM-MP Kecamatan Bungur melatih Tim Pegelola Kegiatan dari tiga desa tersebut yang diikuti oleh 3 orang, diantaranya ketua, Sekretaris dan Bendahara yang dilaksankan selama dua hari, “katanya.

Adanya pelatihan ini bertujuan untuk pertama memberikan pemahaman tugas dan pokok Tim Pengelola Kegiatan, kedua merancang desain yang akan di kerjakan, selain itu juga mengetahui bagaimana melakukan pelelangan. Demikian Camat. (Rull)