JavaScript is required to view this page. 2011 Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin Fokus di Karet

Jumat, 25 Februari 2011

2011 Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin Fokus di Karet

RANTAU, Tahun 2011 ini, Dinas Perhutanan dan Perkebunan Tapin melalui alokasi dana dari APBD Pemkab Tapin maupun APBN, akan diarahkan dan di fokuskan pada sektor perkebunan karet. Mengingat di tahun 2011 ini kita memiliki terobosan baru yang ingin meningkatkan kualitas mutu karet di Kabupaten Tapin.

Hal tersebut diungkapkan Sufian Noor, Kepala dinas Perhutanan dan perkebunan Tapin, Selasa (22/2) kemarin.

Tahun 2011 ini kita akan gencar melaksanakan sosialisasi terhadap petani karet di Kabupaten Tapin terkait meningkatkan mutu kualitas karet di daerah ini. “Untuk perihal tanam menanam karet, saya rasa petani karet sudah banyak mengerti. Namun dalam pengolahan mutu kualitas karet saya rasa masih perlu di tingkatkan kembali, dan diberikan penyuluhan melalui sosialisasi yang rencananya akan kita laksanakan, “katanya.

“Kita akan fokus kesana di tahun 2011 ini, hal ini mengingat lahan karet di Tapin sampai saat ini ada sekitar 18.000 hektar lahan di Tapin yang di tanami karet, terutama di kawasan atas. Dengan potensi lahan seluas 18.000 hektar tersebut, kita melakukan terobosan dengan meningkatkan mutu kualitas karet di Tapin ke depannya, “katanya.

Diharapkan juga ada investor yang berani masuk ke Kabupaten Tapin untuk membangun pabrik karet. Memang selama ini belum ada pabrik karet di Tapin, hal itu tentunya sangat berpengaruh terhadap harga karet di petani. Alasan demikian karena selama ini petani dalam menjual karet itu melalui tengkulak atau pihak ketiga, dan tengkulak tadi menjual kembali di pabrik karet yang ada diluar daerah Tapin. Sehingga harga karet petani tadi rendah jika dibandingkan dengan harga karet petani di luar daerah Tapin. Untuk itu dengan adanya investor yang berani masuk ke Tapin dan membangun pabrik karet di daerah ini secara tidak langsung akan mendekatkan pembeli dari perusahaan atau pemilik pabrik karet tersebut dengan petani karet di Tapin, sehingga harga petani karet tentunya akan lebih tinggi yang transaksinya tanpa melalui pihak ketiga atau tengkulak. Secara tidak langsung terobosan ini tentunya akan meningkatkan kesejahteraan para petani karet tadi, demikian Sufian Noor. (Rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar