JavaScript is required to view this page. Beberapa Kawasan di Tapin Belum Nikmati Listrik PLN

Jumat, 16 September 2011

Beberapa Kawasan di Tapin Belum Nikmati Listrik PLN

RANTAU, Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Desa Kariaman, Desa Pipitak Jaya I dan II, Kecamatan Piani, dan Bitahan Lama, Kecamatan Lokpaikat adalah kawasan di Kabupaten Tapin yang sampai saat ini belum menikmati sambungan listrik PLN. Hal ini lantaran daerah tersebut masih belum dibangun tiang pancang PLN untuk menyambung kabel dan menerangi permukiman penduduk di wilayah itu.

Diantara kawasan daerah tadi memiliki jarak cukup jauh dari perkotaan seperti di desa Kariaman, Pipitak Jaya I, dan II, kecamatan Piani. Juga di Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara. Sementara satu daerah lainnya seperti Bitahan Lama, Kecamatan Lokpaikat yang faktanya jarak antara Bitahan Lama dengan kota Rantau begitu dekat, ada sebagian penduduknya yang sampai saat ini belum menikmati aliran listrik PLN.

Seperti yang dialami Basrani, warga Bitahan Lama ini mengatakan bahwa sampai saat ini ada beberapa tempat tinggal warga yang belum dialiri listrik PLN. Hal itu karena pancang tiang PLN belum masuk ke wilayah beberapa permukiman warga disini, dan ini sudah lama sekali.

Lanjut Basrani, Pada malam hari warga ada yang menggunakan lampu minyak dan lilin untuk penerangan rumahnya. Adapun bagi warga yang memiliki perekonomian lebih untuk mendapatkan pasokan listrik dirumahnya mereka memilih memasang kabel listrik yang cukup panjang dengan mengait ke kawasan yang sudah ada jalur listriknya, atau dengan membeli sebuah mesin genset dan bermodal minyak bensin sebagai bahan bakar.

Ia mengaku menggunakan mesin genset yang dibeli dengan harga berkisar Rp.1 juta per-unit. Namun penghasilannya sebagai pedagang dan juga buruh dirinya mengaku tak mampu untuk membeli bahan bakar minyak setiap harinya. “Dari jam 6 petang saat matahari terbenam sampai dengan pukul 11 malam itu menghabiskan minyak bensin sekitar 3 liter setiap malamnya. Karena itu sambungan listrik tetap menjadi harapan warga sekitar, “katanya kemarin.

“Keluhan lainnya jika menggunakan mesin genset adalah sering kerusakan mesin, dimana baru beli 1 tahun mesin genset sudah rusak. Paling awet mesin genset itu bertahan antara 2 sampai 3 tahun lamanya. Hal itu karena hampir setiap malamnya digunakanya, jika sudah digunakan untuk keperluan hari-hari mesin genset cepat atau lambat pasti rusak dan tak bisa digunakan lagi, “keluhnya.

Sementara dikawasan lainnya di Tapin, seperti di Desa Keladan Kecamatan CLU juga sampai saat ini listrik PLN belum masuk ke daerah ini. Banyak warga sekitar belum bisa menikmati aliran listrik negara, sehingga warga masyarakat setempat disamping mengalami krisis air bersih juga tak memiliki penerangan listrik bagi mereka.
Camat Candi Laras Utara, Abdul Hadi saat diwawancarai MataBanua mengakui bahwasanya didaerah setempat sampai saat ini belum ada penerangan. “Warga berharap adanya bantuan penerangan seperti mesin genset atau listrik tenaga surya seperti halnya di kecamatan Piani, “harapnya.

Lanjut Hadi, Kepada pemerintah daerah maupun pihak perusahaan dilokasi setempat, warga berharap banyak bantuannya terkait diadakannya energi listrik untuk penerangan didaerah ini, “katanya.

Lantaran belum masuknya listrik dan adanya penerangan, warga sekitar tak bisa mengakses informasi sebagaimana warga di kota.
Begitupun di Desa Kariaman, Kecamatan Piani, memiliki nasib serupa dengan kawasan lainnya di Tapin yang belum menikmati aliran listrik. Mama Ahmad, warga desa Kariaman, mengatakan, “Listrik belum masuk sampai ke Kariaman, lantaran tiang pancang listrik PLN sebatas baru sampai Batu Ampar. Kawasan Miawa sampai Batu Ampar kini sudah dapat menikmati aliran listrik, sementara tinggal daerah Kariaman ke atas saja yang belum menikmati, “katanya. (Rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar