JavaScript is required to view this page. Pengiriman Pahlawan Devisa Negara Asal Tapin Mengalami Penurunan

Selasa, 31 Mei 2011

Pengiriman Pahlawan Devisa Negara Asal Tapin Mengalami Penurunan

RANTAU, ~ Dari data di Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapin terhitung sejak 3 tahun terakhir jumlah pahlawan devisa negara di sektor rill alias Tenaga kerja Wanita (TKW) berasal dari Kabupaten Tapin mengalami penurunan di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tapin Mahyudin, jumlah TKW asal Tapin pada tahun 2009 ada sekitar 443 orang, tahun 2010 jumlahnya turun menjadi 147 orang, dan tahun 2011 terhitung pada april kemarin hanya 55 orang.
“Turunnya jumlah pengiriman Tenaga Kerja Wanita asal Tapin ini karena terjadi pemulangan tenaga kerja secara besar-besaran oleh Pemerintah Arab Saudi, yang terjadi baru-baru tadi. Pemulangan tenaga kerja Indonesia ini, termasuk TKW asal Tapin karena terdapat informasi adanya sejumlah kasus seperti maraknya penyikasaan terhadap TKW. Hal ini menyebabkan mereka mengurungkan niat untuk berangkat menjadi TKW, “katanya.

“Selain itu juga ada rencana penataan baru dari pemerintah Arab Saudi dan Indonesia untuk menata ulang TKW. Dijelaskannya, umumnya mereka yang menjadi Tenaga kerja Wanita ini tujuannya ke Negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, “katanya.

“Di Kabupaten Tapin ada 10 perusahaan yang terdaftar di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tapin yang saat ini diakui telah mengantongi izin resmi dalam penyaluran TKW. Sebab kalau perusahaan tersebut tidak mengantongi izin dan dianggap illegal dalam setiap penyaluran TKW, pihak kita tidak segan-segan melaporkan ke aparat yang menangani hal itu, “tandasnya.

Bagi yang mau berangkat TKW, banyak syarat-syarat yang harus di penuhi seperti surat menyuranya, KTP, kartu Keluarga, akta Lahir dan Lain sebagainya. Adapun TKW asal Tapin umumnya rata-rata pendidikannya SD dan SMP dengan usia 21 sampai 41 tahun dan yang berangkat menjadi TKW sudah berkeluarga dan sebagaian Janda untuk gadis tidak ada, “katanya.

Mereka yang berangkat ini di kontrak selama 2 tahun, apabila sudah habis masa kontraknya bisa di perpanjang lagi. Besaran gaji yang mereka terima sebesar 800 real atau jika dihitung nilai rupiah itu sebesar Rp 2 juta perbulan.
Terbukti bagi mereka yang menjadi TKW, dapat mensejahterkan keluarganya, yakni bisa membangun rumah dari benton, sawah dan modal untuk usaha lain, “ tambanya lagi. TKW ini adalah pahlawan penyumbang devisa bagi Negara dan juga kepada daerah yang bergerak di bidang sektor riil, “ demikian Mahyudin.(Rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar