JavaScript is required to view this page. Dinsos Provinsi Kalsel Salurkan Bantuan Buffer Stock

Sabtu, 06 November 2010

Dinsos Provinsi Kalsel Salurkan Bantuan Buffer Stock

RANTAU, Setelah berkurangnya buffer stock Sembako di gudang Taruna Siaga Bencana (Tagana) Tapin, pada Selasa (2/11) pekan kemarin Dinas Sosial Provinsi Kalsel langsung menyalurkan bantuan barang berupa sembako ke Kabupaten Tapin. Barang tersebut langsung diterima oleh kordinator Tagana Tapin, Sugiri di kantornya yang selanjutnya diletakan dalam gudang Tagana yang bertempat di kantor Dinas Sosial Kabupaten Tapin.

Menurut Sugiri, Kordinator Tagana Tapin menyatakan sehari sebelumnya bahwa buffer stock di Tagana Tapin menipis. Karena telah disalurkan kepada korban banjir yang melanda beberapa kawasan di Tapin. Namun pada Selasa kemarin Dinas Sosial Provinsi Kalsel menyalurkan bantuan sembako yang langsung kita terima. Bantuan berupa bahan makanan tersebut diantaranya mie instant sebanyak 10.000 bungkus, sarden 3.000 kaleng, minyak goreng 250 botol, bubur instant 3.600 bungkus, teh 100 kotak, kopi 100 bungkus, gula 100 Kg, dan air mineral 100 dus.

“Kita telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan terhadap korban banjir di beberapa kawasan seperti Sidodadi, Kupang, Trantang, Pelita, Rangda Malingkung, Dulang, Perintis Raya, Lumbu Raya, Miawa. Sementara di Binuang itu ada 260 KK yang rumahnya terendam banjir seperti di Serawi, Pantai Belanti, dan Cempaka. Dengan total keseluruhan di Tapin mencapai 1.240 KK yang terendam banjir kemarin, “katanya.
Informasi terakhir beberapa kawasan Rantau dan Binuang air masih dalam, kendati mulai surut sedikit demi sedikit. Sementara untuk jumlah areal persawahaan di Tapin itu hampir seluruhnya terendam, kata Sugiri, “lihat saja sendiri kondisi pehumaan yang ada. Namun untungnya saat ini petani belum ada yang menanam, dan hanya memeradak saja dan siap untuk massa tanam. Beberapa peradakan padi yang ditanam petani juga ada sebagian yang rusak lantaran terendam banjir, seperti di Margasari, “katanya.

Sementara Safrudin, Sekretaris Tagana Tapin menambahkan, Banjir yang melanda tahun ini tergolong besar. Katanya, “Selama 20 tahun tinggal di Dulang Rantau baru kali ini rumah saya terendam banjir. Kendati banjir ini sifatnya sebentar. Paling setelah dua tiga hari surut dan airnya mengalir lagi ke daerah hilir seperti Baruh, Masta dan Sungai Bahalang, “katanya. (rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar