JavaScript is required to view this page. Angin Deras Tanaman Padi Petani Rebah

Minggu, 22 Mei 2011

Angin Deras Tanaman Padi Petani Rebah

RANTAU, Angin disertai hujan beberapa pekan lalu yang menerpa wilayah Kabupaten Tapin, khususnya di kecamatan Tapin Utara mengakibatkan tanaman padi menjadi rusak dengan kondisi tanaman rebah. Petani yang memiliki tanamannya padi namun rebah juga terendam air itu bisa menjadi rusak, dan petani terancam merugi. Seperti yang terjadi di Mandarahan dan Lumbu Raya, akibat tiupan angin kencang hampir seluruhnya tanaman padi rusak dengan kondisinya rebah.

Abah Diah, “Pehumaan ulun (red. sawah saya) salah satunya yang terkena angin deras beberapa waktu lalu mengakibatkan tanaman padi menjadi rebah. Dan di kuatirkan kalau sudah rebah isi bulir padi akan berkurang dan mengurangi produktivitas padi, “keluhnya.

Menanggapi kondisi fenomena alam itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapin, Saiful menyatakan, “Jika kondisi tanaman padi rebah lantaran fenomena alam yang melanda seperti tertiup angin. Menurutnya, untuk memanennya itu lebih sulit saja dengan posisi rebah, karena tidak seperti biasannya memanen dalam posisi berdiri. Dikuatirkan jika posisi padi terebah dan terendam air bulir padi itu
bisa menjadi busuk, bahkan mengurangi isi buah padi itu sendiri. Disarankan jika rebahnya terendam air, langsung saja di panen, jika padi itu sudah menguning, “katanya.

Ia pun mengakui, jika kondisi tanaman petani rebah tak dipungkiri petani merugi.
“Terkait fenomena alam kemarau hujan nampaknya tak berpengaruh dalam hasil produktifitas tani di Kabupaten Tapin. Ada beberapa kawasan di lahan tadah hujan di Kabupaten Tapin nampaknya petani bisa melakukan tanam 2 kali dalam setahun, “pungkasnya. (Rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar