JavaScript is required to view this page. 320 Positif Malaria Di Tapin

Senin, 19 Maret 2012

320 Positif Malaria Di Tapin

RANTAU, Nampaknya jumlah penderita malaria di Kabupaten Tapin selama tahun 2011 hingga Maret 2012 masih tinggi. Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin jumlah penderita yang positif terkena malaria di daerah ini ada 320 orang untuk data di tahun 2011 lalu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala dinas Kesehatan, Erani Martin, SKM melalui Kasi pemberantasan dan penelitian penyakit, di Dinkes Tapin, Rahmat Noor, Rabu (14/3) kemarin.
Jumlah ini dinyatakan positif terjadi di 26 desa yang ada di Kabupaten Tapin, sementara pengidap malaria dominan lebih banyak ada di Kecamatan Piani. “Pada tahun 2012 terhitung sampai bulan Maret ini, jumlah penderita malaria itu ada yang positif, namun belum terdaftar, “katanya.
Yang terjangkit masih didominasi warga yang bekerja menambang di kawasan hutan, untuk itu diminta untuk waspada. Bahkan dari jumlah data di tahun 2011 lalu, ada 4 orang yang meninggal dunia akibat terserang malaria ini. Diantaranya warga Binuang 1 orang, Pandahan 1 orang, Bakarangan 1 orang, dan Banua Padang 1 orang.
Adapun gejala tanda-tanda penyakit malaria yakni tubuh terasa dingin dan sakit kepala, penderita menggigil.Selain itu sekujur dingin di-ikuti demam, bahkan kulit berwarna kuning. Di daerah kita penularan penyakit malaria sebagian besar melalui gigitan nyamuk jenis vector malaria. Misalnya, ungkap Rahmat, “warga yang bekerja di luar daerah terkena gigitan nyamuk pembawa Malaria, dan kembali ke Tapin dengan membawa penyakit malaria, di rumah Ia tidur tidak menggunakan kelambu hingga digigit nyamuk, secara tidak langsung nyamuk tersebut membawa vector malaria yang bisa menyerang siapa saja yang digigit nyamuk itu, “katanya.
Dalam menanggulangi kasus malaria ini, dinas kesehatan Tapin sudah menyalurkan bantuan obat-obatan dan kelambu berinsektisida produk buatan zerman yang gunanya untuk meminimalisir serangan malaria. Pembagian kelambu telah dibagikan dan di fokuskan pada daerah-daerah yang banyak terjadi kasus gigitannya seperti di kecamatan Piani.
Adapun penyebab penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk. Ada tiga jenis nyamuk di daerah kita seperti Falciparum penyebab penyakit malaria tropika, jenis malaria ini dapat menimbulkan kematian. Selain itu juga jenis Vivax, dan Mix.
Adapun tindakan pencegahan, warga diminta untuk tidur dengan kelambu, memberi kawat kasa pada lubang angin ventilasi ruangan, dan tindakan lainnya untuk mencegah gigitan nyamuk.Selain itu juga yang lebih penting adalah menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan tempat tinggal, dan tempat-tempat yang berpotensi akan menjadi sarang nyamuk.Demikian Rahmat Noor. (rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar