JavaScript is required to view this page. Gerbang Informasi Kota Rantau Tapin

Senin, 20 Februari 2012

PHBI Tapin Gelar Maulid

RANTAU, – Dalam rangka menyambut hari lahirnya Nabi Muhammad.SAW atau Maulid Nabi, Persatuan Hari Besar Islam bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Tapin menggelar mauled Rasul di Masjid Raya Nurul Falah Rantau, Rabu (15/2) pagi kemarin. Acara maulid Rasulullah SAW turut dimeriahkan oleh lantunan group penerbang yang membaca syair-syair maulid dan salawat rasul, dan dihadiri Alim Ulama, Wakil Bupati Tapin, Drs.Akhmad Fauzi, MAP, Ketua DPRD Tapin, Drs.HM.Arifin Arpan, Kepala satuan kerja perangkat daerah, camat, dan masyarakat muslim di Tapin. Selain itu mauled rasul ini juga dihadiri lembaga dakwah Jamaah Islamiah dari Negara Thailand.

Ketua PHBI Kabupaten Tapin, HM.Yamani mengatakan, “Dalam memperingati mauled rasul yang dilaksanakan tahun ini tentunya sangat berbeda dibandingkan sebelumnya karena undangan yang kita sebar dan hadir tidak hanya ulama dalam negeri saja yang hadir, melainkan ada ulama dari negera Thailand, “katanya.

Maulid yang dilaksanakan merupakan salah satu kegiatan tahunan yang kita laksanakan atas kerjasama Pemerintah Daerah Tapin dengan Pemerintah Kabupaten Tapin. “Terlaksananya kegiatan maulid ini atas bantuan dari Bupati Tapin dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, “katanya.

Sementara Wakil Bupati Tapin, Drs.Akhmad Fauzi, MAP dalam sambutannya menyampaikan, “Peringatan Maulid Rasullulah SAW yang kita laksanakan merupakan sebagai ungkapan penghormatan dan bersuka cita yang mendalam kepada Nabi Muhammad.SAW. Dimana kita patut mensyukuri dapat melaksanakan maulid ini, untuk itu sosok nabi Muhammad.SAW merupakan sosok pemimpin yang patut kita teladani perilaku dan kepemimpinannya, “katanya dalam sambutannya.

Dalam tausiahnya, Al Mukaram H.Rusdiansyah, menyampaikan, “Pada 4.000 tahun yang lalu Nabi Ibrahim.AS memohon berdoa kepada Allah, dimana nabi Ibrahim meminta Ya Allah ya tuhanku bangkitkan seorang rasul di akhir nanti. Nampaknya doa nabi Ibrahim dikabulkan Allah, dimana pada malam jum’at nor muhammad yang berada didalam sulbi Abdullah Bin Abdul Muthalib berpindah kedalam rahim ibunya Siti Aminah. Sejak dalam kandungan Nabi Muhammad.SAW telah ditinggal ayahnya yang meninggal dunia, dan lahir Subuh Senin tanggal 12 rabiul awal. Pada umur 25 tahun nabi kita menikah dengan seorang perempuan bernama Khadijah berumur 40 tahun, wanita yang dermawan, lagi kaya. Dan pada usia beliau 40 tahun Nabi Muhamamad menjadi rasullulah, dan pada umur 53 tahun beliau hijrah ke kota Madinah. Dan pada umur 63 tahun beliau diwafatkan Allah.SWT. Kita sebagai umatnya patut meneladani akhlak beliau, karena memang banyak teladan yang ada pada diri beliau, “katanya.

“Bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW, pada bulan inilah seluruh umat muslim merayakan maulid Nabi dengan berbagai macam kegiatan. Pada moment di bulan Rabiul Awal ini, dan yang tak pernah terlewatkan oleh mereka sebagai tanda cinta mereka terhadap Rasululah.SAW dengan menyelenggarakan kegiatan membaca mauled habsy, mauled barjanzi, dan tradisi budaya islam, “katanya. (Rull)

PUTS alat Pertanian Mengetahui Kondisi Lahan

RANTAU, – Guna mengetahui kondisi lahan pertanian, Para mantri tani di Kabupaten Tapin telah dibekali applikasi uji tanah dan pupuk yakni Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Adanya alat ini tentunya sangat membantu petani dan petugas pertanian ketika ingin mengetahui berapa kadar N,P dan K. Sehingga petani dapat mengetahui berapa takaran imbang pemberian pupuknya. Karena pemberian pupuk secara berimbang itu sangatlah penting guna menjaga tanaman.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, H.Masraniansyah, didampingi Petugas Kordinator Pengamat Hama Penyakit di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tapin, Masrani, kepada wartawan Selasa (14/2).

“PUTS ini bisa mengukur kadar hara N, P,K dan pH tanah di lapangan secara cepat, mudah, akurat, lagi murah. Bahkan petani untuk meminjam alat ini di mantri tani tanpa dikenai biaya. Pengaplikasiannya mengukur bagan warna dan menentukan berapa kadar pupuk yang direkomendasikan, “katanya.

Pemberian pupuk berimbang agar tanah subur, pemberian pupuk urea secara berlebihan itu dinilai dapat membuat tanah yang tadinya subur menjadi tidak subur sehingga mempengaruhi hasil padi nantinya. Mulailah memberikan pupuk berimbang secara tepat dosis agar hasilnya maksimal guna meningkatkan hasil pangan nasional. “Pemberian pupuk berimbang idealnya selain memberikan pupuk urea sesuai takaran itu harus ditambah dengan pupuk yang memiliki kandungan kalium dan fospat seperti jenis pupuk NPK, KCL, “katanya. (Rull)

Kamis, 16 Februari 2012

Dinas Pertanian Tapin Deteksi Dini Serangan Hama Penyakit Tanaman

RANTAU, – Tanaman padi di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapin Tengah terkena penyakit cendawan akibat hama blast si buruk leher yang merusak batang tanaman dan juga hama wereng cokelat. Adanya penyakit ini positif adanya laporan dari petugas penyuluh dilapangan dan telah di cek oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapin.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, H.Masraniansyah, didampingi Petugas Kordinator Pengamat Hama Penyakit di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tapin, Masrani, Selasa (14/2) kemarin.

Dikatakan, Masrani, “Ada dua kelompok tani yang terserang penyakit ini. Diantaranya kelompok tani Desa Suka Ramai 1 dan Desa Suka Ramai 2. Tanaman padi kelompok tani di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapin Tengah terserang hama blast atau buruk leher yang merusak batang tanaman padi. Hama penyakit ini biasanya terjadi bila kondisi cuaca hujan dengan kelembaban sangat tinggi seperti yang terjadi beberapa minggu terakhir di Tapin. Hal tersebut memicu perkembangan organisme pengganggu tumbuhan berupa penyakit buruk leher, “kata sosok PNS yang meneliti Hama Penyakit Tanaman.

“Serangan terjadi untuk varietas padi jenis ciherang dan cibogo yang ditanam petani. Guna menanggulangi serangan tersebut petani di imbau untuk memberikan pupuk secara berimbang sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh petugas penyuluh lapangan setempat. Sebab jika tidak, dikatakan Masrani, pengguna pupuk urea secara berlebihan ke tanaman padi besar kemungkinan akan terkena hama ini, juga petani diminta rajin membersihkan areal tanaman mereka guna mengurangi intesitas kelembaban areal tanam. Apalagi kondisi alam saat ini di Tapin lembab karena hujan terus, dengan kondisi alam seperti ini varietas siam kardil dan r42 juga rawan terkena hama ini. Bahkan kita sudah menganjurkan kepada petani untuk tidak menanam varietas local siam kardil, karena rentan dengan serangan hama ini pada musim penghujan seperti sekarang , “katanya.

Mengetahui kondisi demikian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dalam rangka mendukung program pangan Nasional memberikan saran dan juga bantuan pengendalian dini ke lokasi areal tanaman padi milik petani yang terkena hama blast ini. “Kita sudah memiliki racun jenis fungsida score dari APBD sebanyak 250 Kg, dan sampai hari ini sudah kita salurkan ke masing-masing kecamatan sebanyak 10 Kg setiap kecamatan di Tapin. Dengan fungsida yang diberikan, petani dianjurkan untuk menyemprot areal tanaman yang terserang padi petani dengan itu, “katanya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tapin, H.Masraniansyah mengatakan, Dalam rangka mendukung program pangan nasional, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tapin membuat langkah cepat. Salah satunya dengan mengadakan gerakan dini massal disejumlah wilayah pertanian dengan berdampingan antara petugas pertanian, kelompok tani dan petani untuk mengendalikan populasi hama baik hama blast (cendana) dan hama wereng. “Sejak dini kita sudah mengetahui dan melihat adanya hama penyakit, bahkan fetisida untuk pengdalian kita sudah siapkan. Kemudian secara berkala pengamat hama kita selalu mengamati sekaligus meneliti areal sawah-sawah yang ada di Kabupaten Tapin, “katanya.(rull)

Senin, 06 Februari 2012

Beberapa Prioritas Pembangunan Jalan dan Jembatan

RANTAU,– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tapin tetap optimis untuk mendukung segala program kerja instansinya, terutama dalam pembangunan sarana dan prasarana peningkatan jalan dan jembatan. Terdapat beberapa buah jalan yang menjadi prioritas utama oleh Dinas PU Tapin melalui bagian bina marga di tahun anggaran 2012 ini. Beberapa jalan yang dimaksud adalah jalan Rantau Baru I, Rantau Baru II, Kupang-Bypass, Binderang-Bypass, Jalan Margasari Utama, Jalan Lingkar Binuang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Zainal Aqli, Kamis (26/1) kemarin diruang kerjanya.

“Tahun ini pembangunan jalan yang menjadi skala prioritas pembangunan meliputi diantaranya Rantau Baru, Binuang Baru, dan Margasari Baru. Pembangunan jalan di tiga kawasan tersebut bersumber dari APBN dibantu dengan APBD guna menunjang penguatan infrastruktur dan prasarana daerah di Tapin. Seperti pembangunan jalan lingkar Binuang, pembangunan jalan di kawasan Rantau Baru, dan pembangunan jalan yang diusulkan oleh masyarakat, “katanya.

Sementara itu, menyingkapi adanya keluhan warga masyarakat dan pendapat anggota DPRD Tapin masih ada sejumlah jalan dan jembatan di Kabupaten Tapin yang rusak rapuh lagi berlubang, Zainal Aqli mengakui salah satu jalan dan jembatan menuju Desa Bagak yang beberapa waktu lalu rusak lantaran musibah banjir waktu itu. Untuk tahun ini dana untuk perbaikan jalan dan jembatan itu tidak tersedia, namun tetap kita usulkan nanti di tahun berikutnya. Kita akan bangun jembatan disana yang memang menjadi keperluan masyarakat disana.

Terkait jalan itu, H.Nasrullah, anggota Komisi 3 DPRD Tapin mengatakan, “Melihat kondisi fakta dilapangan hampir sepanjang jalan rusak dan juga jembatan yang terbuat dari batang pohon nyiur itu tak dapat dilintasi, bukan tidak mungkin jembatan tersebut bisa saja merenggut korban jiwa. Melihat banyak kendaraan yang lalu lalang ditempat itu lebih memilih melintasi jalan pada aliran sungai tepat dibawah samping jembatan yang rusak tersebut, bagi mereka yang menggunakan mobil harus ekstra hati-hati, sebab mereka harus menggunakan jalan melintasi sungai, kuatir rubuh dengan kondisi alas jembatan terbuat dari kayu pohon nyiur yang nampak sudah rapuh, “katanya.

Ditambahkan H.Sulaiman Noor, anggota Komisi 3 DPRD Tapin ”Pembakal atau aparat desa setempat harus aktif, dan usulkan minta perbaikan jalan dan jembatan kepada Pemerintah Daerah agar diperbaiki. Kami mendukung jika jalan dan jembatan itu diperbaiki melihat faktanya yang memang rusak, kami terpaksa harus melintasi aliran sungai untuk menuju ke desa ini, ”pungkasnya. (Rull)

Sujud Kepada Illahi Rabbi



Oleh Nasrullah.

      Sujud dari sholat kita baik itu dari sholat wajib maupun yang sunah ternyata mengandung banyak manfaat dan hikmah dibaliknya. Sujud merupakan bentuk penyerahan diri seseorang terhadap pemilik jiwa seluruh insan di dunia yang tak lain adalah Allah.SWT. Sujud melibatkan 7 anggota tubuh yang bertumpu pada bumi, seperti dahi, 10 jari ujung mata kaki kanan dan kiri, 2 tapak tangan kanan dan kiri, dan dua lutut kaki kanan dan kiri.

Jadi teringat dengan yang pernah disampaikan seseorang kiai (ulama) terkait sujud ini, dan sampai saat ini pesan beliau masih tertanam di benak kepala seraya berharap semoga ini “Pengetahuan” yang bermanfaat bagi kita semua. “Bahwasanya Allah.SWT dekat dengan seseorang ketika Ia sedang sholat dalam posisi sujud. Bahkan dari kesempurnaan sujud ini pula menentukan kesempurnaan ibadah kita terhadap Illahi ”.
Dari Abi Hurairah RA, Nabi Muhammad.SAW berkata, “Sesungguhnya sejelek-jeleknya manusia adalah ketika Ia sholat tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya ”.
“Tidak mendapat pahala sholat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya dalam ruku dan sujud”.

Nah lantas seperti apa sih sujud yang benar ? Tanya saya kepada orang itu.
Dikatakannya, “Dalam setiap sholat yang kita lakukan ada beberapa tahapan tata cara sholat yang dinilai sangat penting dan menentukan. Diantaranya seperti takbir dan membaca surat Al-Fatihah yang tidak boleh ditinggalkan. Juga posisi ruku dan sujud seseorang ketika sholat merupakan salah satu rukun yang juga tak boleh ketinggalan, “kata seorang Kiai.

Menurut Ia, ada 7 bagian tubuh terlibat saat sujud, yakni pertama bagian wajah terdiri dari dahi dan hidung. Kedua, 10 jari ujung mata kaki kanan dan kaki kiri. Ketiga, 2 tapak tangan kanan dan tangan kiri, dan Ke-empat dua lutut kaki kanan dan kiri. “Jika kita perhatikan pada 10 jari ujung mata kaki banyak yang terabaikan oleh para jamaah. Dimana hanya sebagian jari kaki saja yang terlipat sementara lainnya seperti jari kaki kelingking dan manis tidak ikut terlipat dalam sujud. Hendaknya demi kesempurnaan sholat, 10 jari kaki ikut terlipat dalam sujud, “katanya.

Selain itu pada saat ruku, kondisi punggung juga harus rata dan lurus. Demikian katanya.

      Manfaat sujud dari sudut pandang medis banyak, diantaranya adalah melancarkan sirkulasi peredaran darah dari jantung ke otak disaat sujud sehingga dapat membuat otak semakin cerdas, karena otak mendapatkan pasokan darah dan oksigen. “Sujud dapat membuat otak semakin cerdas”. Percaya atau tidak ! kalau tak percaya rajin-rajinlah perbanyak sujud dan buktikan sendiri kedahsyatan dari sujud kita kepada Illahi Rabbi.

Bagi yang mengalami insomania atau sulit tidur, dengan perbanyak sujud ternyata dapat memberikan dorongan seseorang mudah tertidur. Nggak perlu lagi deh membeli obat tidur yang terbuat dari bahan kimia, cukup dengan sujud kepada Allah.SWT sulit tidur dapat teratasi.

“Semoga kita diberi hidayah berupa mampu sujud dan ruku sesuai tata cara dengan sholat dan sujudnya nabi ”.

Ada Pepatah mengatakan sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit. Ikatlah ilmu pengetahuan dengan menulisnya. Alhamdulilah kami dapat hidayah untuk menulisnya disini dari Allah. Semoga apa yang kita tulis menjadi bermanfaat, dan Allah.SWT membentangkan ampunannya bagi kita semua. Ya Allah semoga engkau selalu bentangkan cinta dan kasih sayangmu pada guru-guru yang mengajariku dan naungilah mereka selalu.

Jumat, 03 Februari 2012

Rabiul Awal Warga Rayakan Maulid Rasul

RANTAU, – Bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW, pada bulan inilah seluruh umat muslim merayakan maulid Nabi dengan berbagi suka bersama antara sanak saudara, jiran tetangga, keluarga. Begitupun di Kabupaten Tapin, pada moment di bulan Rabiul Awal ini dan yang tak pernah terlewatkan oleh mereka yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad sebagai tanda cinta mereka terhadap Rasululah.SAW dengan menyelenggarakan kegiatan membaca mauled habsy, mauled barjanzi, dan tradisi budaya islam yang kental di daerah ini seperti prosesi beayun yang nanti pada tanggal 5 Febuari dilaksanakan di Masjid Al Mukarammah desa Banua Halat. Setidaknya inilah yang menjadi salah satu keunikan perayaan mauled nabi yang dilakanakan oleh warga mayarakat Tapin.

Kegiatan ini merupakan kegiatan ritual keagamaan dan kebudayaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sekali baik oleh Pemerintah Daerah, maupun warga desa yang melaksanakannya di rumah-rumah, lapangan terbuka maupun langgar dan masjid.

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Arifin Noor melalui Kabid Kesenian dan Kebudayaan Disporabudpar Ibnu Mas’ud mengatakan belum lama tadi, “Prosesi beayun mauled akan dilaksanakan pada 5 Febuari 2012 ini. Upacara prosesi baayun maulid ini termasuk 100 event wisata nasional yang tercatat di kementerian Pariwisata RI dan juga pernah masuk MURI, kalau tahun lalu pesertanya mencapai 3.971, dan tahun ini bisa melebihi bahkan bisa tembus sampai 4.250 peserta, “katanya.

Sementara itu Koordinator Panitia Baayun Maulid Amat informasi terakhir peserta yang mendaftar sudah mencapai 3.000 orang baik anak-anak maupun orang dewasa bahkan yang lanjut usia juga ikut dalam prosesi maayun maulid.
Dijelaskannya, upacara prosesi baayun maulid ini merupakan sudah tradisi turun temurun dilaksanakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (Rull)

Proyek Fisik Pembangunan Pasar Binuang dan Margasari

RANTAU, – Tahun 2012 ini, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pekerjaan Umum membangun kembali dua pasar di kawasan Margasari Baru dan Binuang Baru sebagai prioritas pekerjaan. Untuk membangun dua pasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapin menganggarkan dana di APBD Tapin tahun anggaran 2012 senilai Rp.5 miliar untuk pembangunan pasar Kering Binuang, dan Rp.2,5 miliar untuk pembangunan pasar Margasari Baru.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir.Gusti Noorzaman melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Edy Priyatno, Kamis (26/1) kemarin diruang kerjanya.

Menurut Edy, “Untuk pasar kering Binuang itu dibangun diatas lahan seluas 6,4 hektar. Dari luasan lahan, 5 hektar sudah dibebaskan kepemilikannya dari warga oleh pemerintah daerah, sisanya 1,4 hektar direncanakan tahun ini dibebaskan seiring dengan dimulainya pembangunan fisik pasar kering Binuang, “katanya.

Pasar Binuang yang dibangun, lanjut Edy, ditargetkan selesai dalam kurun waktu 3 tahun. Selain pembangunan pasar Binuang, dilokasi tersebut juga akan dibangun terminal dan akses jalan menuju kawasan pasar. Lokasi pasar kering di kawasan Binuang Baru tersebut tak jauh dari pasar lama Binuang Baru, memiliki jarak sekitar 200 meter. Nantinya pedagang pasar lama Binuang direlokasi ke pasar Binuang Baru. “Untuk pertama dibangun fisik pasar kering seperti bangunan pasar buat pedagang pakaian, alat-alat rumah tangga, toko elektrik seperti alat listrik dan elektronik lainnya. Dilanjutkan kembali pasar basah untuk pedagang sayur mayur dan ayam, “katanya.

Pasar Margasari tahun 2012 ini juga dimulai pembangunan fisiknya dikawasan Margasari Baru dengan dana dari APBD Pemkab Tapin senilai 2,5 Miliar, dimana tonggak pancang sudah tertanam sebagai tanda dimulainya pembangunannya dikawasan itu. Selain dibangun pasar Margasari, didekat pasar akan dibangun terminal. Pembangunan pasar Margasari Baru ini ditargetkan selesai dengan jangka waktu lebih lama sekitar 4 tahun. (Rull)

Jumat, 20 Januari 2012

Dinas Pertanian Optimis Surplus Beras

RANTAU, – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tapin optimis dapat mencapai target pemerintah bahkan bisa melebihi dari yang ditargetkan pemerintah mengingat luas areal persawahaan padi di Kabupaten Tapin mencapai 61.500 hektar terdiri diantaranya lahan lebak/rawa, dan tadah hujan.

Hall tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikutura Tapin, H Masraniansyah SP, kepada sejumlah wartawan belum lama tadi.

“Dari yang ditargetkan Pemerintah kita optimis dengan luas lahan yang ada di Tapin dan produksi bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah bahkan bisa melebihi, terutama dengan mengandalkan lahan tadah hujan dan lebak/rawa itu bisa mencapai apa yang ditargetkan, “katanya optimis.

Memasuki musim tanam 2011-2012 ini sekaligus menyiapkan panen raya secara besar-besaran telah disiapkan lahan seluas 61.500 hektar yang tersebar dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Tapin Tengah, Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Lokpaikat, Kecamatan Tapin Selatan, Kecamatan Bungur, Kecamatan Hatungun dan Kecamatan Candi Laras Selatan.

Dari luasan lahan tersebut, untuk panen dari bulan maret-april seluas 39.969 hektar, kemudian panen bulan Agustus - September seluas 21.531 hektar, dengan total produksi padi mencapai 246.437 ton padi.

Selain mengadalkan lahan tadah hujan, kita juga turut didukung dengan program percepatan tanam di lahan lebak/rawa rendah, seperti di wilayah Matang Asam Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan dan Desa Masta Kecamatan Bakarangan dengan luasan lahan 2.450 hektar.

Saat ini kondisinya sebagian sudah melakukan aktifitas penanaman padi, juga diantaranya masih ada yang melakukan penyemaian benih padi. Menurut H.Uning, diperkirakan pada pertengahan Januari 2012 sudah selesai musim tanam penanaman padi dengan usia dari 100-105 hari itu sudah bisa panen. Selain itu, selama masa tanam hingga panen nanti itu tetap dalam pengawasan penyuluh, dimana penyuluh pertanian dengan kelompok tani dan petani melaksanakan pertemuan sebanyak sepuluh kali, pertemuan di gelar dan dijadwalkan dua minggu sekali. Demikian H.Uning. (Rull)

Kamis, 12 Januari 2012

Kebun Karet Warga Tercemar Libah Batubara Diduga Milik KPP

(Diduga Milik Perusahaan Nasional PT.Kalimantan Prima Persada (KPP)

Rantau, Kalimantan Selatan - Menjelang akhir tahun 2011 gedung DPRD kabupaten Tapin belakangan ini sering didatangi oleh warga yang ingin menyampaikan keluhan yang melanda perkebunan mereka dalam beberapa hari terakhir.
Rabu (21/12) lalu sejumlah warga desa Salam Babaris kecamatan Salam Babaris kabupaten Tapin kembali datangi rumah rakyat atau gedung DPRD Tapin, kedatangan sejumlah warga ini menyampaikan masalah kebun karetnya yang tidak mengalami perkembangan, bahkan ada sebagian yang mati. Diduga penyebabnya karena terjadi pencemaran oleh limbah batubara milik salah satu perusahaan Nasional, mengingat di kawasan tersebut banyak lokasi tambang batubara dan lintasan angkutan tambang.
Kedatangan sejumlah warga desa Salam Babaris ke DPRD Tapin ini dipimpin oleh kepala desanya Saidi Noor yang didampingi empat orang warganya. Keempat warga tersebut adalah Soeryoto, Prayoga, Mukmin dan Supri.
Dikatakan warga tersebut di hadapan komisi II yang dipimpin oleh M Padli, didampingi oleh anggota komisi II lainnya antara lain Bachtiar Effendi dan Syamsul Bahar serta perwakilan dari Dinas pertambangan dan Badan Lingkungan Hidup kabupaten Tapin, bahwa kedatangan mereka ke dewan ini hanyalah untuk menyampaikan keluhan lantaran lahan kebun karet mereka tercemar limbah batubara.
“ Karet kami produksinya mulai berkurang dan bahkan ada sebagian yang mati karena adanya libah batubara yang mengenai perkebunan kami, ”kata Prayoga.
Menurutnya permasalahan ini sudah berlangsung setahun yang lalu bahkan pihaknya sudah menyampaikan beberapa pucuk surat kepada dinas terkait dan juga kepada sejumlah perusahaan tambang, namun hingga kini belum ada tanggapan.
“ Karena itu kami hari ini datang ke dewan guna menyampaikan permasalahan ini agar bisa segera disikapi, Karena kami hanyalah sebagai petani karet yang hanya mengandalkan hasil perkebunan, ”katanya.
Sementara itu kepala desa Salam Babaris Saidi Noor menambahkan bahwa pencemaran limbah batubara ini diduga berasal dari jalan tambang batubara yang dilalui oleh PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) yang limbahnya mengalir pada lahan karet milik masyarakat.
“ Kami berharap pihak perusahaan bertanggung jawab dan bersedia melakukan ganti rugi terhadap gangguan limbah batubara tersebut, berdasarkan pendataan ada 40 petani yang dirugikan karena pencemaran ini,” katanya.
Untuk memastikan terjadinya kerusakan lahan kebun karet milik petani ini anggota Dewan bersama sejumlah instansi terkait melakukan peninjauan langsung dilapangan dan tepatnya di desa Salam Babaris Km 45 hingga Km 47 dilakukan peninjauan.
Dan oleh anggota komisi II DPRD Tapin M. padli dan Bachtiar Effendi, untuk menyikapi masalah ini Ia minta kepada dinas Pertambangan dan Badan lingkungan Hidup setempat untuk menginventariser para pengusaha tambang yang ada di wilayah tersebut untuk dipertemukan dengan warga agar bisa segera dicarikan solusinya. (Rull)

Batu Bara Kalimantan Selatan






Bindrang

Selama ini batubara di Kalimantan Selatan merupakan mahkota emas di mata Nasional maupun Internasional. Betapa tidak, jika hasil batubara bara yang diekspor sampai keluar negeri sudah melampaui target yang ditentukan. Batubara juga sudah banyak menyerap investor investor asing yang sudah menanamkan modalnya diusaha pertambangan di Kalimantan Selatan ini.
Akan tetapi batubara juga sudah banyak menyumbang terjadinya kerusakan lingkungan yang mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Walaupun mereka para pengusaha selalu mengatakan kami sangat memperhatikan lingkungan. Kami sudah melakukan reklamasi, reboisasi dan macam macamlah.
Namun kenyataannya tidak seperti itu, kejadian yang selama ini dirasakan Masyarakat adala bukti bahwa pertambangan sudah banyak merugikan Masyarakat daripada menguntungkan.
Namun kalau kita mau bicara untung rugi, maka sudah jelas Masyarakatlah yang paling dirugikan. Betapa tidak, debu yang ditimbulakan oleh aktivitas pertambangan sudah banyak menyebabkan munculnya penyakit gangguan pernapasan/ isfa.
Sedangkan Pemerintah, sepertinya tidak peduli dengan kenyataan yang sudah menimpa Masyarakatnya. Hanya demi PAD masyarakat harus dikalahkan, masyarakat harus menerima dampak burknya.
Ternyata dampak yang ditimbulkan oleh pertamabangan bukan hanya menurunnya kualitas kesehatan fisik akan tetapi juga berdampak pada kesehatan jiwa dan cara berpikir yang sehingga tidak ada lagi nurani.
Sudah jelas batubara sangat merugikan Masyarakat, mulai dari aktivitas dilokasi pertambangan, pengangkutan, sampai stockpile. Namun mungkin dengan alasan PAD Pemerintah jadi buta. Walaupun tercatat kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh truk batubara selama ini sangat besar.
Lalu pertanyaannya adalah, sampai kapan kejadian ini terus berlangsung. Apakah sampai bumi Antasari ini berubah menjadi gurun, atau sampai Masyarakat mati. Tidak cukupkah bukti yang ada, sehingga Pemerintah masih mencari cari dan meraba raba bahwa tambang adalah penyumbang kerusakan lingkungan dan mental Masyarakat di Kalsel.
Teragis memang tapi inilah kenyataan yang harus kita hadapi, apakah kita harus diam sambil menunggu mereka para pemimpin dan wakil rakyat sadar. Dan membuka mata yang sudah ditutupi oleh uang dengan bahasa lainnya adalah PAD.
Sebuah kalimat yang pantas diucapkan dan dilakukan adalah, mari kita Masyarakat Kalsel bersama sama tolak tambang, dan semua bentuk kekerasan.

Selasa, 10 Januari 2012

Margasari Baru

RANTAU, – Pemerintah Kabupaten Tapin saat ini masih terus mengembangkan tiga kawasan cepat tumbuh di daerah ini, salah satunya yakni kawasan Margasari Baru.

Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP mengatakan, “Margasari Baru merupakan satu diantara tiga kawasan cepat tumbuh di Kabupaten Tapin. Sebagaimana diketahui didaerah ini sangat banyak potensi sumber daya alam seperti di sektor perikanan, industri kerajinan, perkebunan, dan juga pelabuhan lintas batu bara sungai Putting. Dikawasan ini akan dibangun rumah sakit mini yang dikelilingi unit perkantoran. Dan saat ini telah dimulai pengerjaannya diantaranya Pembangunan rumah sakit mini yang di bangun Pemerintah dengan dana senilai Rp.20 miliar bersumber dari pos anggaran Kesehatan. Selain itu, di kawasan Margasari Baru ini juga telah berdiri kantor Camat Candi Laras Selatan dan Balai Penyuluh Pertanian. Nantinya dikawasan ini akan dibangun pasar Margasari dan juga terminal, ruang terbuka hijau, unit pendidikan, gedung serba guna, dan sentra industri kerajinan, “katanya kepada sejumlah wartawan.

Selain itu dikawasan Sungai Putting Kecamatan Candi Laras Utara juga direncanakan Pemerintah Daerah setempat sebagai pusat pelabuhan yang ada di Tapin. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan dan investor yang membangun pelabuhan-pelabuhan khusus di kawasan sungai Putting maupun jalur air di Kabupaten Tapin.

Saat ini pelabuhan sungai putting sudah mulai dikerjakan oleh beberapa investor perusahaan batubara menyusul setelah pemerintah provinsi Kalsel melarang angkutan truk batu bara melintasi jalan Negara dan tidak ada lagi stockpile batubara yang beroperasi di kota Banjarmasin.
Melihat kondisi tersebut, ke depannya Margasari Baru dirancang Pemerintah Daerah secara khusus. Dan multiefek pembangunan ini diyakni secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian di daerah ini, juga masyarakatnya akan tumbuh cepat berkembang, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat juga meningkatkan pendapatan asli daerah Tapin.

Sementara warga Tapin di Binuang Serawi, H.Hermansyah,SKM,Mph, mengatakan, “Pembangunan pelabuhan di daerah Margasari merupakan prospek cerah kedepan bagi Kabupaten Tapin dimana multiefek dari pembangunan tersebut dapat meningkatkan perekonomian didaerah ini sekaligus juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Misalnya, pelabuhan tersebut nantinya dapat juga digunakan untuk umum, dimana kapal-kapal dagang dari luar daerah bisa masuk ke Tapin dan berani menaruh harga pasar di bawah harga yang dijual di kota Banjarmasin. Tentunya bila kondisi itu terjadi, pedagang-pedagang dari Banua Lima di Kalsel tidak perlu lagi mengambil barang jauh-jauh ke Banjarmasin, cukup di Tapin saja dengan harga yang jauh lebih murah. Hal ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian di Tapin, “katanya. (Rull)

PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil BUpati

RANTAU, – Tim Pilkada Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Tapin membuka pendaftaran untuk calon Bupati dan wakil bupati Tapin periode 2013-2018.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tapin, AbduSahid, Minggu (8/1), mengatakan, proses pendaftaran dibuka pada tanggal 6 - 21 Januari 2012. Terbagi dua tahapan, pertama dari tanggal 6-14 januari 2012 itu masa pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati. Dilanjutkan kembali dari tanggal 15-21 januari 2012 bakal calon yang administrasinya belum lengkap diberi kesempatan untuk memperbaiki berkasnya.

“Pendaftaran ini sifatnya umum dan dilakukan secara terbuka baik untuk kalangan internal maupun dari luar partai, siapapun yang berminat mencalonkan diri menjadi bupati atau wakil bupati Tapin melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipersilahkan mendaftar. Baik itu warga Tapin maupun warga luar daerah sekalipun, “katanya.

Pendaftaran dibuka di Sekretariat DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tapin, jl.Brigjen H.Hasan Basry Nomor 6B Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

Menurutnya, menjelang massa jabatan bupati Tapin periode 2008-2012 akan segera berakhir, kami DPC PKB Tapin diberi amanah partai yang akan dijalnkan secara transparan dan objektif. Dimana DPP PKB pusat mengarahkan ke DPC Kabupaten untuk proses tahapan awal adalah membentuk tim pilkada. Dan tim pilkada yang dibentuk ini yang akan melaksanakan proses tahapan mulai dari pelaksanaan pendaftaran calon, sekaligus juga menetapkan jadwal pendaftaran yang dibagi dua tahap pertama sebagaimana dijadwalkan.

Dikatakannya, seluruh berkas pendaftaran akan diverifikasi oleh tim pilkada yang diserahkan ke DPP PKB pusat. “Seluruh calon yang mendaftar akan diukur tingkat popularitas dan elektabilitas melalui survei yang dilakukan oleh lembaga independen, selanjutnya pemaparan visi misi, dialogis dan pemberian dukungan politik. Termasuk juga dilakukannya fit and propertest terhadap bakal calon atau pasangan balon, “katanya.

Dia mengatakan pada minggu pagi kemarin sudah ada beberapa nama yang mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Tapin. “Diantaranya Drs.HM.Arifin Arpan, MM yang mendaftar sebagai calon bupati Tapin periode 2013-2018, di kantor Sekretariat PKB pada minggu kemarin. Dan juga ada beberapa nama yang menyampaikan ingin mendaftar menjadi calon wkail bupati Tapin, “katanya.(Rull)

Minggu, 08 Januari 2012

Perwakilan SKPD di Latih Gunakan Sistem Linux

RANTAU, – Applikasi perangkat lunak berbasis sistem operasi linux yang dikenal open source code akan digunakan di tahun 2012 oleh seluruh masing-masing SKPD di lingkungan Pemkab Tapin. Untuk itu seluruh perwakilan masing-masing SKPD dibekali pengenalan dan penggunaan perangkat lunak (Software) berbasis unix dalam bimbingan teknis di Bidang Komunikasi dan Informasi, yang dilaksanakan di Aula Sanggar jl.Bypass Sudirman Rantau.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi melalui Kepala Bidang Komunikasi, Informasi, Sarana dan Prasarana, M.Yusuf, mengatakan, “Bimtek ini dinilai penting dan wajib diikuti peserta masing-masing SKPD. Karena di tahun 2012 nanti seluruh program komputer mereka dilengkapi dengan sistem operasi sistem berbasis linux. Tidak seperti sebelumnya, kita menggunakan operasi sistem windows yang sangat familiar, kami juga menghargai hak cipta program operasi sistem windows itu sendiri. Sebab kebanyakan program yang sudah ada dan beredar untuk windows itu masih diantaranya belum berlisensi dari microsoft alias masih bajakan. Begitu juga dengan Linux, memang masih banyak yang beredar namun masih bajakan dan harganya murah. Nah kita coba beralih dengan menggunakan program linux yang dikenal open source Dengan menggunakan linux kita ingin menghargai hak ciptanya. Adapun kelebihan menggunakan sistem operasi Linux ini disamping harganya murah juga diantaranya operasi sitem linux tidak mudah terinfeksi virus komputer sejenis worm atau trojan. Begitu juga dari segi keamanan komputer mereka dinilai lebih aman, kendati diakui operasi sistem Linux juga masih memiliki kekurangan yakni masih belum familiar ditengah masyarakat juga program ini belum support pada semua hardware, “katanya (Rull)

Tahun 2012 Dana Belanja Hibah dan Belanja Bansos di Batasi

RANTAU, – Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP secara bijak meminta maaf kepada warga masyarakat Tapin jika tahun anggaran 2012 ini, untuk permohonan bantuan sosial belanja hibah itu dibatasi oleh Pemerintah. Belanja hibah yang dibatasi pemerintah pusat di tahun anggaran 2012, dengan diterbitkannya Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) nomor 22 tahun 2011 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2012 pada tanggal 23 Mei 2011 lalu oleh Menteri dalam Negeri, Gamawan Fauzi, yang salah satu point permen itu diantaranya mengatur belanja daerah. Dana hibah disarankan pemerintah pusat untuk dibatasi presentase atau jumlah dari total APBD. Sehingga banyak Gurbenur, Bupati, Walikota keberatan untuk dibatasi.

Salah satu kepala daerah yang keberatan diantaranya Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP yang mengatakan, “Dana hibah itu merupakan hubungan keeratan antara Pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerahnya. Apalagi untuk mengwujudkan visi dan misi Kabupaten Tapin yang ingin menuju Serambi Madinah dan masyarakat religius dan sejahtera tentunya dengan diterbitkannya Peraturan itu jelas akan berbeda dibandingkan sebelumnya, konsekuensinya pembangunan didaerah antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin jauh, yang sebelumnya masyarakat mengajukan permohonan dana untuk pembangunan berbasis religi didaerah kita itu dinilai dapat dikatakan mudah. Sekarang tidak lagi, melainkan akan dibatasi. Hal ini, tidak dikehendaki hampir seluruh kepala daerah mulai dari Gurbenur hingga Bupati di daerah lain. Pembahasan dana hibah ini, juga sudah melalui Panitia Anggaran (Panggar) dari pihak pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) dari dewan. Tugas DPRD adalah membahas dan menyetujui rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD bersama dengan kepala daerah, sedangkan tugas kepala daerah juga menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama. Jadi, sudah melalui proses yang panjang sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan pengembangan dari visi-misi kepala daerah, selanjutnya ditetapkan melalui Perda menjadi RPJMD kabupaten. “katanya saat bersilahturahmi bersama ulama dan tokoh masyarakat Tapin di Masjid Raya Nurul Falah Rantau dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam dan Silahturahmi bersama Jamaah Haji Tapin 2011.

Untuk itu, “kami selaku kepala daerah dan jajaran Pemerintah daerah meminta maaf jika tahun ini untuk permohonan dana hibah itu dibatasi. Hal itu bukan berarti Pemerintah Daerah tidak perhatian lagi kepada warganya, jadi mohon maaf jika tahun anggaran 2012 ini akan terasa berbeda dibandingkan sebelumnya. Untuk itu jangan berburuk sangka dahulu, ”katanya.

Dijelaskan Bupati, “Pada tahun anggaran sebelumnya kita memposkan anggaran untuk hibah pembangunan berbasis keagamaan dari dana belanja bantuan sosial dan belanja hibah. Jika ada warga Tapin yang mengajukan permohonan dana untuk pembangunan berbasis religius kepada pemerintah daerah, jika dananya tersedia itu langsung bisa dicairkan. Peraturan baru tidak demikian lagi, melainkan mengajukan tahun ini dan dicairkan tahun depan. Perlu proses menunggu selama setahun. “katanya.
Contohnya, sambung Bupati, “Misalnya warga memohon dana 10 juta untuk pembangunan masjid tahun 2011 ini, dan harus melalui mekanisme proses panjang dan menunggu selama setahun baru dapat dicairkan. Mengajukan tahun ini, dicairkan tahun berikutnya, “katanya. (Rull)

Jumat, 09 Desember 2011

Warga Pipitak Jaya Mulai Manuggal Padi


RANTAU, – Menjelang musim tanam, warga Pipitak Jaya Kecamatan Piani menggelar manuggal (Red.sebuah tradisi adat dayak Piani setiap memasuki musim tanam) pada Senin (28/11) kemarin. Acara manuggal ini dihadiri oleh ratusan warga dayak Pipitak Jaya (Piani), Malinau, Padang Batung, Bidukun, Balaiwan, dan Harakit.

Apa yang disebut Manuggal adalah prosesi tradisi warga Tapin didataran atas seperti di desa Pipitak Jaya kecamatan Piani. Manuggal dengan menggunakan alat yang disebut kurung-kurung adalah semacam karya warga dayak setempat sebagai tanda dimulainya manuggal padi di lahan yang baru dibuka dipegunungan, setelah dilakukan pembakaran. Alat kurung-kurung ini yang terbuat dari bambu dan ulin dibawahnya. Alat ini dapat mengeluarkan irama suara sekaligus juga membuat lubang tanam.

Sugiannor, Kepala Desa Pipitak Jaya didampingi Satran B, warga masyarakat Pipitak Jaya, mengatakan, “Manuggal yang digelar ini merupakan tradisi adat warga dayak Pipitak Jaya setiap menjelang musim tanam, dimana warga dayak secara berkelompok berasal dari daerah Pipitak Jaya, Malinau, Harakit hingga warga dayak Loksado datang menghadiri atas undangan tokoh adat di kawasan setempat. Hal yang menarik dan menjadi ciri khas tradisi budaya dari manuggal ini adalah mengadu irama suara yang berasal dari kurung-kurung yang dihempaskan warga ke tanah hingga membuat lubang tanam benih. Hal itu sebagai tanda dimulainya manuggal padi diatas lahan yang baru dibuka, “katanya.

Dijelaskannya, “kurung – kurung terbuat dari batang bambu, ulin, dan rotan, dimana alas dasarnya untuk membuat lubang tanam selanjutnya dimasukan bibit padi. Adapun benih yang ditanam adalah benih duyung yang memiliki ciri khas rasa tersendiri (istimewa). Cara menanam petani disini adalah dengan cara bergontong royong dalam mengolah lahan mereka, mulai dari membuka lahan dengan terlebih dahulu menebang pohon dan membersihkan lahan, hingga membakar. Selanjutnya menanam bibit benih (manuggal) dan panen, “jelasnya.

Di lain sisi, Sugiannor kepala desa Pipitak Jaya, menambahkan, “Adapun hasil panen dari hasil manuggal ini, kita konsumsi dan dinilai cukup untuk makan selama tiga tahun. Kita pernah gagal tanam pada tahun 2009-2010 kemarin, karena cuacanya waktu itu hujan terus hingga tak bisa membuka lahan dan melakukan pembakaran, apalagi manuggal. Dan benih tahun-tahun sebelumnya itu masih cukup untuk konsumsi kita disini, “katanya.

Sementara Kepala Adat Pipitak Jaya, Rusdiansyah, mengatakan, “Manuggal yang dilaksanakan diawali dengan tanda mengetuk kurung-kurung ke tanah hingga menimbulkan suara oleh puluhan warga yang hadir diacara. Dimana bila ada suara yang baik itu ditingkatkan lagi, dan bila suara belum baik itu diperbaiki, “katanya.

“Adapun manuggal kali ini dilaksanakan di Pipitak Jaya, sebagai ajang silahturahmi antara warga dayak Pipitak Jaya dengan warga dayak di Hulu Sungai Selatan. Bergantian dilaksanakan tempatnya setiap tahunnya, kalau tahun lalu di Harakit, dan tahun ini dilaksanakan di Pipitak Jaya, “katanya. (Rull)

Jumat, 25 November 2011

Nobar Indonesia VS Malaysia

RANTAU, – Semarak nonton bareng final sepak bola Indonesia vs Malaysia pada Senin (21/11) malam kemarin juga meriah di kota Rantau sekitarnya, terutama di salah satu caffee yang ada di taman Basimban Alun-ALun Kota Rantau dan di depan kantor BNI cabang Rantau yang menyediakan layar proyektor untuk nonton bareng final sepak bola Sea Games XXVI. Penonton dari mulai pedagang pentol, tukang parkir, pengunjung caffe, hingga warga jauh yang sengaja ikut nonton kesebalasan negaranya bertarung. Penonton berjubel hingga duduk asyik di trotoar jalan.

“Mau pulang ke Binuang habis datang dari Kandangan, namun sepak bola sudah dimulai. Ya kita ikut nonton bareng saja di sini, “kata Ahim, warga Binuang sambil nonton diatas kendaraannya dipinggir jalan alun-alun kota Rantau.

Begitu juga Dayat, pedagang Pentol “Ya sambil mengais rezeki berdagang mas, sekalian nonton aksi Tibo dengan rekan-rekannya di final, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, dan semoga juga untung dua kali. Untung sambil dagang, bisa nonton bareng juga, “katanya.

Antusias warga masyarakat untuk menyaksikan penampilan tim Garuda Muda melawan kesebelasan dari Malaysia memang sangat besar, teriakan dukungan terlontar ketika tim garuda muda menyerang kandang lawan kesebelasan Malaysia, hingga suasana nonton bareng terasa menegangkan. Di babak pertama, tim kesebelasan Garuda Muda membobol gawang Malaysia melalui tandukan kepala Gunawan dari umpan rekannya di tendangan sudut. Namun tak berapa lama, Malaysia membalasnya hingga menyamai kedudukan dengan skor 1:1. Hingga akhirnya penonton harus menerima kekecewaan saat Indonesia gagal mendapatkan mendali emas di Sea Games XXVI, Indonesia harus takluk di adu finalti dengan kesebelasan negeri Malaysia. (Rull)

Minggu, 20 November 2011

Jeruk Tapin Buah Eksotik Indonesia


RANTAU, Jeruk Tapin setelah masuk istana beberapa waktu lalu, kembali tampil di Batam Agribusiness Expo 2011 dalam ajang promosi buah segar dari seluruh daerah di Indonesia sesuai tema yang diangkat pada Batam Agri Business Expo 2011 ‘Buah Eksotik Indonesia’ dalam rangka mendukung program hasil pertanian di pasar domestik. Batam Agribusiness Expo 2011 dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai dengan 13 November 2011, di Mega Mall Batam Center.

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Tapin, H.Masyraniansyah, mengatakan, melalui Kepala Bidang Produksi Perlindungan Tanaman, Wagimin, mengatakan, “Setiap event-event Nasional yang diselenggarakan, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pertanian dan Holtikultura mengirim produk andalan pertanian, dan dalam event tersebut kita pernah juara, “katanya kemarin.

Sebagaimana kita ketahui, lanjut Wagimin, Kabupaten Tapin merupakan salah satu sentra tanaman jeruk siam Banjar, bahkan hingga saat ini telah dikembangkan jeruk siam banjar seluas 1.141 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan seperti kecamatan Candi Laras Utara, Candi Laras Selatan, Tapin Utara, Tapin Selatan, Binuang, dan Kecamatan Lokpaikat. “Untuk Kecamatan Tapin Tengah di Desa Suka Ramai itu ada lahan jeruk seluas 2.250 hektar yang dibangun dengan sistem gora diatas lahan tidur yang berpotensi dapat dimanfaatkan untuk percepatan tanaman, “pungkasnya. (Rull)

Jumat, 28 Oktober 2011

Setiap Kecamatan Dapat Jatah 2 Ekor Hewan Kurban

RANTAU, – Pemerintah Kabupaten Tapin dalam rangka turut serta memeriahkan Hari Raya idhul Adha 2011 tengah menyediakan sekitar 42 ekor hewan kurban untuk keperluan beberapa instansi seperti kecamatan dan masyarakat.

“Ada 42 ekor hewan kurban yang telah disiapkan Pemerintah Daerah diantaranya untuk seluruh kecamatan di Tapin, TP-PKK Tapin, Pondok Pesantren, dan Majelis Taklim, “kata Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Tapin, H.Syarkawie Amberi, Selasa (25/10) kemarin diruang kerjanya.

Rencananya ke-42 hewan kurban tersebut di berikan kepada 12 kecamatan di Tapin. “Setiap kecamatan masing-masing mendapatkan 2 ekor hewan kurban, direncanakan pihak kecamatan menyerahkan ke panitia pemotongan hewan kurban di wilayah kecamatannya. Jumlah seluruhnya 24 ekor hewan kurban untuk kecamatan. Selebihnya akan diserahkan ke beberapa majelis taklim dan pondok pesantren yang ada di kabupaten Tapin, “katanya.
Menjelang hari raya Idhul Adha 2011, kebutuhan hewan kurban tentunya meningkat di tengah masyarakat. Lantas bagaimana stok hewan kurban di Kabupaten Tapin menjelang hari raya kurban.

Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Tapin, Ir.Bastian MAP memastikan stok hewan kurban jenis sapi maupun kambing di Kabupaten Tapin menjelang hari raya idhul adha dinilai masih mencukupi. Persediaan hewan kurban yang telah disiapkan untuk hari raya idhul adha ada sekitar 300 ekor sapi yang dipastikan bebas penyakit.
“Jangan kuatir untuk stok sapi dan kambing untuk warga Tapin menjelang hari raya idhul adha kita sudah siapkan, bahkan stok hewan kurban dinilai mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat Tapin bahkan pihaknya juga menyanggupi kebutuhan hewan kurban bagi perusahaan di daerah ini, “katanya.

“Selain itu kita juga selalu fokus terhadap kualitas hewan kurban yang ada sebanyak 300 ekor itu.dan untuk memastikan hewan kurban bebas penyakit, kita juga dibantu oleh dokter hewan yang didampingi 7 orang petugas teknis yang selalu memantau kondisi kesehatan hewan kurban di Tapin, “katanya.

Dikatakannya untuk sapi yang siap dijadikan hewan kurban, usianya harus mencapai 1 hingga 2 tahun dan tidak cacat. Untuk hewan kurban di Tapin ada 2 jenis sapi, yakni sapi Bali dan sapi putih atau jenis peranakan ungule. Jadi untuk kebutuhan hewan kurban tidak perlu mendatangkan sapi dari luar daerah, karena pasokan sapi masih cukup. (Rull)

Pagar Rumah Sakit Datu Sanggul Mulai dikerjakan

RANTAU, – Tahun 2011 ini, Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum melanjutkan kembali pengerjaan pembangunan RSUD.Datu Sanggul Rantau. Diantaranya pengerjaan pagar dan drainase rumah sakit yang dianggarkan dana senilai Rp.2.250.000.000 dengan target penyelesaian di tahun 2012 nanti.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PU Tapin, Ir.GT.Noorzaman melalui Kepala Bagian Cipta Karya, Edy Priyatno, Selasa (25/10) kemarin diruang kerjanya.

Sebagaimana terlihat mulai Selasa (25/10) pagi kemarin, kontraktor pelaksana mulai terlihat bekerja berpacu dengan waktu. Pertama yang dikerjakan mereka adalah membongkar pagar halaman rumah sakit yang dulu dan masih berdiri dan mulai memberesi untuk membangun fondasi pagar.

“Tahun 2011 ini kita kerjakan fondasinya lebih dahulu. Rencananya dengan anggaran dana tersebut kita bangun pagar sekeliling di rumah sakit tersebut, “katanya. (Rull)

Senin, 03 Oktober 2011

Musim Kemarau Produksi Karet Menipis

RANTAU, Setelah mengalami anjloknya harga karet beberapa waktu lalu, kini petani karet rakyat di Tapin menghadapi kondisi cuaca di musim kemarau. Musim kemarau dikeluhkan petani karet di Desa Kariaman, Kecamatan Piani, karena getah karet juga ikut mengering. “Musim kemarau, getah karet yang disadap ada sebagian batang yang tidak menetes sama sekali ke mangkok tadah, “kata H.Suni, petani karet di Kariaman.

Bahkan sebagian petani karet, pada musim kemarau seperti ini sengaja tak menyadap karetnya karena dikuatirkan kualitas karetnya justru semakin buruk. “Untuk itu dibiarkan saja pohon karetnya tak disadap selama musim kemarau ini, “katanya kemarin.

Sementara terkait kondisi demikian, Ir.Sufian Noor, Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin mengakui pada musim kemarau seperti ini getah karet tidak memproduksi sesuai dengan yang diharapkan petani. “Biasanya pada musim kemarau, produksi getah karet menurun dan ini tentunya sangat berdampak pada petani rakyat, “katanya, Jum’at (30/9) kemarin.

Sementara, lanjut Sufian, bagi perusahaan karet pada musim seperti ini dikatakannya tak bermasalah bagi mereka. Hal itu karena perkebunan karet mereka terawat dengan baik. Alasannya, karena pihak perusahaan sebelum memasuki musim kemarau, pohon karet mereka itu di beri pupuk dengan baik sehingga musim tak mempengaruhi produksi mereka.

Nah bagi petani karet rakyat, di jelaskan Sufian, ini mesti diperhatikan. “Dalam menyingkapi persoalan pada musim kemarau ini, dimana produksi getah karet menipis itu biasanya sebelum memasuki musim kemarau pohon karet diberi pupuk kandang yang banyak. Hal itu agar pohon karet milik petani rakyat tetap dapat memproduksi kendati di musim kemarau seperti saat ini, “katanya.

Pupuk kandang dapat diperoleh dan dibuat sendiri, dijelaskannya, bahannya sendiri berasal dari kotoran hewan ternak seperti kotoran sapi, ayam, kelalawar, dan lain sebagainya. Atau menggunakan pupuk organik dimana pupuk yang berasal dari bahan organik berupa pupuk kandang, jerami sisa panen, limbah ternak, dan lain sebagainya. Demikian Sufian. (Rull)

Kamis, 22 September 2011

Refreshing Bersama Keluarga di Taman Kota Rantau Menjadi Pilihan

RANTAU, Taman Basimban Rantau yang berlokasi di alun-alun kota Rantau dan Taman Sirang Pitu ternyata menjadi salah satu lokasi yang asyik dan santai. Buktinya taman ini kerap dipadati mereka yang sengaja menghabiskan waktu petang di lokasi ini, baik mereka yang ingin berolahraga, bersantai bersama keluarga, maupun kumpul bersama teman-teman sekedar menikmati beraneka penganan atau secangkir kopi, dan teh hangat di caffe yang ada di lokasi.

Taman Basimban memang tempat yang asyik untuk santai bersama keluarga. Karena taman yang terletak dijantung kota Rantau di lengkapi dengan fasilitas olahraga seperti lapangan tennis, lapangan basket, lapangan sepak bola, dan jalur track untuk jogging mengelilingi lapangan sepak bola Dwi Dharma Rantau. Selain itu, didukung pula dengan fasilitas wahana bermain anak dan warung sejenis caffe, beserta pedagang aneka penganan dan minuman yang turut menyemarakan suasana sore.

Beragam pohon dengan macam-macam jenisnya sebagai penghijauan kota yang ditanam di taman itu dan nampak terlihat terawat dengan baik. Begitu juga dengan berbagai jenis patung dan wahana permainan anak-anak, maupun kebun binatang mini menambah keunikan taman yang ada di kota Rantau ini.

Warga yang datang ke taman ini bukan hanya warga kota Rantau saja ternyata, juga ada warga yang tinggal di Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Piani, Kecamatan Tapin Selatan, Kecamatan Lokpaikat, dan Kecamatan Bungur. Mereka biasa datang saat hari libur atau akhir pekan. Taman Basimban Alun-Alun Kota Rantau dan Taman Sirang Pitu mulai ramai pengunjung pada pukul 16:00 Wita, dimana Pedagang terlihat sudah ada menempati lapak daganganya lebih dahulu sejak siang harinya.

Acil Yana, warga Desa Banua Halat, mengatakan, “Akhir pekan sore sabtu atau minggu sore kita jalan-jalan bersama keluarga ke Taman Basimban dengan membawa anak dan istri untuk santai sekaligus membawa anak bermain di wahana permainan bom-bom car, permainan kolam pemancingan atau odong-odong. Dan semua itu aman bagi keluarga untuk digunakan, “kata Yana.

Taman Basimban Rantau dan Sirang Pitu adalah salah satu asset Pemerintah Daerah Tapin yang di kelola oleh beberapa instansi Pemkab Tapin seperti Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tapin, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, dan TP-PKK Tapin.
Kepala Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tapin, H.Rajudin Noor melalui Kabid Pertamanan dan Kebersihan, H.Yusdiannor ketika ditemui di taman kota mengatakan, “Hampir setiap harinya kita bersihkan taman ini, dan juga menebang pohon di taman yang sudah nampak layu sambil memotong rumput liar. Sekaligus juga membersihkan areal taman tersebut, dimana ada petugas kebersihan kita yang bekeja secara bergantian khusus membersihkan areal taman agar nampak selalu bersih dan nyaman, “katanya.

Selain itu kita juga telah meletakan tempat sampah di kawasan pertamanan, agar para pengunjung maupun pedagang membuang sampah pada tempatnya. “Kita meng-imbau kepada pedagang maupun pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya yang memang sudah disediakan oleh Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tapin. Untuk itu mari kita jaga kebersihan dan kenyamanan taman ini untuk kita semua, “katanya kemarin.
Lanjut Ia, Rencananya di taman Basimban ini Distakober Tapin akan meletakan tempat duduk seperti yang ada di Danau Rantau Baru, dan itu tengah kita usulkan kepada Pemerintah Daerah. Namun sayangnya beberapa fasilitas di sekitar taman seperti ruko caffe, tempat duduk taman, patung, wahana bermain anak-anak dan fasilitas olahraga itu Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata yang mengelolanya, bukan Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tapin. “Di kedua taman tersebut kita hanya mengurus kebersihan dan menata keindahan taman dan pepohonan yang ada di dua taman tersebut, “katanya.