JavaScript is required to view this page. Warnet PLIK Banyak Tutup Karena Perangkat Yang Rusak

Sabtu, 02 Juni 2012

Warnet PLIK Banyak Tutup Karena Perangkat Yang Rusak

RANTAU, - Sebagian besar warnet Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di Kabupaten Tapin banyak yang rusak, sehingga harus tutup. Salah satunya warnet PLIK yang ada di Desa Miawa, Kecamatan Piani yang sudah sebulan lebih tutup karena salah satu perangkat PLIK ada yang rusak. Mamay Inai, mengatakan, "Sudah sebulan lebih warnet PLIK di Kecamatan Miawa tutup, karena ada perangkatnya yang rusak. Secara teknis saya tidak tahu apa-apa tentang ini, dan akibat tutupnya PLIK ini dagangan saya yang biasanya ramai pembeli jadi sepi pembeli, "katanya. Ditambahkan Ummi, "Biasanya di PLIK itu ramai pengguna Internet yang sengaja bermain mengakses Facebook, namun sebulan ini warnet PLIK itu tutup. Dan biasanya saya sambil menunggu waktu luang sengaja menunggu di warnet PLIK sambil mengakses informasi. Namun sekarang tak bisa lagi karena warnet PLIK di kecamatan itu tutup, "katanya. Terkait PLIK, kita konfirmasi ke Dinas Perhubungan Kominfo Kabupaten Tapin, Drs.HM.Fauzan mengatakan, "Dinas Perhubungan Kominfo Kabupaten Tapin tidak tahu menahu tentang keberadaan PLIK itu, karena PLIK itu diluar kewenangannya, karena pada saat penyalurannya beberapa tahun lalu itu tidak melalui Dinas Perhubungan Kominfo Tapin, melainkan langsung ke beberapa lokasi di kecamatan, "katanya. "Adapun untuk Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan itu kita yang menangani dan saat ini Mobil PLIK itu sudah beroperasi dan berfungsi di 4 kecamatan di Tapin diantaranya Tapin Selatan, Salam Babaris, Piani, dan Hatungun, "katanya. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) adalah merupakan program Pemerintah di Kementerian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO), Proyek dalam rangka melek internet ini, diletakan masing-masing kecamatan 1 Set peralatan Internet. Melalui media PLIK ini Pemerintah mencoba menerapkan gaya Internet sehat dan Aman serta bebas dari Pornografi, dan juga Operasi sistem yang digunakan dengan sistem Linux pada setiap PC, sehingga diharapkan pengguna meninggalkan budaya pembajakan software yang sebelumnya menggunakan Sistem Operasi Windows. (rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar