Selasa, 15 Mei 2012
Pemkab Tapin dan PHBI Akan Gelar Tablig Akbar
(Datangkan Penceramah Dari Jakarta)
RANTAU, – Dalam rangka memperingati perayaan Isra Mir’aj Nabi Muhammad.SAW, Pemerintah Kabupaten Tapin bersama dengan Persatuan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Tapin akan menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan rangkaian kegiatan tausiah keagamaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori International, dan doa bersama Ustad Fikri Haikal, MZ putra Kiayi kondang sejuta umat Almarhum Zainuddin Mz dari Jakarta.
Hal tersebut diungkapkan, Drs.HM.Yamani, Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Tapin, kemarin.
"Rencananya tablig akbar ini dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2012, bertempat di Masjid Raya Nurul Falah Rantau pada pukul 21:00 Wita . Tablig Akbar tersebut juga rencananya insya Allah akan diisi dengan pengukuhan pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Tapin sebanyak 39 orang oleh bapak Bupati Tapin, Drs.H.Idis Nurdin Halidi, MAP sebelum acara dimulai, “katanya.
Pemberi ceramah rencananya didatangkan dari Jakarta, yakni Ustad Fikri Haikal, MZ putra Almarhum KH.Zainudin, MZ dari Jakarta dan untuk pembacaan ayat suci Al-qur’an yakni Haji Samsudin, S,Pd, Qori International.
“Kita undang seluruh masyarakat Muslim di Tapin untuk memeriahkan peringatan Isra Mir’aj yang akan dilaksanakan, dan juga kita harap acara ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib sesuai dengan apa yang direncanakan, “katanya. (Rull)
Senin, 14 Mei 2012
Pemkab Tapin Akan Realisasikan Program Bank Sampah
(Sebagai Wujud Komitmen Pemkab Tapin untuk wujudkan Tapin Bersih, Rapih, Indah dan Nyaman)
RANTAU, – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapin guna mengwujudkan Kabupaten Tapin bersih, rapi, indah, dan nyaman masih terus diupayakan, selain menggalakan kembali aksi gontong royong jum’at bersih. Pemerintah Kabupaten Tapin juga telah mempersiapkan program pembangunan Bank Sampah yang akan direalisasikan di tahun 2012-2013 ini. Program ini tentunya akan melibatkan masyarakat terutama setiap rumah tangga dengan mencoba mengubah pola pandang warga masyarakat yang kerap membuang sampah sembarang, juga masyarakat dapat berbuat hal kecil namun berpengaruh besar bagi lingkungan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Kabupaten Tapin, H.Yusriansyah didampingi Mulyadi, Kepala Bidang Pemantauan dan Pemulihan di BLHD Tapin, Selasa (1/5) kemarin menjelaskan kepada wartawan, “Tahun 2012 ini kita tengah menyiapkan program Bank Sampah yang akan segera direalisasikan di tahun 2012-2013. Saat ini kita tengah menyiapkannya secara bertahap, diawali dengan melengkapi fasilitas dan alat perlengkapan seperti Rumah Sampah, Peralatan Mesin Pengelolaan Sampah, dan Tempat Sampah. Di tahun 2012 ini ke-tiga fasilitas dan peralatan tersebut kita sediakan lebih dahulu, “katanya kepada Matabanua kemarin.
Selanjutnya, sambung Yusriansyah, “Kalau fasilitas dan alat perlengkapannya sudah siap di tahun 2012 ini. Selanjutnya kita persiapkan SDM-nya terutama personil yang akan mengelola program Bank Sampah ini. Untuk personil dalam program ini kita akan melibatkan masyarakat, camat, lurah, Ketua RT, dan RW setempat. Sebagai tahap ujicoba program ini, rencananya kita akan mencobanya di daerah Perintis Raya, Pembangunan dan Rangda. Selain itu kita juga akan melaksanakan studi banding ke daerah-daerah yang telah sukses menjalankan program itu, dimana kita ambil ilumnya disana lalu kita terapkan disini, “katanya.
Pembangunan Bank Sampah ini sudah mendapatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Tapin, sebagaimana di ungkapkan Muchtar Effendi, Ketua Tim Penilai dan Pemantau Adipura KemenLH RI bahwasanya, “Pembangunan Bank Sampah itu bagus dan baik untuk daerah ini, “katanya kepada Kepala BLD Tapin disela tinjauannya, kemarin.
Bank Sampah
Ditambahkan Mulyadi, Kabid Pemantauan dan Pemulihan BLHD Tapin, “Mekanisme teknisnya, warga yang telah menjadi nasabah bank sampah dapat memanfaatkan sampah dengan menyetornya ke bank sampah. Penyetoran mirip dengan bank konvesional, dimana masyarakat mendapatkan tabungan yang sewaktu-waktu dapat diambil dalam bentuk uang yang akhirnya bisa digunakan untuk keperluan rumah tangganya seperti membeli sembako, dan akhirnya kedepan penghasilan rumah tangga didaerah ini meningkat, “katannya.
“Dalam program Bank Sampah ini kita bekerjasama dengan melibatkan pihak ketiga seperti pemulung untuk membeli sampah yang tertampung di bank sampah yang kita bangun. Pada tahap pertama dan uji coba pembangunan bank sampah dipusatkan di Perintis Raya, Rangda, dan Pembangunan, “katanya.
Pembangunan Bank Sampah akan direalisasikan pada tahun 2012-2013 yang bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga di daerah ini. (Rull)
Tahun Ini Pemkab Tapin Bebaskan Lahan
RANTAU, – Terkait pembangunan jalan di kawasan Rantau Baru, belum lama tadi Bupati Tapin, Drs.H.Idis Nurdin Halidi, MAP mengimbau pihak terkait terutama Tim Sembilan untuk sesegeranya membebaskan lahan guna memenuhi ketersediaan lahan untuk pembangunan jalan Penghulu – Malingkung – By Pass Sudirman di Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara. “Sesuai undang-undang, setahun sebelum pelaksanaan proyek pembangunan jalan proses pembebasan lahan untuk jalan itu sudah dilaksanakan semua, “imbau Bupati beberapa waktu lalu terhadap pihak terkait.
Imbauan Bupati terjawab, bahwa di tahun 2012 ini Pemerintah Kabupaten Tapin akan membebaskan lahan kepemilikan dari masyarakat agar tersedianya lahan bagi pelaksanaan fisik pembangunan jalan di dalam kawasan Rantau Baru. Tahun ini dilaksanakan pembebasan lahan terlebih dahulu, selanjutnya pembebasan lahan selesai dilaksanakan pembangunan fisik jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Ir.Gusti Noorzaman melalui Aay Muhaimin, Pejabat Pelaksana Teknis di Dinas PU Tapin, mengatakan, “Tahun ini Pemerintah Daerah Tapin mengalokasikan dana di Dinas PU senilai Rp.7 Miliar untuk pembebasan lahan di Kelurahan Rangda Malingkung Kecamatan Tapin Utara. Luas tanah yang akan dibebaskan kepemilikannya dari 46 pemilik lahan ada sekitar 13,6 Hektar. Diatas lahan itu rencananya akan dibangun jalan Penghulu-Malingkung-Bypass Sudirman dengan panjang 1.798,4 M dan Lebar 35 M, “katanya.
Lanjut Aay, Pemerintah Daerah secara teknis tengah mempersiapkan perencanaan pembangunan jalan dan melaksanakan pembebasan lahan tahun ini. “Dalam proses pembebasan lahan ini, kita akan melaksanakan sosialisasi terhadap 46 pemilik lahan yang lahannya akan dibebaskan kepemilikannya untuk pembangunan jalan di kawasan Rantau Baru. Dalam pelaksanaan pembebasan lahan ini, itu melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai bentuk peningkatan prinsip penghormatan terhadap hak-hak atas tanah yang sah dan kepastian hukum dalam proses pengadaan tanah. Dalam hal ini Pemkab Tapin secara teknis mempersiapkan rencana pembangunan jalan termasuk mempersiapkan anggaran dana dari APBD, sementara untuk negosiasi pembebasan lahan terhadap 46 pemilik lahan itu nantinya akan diserahkan ke pihak ketiga. Pihak ketiga ini ditunjuk oleh Pemerintah Daerah Tapin yakni lembaga yang telah mengantongi izin dari Kementerian dan juga lembaganya tidak sembarangan. Dalam proses pembayarannya pun nantinya langsung melalui nomor rekening yang bersangkutan, “katanya. (Rull)
Minggu, 29 April 2012
Pemerintah Pusat Diminta Untuk Tidak Menunda Pendistribusian
RANTAU,– Pemerintah Pusat dalam hal ini Kepmendagri Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil untuk tidak lagi menunda-nunda pendistribusian peralatan perekam sidik jari E-KTP yang bakal dipasang di seluruh kecamatan di Kabupaten Tapin. “Pemerintah pusat berjanji awal april tadi di distribusikan peralatan rekam sidik jari dan retina mata untuk E-KTP. Namun sampai akhir bulan April ini peralatan belum juga didistribusikan ke Kabupaten Tapin, “tandas Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Tapin, H.Ardiansyah, S,Sos, MAP, Senin (23/4) kemarin diruang kerjanya.
Pemerintah Kabupaten Tapin di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (DISDUKCAPIL) pada dasarnya siap untuk melaksanakan perekaman atau pengambilan sidik jari dan retina mata termasuk biodata warga masyarakatnya untuk di masukan dalam database Elektronik-Kartu Tanda Penduduk (E-KTP). Namun sampai saat ini peralatan pendukung E-KTP belum ada dikirim dari Pemerintah Pusat.
Menurutnya, “Kita siap melaksanakan E-KTP. Namun sampai saat ini peralatan belum datang dari pemerintah pusat ke Kabupaten Tapin. Kita berharap kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kepmendagri Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil untuk sesegeranya mendistribusikan alat tersebut yang dijanjikan didistribusikan pada bulan April ini, sehingga kami dapat melaksanakan tahapan berikutnya seperti melaksanakan bimbingan teknis terhadap operator di seluruh kecamatan yang ada didaerah ini, “katanya.
Sementara kendala pemasangan jaringan listrik di kecamatan untuk penerapan E-KTP beberapa waktu lalu, Alhamdulillah itu sudah dapat tertangani. Dan sekarang kita masih menunggu peralatan rekam sidik jari dan retina mata E-KTP. “Kalau alat sudah kita terima dan terpasang di kantor Kecamatan, langsung kita melaksanakan bimbingan teknis terhadap petugas teknis operator E-KTP yang telah kita persiapkan, dimana masing-masing kecamatan itu telah dipersiapkan petugas teknis operator sebanyak 4 orang, “katanya.
Dalam penerapan E-KTP di Kabupaten Tapin ini, rencananya akan diresmikan oleh Bupati Tapin sebagai orang pertama yang secara simbolis mengambil sidik jari dan retina mata untuk direkam dalam data elektronik KTP di Kabupaten Tapin.(Rull)
Kamis, 22 Maret 2012
Mobil Internet (M-PLIK) Segera Di Operasikan
RANTAU, – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapin, M.Fauzan menegaskan bantuan Unit mobilInternet Keliling(M-PLIK) dari Kementerian Informasi dan Komunikasi RI akan segera di operasionalkan. “Untuk masalah dana itu sudah ada di APBD Pemkab Tapin yang dialokasikan untuk biaya operasional dan oleh pemerintah pusat kita pun diberi kelonggaran pembayaran pulsa terhitung 1 april, karena sebagian besar M-PLIK belum aktif,“katanya.
Dinas Perhubungan tetap optimis dan tetap akan mengoperasionalkan mobil internet sesuai fungsinya untuk memberikan pelayanan internet di 12 kecamatan di Tapin terutama daerah-daerah yang dinilai cukup jauh dan terpencil. Sesuai motto mobil internet, “jangan biarkan yang terpencil jadi terkucil, “katanya.
Memang saat ini MPLIK belum dioperasionalkan karena terkendala teknis upaya sinkronisasi titik kordinat wilayah yang dapat menerima dan menjangkau sinyal Internet. Adapun koneksi Internet yang digunakan dalam MPLIK itu langsung ke satelit melalui jalur wireless. Selain itu MPLIK ini didukung dengan perlengkapan computer, tele konperensi melalui video, operasi system linux, dan lain sebagainya. “Karena pohon-pohon dan tower-tower yang ada di daerah ini dinilai menjadi salah satu penyebab masalah koneksi jaringan internet, bisa menyebabkan terputus koneksi atau jaringan yang lambat, “ungkapnya.
Bahkan kita sudah melakukan survey ke beberapa kawasan kecamatan dan ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan sebelumnya. Dimana sebelumnya kita kira sudah bisa langsung dioperasionalkan internetnya (red.internet connect) alias langsung koneksi internet, namun kenyataannya perlu waktu sehari dua hari untuk dapat mengkoneksikan internetnya dalam kawasan tertentu. “Hal itu sudah dilakukan oleh petugas teknis kita guna menyelesaikan trouble setting itu belum lama tadi, dan saat ini kita sedang menentukan kawasan yang dapat menerima sinyal itu dengan baik sehingga dapat digunakan, “katanya.
Kita sudah menyusun jadwal untuk operasional ke 12 kecamatan di Tapin. “Dimana Mobil-PLIK ini jumlah yang diberi pemerintah pusat ada 6 unit, dan akan melayani seluruh kecamatan di daerah ini. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat itu akan dilakukan minimal selama 4 sampai 5 jam dalam sehari. Mobil ini akan menyambangi kawasan tempat umum seperti di sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya, dalam rangka Keterbukaan Informasi Publik (KIP) atau melek media internet, “katanya.
Ia menambahkan, dalam perawatan teknis itu ditanggung oleh pemerintah pusat yang sudah bekerjasama dengan pihak terkait seperti PT.WEB dan Lintas Artha. Adapun kita hanya menjalankan fungsinya saja untuk operasional ke daerah-daerah jauh seperti Batung Kecamatan Piani, dan Hatungun. Sementara untuk biaya operasional itu ditanggung pemerintah daerah.
Mobil Internet tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengakses internet dalam mencari informasi, bahkan bisa juga digunakan dan dimanfaatkan oleh instansi terkait atau pihak swasta seperti perusahaan untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan. Karena mobil internet tersebut dilengkapi dengan fasilitas internet seperti server, beberapa unit komputer laptop, telivisi, LCD proyektor dan mesin genset.
Akses internet tersebut langsung melalui jalur wireless yang terkoneksi langsung melalui satelit Indosat. Adapun operasi sistemnya kurang lebih seperti pusat layanan internet kecamatan (Plik) yang ada di beberapa kecamatan di Tapin dengan operasi sistem berbasis linux.( Rull)
Dinas Perhubungan tetap optimis dan tetap akan mengoperasionalkan mobil internet sesuai fungsinya untuk memberikan pelayanan internet di 12 kecamatan di Tapin terutama daerah-daerah yang dinilai cukup jauh dan terpencil. Sesuai motto mobil internet, “jangan biarkan yang terpencil jadi terkucil, “katanya.
Memang saat ini MPLIK belum dioperasionalkan karena terkendala teknis upaya sinkronisasi titik kordinat wilayah yang dapat menerima dan menjangkau sinyal Internet. Adapun koneksi Internet yang digunakan dalam MPLIK itu langsung ke satelit melalui jalur wireless. Selain itu MPLIK ini didukung dengan perlengkapan computer, tele konperensi melalui video, operasi system linux, dan lain sebagainya. “Karena pohon-pohon dan tower-tower yang ada di daerah ini dinilai menjadi salah satu penyebab masalah koneksi jaringan internet, bisa menyebabkan terputus koneksi atau jaringan yang lambat, “ungkapnya.
Bahkan kita sudah melakukan survey ke beberapa kawasan kecamatan dan ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan sebelumnya. Dimana sebelumnya kita kira sudah bisa langsung dioperasionalkan internetnya (red.internet connect) alias langsung koneksi internet, namun kenyataannya perlu waktu sehari dua hari untuk dapat mengkoneksikan internetnya dalam kawasan tertentu. “Hal itu sudah dilakukan oleh petugas teknis kita guna menyelesaikan trouble setting itu belum lama tadi, dan saat ini kita sedang menentukan kawasan yang dapat menerima sinyal itu dengan baik sehingga dapat digunakan, “katanya.
Kita sudah menyusun jadwal untuk operasional ke 12 kecamatan di Tapin. “Dimana Mobil-PLIK ini jumlah yang diberi pemerintah pusat ada 6 unit, dan akan melayani seluruh kecamatan di daerah ini. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat itu akan dilakukan minimal selama 4 sampai 5 jam dalam sehari. Mobil ini akan menyambangi kawasan tempat umum seperti di sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya, dalam rangka Keterbukaan Informasi Publik (KIP) atau melek media internet, “katanya.
Ia menambahkan, dalam perawatan teknis itu ditanggung oleh pemerintah pusat yang sudah bekerjasama dengan pihak terkait seperti PT.WEB dan Lintas Artha. Adapun kita hanya menjalankan fungsinya saja untuk operasional ke daerah-daerah jauh seperti Batung Kecamatan Piani, dan Hatungun. Sementara untuk biaya operasional itu ditanggung pemerintah daerah.
Mobil Internet tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengakses internet dalam mencari informasi, bahkan bisa juga digunakan dan dimanfaatkan oleh instansi terkait atau pihak swasta seperti perusahaan untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan. Karena mobil internet tersebut dilengkapi dengan fasilitas internet seperti server, beberapa unit komputer laptop, telivisi, LCD proyektor dan mesin genset.
Akses internet tersebut langsung melalui jalur wireless yang terkoneksi langsung melalui satelit Indosat. Adapun operasi sistemnya kurang lebih seperti pusat layanan internet kecamatan (Plik) yang ada di beberapa kecamatan di Tapin dengan operasi sistem berbasis linux.( Rull)
BLHD Tapin Usulkan Program Penghijauan
RANTAU, – Terkait upaya Pemerintah Kabupaten Tapin dalam rangka mendongkrak nilai perolehan pada Adipura, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tapin mengusulkan program dan rencana kerja yang dinilai dapat mengwujudkan cita-cita Pemerintah Daerah Tapin dalam meningkatan perolehan penilaian adipura di tahun 2012 ini.
H.Yusriansyah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin, mengatakan, “Untuk mendapatkan point dalam perolehan Adipura kemungkinan bisa dilakukan. Hal ini jika ada dukungan seluruh pihak baik jajaran di Pemerintah Daerah Tapin, swasta maupun masyarakat. Untuk itu mari kita dukung ide
Bupati Tapin yang menginginkan kota Rantau ini hijau, karena walau bagaimanapun penghijauan merupakan salah satu item penilaian adipura, “katanya kemarin.
Kita usulkan program penghijauan, dimana kita adakan penghijauan tanaman dengan menanam pohon-pohon di dekat perkantoran, dan juga tempat umum lainnya seperti kita adakan pot-pot bunga di trotoar jalan, sekaligus penanaman pohonnya agar kota Rantau terlihat hijau, bersih dan indah. Lantas bagaimana untuk menjalankan program ini. Dikatakan Yusriansyah, “Kalau kita menyuruh, sementara kita belum berbuat sesuatu, lantas bagaimana penilaiannya. Karena walau bagai
manapun itu perlu contoh, “katanya.
Dalam menjalankan program ini kalau menunggu anggaran dana APBD saja, kapan mau berjalan program ini. Untuk itu disamping ada dukungan dari APBD kita juga coba menggalang kerjasama dengan pihak ketiga seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Tapin, lembaga keuangan perbankan, atau bisa juga sumbangan dari dinas-dinas terkait. Misalnya, perusahaan-perusahaan pertambangan atau perkebunan yang bersedia membantu tanaman pohon untuk penghijauan, dan pihak bank maupun dinas
terkait menyumbang wadah pohon seperti pot bunga yang nantinya ditanam di lokasi yang dinilai strategis seperti trotoar jalan, sekolah-sekolah maupun perkantoran di daerah ini. “Kita yakin apabila kita sama-sama bekerja, apa yang kita cita-citakan dalam rangka
mendongkrak nilai adipura dapat meningkat, “katanya.
Selain itu, sambung Yusriansyah, program yang kita maksud bukan bertujuan hanya untuk adipura saja. “Namun yang terpenting lingkungan kita bersih, indah, nyaman dan mendapatkan budaya yang ramah lingkungan, “katanya.
Adipura 2012
“Dalam rangka menyongsong penilaian Adipura tahun ini, Tim Adipura Kabupaten Tapin mulai bergerak. Diantaranya, gerakan seperti yang dilakukan Ketua Tim Adipura Tapin yang di ketuai Sekda Tapin, dr.Rachmadi mulai melaksanakan kegiatan dalam rangka meningkatkan nilai adipura di daerah ini. Diantaranya dengan mengunjungi kantor-kantor pada selasa kemarin, dan meminta seluruh PNS di kantor-kantor untuk berbenah. Selanjutnya nanti kita akan menggalakan
kembali program jum’at bersih, dimana usai senam olahraga jum’at pagi, para PNS di Tapin melaksanakan bersih-bersih di kantor-kantor sesuai jadwal. Juga di kecamatan, para camat mengajak masyarakatnya untuk bergontong royong membersihkan areal lingkungan mereka, “kata
Yusriansyah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin yang juga sebagai Sekretaris Tim Adipura Kabupaten Tapin. Ada beberapa item yang menjadi penilaian dalam Adipura, sambung
Yusriansyah, diantaranya yakni adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di ruang lingkup perkantoran. Selain itu, tersedianya tempat pembuangan sampah kering, dan sampah basah di sekolah-sekolah yang ada di Tapin maupun perkantoran. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga salah satu yang
dinilai pada Adipura, dimana point penilaian untuk TPA ini sangat tinggi. Juga terminal, pasar, dan Drainase. “Pada penilaian tahap pertama Adipura, itu masih pasar lama Rantau yang dinilai. Dan pada penilaian tahap kedua kali ini pasar Keraton akan dinilai. Selain itu
juga TPA yang ada saat ini, “tambahnya. (Rull)
H.Yusriansyah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin, mengatakan, “Untuk mendapatkan point dalam perolehan Adipura kemungkinan bisa dilakukan. Hal ini jika ada dukungan seluruh pihak baik jajaran di Pemerintah Daerah Tapin, swasta maupun masyarakat. Untuk itu mari kita dukung ide
Bupati Tapin yang menginginkan kota Rantau ini hijau, karena walau bagaimanapun penghijauan merupakan salah satu item penilaian adipura, “katanya kemarin.
Kita usulkan program penghijauan, dimana kita adakan penghijauan tanaman dengan menanam pohon-pohon di dekat perkantoran, dan juga tempat umum lainnya seperti kita adakan pot-pot bunga di trotoar jalan, sekaligus penanaman pohonnya agar kota Rantau terlihat hijau, bersih dan indah. Lantas bagaimana untuk menjalankan program ini. Dikatakan Yusriansyah, “Kalau kita menyuruh, sementara kita belum berbuat sesuatu, lantas bagaimana penilaiannya. Karena walau bagai
manapun itu perlu contoh, “katanya.
Dalam menjalankan program ini kalau menunggu anggaran dana APBD saja, kapan mau berjalan program ini. Untuk itu disamping ada dukungan dari APBD kita juga coba menggalang kerjasama dengan pihak ketiga seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Tapin, lembaga keuangan perbankan, atau bisa juga sumbangan dari dinas-dinas terkait. Misalnya, perusahaan-perusahaan pertambangan atau perkebunan yang bersedia membantu tanaman pohon untuk penghijauan, dan pihak bank maupun dinas
terkait menyumbang wadah pohon seperti pot bunga yang nantinya ditanam di lokasi yang dinilai strategis seperti trotoar jalan, sekolah-sekolah maupun perkantoran di daerah ini. “Kita yakin apabila kita sama-sama bekerja, apa yang kita cita-citakan dalam rangka
mendongkrak nilai adipura dapat meningkat, “katanya.
Selain itu, sambung Yusriansyah, program yang kita maksud bukan bertujuan hanya untuk adipura saja. “Namun yang terpenting lingkungan kita bersih, indah, nyaman dan mendapatkan budaya yang ramah lingkungan, “katanya.
Adipura 2012
“Dalam rangka menyongsong penilaian Adipura tahun ini, Tim Adipura Kabupaten Tapin mulai bergerak. Diantaranya, gerakan seperti yang dilakukan Ketua Tim Adipura Tapin yang di ketuai Sekda Tapin, dr.Rachmadi mulai melaksanakan kegiatan dalam rangka meningkatkan nilai adipura di daerah ini. Diantaranya dengan mengunjungi kantor-kantor pada selasa kemarin, dan meminta seluruh PNS di kantor-kantor untuk berbenah. Selanjutnya nanti kita akan menggalakan
kembali program jum’at bersih, dimana usai senam olahraga jum’at pagi, para PNS di Tapin melaksanakan bersih-bersih di kantor-kantor sesuai jadwal. Juga di kecamatan, para camat mengajak masyarakatnya untuk bergontong royong membersihkan areal lingkungan mereka, “kata
Yusriansyah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapin yang juga sebagai Sekretaris Tim Adipura Kabupaten Tapin. Ada beberapa item yang menjadi penilaian dalam Adipura, sambung
Yusriansyah, diantaranya yakni adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di ruang lingkup perkantoran. Selain itu, tersedianya tempat pembuangan sampah kering, dan sampah basah di sekolah-sekolah yang ada di Tapin maupun perkantoran. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga salah satu yang
dinilai pada Adipura, dimana point penilaian untuk TPA ini sangat tinggi. Juga terminal, pasar, dan Drainase. “Pada penilaian tahap pertama Adipura, itu masih pasar lama Rantau yang dinilai. Dan pada penilaian tahap kedua kali ini pasar Keraton akan dinilai. Selain itu
juga TPA yang ada saat ini, “tambahnya. (Rull)
Senin, 19 Maret 2012
Listrik PLN Byar Pet Warnet Terancam Rugi
RANTAU, – Pemadaman listrik terjadi di wilayah kota Rantau
sekitarnya pada Sabtu (17/3) kemarin. Kurang lebih selama 8 jam aliran
listrik pada unit dua Rantau padam total. Ketika di konfirmasi petugas
PLN ranting Rantau pada Sabtu kemarin, petugas tersebut
membenarkan pemadaman yang terjadi. Dikatakanya, “Kebetulan hari ini
(red.sabtu) pelayanan administrasi sedang libur sehingga survevisor
dan kepala PLN tak ada di tempat. Namun terkait pemadaman yang terjadi
memang benar adanya karena kita sedang melaksanakan jadwal perawatan
mesin di unit dua kota Rantau sehingga kota Rantau dan sekitarnya
padam total. Sementara untuk kawasan seperti Tatakan dan Binuang itu
tidak padam, hanya di kota Rantau saja yang padam, “kata petugas PLN
saat di konfirmasi.
“Kita sedang melaksanakan jadwal perawatan setiap 6 bulan sekali, dan
dalam perawatan ini mau tak mau listrik kita padamkan. Selain itu,
petugas kita juga sedang mamantau jaringan listrik yang terkena
ranting pohon, dan sekiranya hal itu terdapat mau tak mau kita harus
tebang ranting pohon yang mengenai jaringan kabel listrik itu,
“katanya.
Sementara terkait padamnya listrik di sisi pelanggan, sejumlah pelaku
usaha seperti warung internet dan penjual voucher elektronik keluhkan
padamnya listrik yang terjadi pada sabtu kemarin. Adi warga
kota Rantau mengatakan, “Ya kalau listrik padam seperti ini tentunya
kita rugi waktu selama 8 jam, dimana kalau tidak mati lampu, pc
computer di warnet kan digunakan untuk pelanggan. Kalau mati lampu seperti
ini tentunya pendapatan kita dalam sehari jelas berkurang, “katanya.
Begitupun pedagang voucher dan applikasi hp, “Ya kalau mati lampu
dengan waktu yang lama banyak persiapan yang harus kita persiapkan
tentunya seperti batterai listrik harus penuh, sehingga kita tak
kehabisan energy baterai, “kata mama bunga, kemarin.
Sementara pedagang lainnya seperti penjual popok bayi dan
perlengkapannya di pasar Rantau Isah, sehari sebelumnya mengatakan,
“Malam tadi itu padam sebentar saja, sehabis maghrib dan listrik baru
menyala lagi pada seusai Isya. Mendengar pengumuman PLN di Radio
bahwasanya pada besok (red.Sabtu kemarin) listrik akan padam selama 8
jam, dimulai dari pukul 8:30 Wita hingga Sore pukul 15:30 Wita,
“katanya.
Selain itu, suasana Pesta Rakyat BRI undian Simpedes di warnai Byarpet
PLN selama seharian dengan durasi waktu kurang lebih 8 jam. Pesta
rakyat undian simpedes yang dilaksanakan BRI berlangsung tanpa aliran
listrik PLN di gedung Ruhui Rahayu, sabtu kemarin. Pesta berlangsung
hanya menggunakan mesin genset bertuliskan Telkom yang menandakan
bahwa dalam Pesta ini BRI meminjam asset Telkomsel setiap menghadapi
permasalahan byarpet listrik. (Rull)
sekitarnya pada Sabtu (17/3) kemarin. Kurang lebih selama 8 jam aliran
listrik pada unit dua Rantau padam total. Ketika di konfirmasi petugas
PLN ranting Rantau pada Sabtu kemarin, petugas tersebut
membenarkan pemadaman yang terjadi. Dikatakanya, “Kebetulan hari ini
(red.sabtu) pelayanan administrasi sedang libur sehingga survevisor
dan kepala PLN tak ada di tempat. Namun terkait pemadaman yang terjadi
memang benar adanya karena kita sedang melaksanakan jadwal perawatan
mesin di unit dua kota Rantau sehingga kota Rantau dan sekitarnya
padam total. Sementara untuk kawasan seperti Tatakan dan Binuang itu
tidak padam, hanya di kota Rantau saja yang padam, “kata petugas PLN
saat di konfirmasi.
“Kita sedang melaksanakan jadwal perawatan setiap 6 bulan sekali, dan
dalam perawatan ini mau tak mau listrik kita padamkan. Selain itu,
petugas kita juga sedang mamantau jaringan listrik yang terkena
ranting pohon, dan sekiranya hal itu terdapat mau tak mau kita harus
tebang ranting pohon yang mengenai jaringan kabel listrik itu,
“katanya.
Sementara terkait padamnya listrik di sisi pelanggan, sejumlah pelaku
usaha seperti warung internet dan penjual voucher elektronik keluhkan
padamnya listrik yang terjadi pada sabtu kemarin. Adi warga
kota Rantau mengatakan, “Ya kalau listrik padam seperti ini tentunya
kita rugi waktu selama 8 jam, dimana kalau tidak mati lampu, pc
computer di warnet kan digunakan untuk pelanggan. Kalau mati lampu seperti
ini tentunya pendapatan kita dalam sehari jelas berkurang, “katanya.
Begitupun pedagang voucher dan applikasi hp, “Ya kalau mati lampu
dengan waktu yang lama banyak persiapan yang harus kita persiapkan
tentunya seperti batterai listrik harus penuh, sehingga kita tak
kehabisan energy baterai, “kata mama bunga, kemarin.
Sementara pedagang lainnya seperti penjual popok bayi dan
perlengkapannya di pasar Rantau Isah, sehari sebelumnya mengatakan,
“Malam tadi itu padam sebentar saja, sehabis maghrib dan listrik baru
menyala lagi pada seusai Isya. Mendengar pengumuman PLN di Radio
bahwasanya pada besok (red.Sabtu kemarin) listrik akan padam selama 8
jam, dimulai dari pukul 8:30 Wita hingga Sore pukul 15:30 Wita,
“katanya.
Selain itu, suasana Pesta Rakyat BRI undian Simpedes di warnai Byarpet
PLN selama seharian dengan durasi waktu kurang lebih 8 jam. Pesta
rakyat undian simpedes yang dilaksanakan BRI berlangsung tanpa aliran
listrik PLN di gedung Ruhui Rahayu, sabtu kemarin. Pesta berlangsung
hanya menggunakan mesin genset bertuliskan Telkom yang menandakan
bahwa dalam Pesta ini BRI meminjam asset Telkomsel setiap menghadapi
permasalahan byarpet listrik. (Rull)
320 Positif Malaria Di Tapin
RANTAU, Nampaknya jumlah penderita malaria di Kabupaten Tapin selama tahun 2011 hingga Maret 2012 masih tinggi. Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin jumlah penderita yang positif terkena malaria di daerah ini ada 320 orang untuk data di tahun 2011 lalu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala dinas Kesehatan, Erani Martin, SKM melalui Kasi pemberantasan dan penelitian penyakit, di Dinkes Tapin, Rahmat Noor, Rabu (14/3) kemarin.
Jumlah ini dinyatakan positif terjadi di 26 desa yang ada di Kabupaten Tapin, sementara pengidap malaria dominan lebih banyak ada di Kecamatan Piani. “Pada tahun 2012 terhitung sampai bulan Maret ini, jumlah penderita malaria itu ada yang positif, namun belum terdaftar, “katanya.
Yang terjangkit masih didominasi warga yang bekerja menambang di kawasan hutan, untuk itu diminta untuk waspada. Bahkan dari jumlah data di tahun 2011 lalu, ada 4 orang yang meninggal dunia akibat terserang malaria ini. Diantaranya warga Binuang 1 orang, Pandahan 1 orang, Bakarangan 1 orang, dan Banua Padang 1 orang.
Adapun gejala tanda-tanda penyakit malaria yakni tubuh terasa dingin dan sakit kepala, penderita menggigil.Selain itu sekujur dingin di-ikuti demam, bahkan kulit berwarna kuning. Di daerah kita penularan penyakit malaria sebagian besar melalui gigitan nyamuk jenis vector malaria. Misalnya, ungkap Rahmat, “warga yang bekerja di luar daerah terkena gigitan nyamuk pembawa Malaria, dan kembali ke Tapin dengan membawa penyakit malaria, di rumah Ia tidur tidak menggunakan kelambu hingga digigit nyamuk, secara tidak langsung nyamuk tersebut membawa vector malaria yang bisa menyerang siapa saja yang digigit nyamuk itu, “katanya.
Dalam menanggulangi kasus malaria ini, dinas kesehatan Tapin sudah menyalurkan bantuan obat-obatan dan kelambu berinsektisida produk buatan zerman yang gunanya untuk meminimalisir serangan malaria. Pembagian kelambu telah dibagikan dan di fokuskan pada daerah-daerah yang banyak terjadi kasus gigitannya seperti di kecamatan Piani.
Adapun penyebab penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk. Ada tiga jenis nyamuk di daerah kita seperti Falciparum penyebab penyakit malaria tropika, jenis malaria ini dapat menimbulkan kematian. Selain itu juga jenis Vivax, dan Mix.
Adapun tindakan pencegahan, warga diminta untuk tidur dengan kelambu, memberi kawat kasa pada lubang angin ventilasi ruangan, dan tindakan lainnya untuk mencegah gigitan nyamuk.Selain itu juga yang lebih penting adalah menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan tempat tinggal, dan tempat-tempat yang berpotensi akan menjadi sarang nyamuk.Demikian Rahmat Noor. (rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala dinas Kesehatan, Erani Martin, SKM melalui Kasi pemberantasan dan penelitian penyakit, di Dinkes Tapin, Rahmat Noor, Rabu (14/3) kemarin.
Jumlah ini dinyatakan positif terjadi di 26 desa yang ada di Kabupaten Tapin, sementara pengidap malaria dominan lebih banyak ada di Kecamatan Piani. “Pada tahun 2012 terhitung sampai bulan Maret ini, jumlah penderita malaria itu ada yang positif, namun belum terdaftar, “katanya.
Yang terjangkit masih didominasi warga yang bekerja menambang di kawasan hutan, untuk itu diminta untuk waspada. Bahkan dari jumlah data di tahun 2011 lalu, ada 4 orang yang meninggal dunia akibat terserang malaria ini. Diantaranya warga Binuang 1 orang, Pandahan 1 orang, Bakarangan 1 orang, dan Banua Padang 1 orang.
Adapun gejala tanda-tanda penyakit malaria yakni tubuh terasa dingin dan sakit kepala, penderita menggigil.Selain itu sekujur dingin di-ikuti demam, bahkan kulit berwarna kuning. Di daerah kita penularan penyakit malaria sebagian besar melalui gigitan nyamuk jenis vector malaria. Misalnya, ungkap Rahmat, “warga yang bekerja di luar daerah terkena gigitan nyamuk pembawa Malaria, dan kembali ke Tapin dengan membawa penyakit malaria, di rumah Ia tidur tidak menggunakan kelambu hingga digigit nyamuk, secara tidak langsung nyamuk tersebut membawa vector malaria yang bisa menyerang siapa saja yang digigit nyamuk itu, “katanya.
Dalam menanggulangi kasus malaria ini, dinas kesehatan Tapin sudah menyalurkan bantuan obat-obatan dan kelambu berinsektisida produk buatan zerman yang gunanya untuk meminimalisir serangan malaria. Pembagian kelambu telah dibagikan dan di fokuskan pada daerah-daerah yang banyak terjadi kasus gigitannya seperti di kecamatan Piani.
Adapun penyebab penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk. Ada tiga jenis nyamuk di daerah kita seperti Falciparum penyebab penyakit malaria tropika, jenis malaria ini dapat menimbulkan kematian. Selain itu juga jenis Vivax, dan Mix.
Adapun tindakan pencegahan, warga diminta untuk tidur dengan kelambu, memberi kawat kasa pada lubang angin ventilasi ruangan, dan tindakan lainnya untuk mencegah gigitan nyamuk.Selain itu juga yang lebih penting adalah menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan tempat tinggal, dan tempat-tempat yang berpotensi akan menjadi sarang nyamuk.Demikian Rahmat Noor. (rull)
Selasa, 13 Maret 2012
Kobaran Api Hanguskan 3 buah Rumah
RANTAU, – Kobaran api ludeskan tiga buah rumah di kawasan padat
penduduk Rangda Malingkung RT.4, Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan
Tapin Utara, Senin (12/3) dini hari kemarin pukul 00:30 Wita. Kobaran api
yang membesar dan menghanguskan tiga buah rumah yang kebanyakan terbuat
dari kayu tersebut terjadi disaat sebagian warga tengah tertidur lelap.
Warga masyarakat didampingi petugas BPK, tim rescue 922 Tapin berjuang
memadamkan api yang makin membesar tersebut. Akhirnya selama kurang lebih 2
jam-an, kobaran api berhasil dipadamkan.
Saat kejadian warga meminta bantuan kepada petugas BPK, bahkan sebagian
warga ada juga yang mengumumkannya melalui microphone masjid bahwa telah
terjadi musibah kebakaran sebagai antisipasi agar api tidak merembet dan
membesar. “Api…Api…Api… awas api, “kata warga setempat yang meminta bantuan
sekaligus meminta warga agar jangan larut terlelap. Sontak beberapa warga
terbangun dan memukul kentongan sambil berlari ke lokasi kejadian untuk
turut membantu memadamkan api yang sudah membesar dan menghanguskan rumah
penduduk.
Warga berlarian untuk menyelamatkan harta benda, sekaligus turut berusaha
memadamkan api dengan memanfaatkan peralatan seadanya. Lokasi kejadian
kebakaran tepat berada dipinggir sungai Tapin atau berseberangan dengan
masjid Baiturahmah pasar lama Rantau. Tidak ada korban jiwa dalam insiden
ini, namun diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Sugiri, kordinator Tagana Kabupaten Tapin mengatakan, “Tak ada korban jiwa
dalam insiden kebakaran ini. Kebakaran terjadi pukul 00:30 Wita, dan
Alhamdulilah api berhasil dipadamkan oleh petugas secara cepat. Terdata
dalam insiden kebakaran ini ada sebanyak 3 buah rumah dengan 4 kepala
keluarga, “katanya kepada Matabanua.
Kita juga telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan sembako, sandang,
pakaian, peralatan dapur, dan sebuah tenda darurat. “Ada 1 keluarga yang
tidak ada sanak keluarganya dan untuk sementara kita buatkan tenda darurat,
“pungkasnya. *(Rull)*
Senin, 20 Februari 2012
PHBI Tapin Gelar Maulid
RANTAU, – Dalam rangka menyambut hari lahirnya Nabi Muhammad.SAW atau Maulid Nabi, Persatuan Hari Besar Islam bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Tapin menggelar mauled Rasul di Masjid Raya Nurul Falah Rantau, Rabu (15/2) pagi kemarin. Acara maulid Rasulullah SAW turut dimeriahkan oleh lantunan group penerbang yang membaca syair-syair maulid dan salawat rasul, dan dihadiri Alim Ulama, Wakil Bupati Tapin, Drs.Akhmad Fauzi, MAP, Ketua DPRD Tapin, Drs.HM.Arifin Arpan, Kepala satuan kerja perangkat daerah, camat, dan masyarakat muslim di Tapin. Selain itu mauled rasul ini juga dihadiri lembaga dakwah Jamaah Islamiah dari Negara Thailand.
Ketua PHBI Kabupaten Tapin, HM.Yamani mengatakan, “Dalam memperingati mauled rasul yang dilaksanakan tahun ini tentunya sangat berbeda dibandingkan sebelumnya karena undangan yang kita sebar dan hadir tidak hanya ulama dalam negeri saja yang hadir, melainkan ada ulama dari negera Thailand, “katanya.
Maulid yang dilaksanakan merupakan salah satu kegiatan tahunan yang kita laksanakan atas kerjasama Pemerintah Daerah Tapin dengan Pemerintah Kabupaten Tapin. “Terlaksananya kegiatan maulid ini atas bantuan dari Bupati Tapin dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, “katanya.
Sementara Wakil Bupati Tapin, Drs.Akhmad Fauzi, MAP dalam sambutannya menyampaikan, “Peringatan Maulid Rasullulah SAW yang kita laksanakan merupakan sebagai ungkapan penghormatan dan bersuka cita yang mendalam kepada Nabi Muhammad.SAW. Dimana kita patut mensyukuri dapat melaksanakan maulid ini, untuk itu sosok nabi Muhammad.SAW merupakan sosok pemimpin yang patut kita teladani perilaku dan kepemimpinannya, “katanya dalam sambutannya.
Dalam tausiahnya, Al Mukaram H.Rusdiansyah, menyampaikan, “Pada 4.000 tahun yang lalu Nabi Ibrahim.AS memohon berdoa kepada Allah, dimana nabi Ibrahim meminta Ya Allah ya tuhanku bangkitkan seorang rasul di akhir nanti. Nampaknya doa nabi Ibrahim dikabulkan Allah, dimana pada malam jum’at nor muhammad yang berada didalam sulbi Abdullah Bin Abdul Muthalib berpindah kedalam rahim ibunya Siti Aminah. Sejak dalam kandungan Nabi Muhammad.SAW telah ditinggal ayahnya yang meninggal dunia, dan lahir Subuh Senin tanggal 12 rabiul awal. Pada umur 25 tahun nabi kita menikah dengan seorang perempuan bernama Khadijah berumur 40 tahun, wanita yang dermawan, lagi kaya. Dan pada usia beliau 40 tahun Nabi Muhamamad menjadi rasullulah, dan pada umur 53 tahun beliau hijrah ke kota Madinah. Dan pada umur 63 tahun beliau diwafatkan Allah.SWT. Kita sebagai umatnya patut meneladani akhlak beliau, karena memang banyak teladan yang ada pada diri beliau, “katanya.
“Bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW, pada bulan inilah seluruh umat muslim merayakan maulid Nabi dengan berbagai macam kegiatan. Pada moment di bulan Rabiul Awal ini, dan yang tak pernah terlewatkan oleh mereka sebagai tanda cinta mereka terhadap Rasululah.SAW dengan menyelenggarakan kegiatan membaca mauled habsy, mauled barjanzi, dan tradisi budaya islam, “katanya. (Rull)
Ketua PHBI Kabupaten Tapin, HM.Yamani mengatakan, “Dalam memperingati mauled rasul yang dilaksanakan tahun ini tentunya sangat berbeda dibandingkan sebelumnya karena undangan yang kita sebar dan hadir tidak hanya ulama dalam negeri saja yang hadir, melainkan ada ulama dari negera Thailand, “katanya.
Maulid yang dilaksanakan merupakan salah satu kegiatan tahunan yang kita laksanakan atas kerjasama Pemerintah Daerah Tapin dengan Pemerintah Kabupaten Tapin. “Terlaksananya kegiatan maulid ini atas bantuan dari Bupati Tapin dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, “katanya.
Sementara Wakil Bupati Tapin, Drs.Akhmad Fauzi, MAP dalam sambutannya menyampaikan, “Peringatan Maulid Rasullulah SAW yang kita laksanakan merupakan sebagai ungkapan penghormatan dan bersuka cita yang mendalam kepada Nabi Muhammad.SAW. Dimana kita patut mensyukuri dapat melaksanakan maulid ini, untuk itu sosok nabi Muhammad.SAW merupakan sosok pemimpin yang patut kita teladani perilaku dan kepemimpinannya, “katanya dalam sambutannya.
Dalam tausiahnya, Al Mukaram H.Rusdiansyah, menyampaikan, “Pada 4.000 tahun yang lalu Nabi Ibrahim.AS memohon berdoa kepada Allah, dimana nabi Ibrahim meminta Ya Allah ya tuhanku bangkitkan seorang rasul di akhir nanti. Nampaknya doa nabi Ibrahim dikabulkan Allah, dimana pada malam jum’at nor muhammad yang berada didalam sulbi Abdullah Bin Abdul Muthalib berpindah kedalam rahim ibunya Siti Aminah. Sejak dalam kandungan Nabi Muhammad.SAW telah ditinggal ayahnya yang meninggal dunia, dan lahir Subuh Senin tanggal 12 rabiul awal. Pada umur 25 tahun nabi kita menikah dengan seorang perempuan bernama Khadijah berumur 40 tahun, wanita yang dermawan, lagi kaya. Dan pada usia beliau 40 tahun Nabi Muhamamad menjadi rasullulah, dan pada umur 53 tahun beliau hijrah ke kota Madinah. Dan pada umur 63 tahun beliau diwafatkan Allah.SWT. Kita sebagai umatnya patut meneladani akhlak beliau, karena memang banyak teladan yang ada pada diri beliau, “katanya.
“Bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW, pada bulan inilah seluruh umat muslim merayakan maulid Nabi dengan berbagai macam kegiatan. Pada moment di bulan Rabiul Awal ini, dan yang tak pernah terlewatkan oleh mereka sebagai tanda cinta mereka terhadap Rasululah.SAW dengan menyelenggarakan kegiatan membaca mauled habsy, mauled barjanzi, dan tradisi budaya islam, “katanya. (Rull)
PUTS alat Pertanian Mengetahui Kondisi Lahan
RANTAU, – Guna mengetahui kondisi lahan pertanian, Para mantri tani di Kabupaten Tapin telah dibekali applikasi uji tanah dan pupuk yakni Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Adanya alat ini tentunya sangat membantu petani dan petugas pertanian ketika ingin mengetahui berapa kadar N,P dan K. Sehingga petani dapat mengetahui berapa takaran imbang pemberian pupuknya. Karena pemberian pupuk secara berimbang itu sangatlah penting guna menjaga tanaman.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, H.Masraniansyah, didampingi Petugas Kordinator Pengamat Hama Penyakit di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tapin, Masrani, kepada wartawan Selasa (14/2).
“PUTS ini bisa mengukur kadar hara N, P,K dan pH tanah di lapangan secara cepat, mudah, akurat, lagi murah. Bahkan petani untuk meminjam alat ini di mantri tani tanpa dikenai biaya. Pengaplikasiannya mengukur bagan warna dan menentukan berapa kadar pupuk yang direkomendasikan, “katanya.
Pemberian pupuk berimbang agar tanah subur, pemberian pupuk urea secara berlebihan itu dinilai dapat membuat tanah yang tadinya subur menjadi tidak subur sehingga mempengaruhi hasil padi nantinya. Mulailah memberikan pupuk berimbang secara tepat dosis agar hasilnya maksimal guna meningkatkan hasil pangan nasional. “Pemberian pupuk berimbang idealnya selain memberikan pupuk urea sesuai takaran itu harus ditambah dengan pupuk yang memiliki kandungan kalium dan fospat seperti jenis pupuk NPK, KCL, “katanya. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, H.Masraniansyah, didampingi Petugas Kordinator Pengamat Hama Penyakit di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tapin, Masrani, kepada wartawan Selasa (14/2).
“PUTS ini bisa mengukur kadar hara N, P,K dan pH tanah di lapangan secara cepat, mudah, akurat, lagi murah. Bahkan petani untuk meminjam alat ini di mantri tani tanpa dikenai biaya. Pengaplikasiannya mengukur bagan warna dan menentukan berapa kadar pupuk yang direkomendasikan, “katanya.
Pemberian pupuk berimbang agar tanah subur, pemberian pupuk urea secara berlebihan itu dinilai dapat membuat tanah yang tadinya subur menjadi tidak subur sehingga mempengaruhi hasil padi nantinya. Mulailah memberikan pupuk berimbang secara tepat dosis agar hasilnya maksimal guna meningkatkan hasil pangan nasional. “Pemberian pupuk berimbang idealnya selain memberikan pupuk urea sesuai takaran itu harus ditambah dengan pupuk yang memiliki kandungan kalium dan fospat seperti jenis pupuk NPK, KCL, “katanya. (Rull)
Kamis, 16 Februari 2012
Dinas Pertanian Tapin Deteksi Dini Serangan Hama Penyakit Tanaman
RANTAU, – Tanaman padi di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapin Tengah terkena penyakit cendawan akibat hama blast si buruk leher yang merusak batang tanaman dan juga hama wereng cokelat. Adanya penyakit ini positif adanya laporan dari petugas penyuluh dilapangan dan telah di cek oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapin.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, H.Masraniansyah, didampingi Petugas Kordinator Pengamat Hama Penyakit di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tapin, Masrani, Selasa (14/2) kemarin.
Dikatakan, Masrani, “Ada dua kelompok tani yang terserang penyakit ini. Diantaranya kelompok tani Desa Suka Ramai 1 dan Desa Suka Ramai 2. Tanaman padi kelompok tani di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapin Tengah terserang hama blast atau buruk leher yang merusak batang tanaman padi. Hama penyakit ini biasanya terjadi bila kondisi cuaca hujan dengan kelembaban sangat tinggi seperti yang terjadi beberapa minggu terakhir di Tapin. Hal tersebut memicu perkembangan organisme pengganggu tumbuhan berupa penyakit buruk leher, “kata sosok PNS yang meneliti Hama Penyakit Tanaman.
“Serangan terjadi untuk varietas padi jenis ciherang dan cibogo yang ditanam petani. Guna menanggulangi serangan tersebut petani di imbau untuk memberikan pupuk secara berimbang sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh petugas penyuluh lapangan setempat. Sebab jika tidak, dikatakan Masrani, pengguna pupuk urea secara berlebihan ke tanaman padi besar kemungkinan akan terkena hama ini, juga petani diminta rajin membersihkan areal tanaman mereka guna mengurangi intesitas kelembaban areal tanam. Apalagi kondisi alam saat ini di Tapin lembab karena hujan terus, dengan kondisi alam seperti ini varietas siam kardil dan r42 juga rawan terkena hama ini. Bahkan kita sudah menganjurkan kepada petani untuk tidak menanam varietas local siam kardil, karena rentan dengan serangan hama ini pada musim penghujan seperti sekarang , “katanya.
Mengetahui kondisi demikian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dalam rangka mendukung program pangan Nasional memberikan saran dan juga bantuan pengendalian dini ke lokasi areal tanaman padi milik petani yang terkena hama blast ini. “Kita sudah memiliki racun jenis fungsida score dari APBD sebanyak 250 Kg, dan sampai hari ini sudah kita salurkan ke masing-masing kecamatan sebanyak 10 Kg setiap kecamatan di Tapin. Dengan fungsida yang diberikan, petani dianjurkan untuk menyemprot areal tanaman yang terserang padi petani dengan itu, “katanya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tapin, H.Masraniansyah mengatakan, Dalam rangka mendukung program pangan nasional, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tapin membuat langkah cepat. Salah satunya dengan mengadakan gerakan dini massal disejumlah wilayah pertanian dengan berdampingan antara petugas pertanian, kelompok tani dan petani untuk mengendalikan populasi hama baik hama blast (cendana) dan hama wereng. “Sejak dini kita sudah mengetahui dan melihat adanya hama penyakit, bahkan fetisida untuk pengdalian kita sudah siapkan. Kemudian secara berkala pengamat hama kita selalu mengamati sekaligus meneliti areal sawah-sawah yang ada di Kabupaten Tapin, “katanya.(rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, H.Masraniansyah, didampingi Petugas Kordinator Pengamat Hama Penyakit di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tapin, Masrani, Selasa (14/2) kemarin.
Dikatakan, Masrani, “Ada dua kelompok tani yang terserang penyakit ini. Diantaranya kelompok tani Desa Suka Ramai 1 dan Desa Suka Ramai 2. Tanaman padi kelompok tani di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapin Tengah terserang hama blast atau buruk leher yang merusak batang tanaman padi. Hama penyakit ini biasanya terjadi bila kondisi cuaca hujan dengan kelembaban sangat tinggi seperti yang terjadi beberapa minggu terakhir di Tapin. Hal tersebut memicu perkembangan organisme pengganggu tumbuhan berupa penyakit buruk leher, “kata sosok PNS yang meneliti Hama Penyakit Tanaman.
“Serangan terjadi untuk varietas padi jenis ciherang dan cibogo yang ditanam petani. Guna menanggulangi serangan tersebut petani di imbau untuk memberikan pupuk secara berimbang sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh petugas penyuluh lapangan setempat. Sebab jika tidak, dikatakan Masrani, pengguna pupuk urea secara berlebihan ke tanaman padi besar kemungkinan akan terkena hama ini, juga petani diminta rajin membersihkan areal tanaman mereka guna mengurangi intesitas kelembaban areal tanam. Apalagi kondisi alam saat ini di Tapin lembab karena hujan terus, dengan kondisi alam seperti ini varietas siam kardil dan r42 juga rawan terkena hama ini. Bahkan kita sudah menganjurkan kepada petani untuk tidak menanam varietas local siam kardil, karena rentan dengan serangan hama ini pada musim penghujan seperti sekarang , “katanya.
Mengetahui kondisi demikian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dalam rangka mendukung program pangan Nasional memberikan saran dan juga bantuan pengendalian dini ke lokasi areal tanaman padi milik petani yang terkena hama blast ini. “Kita sudah memiliki racun jenis fungsida score dari APBD sebanyak 250 Kg, dan sampai hari ini sudah kita salurkan ke masing-masing kecamatan sebanyak 10 Kg setiap kecamatan di Tapin. Dengan fungsida yang diberikan, petani dianjurkan untuk menyemprot areal tanaman yang terserang padi petani dengan itu, “katanya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tapin, H.Masraniansyah mengatakan, Dalam rangka mendukung program pangan nasional, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tapin membuat langkah cepat. Salah satunya dengan mengadakan gerakan dini massal disejumlah wilayah pertanian dengan berdampingan antara petugas pertanian, kelompok tani dan petani untuk mengendalikan populasi hama baik hama blast (cendana) dan hama wereng. “Sejak dini kita sudah mengetahui dan melihat adanya hama penyakit, bahkan fetisida untuk pengdalian kita sudah siapkan. Kemudian secara berkala pengamat hama kita selalu mengamati sekaligus meneliti areal sawah-sawah yang ada di Kabupaten Tapin, “katanya.(rull)
Senin, 06 Februari 2012
Beberapa Prioritas Pembangunan Jalan dan Jembatan
RANTAU,– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tapin tetap optimis untuk mendukung segala program kerja instansinya, terutama dalam pembangunan sarana dan prasarana peningkatan jalan dan jembatan. Terdapat beberapa buah jalan yang menjadi prioritas utama oleh Dinas PU Tapin melalui bagian bina marga di tahun anggaran 2012 ini. Beberapa jalan yang dimaksud adalah jalan Rantau Baru I, Rantau Baru II, Kupang-Bypass, Binderang-Bypass, Jalan Margasari Utama, Jalan Lingkar Binuang.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Zainal Aqli, Kamis (26/1) kemarin diruang kerjanya.
“Tahun ini pembangunan jalan yang menjadi skala prioritas pembangunan meliputi diantaranya Rantau Baru, Binuang Baru, dan Margasari Baru. Pembangunan jalan di tiga kawasan tersebut bersumber dari APBN dibantu dengan APBD guna menunjang penguatan infrastruktur dan prasarana daerah di Tapin. Seperti pembangunan jalan lingkar Binuang, pembangunan jalan di kawasan Rantau Baru, dan pembangunan jalan yang diusulkan oleh masyarakat, “katanya.
Sementara itu, menyingkapi adanya keluhan warga masyarakat dan pendapat anggota DPRD Tapin masih ada sejumlah jalan dan jembatan di Kabupaten Tapin yang rusak rapuh lagi berlubang, Zainal Aqli mengakui salah satu jalan dan jembatan menuju Desa Bagak yang beberapa waktu lalu rusak lantaran musibah banjir waktu itu. Untuk tahun ini dana untuk perbaikan jalan dan jembatan itu tidak tersedia, namun tetap kita usulkan nanti di tahun berikutnya. Kita akan bangun jembatan disana yang memang menjadi keperluan masyarakat disana.
Terkait jalan itu, H.Nasrullah, anggota Komisi 3 DPRD Tapin mengatakan, “Melihat kondisi fakta dilapangan hampir sepanjang jalan rusak dan juga jembatan yang terbuat dari batang pohon nyiur itu tak dapat dilintasi, bukan tidak mungkin jembatan tersebut bisa saja merenggut korban jiwa. Melihat banyak kendaraan yang lalu lalang ditempat itu lebih memilih melintasi jalan pada aliran sungai tepat dibawah samping jembatan yang rusak tersebut, bagi mereka yang menggunakan mobil harus ekstra hati-hati, sebab mereka harus menggunakan jalan melintasi sungai, kuatir rubuh dengan kondisi alas jembatan terbuat dari kayu pohon nyiur yang nampak sudah rapuh, “katanya.
Ditambahkan H.Sulaiman Noor, anggota Komisi 3 DPRD Tapin ”Pembakal atau aparat desa setempat harus aktif, dan usulkan minta perbaikan jalan dan jembatan kepada Pemerintah Daerah agar diperbaiki. Kami mendukung jika jalan dan jembatan itu diperbaiki melihat faktanya yang memang rusak, kami terpaksa harus melintasi aliran sungai untuk menuju ke desa ini, ”pungkasnya. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Tapin, Zainal Aqli, Kamis (26/1) kemarin diruang kerjanya.
“Tahun ini pembangunan jalan yang menjadi skala prioritas pembangunan meliputi diantaranya Rantau Baru, Binuang Baru, dan Margasari Baru. Pembangunan jalan di tiga kawasan tersebut bersumber dari APBN dibantu dengan APBD guna menunjang penguatan infrastruktur dan prasarana daerah di Tapin. Seperti pembangunan jalan lingkar Binuang, pembangunan jalan di kawasan Rantau Baru, dan pembangunan jalan yang diusulkan oleh masyarakat, “katanya.
Sementara itu, menyingkapi adanya keluhan warga masyarakat dan pendapat anggota DPRD Tapin masih ada sejumlah jalan dan jembatan di Kabupaten Tapin yang rusak rapuh lagi berlubang, Zainal Aqli mengakui salah satu jalan dan jembatan menuju Desa Bagak yang beberapa waktu lalu rusak lantaran musibah banjir waktu itu. Untuk tahun ini dana untuk perbaikan jalan dan jembatan itu tidak tersedia, namun tetap kita usulkan nanti di tahun berikutnya. Kita akan bangun jembatan disana yang memang menjadi keperluan masyarakat disana.
Terkait jalan itu, H.Nasrullah, anggota Komisi 3 DPRD Tapin mengatakan, “Melihat kondisi fakta dilapangan hampir sepanjang jalan rusak dan juga jembatan yang terbuat dari batang pohon nyiur itu tak dapat dilintasi, bukan tidak mungkin jembatan tersebut bisa saja merenggut korban jiwa. Melihat banyak kendaraan yang lalu lalang ditempat itu lebih memilih melintasi jalan pada aliran sungai tepat dibawah samping jembatan yang rusak tersebut, bagi mereka yang menggunakan mobil harus ekstra hati-hati, sebab mereka harus menggunakan jalan melintasi sungai, kuatir rubuh dengan kondisi alas jembatan terbuat dari kayu pohon nyiur yang nampak sudah rapuh, “katanya.
Ditambahkan H.Sulaiman Noor, anggota Komisi 3 DPRD Tapin ”Pembakal atau aparat desa setempat harus aktif, dan usulkan minta perbaikan jalan dan jembatan kepada Pemerintah Daerah agar diperbaiki. Kami mendukung jika jalan dan jembatan itu diperbaiki melihat faktanya yang memang rusak, kami terpaksa harus melintasi aliran sungai untuk menuju ke desa ini, ”pungkasnya. (Rull)
Sujud Kepada Illahi Rabbi
Oleh
Nasrullah.
Sujud dari sholat kita baik itu dari
sholat wajib maupun yang sunah ternyata mengandung banyak manfaat dan hikmah
dibaliknya. Sujud merupakan bentuk penyerahan diri seseorang terhadap pemilik
jiwa seluruh insan di dunia yang tak lain adalah Allah.SWT. Sujud melibatkan 7
anggota tubuh yang bertumpu pada bumi, seperti dahi, 10 jari ujung mata kaki
kanan dan kiri, 2 tapak tangan kanan dan kiri, dan dua lutut kaki kanan dan
kiri.
Jadi
teringat dengan yang pernah disampaikan seseorang kiai
(ulama) terkait sujud ini, dan sampai saat ini pesan beliau masih tertanam di benak kepala seraya berharap
semoga ini “Pengetahuan” yang bermanfaat bagi kita semua. “Bahwasanya Allah.SWT
dekat dengan seseorang ketika Ia sedang sholat dalam posisi sujud. Bahkan dari
kesempurnaan sujud ini pula menentukan kesempurnaan ibadah kita terhadap Illahi ”.
“Tidak mendapat
pahala sholat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya dalam ruku dan
sujud”.
Dikatakannya,
“Dalam setiap sholat yang kita lakukan ada beberapa tahapan tata cara sholat yang
dinilai sangat penting dan menentukan. Diantaranya seperti takbir dan membaca
surat Al-Fatihah yang tidak boleh ditinggalkan. Juga posisi ruku dan sujud
seseorang ketika sholat merupakan salah satu rukun yang
juga tak boleh ketinggalan, “kata seorang Kiai.
Menurut Ia,
ada 7 bagian tubuh terlibat saat sujud, yakni pertama bagian wajah terdiri dari
dahi dan hidung. Kedua, 10 jari ujung mata kaki kanan dan kaki kiri. Ketiga, 2
tapak tangan kanan dan tangan kiri, dan Ke-empat dua lutut kaki kanan dan kiri.
“Jika kita perhatikan pada 10 jari ujung mata kaki banyak yang terabaikan oleh
para jamaah. Dimana hanya sebagian jari kaki saja yang terlipat sementara
lainnya seperti jari kaki kelingking dan manis tidak ikut terlipat dalam sujud.
Hendaknya demi kesempurnaan sholat, 10 jari kaki ikut terlipat dalam sujud,
“katanya.
Selain itu
pada saat ruku, kondisi punggung juga harus rata dan lurus. Demikian katanya.
Manfaat sujud dari sudut pandang medis
banyak, diantaranya adalah melancarkan sirkulasi peredaran darah dari jantung
ke otak disaat sujud sehingga dapat membuat otak semakin cerdas, karena otak
mendapatkan pasokan darah dan oksigen. “Sujud dapat membuat otak semakin cerdas”.
Percaya atau tidak ! kalau tak percaya rajin-rajinlah perbanyak sujud dan
buktikan sendiri kedahsyatan dari sujud kita kepada Illahi Rabbi.
Bagi yang
mengalami insomania atau sulit tidur, dengan perbanyak sujud ternyata dapat
memberikan dorongan seseorang mudah tertidur. Nggak perlu lagi deh membeli obat
tidur yang terbuat dari bahan kimia, cukup dengan sujud kepada Allah.SWT sulit
tidur dapat teratasi.
“Semoga
kita diberi hidayah berupa mampu sujud dan ruku sesuai tata cara dengan sholat
dan sujudnya nabi ”.
Ada
Pepatah mengatakan sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit. Ikatlah ilmu pengetahuan
dengan menulisnya. Alhamdulilah kami dapat hidayah untuk menulisnya disini dari
Allah. Semoga apa yang kita tulis menjadi bermanfaat, dan Allah.SWT
membentangkan ampunannya bagi kita semua. Ya Allah semoga engkau selalu
bentangkan cinta dan kasih sayangmu pada guru-guru yang mengajariku dan
naungilah mereka selalu.
Jumat, 03 Februari 2012
Rabiul Awal Warga Rayakan Maulid Rasul
RANTAU, – Bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW, pada bulan inilah seluruh umat muslim merayakan maulid Nabi dengan berbagi suka bersama antara sanak saudara, jiran tetangga, keluarga. Begitupun di Kabupaten Tapin, pada moment di bulan Rabiul Awal ini dan yang tak pernah terlewatkan oleh mereka yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad sebagai tanda cinta mereka terhadap Rasululah.SAW dengan menyelenggarakan kegiatan membaca mauled habsy, mauled barjanzi, dan tradisi budaya islam yang kental di daerah ini seperti prosesi beayun yang nanti pada tanggal 5 Febuari dilaksanakan di Masjid Al Mukarammah desa Banua Halat. Setidaknya inilah yang menjadi salah satu keunikan perayaan mauled nabi yang dilakanakan oleh warga mayarakat Tapin.
Kegiatan ini merupakan kegiatan ritual keagamaan dan kebudayaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sekali baik oleh Pemerintah Daerah, maupun warga desa yang melaksanakannya di rumah-rumah, lapangan terbuka maupun langgar dan masjid.
Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Arifin Noor melalui Kabid Kesenian dan Kebudayaan Disporabudpar Ibnu Mas’ud mengatakan belum lama tadi, “Prosesi beayun mauled akan dilaksanakan pada 5 Febuari 2012 ini. Upacara prosesi baayun maulid ini termasuk 100 event wisata nasional yang tercatat di kementerian Pariwisata RI dan juga pernah masuk MURI, kalau tahun lalu pesertanya mencapai 3.971, dan tahun ini bisa melebihi bahkan bisa tembus sampai 4.250 peserta, “katanya.
Sementara itu Koordinator Panitia Baayun Maulid Amat informasi terakhir peserta yang mendaftar sudah mencapai 3.000 orang baik anak-anak maupun orang dewasa bahkan yang lanjut usia juga ikut dalam prosesi maayun maulid.
Dijelaskannya, upacara prosesi baayun maulid ini merupakan sudah tradisi turun temurun dilaksanakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (Rull)
Kegiatan ini merupakan kegiatan ritual keagamaan dan kebudayaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sekali baik oleh Pemerintah Daerah, maupun warga desa yang melaksanakannya di rumah-rumah, lapangan terbuka maupun langgar dan masjid.
Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Arifin Noor melalui Kabid Kesenian dan Kebudayaan Disporabudpar Ibnu Mas’ud mengatakan belum lama tadi, “Prosesi beayun mauled akan dilaksanakan pada 5 Febuari 2012 ini. Upacara prosesi baayun maulid ini termasuk 100 event wisata nasional yang tercatat di kementerian Pariwisata RI dan juga pernah masuk MURI, kalau tahun lalu pesertanya mencapai 3.971, dan tahun ini bisa melebihi bahkan bisa tembus sampai 4.250 peserta, “katanya.
Sementara itu Koordinator Panitia Baayun Maulid Amat informasi terakhir peserta yang mendaftar sudah mencapai 3.000 orang baik anak-anak maupun orang dewasa bahkan yang lanjut usia juga ikut dalam prosesi maayun maulid.
Dijelaskannya, upacara prosesi baayun maulid ini merupakan sudah tradisi turun temurun dilaksanakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (Rull)
Proyek Fisik Pembangunan Pasar Binuang dan Margasari
RANTAU, – Tahun 2012 ini, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pekerjaan Umum membangun kembali dua pasar di kawasan Margasari Baru dan Binuang Baru sebagai prioritas pekerjaan. Untuk membangun dua pasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapin menganggarkan dana di APBD Tapin tahun anggaran 2012 senilai Rp.5 miliar untuk pembangunan pasar Kering Binuang, dan Rp.2,5 miliar untuk pembangunan pasar Margasari Baru.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir.Gusti Noorzaman melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Edy Priyatno, Kamis (26/1) kemarin diruang kerjanya.
Menurut Edy, “Untuk pasar kering Binuang itu dibangun diatas lahan seluas 6,4 hektar. Dari luasan lahan, 5 hektar sudah dibebaskan kepemilikannya dari warga oleh pemerintah daerah, sisanya 1,4 hektar direncanakan tahun ini dibebaskan seiring dengan dimulainya pembangunan fisik pasar kering Binuang, “katanya.
Pasar Binuang yang dibangun, lanjut Edy, ditargetkan selesai dalam kurun waktu 3 tahun. Selain pembangunan pasar Binuang, dilokasi tersebut juga akan dibangun terminal dan akses jalan menuju kawasan pasar. Lokasi pasar kering di kawasan Binuang Baru tersebut tak jauh dari pasar lama Binuang Baru, memiliki jarak sekitar 200 meter. Nantinya pedagang pasar lama Binuang direlokasi ke pasar Binuang Baru. “Untuk pertama dibangun fisik pasar kering seperti bangunan pasar buat pedagang pakaian, alat-alat rumah tangga, toko elektrik seperti alat listrik dan elektronik lainnya. Dilanjutkan kembali pasar basah untuk pedagang sayur mayur dan ayam, “katanya.
Pasar Margasari tahun 2012 ini juga dimulai pembangunan fisiknya dikawasan Margasari Baru dengan dana dari APBD Pemkab Tapin senilai 2,5 Miliar, dimana tonggak pancang sudah tertanam sebagai tanda dimulainya pembangunannya dikawasan itu. Selain dibangun pasar Margasari, didekat pasar akan dibangun terminal. Pembangunan pasar Margasari Baru ini ditargetkan selesai dengan jangka waktu lebih lama sekitar 4 tahun. (Rull)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir.Gusti Noorzaman melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Edy Priyatno, Kamis (26/1) kemarin diruang kerjanya.
Menurut Edy, “Untuk pasar kering Binuang itu dibangun diatas lahan seluas 6,4 hektar. Dari luasan lahan, 5 hektar sudah dibebaskan kepemilikannya dari warga oleh pemerintah daerah, sisanya 1,4 hektar direncanakan tahun ini dibebaskan seiring dengan dimulainya pembangunan fisik pasar kering Binuang, “katanya.
Pasar Binuang yang dibangun, lanjut Edy, ditargetkan selesai dalam kurun waktu 3 tahun. Selain pembangunan pasar Binuang, dilokasi tersebut juga akan dibangun terminal dan akses jalan menuju kawasan pasar. Lokasi pasar kering di kawasan Binuang Baru tersebut tak jauh dari pasar lama Binuang Baru, memiliki jarak sekitar 200 meter. Nantinya pedagang pasar lama Binuang direlokasi ke pasar Binuang Baru. “Untuk pertama dibangun fisik pasar kering seperti bangunan pasar buat pedagang pakaian, alat-alat rumah tangga, toko elektrik seperti alat listrik dan elektronik lainnya. Dilanjutkan kembali pasar basah untuk pedagang sayur mayur dan ayam, “katanya.
Pasar Margasari tahun 2012 ini juga dimulai pembangunan fisiknya dikawasan Margasari Baru dengan dana dari APBD Pemkab Tapin senilai 2,5 Miliar, dimana tonggak pancang sudah tertanam sebagai tanda dimulainya pembangunannya dikawasan itu. Selain dibangun pasar Margasari, didekat pasar akan dibangun terminal. Pembangunan pasar Margasari Baru ini ditargetkan selesai dengan jangka waktu lebih lama sekitar 4 tahun. (Rull)
Jumat, 20 Januari 2012
Dinas Pertanian Optimis Surplus Beras
RANTAU, – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tapin optimis dapat mencapai target pemerintah bahkan bisa melebihi dari yang ditargetkan pemerintah mengingat luas areal persawahaan padi di Kabupaten Tapin mencapai 61.500 hektar terdiri diantaranya lahan lebak/rawa, dan tadah hujan.
Hall tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikutura Tapin, H Masraniansyah SP, kepada sejumlah wartawan belum lama tadi.
“Dari yang ditargetkan Pemerintah kita optimis dengan luas lahan yang ada di Tapin dan produksi bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah bahkan bisa melebihi, terutama dengan mengandalkan lahan tadah hujan dan lebak/rawa itu bisa mencapai apa yang ditargetkan, “katanya optimis.
Memasuki musim tanam 2011-2012 ini sekaligus menyiapkan panen raya secara besar-besaran telah disiapkan lahan seluas 61.500 hektar yang tersebar dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Tapin Tengah, Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Lokpaikat, Kecamatan Tapin Selatan, Kecamatan Bungur, Kecamatan Hatungun dan Kecamatan Candi Laras Selatan.
Dari luasan lahan tersebut, untuk panen dari bulan maret-april seluas 39.969 hektar, kemudian panen bulan Agustus - September seluas 21.531 hektar, dengan total produksi padi mencapai 246.437 ton padi.
Selain mengadalkan lahan tadah hujan, kita juga turut didukung dengan program percepatan tanam di lahan lebak/rawa rendah, seperti di wilayah Matang Asam Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan dan Desa Masta Kecamatan Bakarangan dengan luasan lahan 2.450 hektar.
Saat ini kondisinya sebagian sudah melakukan aktifitas penanaman padi, juga diantaranya masih ada yang melakukan penyemaian benih padi. Menurut H.Uning, diperkirakan pada pertengahan Januari 2012 sudah selesai musim tanam penanaman padi dengan usia dari 100-105 hari itu sudah bisa panen. Selain itu, selama masa tanam hingga panen nanti itu tetap dalam pengawasan penyuluh, dimana penyuluh pertanian dengan kelompok tani dan petani melaksanakan pertemuan sebanyak sepuluh kali, pertemuan di gelar dan dijadwalkan dua minggu sekali. Demikian H.Uning. (Rull)
Hall tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikutura Tapin, H Masraniansyah SP, kepada sejumlah wartawan belum lama tadi.
“Dari yang ditargetkan Pemerintah kita optimis dengan luas lahan yang ada di Tapin dan produksi bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah bahkan bisa melebihi, terutama dengan mengandalkan lahan tadah hujan dan lebak/rawa itu bisa mencapai apa yang ditargetkan, “katanya optimis.
Memasuki musim tanam 2011-2012 ini sekaligus menyiapkan panen raya secara besar-besaran telah disiapkan lahan seluas 61.500 hektar yang tersebar dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Tapin Tengah, Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Lokpaikat, Kecamatan Tapin Selatan, Kecamatan Bungur, Kecamatan Hatungun dan Kecamatan Candi Laras Selatan.
Dari luasan lahan tersebut, untuk panen dari bulan maret-april seluas 39.969 hektar, kemudian panen bulan Agustus - September seluas 21.531 hektar, dengan total produksi padi mencapai 246.437 ton padi.
Selain mengadalkan lahan tadah hujan, kita juga turut didukung dengan program percepatan tanam di lahan lebak/rawa rendah, seperti di wilayah Matang Asam Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan dan Desa Masta Kecamatan Bakarangan dengan luasan lahan 2.450 hektar.
Saat ini kondisinya sebagian sudah melakukan aktifitas penanaman padi, juga diantaranya masih ada yang melakukan penyemaian benih padi. Menurut H.Uning, diperkirakan pada pertengahan Januari 2012 sudah selesai musim tanam penanaman padi dengan usia dari 100-105 hari itu sudah bisa panen. Selain itu, selama masa tanam hingga panen nanti itu tetap dalam pengawasan penyuluh, dimana penyuluh pertanian dengan kelompok tani dan petani melaksanakan pertemuan sebanyak sepuluh kali, pertemuan di gelar dan dijadwalkan dua minggu sekali. Demikian H.Uning. (Rull)
Kamis, 12 Januari 2012
Kebun Karet Warga Tercemar Libah Batubara Diduga Milik KPP
(Diduga Milik Perusahaan Nasional PT.Kalimantan Prima Persada (KPP)
Rantau, Kalimantan Selatan - Menjelang akhir tahun 2011 gedung DPRD kabupaten Tapin belakangan ini sering didatangi oleh warga yang ingin menyampaikan keluhan yang melanda perkebunan mereka dalam beberapa hari terakhir.
Rabu (21/12) lalu sejumlah warga desa Salam Babaris kecamatan Salam Babaris kabupaten Tapin kembali datangi rumah rakyat atau gedung DPRD Tapin, kedatangan sejumlah warga ini menyampaikan masalah kebun karetnya yang tidak mengalami perkembangan, bahkan ada sebagian yang mati. Diduga penyebabnya karena terjadi pencemaran oleh limbah batubara milik salah satu perusahaan Nasional, mengingat di kawasan tersebut banyak lokasi tambang batubara dan lintasan angkutan tambang.
Kedatangan sejumlah warga desa Salam Babaris ke DPRD Tapin ini dipimpin oleh kepala desanya Saidi Noor yang didampingi empat orang warganya. Keempat warga tersebut adalah Soeryoto, Prayoga, Mukmin dan Supri.
Dikatakan warga tersebut di hadapan komisi II yang dipimpin oleh M Padli, didampingi oleh anggota komisi II lainnya antara lain Bachtiar Effendi dan Syamsul Bahar serta perwakilan dari Dinas pertambangan dan Badan Lingkungan Hidup kabupaten Tapin, bahwa kedatangan mereka ke dewan ini hanyalah untuk menyampaikan keluhan lantaran lahan kebun karet mereka tercemar limbah batubara.
“ Karet kami produksinya mulai berkurang dan bahkan ada sebagian yang mati karena adanya libah batubara yang mengenai perkebunan kami, ”kata Prayoga.
Menurutnya permasalahan ini sudah berlangsung setahun yang lalu bahkan pihaknya sudah menyampaikan beberapa pucuk surat kepada dinas terkait dan juga kepada sejumlah perusahaan tambang, namun hingga kini belum ada tanggapan.
“ Karena itu kami hari ini datang ke dewan guna menyampaikan permasalahan ini agar bisa segera disikapi, Karena kami hanyalah sebagai petani karet yang hanya mengandalkan hasil perkebunan, ”katanya.
Sementara itu kepala desa Salam Babaris Saidi Noor menambahkan bahwa pencemaran limbah batubara ini diduga berasal dari jalan tambang batubara yang dilalui oleh PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) yang limbahnya mengalir pada lahan karet milik masyarakat.
“ Kami berharap pihak perusahaan bertanggung jawab dan bersedia melakukan ganti rugi terhadap gangguan limbah batubara tersebut, berdasarkan pendataan ada 40 petani yang dirugikan karena pencemaran ini,” katanya.
Untuk memastikan terjadinya kerusakan lahan kebun karet milik petani ini anggota Dewan bersama sejumlah instansi terkait melakukan peninjauan langsung dilapangan dan tepatnya di desa Salam Babaris Km 45 hingga Km 47 dilakukan peninjauan.
Dan oleh anggota komisi II DPRD Tapin M. padli dan Bachtiar Effendi, untuk menyikapi masalah ini Ia minta kepada dinas Pertambangan dan Badan lingkungan Hidup setempat untuk menginventariser para pengusaha tambang yang ada di wilayah tersebut untuk dipertemukan dengan warga agar bisa segera dicarikan solusinya. (Rull)
Batu Bara Kalimantan Selatan
Bindrang
Selama ini batubara di Kalimantan Selatan merupakan mahkota emas di mata Nasional maupun Internasional. Betapa tidak, jika hasil batubara bara yang diekspor sampai keluar negeri sudah melampaui target yang ditentukan. Batubara juga sudah banyak menyerap investor investor asing yang sudah menanamkan modalnya diusaha pertambangan di Kalimantan Selatan ini.
Akan tetapi batubara juga sudah banyak menyumbang terjadinya kerusakan lingkungan yang mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Walaupun mereka para pengusaha selalu mengatakan kami sangat memperhatikan lingkungan. Kami sudah melakukan reklamasi, reboisasi dan macam macamlah.
Namun kenyataannya tidak seperti itu, kejadian yang selama ini dirasakan Masyarakat adala bukti bahwa pertambangan sudah banyak merugikan Masyarakat daripada menguntungkan.
Namun kalau kita mau bicara untung rugi, maka sudah jelas Masyarakatlah yang paling dirugikan. Betapa tidak, debu yang ditimbulakan oleh aktivitas pertambangan sudah banyak menyebabkan munculnya penyakit gangguan pernapasan/ isfa.
Sedangkan Pemerintah, sepertinya tidak peduli dengan kenyataan yang sudah menimpa Masyarakatnya. Hanya demi PAD masyarakat harus dikalahkan, masyarakat harus menerima dampak burknya.
Ternyata dampak yang ditimbulkan oleh pertamabangan bukan hanya menurunnya kualitas kesehatan fisik akan tetapi juga berdampak pada kesehatan jiwa dan cara berpikir yang sehingga tidak ada lagi nurani.
Sudah jelas batubara sangat merugikan Masyarakat, mulai dari aktivitas dilokasi pertambangan, pengangkutan, sampai stockpile. Namun mungkin dengan alasan PAD Pemerintah jadi buta. Walaupun tercatat kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh truk batubara selama ini sangat besar.
Lalu pertanyaannya adalah, sampai kapan kejadian ini terus berlangsung. Apakah sampai bumi Antasari ini berubah menjadi gurun, atau sampai Masyarakat mati. Tidak cukupkah bukti yang ada, sehingga Pemerintah masih mencari cari dan meraba raba bahwa tambang adalah penyumbang kerusakan lingkungan dan mental Masyarakat di Kalsel.
Teragis memang tapi inilah kenyataan yang harus kita hadapi, apakah kita harus diam sambil menunggu mereka para pemimpin dan wakil rakyat sadar. Dan membuka mata yang sudah ditutupi oleh uang dengan bahasa lainnya adalah PAD.
Sebuah kalimat yang pantas diucapkan dan dilakukan adalah, mari kita Masyarakat Kalsel bersama sama tolak tambang, dan semua bentuk kekerasan.
Rantau, Kalimantan Selatan - Menjelang akhir tahun 2011 gedung DPRD kabupaten Tapin belakangan ini sering didatangi oleh warga yang ingin menyampaikan keluhan yang melanda perkebunan mereka dalam beberapa hari terakhir.
Rabu (21/12) lalu sejumlah warga desa Salam Babaris kecamatan Salam Babaris kabupaten Tapin kembali datangi rumah rakyat atau gedung DPRD Tapin, kedatangan sejumlah warga ini menyampaikan masalah kebun karetnya yang tidak mengalami perkembangan, bahkan ada sebagian yang mati. Diduga penyebabnya karena terjadi pencemaran oleh limbah batubara milik salah satu perusahaan Nasional, mengingat di kawasan tersebut banyak lokasi tambang batubara dan lintasan angkutan tambang.
Kedatangan sejumlah warga desa Salam Babaris ke DPRD Tapin ini dipimpin oleh kepala desanya Saidi Noor yang didampingi empat orang warganya. Keempat warga tersebut adalah Soeryoto, Prayoga, Mukmin dan Supri.
Dikatakan warga tersebut di hadapan komisi II yang dipimpin oleh M Padli, didampingi oleh anggota komisi II lainnya antara lain Bachtiar Effendi dan Syamsul Bahar serta perwakilan dari Dinas pertambangan dan Badan Lingkungan Hidup kabupaten Tapin, bahwa kedatangan mereka ke dewan ini hanyalah untuk menyampaikan keluhan lantaran lahan kebun karet mereka tercemar limbah batubara.
“ Karet kami produksinya mulai berkurang dan bahkan ada sebagian yang mati karena adanya libah batubara yang mengenai perkebunan kami, ”kata Prayoga.
Menurutnya permasalahan ini sudah berlangsung setahun yang lalu bahkan pihaknya sudah menyampaikan beberapa pucuk surat kepada dinas terkait dan juga kepada sejumlah perusahaan tambang, namun hingga kini belum ada tanggapan.
“ Karena itu kami hari ini datang ke dewan guna menyampaikan permasalahan ini agar bisa segera disikapi, Karena kami hanyalah sebagai petani karet yang hanya mengandalkan hasil perkebunan, ”katanya.
Sementara itu kepala desa Salam Babaris Saidi Noor menambahkan bahwa pencemaran limbah batubara ini diduga berasal dari jalan tambang batubara yang dilalui oleh PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) yang limbahnya mengalir pada lahan karet milik masyarakat.
“ Kami berharap pihak perusahaan bertanggung jawab dan bersedia melakukan ganti rugi terhadap gangguan limbah batubara tersebut, berdasarkan pendataan ada 40 petani yang dirugikan karena pencemaran ini,” katanya.
Untuk memastikan terjadinya kerusakan lahan kebun karet milik petani ini anggota Dewan bersama sejumlah instansi terkait melakukan peninjauan langsung dilapangan dan tepatnya di desa Salam Babaris Km 45 hingga Km 47 dilakukan peninjauan.
Dan oleh anggota komisi II DPRD Tapin M. padli dan Bachtiar Effendi, untuk menyikapi masalah ini Ia minta kepada dinas Pertambangan dan Badan lingkungan Hidup setempat untuk menginventariser para pengusaha tambang yang ada di wilayah tersebut untuk dipertemukan dengan warga agar bisa segera dicarikan solusinya. (Rull)
Batu Bara Kalimantan Selatan
Bindrang
Selama ini batubara di Kalimantan Selatan merupakan mahkota emas di mata Nasional maupun Internasional. Betapa tidak, jika hasil batubara bara yang diekspor sampai keluar negeri sudah melampaui target yang ditentukan. Batubara juga sudah banyak menyerap investor investor asing yang sudah menanamkan modalnya diusaha pertambangan di Kalimantan Selatan ini.
Akan tetapi batubara juga sudah banyak menyumbang terjadinya kerusakan lingkungan yang mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Walaupun mereka para pengusaha selalu mengatakan kami sangat memperhatikan lingkungan. Kami sudah melakukan reklamasi, reboisasi dan macam macamlah.
Namun kenyataannya tidak seperti itu, kejadian yang selama ini dirasakan Masyarakat adala bukti bahwa pertambangan sudah banyak merugikan Masyarakat daripada menguntungkan.
Namun kalau kita mau bicara untung rugi, maka sudah jelas Masyarakatlah yang paling dirugikan. Betapa tidak, debu yang ditimbulakan oleh aktivitas pertambangan sudah banyak menyebabkan munculnya penyakit gangguan pernapasan/ isfa.
Sedangkan Pemerintah, sepertinya tidak peduli dengan kenyataan yang sudah menimpa Masyarakatnya. Hanya demi PAD masyarakat harus dikalahkan, masyarakat harus menerima dampak burknya.
Ternyata dampak yang ditimbulkan oleh pertamabangan bukan hanya menurunnya kualitas kesehatan fisik akan tetapi juga berdampak pada kesehatan jiwa dan cara berpikir yang sehingga tidak ada lagi nurani.
Sudah jelas batubara sangat merugikan Masyarakat, mulai dari aktivitas dilokasi pertambangan, pengangkutan, sampai stockpile. Namun mungkin dengan alasan PAD Pemerintah jadi buta. Walaupun tercatat kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh truk batubara selama ini sangat besar.
Lalu pertanyaannya adalah, sampai kapan kejadian ini terus berlangsung. Apakah sampai bumi Antasari ini berubah menjadi gurun, atau sampai Masyarakat mati. Tidak cukupkah bukti yang ada, sehingga Pemerintah masih mencari cari dan meraba raba bahwa tambang adalah penyumbang kerusakan lingkungan dan mental Masyarakat di Kalsel.
Teragis memang tapi inilah kenyataan yang harus kita hadapi, apakah kita harus diam sambil menunggu mereka para pemimpin dan wakil rakyat sadar. Dan membuka mata yang sudah ditutupi oleh uang dengan bahasa lainnya adalah PAD.
Sebuah kalimat yang pantas diucapkan dan dilakukan adalah, mari kita Masyarakat Kalsel bersama sama tolak tambang, dan semua bentuk kekerasan.
Selasa, 10 Januari 2012
Margasari Baru
RANTAU, – Pemerintah Kabupaten Tapin saat ini masih terus mengembangkan tiga kawasan cepat tumbuh di daerah ini, salah satunya yakni kawasan Margasari Baru.
Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP mengatakan, “Margasari Baru merupakan satu diantara tiga kawasan cepat tumbuh di Kabupaten Tapin. Sebagaimana diketahui didaerah ini sangat banyak potensi sumber daya alam seperti di sektor perikanan, industri kerajinan, perkebunan, dan juga pelabuhan lintas batu bara sungai Putting. Dikawasan ini akan dibangun rumah sakit mini yang dikelilingi unit perkantoran. Dan saat ini telah dimulai pengerjaannya diantaranya Pembangunan rumah sakit mini yang di bangun Pemerintah dengan dana senilai Rp.20 miliar bersumber dari pos anggaran Kesehatan. Selain itu, di kawasan Margasari Baru ini juga telah berdiri kantor Camat Candi Laras Selatan dan Balai Penyuluh Pertanian. Nantinya dikawasan ini akan dibangun pasar Margasari dan juga terminal, ruang terbuka hijau, unit pendidikan, gedung serba guna, dan sentra industri kerajinan, “katanya kepada sejumlah wartawan.
Selain itu dikawasan Sungai Putting Kecamatan Candi Laras Utara juga direncanakan Pemerintah Daerah setempat sebagai pusat pelabuhan yang ada di Tapin. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan dan investor yang membangun pelabuhan-pelabuhan khusus di kawasan sungai Putting maupun jalur air di Kabupaten Tapin.
Saat ini pelabuhan sungai putting sudah mulai dikerjakan oleh beberapa investor perusahaan batubara menyusul setelah pemerintah provinsi Kalsel melarang angkutan truk batu bara melintasi jalan Negara dan tidak ada lagi stockpile batubara yang beroperasi di kota Banjarmasin.
Melihat kondisi tersebut, ke depannya Margasari Baru dirancang Pemerintah Daerah secara khusus. Dan multiefek pembangunan ini diyakni secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian di daerah ini, juga masyarakatnya akan tumbuh cepat berkembang, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat juga meningkatkan pendapatan asli daerah Tapin.
Sementara warga Tapin di Binuang Serawi, H.Hermansyah,SKM,Mph, mengatakan, “Pembangunan pelabuhan di daerah Margasari merupakan prospek cerah kedepan bagi Kabupaten Tapin dimana multiefek dari pembangunan tersebut dapat meningkatkan perekonomian didaerah ini sekaligus juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Misalnya, pelabuhan tersebut nantinya dapat juga digunakan untuk umum, dimana kapal-kapal dagang dari luar daerah bisa masuk ke Tapin dan berani menaruh harga pasar di bawah harga yang dijual di kota Banjarmasin. Tentunya bila kondisi itu terjadi, pedagang-pedagang dari Banua Lima di Kalsel tidak perlu lagi mengambil barang jauh-jauh ke Banjarmasin, cukup di Tapin saja dengan harga yang jauh lebih murah. Hal ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian di Tapin, “katanya. (Rull)
Bupati Tapin, Drs.Idis Nurdin Halidi, MAP mengatakan, “Margasari Baru merupakan satu diantara tiga kawasan cepat tumbuh di Kabupaten Tapin. Sebagaimana diketahui didaerah ini sangat banyak potensi sumber daya alam seperti di sektor perikanan, industri kerajinan, perkebunan, dan juga pelabuhan lintas batu bara sungai Putting. Dikawasan ini akan dibangun rumah sakit mini yang dikelilingi unit perkantoran. Dan saat ini telah dimulai pengerjaannya diantaranya Pembangunan rumah sakit mini yang di bangun Pemerintah dengan dana senilai Rp.20 miliar bersumber dari pos anggaran Kesehatan. Selain itu, di kawasan Margasari Baru ini juga telah berdiri kantor Camat Candi Laras Selatan dan Balai Penyuluh Pertanian. Nantinya dikawasan ini akan dibangun pasar Margasari dan juga terminal, ruang terbuka hijau, unit pendidikan, gedung serba guna, dan sentra industri kerajinan, “katanya kepada sejumlah wartawan.
Selain itu dikawasan Sungai Putting Kecamatan Candi Laras Utara juga direncanakan Pemerintah Daerah setempat sebagai pusat pelabuhan yang ada di Tapin. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan dan investor yang membangun pelabuhan-pelabuhan khusus di kawasan sungai Putting maupun jalur air di Kabupaten Tapin.
Saat ini pelabuhan sungai putting sudah mulai dikerjakan oleh beberapa investor perusahaan batubara menyusul setelah pemerintah provinsi Kalsel melarang angkutan truk batu bara melintasi jalan Negara dan tidak ada lagi stockpile batubara yang beroperasi di kota Banjarmasin.
Melihat kondisi tersebut, ke depannya Margasari Baru dirancang Pemerintah Daerah secara khusus. Dan multiefek pembangunan ini diyakni secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian di daerah ini, juga masyarakatnya akan tumbuh cepat berkembang, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat juga meningkatkan pendapatan asli daerah Tapin.
Sementara warga Tapin di Binuang Serawi, H.Hermansyah,SKM,Mph, mengatakan, “Pembangunan pelabuhan di daerah Margasari merupakan prospek cerah kedepan bagi Kabupaten Tapin dimana multiefek dari pembangunan tersebut dapat meningkatkan perekonomian didaerah ini sekaligus juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Misalnya, pelabuhan tersebut nantinya dapat juga digunakan untuk umum, dimana kapal-kapal dagang dari luar daerah bisa masuk ke Tapin dan berani menaruh harga pasar di bawah harga yang dijual di kota Banjarmasin. Tentunya bila kondisi itu terjadi, pedagang-pedagang dari Banua Lima di Kalsel tidak perlu lagi mengambil barang jauh-jauh ke Banjarmasin, cukup di Tapin saja dengan harga yang jauh lebih murah. Hal ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian di Tapin, “katanya. (Rull)
PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil BUpati
RANTAU, – Tim Pilkada Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Tapin membuka pendaftaran untuk calon Bupati dan wakil bupati Tapin periode 2013-2018.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tapin, AbduSahid, Minggu (8/1), mengatakan, proses pendaftaran dibuka pada tanggal 6 - 21 Januari 2012. Terbagi dua tahapan, pertama dari tanggal 6-14 januari 2012 itu masa pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati. Dilanjutkan kembali dari tanggal 15-21 januari 2012 bakal calon yang administrasinya belum lengkap diberi kesempatan untuk memperbaiki berkasnya.
“Pendaftaran ini sifatnya umum dan dilakukan secara terbuka baik untuk kalangan internal maupun dari luar partai, siapapun yang berminat mencalonkan diri menjadi bupati atau wakil bupati Tapin melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipersilahkan mendaftar. Baik itu warga Tapin maupun warga luar daerah sekalipun, “katanya.
Pendaftaran dibuka di Sekretariat DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tapin, jl.Brigjen H.Hasan Basry Nomor 6B Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.
Menurutnya, menjelang massa jabatan bupati Tapin periode 2008-2012 akan segera berakhir, kami DPC PKB Tapin diberi amanah partai yang akan dijalnkan secara transparan dan objektif. Dimana DPP PKB pusat mengarahkan ke DPC Kabupaten untuk proses tahapan awal adalah membentuk tim pilkada. Dan tim pilkada yang dibentuk ini yang akan melaksanakan proses tahapan mulai dari pelaksanaan pendaftaran calon, sekaligus juga menetapkan jadwal pendaftaran yang dibagi dua tahap pertama sebagaimana dijadwalkan.
Dikatakannya, seluruh berkas pendaftaran akan diverifikasi oleh tim pilkada yang diserahkan ke DPP PKB pusat. “Seluruh calon yang mendaftar akan diukur tingkat popularitas dan elektabilitas melalui survei yang dilakukan oleh lembaga independen, selanjutnya pemaparan visi misi, dialogis dan pemberian dukungan politik. Termasuk juga dilakukannya fit and propertest terhadap bakal calon atau pasangan balon, “katanya.
Dia mengatakan pada minggu pagi kemarin sudah ada beberapa nama yang mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Tapin. “Diantaranya Drs.HM.Arifin Arpan, MM yang mendaftar sebagai calon bupati Tapin periode 2013-2018, di kantor Sekretariat PKB pada minggu kemarin. Dan juga ada beberapa nama yang menyampaikan ingin mendaftar menjadi calon wkail bupati Tapin, “katanya.(Rull)
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tapin, AbduSahid, Minggu (8/1), mengatakan, proses pendaftaran dibuka pada tanggal 6 - 21 Januari 2012. Terbagi dua tahapan, pertama dari tanggal 6-14 januari 2012 itu masa pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati. Dilanjutkan kembali dari tanggal 15-21 januari 2012 bakal calon yang administrasinya belum lengkap diberi kesempatan untuk memperbaiki berkasnya.
“Pendaftaran ini sifatnya umum dan dilakukan secara terbuka baik untuk kalangan internal maupun dari luar partai, siapapun yang berminat mencalonkan diri menjadi bupati atau wakil bupati Tapin melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipersilahkan mendaftar. Baik itu warga Tapin maupun warga luar daerah sekalipun, “katanya.
Pendaftaran dibuka di Sekretariat DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tapin, jl.Brigjen H.Hasan Basry Nomor 6B Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.
Menurutnya, menjelang massa jabatan bupati Tapin periode 2008-2012 akan segera berakhir, kami DPC PKB Tapin diberi amanah partai yang akan dijalnkan secara transparan dan objektif. Dimana DPP PKB pusat mengarahkan ke DPC Kabupaten untuk proses tahapan awal adalah membentuk tim pilkada. Dan tim pilkada yang dibentuk ini yang akan melaksanakan proses tahapan mulai dari pelaksanaan pendaftaran calon, sekaligus juga menetapkan jadwal pendaftaran yang dibagi dua tahap pertama sebagaimana dijadwalkan.
Dikatakannya, seluruh berkas pendaftaran akan diverifikasi oleh tim pilkada yang diserahkan ke DPP PKB pusat. “Seluruh calon yang mendaftar akan diukur tingkat popularitas dan elektabilitas melalui survei yang dilakukan oleh lembaga independen, selanjutnya pemaparan visi misi, dialogis dan pemberian dukungan politik. Termasuk juga dilakukannya fit and propertest terhadap bakal calon atau pasangan balon, “katanya.
Dia mengatakan pada minggu pagi kemarin sudah ada beberapa nama yang mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Tapin. “Diantaranya Drs.HM.Arifin Arpan, MM yang mendaftar sebagai calon bupati Tapin periode 2013-2018, di kantor Sekretariat PKB pada minggu kemarin. Dan juga ada beberapa nama yang menyampaikan ingin mendaftar menjadi calon wkail bupati Tapin, “katanya.(Rull)
Langganan:
Postingan (Atom)






