JavaScript is required to view this page. Dinas Perhubungan Sosialisasi Terhadap Pengelola Warnet

Sabtu, 06 Agustus 2011

Dinas Perhubungan Sosialisasi Terhadap Pengelola Warnet

RANTAU, Pemerintah Kabupaten Tapin di Dinas Perhubungan dan Informasi Kabupaten Tapin undang seluruh pengelola warung internet (warnet) yang ada di Kabupaten Tapin dalam rangka sosialisasi tata kelola internet kepada pengelola warnet yang ada di Tapin, Kamis (28/7) kemarin.

Sosialisasi yang dilaksanakan Dishub Tapin terhadap pengelola warnet kemarin mengajak untuk perduli dengan “sehatnya” internet kita (Internet Sehat).
“Acara kemarin dalam rangka sosialisasi Tata Kelola Internet yang diadakan Dinas Perhubungan dan Informasi Tapin terkait imbauan terhadap pengelola warnet yang ada di daerah ini untuk memblokir dampak negatif dari internet, terutama situs pornografi di bulan Ramadhan ini, “kata Ervan, pengelola warnet di Tapin, kemarin.

“Sosialisasi Tata Kelola Internet yang dilaksanakan kemarin bertempat di kantor Dinas Perhubungan dan Informasi Kabupaten Tapin dan kebetulan dirinya selaku pengelola warnet didaerah ini turut hadir karena diundang. Sosialisasi kemarin mendatangkan narasumber dari praktisi IT relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kalimantan Selatan, Ari Rahman, “katanya singkat kepada Wartawan.

Dihadapan seluruh pengelola warnet di Kabupaten Tapin, relawan TIK Kalsel memaparkan sejarah Internet di Indonesia, jaringan TCP IP, hingga perkembangan internet saat ini. Terutama kiat memproteksi dampak negatif penggunaan internet itu sendiri khususnya seperti kejahatan internet, radikalisasi, tingkat pengakses situs porno, peringkat pengakses situs porno di Indonesia, sampai dengan pemicu konflik.
Menurut Ari Rahman, “dampak dari penggunaan internet seperti kejahatan internet di Indonesia disinyalir sudah masuk blacklist online shopping ternama, seperti amazon.com dan ebay.com. Kartu kredit asal indonesia extra diawasi bahkan sebagian besar diblokir. Radikalisasi, para teroris berkomunikasi melalui dunia maya dan ini sulit dilacak aparat keamanan, bahkan teknik membuat bom terdapat di Internet. Keberadaan situs porno juga merupakan salah satu dampak, dimana dari tahun ke tahun Indonesia pengakses situs porno peringkat ke 3, “katanya.

Selain itu, Rahman juga memberikan tip trik dalam sosialisasi tersebut didalam menggunakan internet sehat. “Meminimalkan dampak negatif, pertama peran orang tua dinilai sangat penting dimana Ia harus tetap mendampingi atau memonitor ketika mereka berekplorasi dengan internet dirumah. Selain itu peran guru harus senantiasa membimbing siswa didiknya agar dapat menggunakan internet yang baik saat di sekolah. Selain itu sebuah komunitas termasuk pengelola warnet, pelaksana extra kulikuler, lembaga pelatihan harus bahu membahu dalam mengedukasi masyarakat tentang berinternet sehat. Remaja, anak maupun siswa didik diharapkan dapat belajar bertanggung jawab atas perilaku mereka sendiri termasuk ketika menggunakan internet. Saat ini internet dapat juga diakses melalui ponsel tertentu usahakan dapat mengecek penggunaan internet melalui ponsel anak anda, “katanya dalam sosialisasi tersebut.

Plus Minus Jejaring Sosial bagi Anak dan Remaja


Ada 2 sisi plus minusnya jejaring sosial seperti facebook, dan twiter. Diantaranya dari segi positif, pertama mereka akan dapat belajar cara beradaptasi, bersosialisasi dengan teman publik dan mengelola jaringan pertemanan. Kedua, memperluas jaringan pertemanan. Ketiga, mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain. Keempat, empaty dan penuh perhatian. Adapun efek negatifnya, dikatakan Rahman diantaranya, pertama, menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata, tingkat pemahaman bahasa jadi terganggu. Kedua, situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Ketiga, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa sehingga mempengaruhi keterampilan menulis mereka disekolah. Keempat, situs jejaring sosial merupakan lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan di dunia maya. Demikian Ari Rahman. (Rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar