JavaScript is required to view this page. PLIK Rambah Desa Terpencil di Tapin

Minggu, 19 Juni 2011

PLIK Rambah Desa Terpencil di Tapin

RANTAU,~ Luar biasa, kalangan remaja hingga orang dewasa di desa terpencil di Kabupaten Tapin telah kenal Facebook, dan jaringan Internet. Bahkan mereka telah kenal operasi system berbasis Linux yang terpasang dalam program perangkat lunak komputer di ‘Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK)’. Kawasan desa terpencil itu salah satunya ada di Desa Miawa Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin.

Desa Miawa yang berjarak sekitar 19 Km dari kota Rantau ini telah mendapatkan akses Internet dari Layanan Internet Kecamatan yang di kelola pihak kecamatan setempat yakni Kecamatan Piani.

Camat Piani, Raniansyah, S,Sos mengatakan kemarin, “ Layanan Internet yang ada di kecamatannya itu buat hiburan bagi warga masyarakat setempat, dimana dengan adanya sarana Internet kecamatan diharapkan mereka dapat terhibur, “katanya.

Layanan Internet Kecamatan yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di tahun 2011 ini disambut warga desa dengan antusias. Mereka bermain internet dengan ekspresi riang gembira, menjelajah dunia tanpa batas. Diantaranya sebut saja Dayat, Operator Layanan Internet kecamatan Piani, kemarin kepada MataBanua menyatakan, “Layanan Internet kecamatan yang ada di Miawa ini sudah ada sejak bulan Febuari 2011, lalu. Kehadirannya disambut antusias warga desa, terutama kalangan remaja yang asyik mengakses account jaringan sosialnya di Facebook setiap malam harinya, “katanya.

Lanjut Dayat, Kalau malam hari di sini (red.PLIK Miawa) ramai di penuhi kalangan remaja, banyak warga yang bermain Internet terutama yang ingin menjalin pertemanan melalui jaringan sosial facebooknya. Bahkan ada juga yang browsing (red.buka-buka dokumen website). Untuk koneksi jaringan, dikatakan Dayat, “lumayan, ya meskipun terkadang lemot (red.lambat) sedikit, tapi tak apa-apa, kami tetap senang menggunakannya sambil belajar, “katanya.

Adapun biaya perjam-nya bermain di pusat layanan internet kecamatan, kata Dayat, “itu dikenakan biaya Rp.3000,- per jam. Dengan uang Rp.3.000 rupiah, mereka bisa bermain Internet di pusat layanan internet kecamatan sepuasnya dari mulai browsing maupun chatting di Facebook, “katanya.

Sementara untuk pengelolanya itu pihak kecamatan Piani, sementara kita disini hanya bertugas menjaganya saja, “pungkasnya. (rull)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar