JavaScript is required to view this page. Dinas Pertanian Optimis Surplus Beras

Jumat, 20 Januari 2012

Dinas Pertanian Optimis Surplus Beras

RANTAU, – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tapin optimis dapat mencapai target pemerintah bahkan bisa melebihi dari yang ditargetkan pemerintah mengingat luas areal persawahaan padi di Kabupaten Tapin mencapai 61.500 hektar terdiri diantaranya lahan lebak/rawa, dan tadah hujan.

Hall tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikutura Tapin, H Masraniansyah SP, kepada sejumlah wartawan belum lama tadi.

“Dari yang ditargetkan Pemerintah kita optimis dengan luas lahan yang ada di Tapin dan produksi bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah bahkan bisa melebihi, terutama dengan mengandalkan lahan tadah hujan dan lebak/rawa itu bisa mencapai apa yang ditargetkan, “katanya optimis.

Memasuki musim tanam 2011-2012 ini sekaligus menyiapkan panen raya secara besar-besaran telah disiapkan lahan seluas 61.500 hektar yang tersebar dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Tapin Tengah, Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Lokpaikat, Kecamatan Tapin Selatan, Kecamatan Bungur, Kecamatan Hatungun dan Kecamatan Candi Laras Selatan.

Dari luasan lahan tersebut, untuk panen dari bulan maret-april seluas 39.969 hektar, kemudian panen bulan Agustus - September seluas 21.531 hektar, dengan total produksi padi mencapai 246.437 ton padi.

Selain mengadalkan lahan tadah hujan, kita juga turut didukung dengan program percepatan tanam di lahan lebak/rawa rendah, seperti di wilayah Matang Asam Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan dan Desa Masta Kecamatan Bakarangan dengan luasan lahan 2.450 hektar.

Saat ini kondisinya sebagian sudah melakukan aktifitas penanaman padi, juga diantaranya masih ada yang melakukan penyemaian benih padi. Menurut H.Uning, diperkirakan pada pertengahan Januari 2012 sudah selesai musim tanam penanaman padi dengan usia dari 100-105 hari itu sudah bisa panen. Selain itu, selama masa tanam hingga panen nanti itu tetap dalam pengawasan penyuluh, dimana penyuluh pertanian dengan kelompok tani dan petani melaksanakan pertemuan sebanyak sepuluh kali, pertemuan di gelar dan dijadwalkan dua minggu sekali. Demikian H.Uning. (Rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar